Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Kegundahan


__ADS_3

" jadi, bagaimana latihanmu Zayn?"


" Menyedihkan, benar-benar menyedihkan"


Aku menyandarkan kepala di sandaran sofa, duduk sambil mengistirahatkan tubuhku yg lelah sehabis latihan. Saat ini aku sedang duduk bersama Kayn, Elie ,Liana , dan juga Fiera. Seperti keseharian kami yg biasanya, beristirahat kecil setelah letih beraktivitas.


" Yah mau bagaimana lagi, yg kau pelajari itu kan sihir langka" ucap Kayn


" Eh yg benar? Memang sihir seperti apa yg sedang kau pelajari Zayn?" Tanya Elie dengan mata berbinar. Semenjak ia mempelajari sihir dari kak Chezie, ia jadi terlihat sangat tertarik dengan sihir.


" Yah...hanya sihir pembantu saja. Itu bukan sihir yg terlalu hebat " jawabku.


" Eh? Bukankah kalau itu sihir langka seharusnya itu sihir yg hebat?" Kini Liana ikut menimpali.


" Itu tidak benar " diantara mereka hanya si Fiera ini yg sejalan dengan ucapanku. Tapi karena itu aku jadi sedikit tidak menyukai pemikiran tadi.


" Tidak, kutarik kata-kataku barusan. Sihir yg sedang kupelajari ini adalah sihir hebat yg sangat berguna"


" Tinggal katakan saja apa itu, kau hanya mempersulit suasana Zayn " Tony yg sedang berbaring di sofa lain jadi ikutan menimpali. " Kata-katamu itu hanya akan membuat Fiera jadi berpikir lebih banyak, kau tahu kan dia seperti apa?"


" Terimakasih Tony, kau mendukung Fiera " balas Fiera.


" Itu bukan pujian, ah sudahlah..."


Respon dari Fiera benar-benar membuat Tony kembali beristirahat di kursinya. Yah walaupun hampir tiap saat hanya itu yg dilakukannya. Baginya tidur adalah segalanya.


" Jadi, sihir apa itu?" Elie yg tak puas dengan jawabanku tadi kembali mendesak ku.


" Itu sihir untuk menyerap sihir serangan musuh dan menjadikannya tenaga untuk penggunanya" ucap Kayn menjelaskannya ke Elie dan yg lain " seperti sihir ku Disspell, sihir yg Zayn pelajari itu milik mendiang ayah kami. Sihir yg cukup terbilang langka di benua Fitzgerald ini.."


" Ooh, jadi begitu..."


" Tunggu dari mana kau bisa tahu sedetail itu sialan?"


" Aku pernah berniat mempelajari sihir itu dulu, tapi sayangnya sihirku tak sesuai dan aku hanya bisa menguasai Disspell" jawab Kayn.


" Tunggu dulu lalu kenapa aku tak pernah diberitahu soal itu?"


" Yah soalnya sudah jelas kau tak bisa mempelajarinya. Lagipula dari dulu aku lebih hebat dalam penggunaan sihir dibandingkan denganmu. Wajar saja kalau nona Stephanie hanya memberitahuku soal ini" jelas Kayn. Entah kenapa dirinya yg seolah sedang menyombongkan diri ini membuatku kesal.


" Wah apa benar kau mempelajari sihir itu Zayn?" Kak Marry tiba-tiba saja datang dan menanyakan hal itu dengan riangnya " kalau begitu itu cocok sekali untukmu. Kalau kau menguasainya mungkin kau bisa menutupi kelemahanmu yg boros Manna itu"


Entah kenapa rasanya semua orang jadi tahu kelemahanku yg satu itu. Apa memang semenonjol itu?


" Eh?! Yg benar?! Jadi aku tak bisa membantu apa-apa dong?! Aku belajar sihir agar bisa membantu Zayn yg kekurangan Manna. Kalau hal itu sudah diatasi terus aku harus apa?!!"


