
Dihadapan kami, kedua orang tua Elie tengah bertatap muka dengan kak Chezie dan juga Gale. Mereka berdua saling memperkenalkan diri sebagai sesama bangswan. Walaupun sebenarnya aku cukup terkejut ketika tahu kalau kak Chezie adalah seorang Countess. Kalau gelar knight milik Gale, aku sudah lama tahu dan sudah wajar melihat kemampuannya sebagai kesatria. Bahkan dulu sebelum ia bergabung dengan magic Knight, ia adalah petinggi kesatria di kota Noir, salah satu kota di kerajaan Siberia. Berkat pencapaian besarnya di usianya yg masih sangat muda itu, ia diangkat menjadi seorang Knight oleh sang pemilik tanah Noir.
Sekarang, yg bisa kami lakukan hanyalah diam menyimak apa saja yg akan terjadi di hadapan kami. Dan tergantung situasi, kami perlu meyakinkan orangtua Elie.
"Jadi, apa ada sesuatu yg ingin anda sekalian sampaikan nona Chezie dan tuan Gale?" Pak Vermount memulai pembicaraan ini tanpa basa-basi. "Jika seorang Countess seperti anda sampai datang secara langsung ke rumah seorang Viscount seperti saya, saya yakin ada masalah serius disini bukan?"
"Sepertinya anda bukan orang yg suka basa-basi ya ...."kak Chezie menanggapinya dengan santai. Ia kemudian melirikku dan juga Fiera yg saat ini sedang berdiri di samping sofa, bersama dengan Elie dan Liana. "Saya datang kesini sebagai wali Zayn Endarker dan juga Fiera Flamie."
"Wali? Jadi anda yg selama ini merawat mereka?"
"Tidak, saya hanya memberi mereka perawatan khusus. Orang yg selama ini merawat mereka adalah pasangan suami-istri, Oliver Grace dan Stephanie Grace ...."
"O-oliver Grace?" Tanya pak Vermount. Sepertinya, ia tak asing dengan nama itu. Dan sepertinya, ia juga mengetahui tentang organisasi kami. "Maksud anda ... Olive Grace sang penyihir penakluk?"
Seakan menyadari maksud suaminya, nyonya Celica juga ikutan kaget. Sama seperti pak Vermount, ia juga mengenalnya.
"Tak mungkin ... Bukankah dia pendiri organisasi penyihir itu?" Tanya nyonya Celica.
Mendengar itu, Gale tersenyum tipis, "Sepertinya anda sekalian sudah mengetahui tentang mereka," Ucapnya
"Apa mungkin kalian—
"Seperti yg anda pikirkan, kami adalah Magic Knight. Penyihir dari Magic Assosiation."
Mendengar jawaban Gale, kedua orangtua Elie terkejut. Seperti yg kuduga, mereka mengetahui tentang Magic Assosiation. Tak seperti masyarakat biasa, sepertinya para bangsawan memiliki hak untuk mengetahui berita tentang kami.
Dan aku bingung informasi seperti apa yg mereka beberkan untuk menggambarkan tentang organisasi kami? Sampai bisa membuat semua orang yg mendengarnya kaget dan ketakutan.
Menyadari ekspresi mereka yg kaget da sedikit ketakutan, Gale berdeham keras.
"Jangan khawatir. Kami tak tahu berita seperti apa yg tersebar disini, tapi kami bukanlah orang jahat."
"I-itu benar, ayah. Mereka bukan pembunuh keji seperti yg dirumorkan," ucap Elie.
"Kami mungkin memang pembunuh, tapi kami tak pernah membunuh manusia," lanjut kak Chezie.
"L-lalu, kalau bukan manusia lalu siapa?"
"Kami membunuh monster yg mengancam keselamatan umat manusia, khususnya para iblis."
"Iblis? Maksud kalian monster mengerikan yg kerap memporak-porandakan kota-kota itu?"
"Itu benar. Kami adalah organisasi yg didirikan untuk membasmi mereka, para iblis pemakan manusia," ucap Gale.
