Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Bluespheere Academy


__ADS_3

Di dalam sebuah tenda yg cukup luas, terjadi sebuah rapat kecil antar pembesar ReVoid. Ada 5 orang yg mengikuti rapat kali ini. 2 orang dari mereka adalah orang yg kukenal, yaitu Shiki dan Vestine. Dan 3 sisanya belum pernah ku jumpai sebelumnya. Sepertinya mereka bertugas di distrik lain.


Dan seperti usulan Shiki kemarin tadi siang, aku juga ikut menghadiri rapat kali ini sebagai pembicara dari pihak Magic Assosiation. Tentu saja aku berniat mengulas kejadian tadi siang. Tentang munculnya Vience di area sekolah Bluespheere Academy yg diurus oleh Osamu. Yg juga merupakan tempatku dan anggota lain bersekolah.


"Apa kau yakin soal itu nak?" Tanya Kallen, seorang ksatria berpedang ReVoid benama Kallen Von Arthuria. Seorang ksatria yg menyandang gelar Reign of Sword. "Kau bilang ada vampir yg muncul di daerah itu pada siang hari?"



"Ya, aku yakin sekali. Dia kelihatannya sedang menyamar menjadi manusia biasa" Jawabku. "Kalau tak salah dia menyebut dirinya sebagai Vience de Meer."


Mendengar nama itu, setengah dari mereka sontak terkejut. Sepertinya nama itu tak asing lagi di telinga mereka. Dan dari reaksi mereka, sepertinya vampir bernama Vience itu bukan vampir biasa.


"Hei Zayn, apa kau yakin namanya adalah Vience?" Tanya Shiki.


"Dia yg memperkenalkan dirinya, aku hanya mengatakan apa yg kudengar." Jawabku. "Selain itu, bukannya ketika kita pertama kali bertemu di juga muncul?"


"Eh, yg benar?" Tanya Shiki heran. "Aku tak sempat melihat wajahnya hari itu, soalnya dia langsung kabur setelah ditembak dari jauh oleh Aoi."


"Kalau boleh bisakah kau memberitahu kami seperti apa rupanya, Zayn Endarker?" Tanya seorang wanita yg terlihat berumur 20-an. Ia bernama Kate Sonya, Reign of Hunter.


"Hmm...dia berambut pirang panjang, dengan muka penuh riasan, topi lebar dan pakaian yg mewah dan berwarna cerah...." Jawabku. "Dan juga, nada bicaranya seperti seorang wanita penggoda...."


"Ah, sepertinya itu memang dia...." Lanjut Kate dengan sedikit senyum kecut.



"Kalian mengenal vampir itu?" Tanyaku.


"Ya, Vience cukup terkenal di kerajaan Silverstone, tepatnya di kota kami, Silva." Jawab Shiki. "Sosok vampir wanita yg cantik dan menawan. Sering muncul dan menggoda setiap lelaki yg ia temui, lalu akhirnya memangsa mereka."


"Dia juga sering dijuluki sang lacur pirang dan sejenisnya." Lanjut Kate.


"Kalau Vience ada disini, berarti si Chase Argonaut juga ada disini." Kali ini seorang pemuda yg terlihat seumuran denganku angkat suara. Seorang ksatria muda pengguna sabit besar. Zoe Schaligen, Reign of Scythe.


"Chase Argonaut?" Tanyaku heran.


"Sama seperti Vience, Chase merupakan vampir bangsawan kelas atas. Sering dikatakan kalau Vience hampir tak pernah muncul kecuali Chase ada di sisinya. Bisa dibilang kalau mereka berdua satu paket." Jelas Vestine. "Chase Argonaut dan Vience de Meer. Sepertinya pihak vampir tak segan-segan mengirim para bangsawan kelas atas mereka. Kelihatannya mereka mengincar sesuatu di kota ini...."


Begitu, jadi mereka adalah vampir bangsawan. Pantas saja ekspresi mereka seperti itu. Sepertinya para vampir bangsawan adalah musuh yg cukup merepotkan, Karena kudengar hanya jenis mereka lah yg mampu menggunakan Blood Sacrified.


"Menyamar menjadi manusia biasa ya...itu cukup merepotkan." Gumam Zoe.


"Jadi, apa yg akan kita lakukan ketua Vestine?" Tanya Kallen. "Apa kita perlu memperketat penjagaan?"


"Sepertinya itu bukan ide yg bagus." Sanggah Kate. "Ini bisa saja menjadi jebakan untuk kita. Aku tak berpikir kalau vampir itu akan menunjukkan diri begitu saja tanpa tujuan yg jelas."

__ADS_1


"Aku sepemikiran. Kalau misalkan kita memperketat patroli dan menyebarkan anggota ke seluruh penjuru, itu bisa membuat kekuatan perkelompok menurun. Itu malah akan memperlemah pertahanan kita." Ujar Shiki. "Sepertinya posisi saat ini jauh lebih bagus."


"Wah wah, jarang sekali kau sependapat denganku Shiki." Ucap Kate.


"Ini hanya kebetulan saja aku sependapat denganmu, Kate."


"Huh, dasar lelaki yg membosankan."


"Ketua Vestine, bagaimana pendapat anda?"


"Seperti yg Kate dan Shiki katakan, kita pertahankan formasi saat ini." Ujar Vestine. "Aku juga merasa ada yg ganjal dengan para vampir itu. Mereka tak mungkin bertindak tanpa pikir panjang."