"Itulah tujuan asli dibentuk nya organisasi Magic Assosiation. Dan juga, aku yakin kalau kalian sangat mengenal pemimpin pertama kami itu ...." Ucap kak Chezie.
"Kami mengenalnya?"
"Magic Knight nomor 0, biasa juga dipanggil si tanpa nomor, The Absolute Zean Endarker. Ayah dari Kayn dan Zayn."
Mendengar jawaban kak Chezie, pak Vermount dan nyonya Celica seketika terkejut bukan main. Mereka berdua dengan cepat menatap kearahku dengan wajah penuh pertanyaan.
"J-jadi apa itu artinya Kayn dan juga Zayn termasuk bagian dari kalian, para Magic Assosiation?"
"Benar sekali," jawab kak Chezie.
__ADS_1
Seakan dipenuhi banyak pikiran, pak Vermount mulai sedikit kebingungan. Tapi meskipun begitu, rasa takut dan juga khawatir mereka sudah hilang sepenuhnya.
"Jadi ... Apa yg ingin para Magic Knight seperti anda sampai mendatangi kediaman Bathory?"
Mendengar itu, kak Chezie sedikit tersenyum.
"Sepertinya anda sudah cukup tenang tuan Vermount. Kepala keluarga Bathory memang hebat." Puji kak Chezie. "Kalau begitu langsung ke intinya. Kami ingin membicarakan perihal putri anda, tuan Vermount."
"Putri? Maksud anda Elizabeth?" Tanya pak Vermount. "Ada apa dengan Elizabeth?"
Dari sini, Elie mulai terlihat gelisah.
"Sejak sebulan yg lalu, putri anda dan juga temannya, Liliana Rosweiss telah menjadi Magic Knight. Sama seperti kami, ia telah resmi menjadi bagian dari kami."
Seketika suasan menjadi hening. Pak Vermount dan nyonya Celica terdiam ketika mendengar kabar itu. Mereka kemudian menatap kearah Elie.
"Apa itu benar, Elizabeth?" Tanya pak Vermount. Suaranya terdengar lirih tak bertenaga.
"I-iya ... Itu benar."
"Sejak kapan?"
"Sejak kami pergi kota bersama Kayn dan Zayn ...." Jawab Elie tak kalah lirihnya. "T-tapi yah, mereka ini bukan orang-orang jahat!"
"Elie benar paman Vermount. Mereka bukan pembunuh kejam! Mereka orang baik!" Liana juga ikut bicara, membela Elie.
"Yg namanya pembunuh tetaplah pembunuh. Apapun yg mereka bunuh, itu semua sama saja.
," Ucap Gale. "Aku yakin Kayn dan Zayn pasti pernah mengatakan itu bukan?"
Liana tak peduli dan terus berusaha meyakinkan kedua orangtua Elie.
"Nyonya Chezie, kalau boleh tahu saat ini apa yg sedang kalian para Magic Knight lakukan di kota ini?" Tanya pak Vermount menghiraukan perkataan Liana.
"Perburuan vampir," jawab kak Chezie. "Raja sudah mengirim permintaan ke Magic Assosiation, dan kami semua datang untuk membantu para pemburu vampir yg sebelumnya sudah berjuang lebih awal disini."
"Vampir ya ... Apa Elizabeth dan Liliana juga bersama kalian?"
"Tentu saja."
Mendengar itu, pak Vermount tersenyum. Setelah sekian lama tegang, akhirnya suasana kembali membaik. Ia segera menatap erat-erat wajah putrinya yg saat ini berdiri di sebelah ku.
"Jadi itu alasan kalian sering menghilang malam-malam?"
Tentu saja, mendengar itu Elie dan Liana kaget bukan main. Siapa sangka semua yg mereka lakukan tiap malam sudah ketahuan.
"B-bagaimana ayah bisa tahu?"
"Setiap malam, pelayan selalu mengetuk kamar kalian dan selalu saja tak ada jawaban dari dalam kamar. Padahal itu belum jam tidur kalian, tapi kalian tak menjawabnya." Jelasnya nyonya Celica.
"A-ah ... Maaf, ibu."
"Kami memang selalu keluar tiap malam ...." Liana juga ikut mengakui kesalahannya.
"Yah mau bagaimana lagi, soalnya kalian sedang dalam tugas untuk melindungi kota kita dari para vampir. Walaupun kalian tidak izin, ayah dan ibu jadi merasa sedikit bangga pada kalian," ucap pak Vermount sambil tersenyum. Nyonya Celica juga ikut tersenyum.
__ADS_1
Eh? Apa ini berarti mereka sudah merelakan apa yg telah Elie dan Liana lakukan?
"Tak Masalah kalian mau menjadi seperti apa, asal kalian selalu berada di sisi yg benar kami tak akan melarangnya, Elie, Liana," ucap nyonya Celica.
"Itu benar. Lagipula kalian bergabung dan membantu organisasi yg dibuat oleh Zean Endarker. Kalian turut membantu organisasi itu meskipun tak banyak. Dengan begitu di harapan tuan Zean bisa tercapai. Dan juga, dengan ini kita bisa membayar hutang budi kita pada nya. Tentu saja kami merasa bangga padamu," sambung pak Vermount.
E-eh? A-apa itu berarti ayah mengizinkan kami? Apa ayah dan ibu benar-benar mengizinkan kami pergi dengan Zayn dan Kayn?!" Tanah Elie.
"Asalkan kalian tak terlalu memaksakan diri, dan selama ini benar-benar keinginan kalian, ayah dan ibu tak akan menolaknya."
Mendengar itu, Elie dan Liana kembali berseri. Mereka berdua dengan segera berlari memeluk pak Vermount dan nyonya Celica. Dnwgan begini, akhirnya masalah yg mengganjal hati mereka berdua telah lenyap. Tak ada lagi keraguan dari setiap perbuatan yg akan mereka lakukan selanjutnya.
"Terimakasih ayah, ibu!"
Disaat-saat yg berbahagia itu, aku menyadari kalau waktu telah menunjukkan pukul 8 malam. Kami terlambat untuk bergabung dengan pasukan lain. Disaat-saat krisis seperti ini, kami tak boleh terus bersantai-santai.
"Mohon maaf dan nyonya Bathory. Saat ini kami harus segera pergi dan kembali ke pasukan kami. Saat ini kondisi kota sedang dalam bahaya. Kami harus segera bertindak untuk mengalahkan para vampir," ucap Gale. "Sekali lagi, mohon maaf."
"Kami mengerti. Kalau begitu, kami percayakan putri kami pada kalian, Magic Knight."
"Serahkan saja pada kami."
"Semoga keselamatan selalu bersama kalian."
Setelah pamit dengan benar, kami segera pergi meninggalkan kediaman Bathory. Langit sudah sangat gelap. Jalan juga sudah sangat sepi. Kami harus segera kembali ke markas utama dan menemui yg lainnya.
Tapi, setelah 10 menit berjalan, kami mendapati masalah.
"Kak Chezie, aku merasakan sesuatu sedang mengawasi kita," Ucapku.
"Kebetulan sekali, aku juga merasakan hal yg sama," sahut Gale.
"Dari Manna dan auranya, sepertinya mereka vampir," ucapku. "Totalnya, ada 3 orang. Dan sepertinya, mereka adalah ras bangsawan. Jarak mereka sangat dekat dengan kita."
Setelah mengatakan itu, kami segera memasang posisi siaga. Aku dan Gale segera mengeluarkan pedang kami. Elie dan Liana berjaga dibelakang bersama dengan Fiera. Sedangkan kak Chezie memanggil hewan panggilannya, seekor serigala dengan satu buah tanduk di dahinya.
Sesaat kemudian, sosok vampir itu menampakkan diri mereka.
"Wah, sepertinya kami membuat kalian terkejut ya ...."
Suara seorang gadis.
Di depan kami, seorang gadis dengan rambut perak yg diikat belakang berdiri. Disisinya, dua orang pria yg tak lain juga vampir berdiri bersamanya.
"Perkenalkan, kami adalah utusan dari nyonya Rozalia. Namaku Quiela Attila" ucap gadis itu.
"Nebula Teano, salam kenal."
"Bayorn Jackal, salam kenal juga ...."
__ADS_1