"Benar sekali, lagipula disisi kita saat ini ada para Magic Knight yg terkenal kuat ini." Kate bersorak sambil menepuk pundak ku. "Dengan kondisi seperti ini aku merasa bahkan Rozalia sekalipun bisa kita kalahkan."


"Imajinasi mu terlalu berlebihan Kate." Sanggah Kallen.


"Apa salahnya berpikir seperti itu?"


Sepertinya mereka sudah mencapai kesepakatan. Formasi tak akan berubah, dan kami menambahkan kehati-hatian untuk lebih memperhatikan warga setempat. Karena kami tak akan tahu kalau ada Vampir yg menyamar jika kami tak berhati-hati.


Setelah beberapa menit melanjutkan rapat, akhirnya mereka mencapai titik akhir. Setalah selesai menyelesaikan permasalah yg diajukan dalam rapat, akhirnya sudah waktunya kami bubar.


Aku dan Shiki kembali ke pos kami. Saat ini tak seperti di pelatihan awal, kami mulai bergerak dengan kelompok baru. Shiki satu kelompok dengan Elie dan Liana. Kayn berdua dengan Fiera. Sedangkan aku satu kelompok lagi dengan Aoi.


Akan tetapi...


"Aoi, kupercayakan Zayn padamu."


"Ya, tentu saja."


"Dan juga...jangan berani macam-macam dengannya ya~"


"A-aku tahu itu, jangan khawatir!"


Ya, dia masih sedikit menganggap Aoi sebagai saingannya. Seperti halnya Fiera.


Aku dan Aoi bergerak menuju kearah sekolah Bluespheere Academy. Aku ingin memeriksa lebih jauh di tempat itu. Karena mungkin saja tempat itu menjadi sarang vampir, mengingat besar dan sepinya tempat itu dimalam hari.


Tak ada banyak penerangan, tempat ini gelap gulita. Hanya ada sedikit cahaya lampu dari bangunan di seberang jalan. Aku yg menggunakan penglihatan malam tak ada masalah dengan kegelapan ini, tapi beda halnya dengan Aoi.


Dia terus merasa waspada, dan sesekali terkejut dengan suara-suara di sudut bangunan yg gelap.


"Tak kusangka...kalau malam-malam tempat ini seperti rumah hantu saja...."


"Aoi, jangan bilang kalau kau takut hantu."

__ADS_1


"T-tidak kok, aku tidak takut!!" Aoi merespon dengan panik. "A-aku hanya merasa sedikit tidak nyaman dengan hal seperti itu."


Bukankah itu sama saja?


Setelah selesai memeriksa bagian pekarangan sekolah, kami mulai memasuki lorong-lorong dalam sekolah. Benar-benar gelap, dan banyak ruangan yg terkunci. Suara langkah kaki kami pun menggema di lorong ini.


Kami menaiki lantai dua, tepatnya di sisi tengah Academy dekat dengan taman. Yg menemani kami hanya sinar bulan yg menembus kaca ruangan.


Dan ditengah-tengah kesunyian itu, sesuatu terlihat berdiri diterangi sinar rembulan.


"Oh ya, sepertinya kita bertemu lagi sayang~"


Suaranya yg menjengkelkan itu muncul. Sosok dibawah sinar rembulan itu menampakkan wajahnya.


Dihadapan kami, Vience de Meer kembali muncul.


"Apa kau datang untuk menemuiku lagi? Hei tampan~?"


"Vience de Meer...ternyata itu benar-benar kau."


"Diam kau Reign, aku tak bertanya padamu!"


Tanpa kami sadari, seorang pria bertubuh tegap muncul dibelakang kami. Aku benar-benar tak menyadari kemunculannya, bahkan hawanya. Seakan ia tiba-tiba muncul dibelakang kami.


Dengan kecepatan yg diluar nalar, ia menendang kan sebuah tendangan lurus ke Aoi, membuatnya terlempar kencang ke arah jendela dan meluncur ke taman di bawah. Cepat-cepat aku bergerak mengejarnya, dan segera menangkap tubuhnya.


"Kau baik-baik saja Aoi?"


"Ugh, ya...untung saja aku sempat melindungi tubuhku dengan Void."


"Eh, ku bisa melakukan di situasi mendadak itu?" Aku cukup kaget.


"Selain itu, sepertinya kita cukup sial ya hari ini...." Ucap Aoi. "Menghadapi dua vampir bangsawan kelas atas...ini benar-benar diluar kemampuan ku."


"Jadi dia ya, Chase Argonaut itu...."


"Sudah cukup buang waktunya, sekarang biarkan kami meminum darahmu itu sayangku yg tampan~"


Sial, ini bukan situasi yg baik. Kami harus segera lari dan mencari bantuan. Tapi dengan kecepatan yg gila itu, kami pasti akan terkejar. Apa yg harus kulakukan?!


"Bocah, aku akan memberimu dua pilihan...." Ucap Chase. "Menyerah dan serahkan dirimu, dengan begitu kami akan membiarkan gadis itu pergi...atau kaliam memilih untuk menyerang kami, dan berakhir sebagai santapan malam kami...."


Yg benar saja! Mana mungkin aku akan mempercayai kata-katanya semudah itu!!


"Nah, mana yg akan kau pilih?"

__ADS_1


__ADS_2