Dan entah kenapa si Elie ini malah histeris karena masalah itu. Bukankah seharusnya dia senang karena aku sudah berhasil menemukan solusinya? Sebenarnya kau ini peduli denganku atau tidak?


Mendengar ocehan Elie, kak Marry lantas tertawa lepas.


" Jangan khawatir Elie, kau pasti bisa melakukan sesuatu untuk membantu Zayn." Ucap kak Marry berusah menenangkan Elie. " Soalnya kelemahan Zayn itu bukan hanya satu"


" Eh?! Yg benar?!"

__ADS_1


Aku jadi terlihat seperti beban yg perlu di bantu saja. Mereka benar-benar tak memikirkan perasaan ku ya...


" Kalau begitu, bisakah kau memberitahuku apa saja kelemahan Zayn yg mungkin bisa kututupi kak Marry?"


" Ah tentu saja. Datang saja ke kamar kakak nanti, pasti akan kakak beritahu"


" Terimakasih banyak"


Dan itu membuatku semakin cemas.


Tanpa kusadari aku menghela nafas dalam.


" Sepertinya kau sedang ada masalah bocah"


Suara yg kukenal menyapaku dari kursi yg ada didepanku. Entah sejak kapan dia ada disitu, tapi tak heran kalau dia yg melakukannya


" Yah begitulah Zatrox..."


" Hei tidak bisakah kau sedikit menghargai yg lebih tua?"


" Kau ingin aku memanggilmu kak Zatrox?"


" agak lucu mendengarnya, tapi lebih baik dari panggilanmu yg sebelumnya"


Ya, orang itu adalah orang yg dulu ingin kubunuh. Zatrox Arche sang penyihir bayangan. Dia berada di peringkat ke 3 orang terkuat di organisasi, sesuai dengan kode nomornya, 3.


Kudengar dulunya ia adalah seorang gelandangan yatim piatu dari daerah kumuh kota Berida, tepatnya diperbatasan kerajaan Huntmoon dan Siberia. Ia bergabung dengan organisasi ini sekitar 10 tahun yg lalu setelah semua kehidupan kelam yg ia jalani di kota itu. Aku tak tahu detailnya, tapi sejak kecil ia sudah dilatih untuk menjadi seorang pembunuh.


Sekarang yg kulihat dari Zatrox ini tak lain adalah seorang senior yg sangat pengertian pada juniornya. Dan juga seperti sosok kakak laki-laki tertua di sebuah keluarga. Diumurnya yg masih 25 ini, ia sudah terlihat sangat dewasa.


" Ya... begitulah" jawabku " tak kusangka latihan penguasaan sihir akan sesulit ini"


" Tak seperti dirimu saja, dimana Zayn Endarker yg pantang menyerah itu hah? apa kau masih Zayn yg hobi latih tanding itu?"


" Bahkan orang seperti ku ini punya batasannya..." Balasku.


" Kalau begitu lampauilah batasan itu" ucap Zatrox.


Aku terdiam


" Semakin banyak kau berlatih kau juga akan semakin kuat. Semakin kuat dirimu dimasa depan, batasan itu juga akan semakin menjauh. Jika batasan itu sudah sangat jauh, kau tak perlu khawatir untuk melampauinya" ucap Zatrox " yg kau perlukan hanyalah keinginan untuk melampaui batasan itu"


" Apa.. maksudmu?"


" Yah, intinya hanya perlu menjadikan dirimu tak memiliki batasan yg bisa membuatmu jadi lebih kuat dari hari ke hari"


Aku diam, berusaha memahami perkataan Zatrox.


"Walaupun begitu, kau juga mesti tahu kapan waktunya kau harus berhenti. Karena tubuh itu ibaratkan gelas kaca dan kekuatan adalah airnya." Ucap Zatrox " jika gelas itu terus diisi maka ia akan meluapkannya karena terlalu penuh. Tapi jika terus dipaksakan, ia akan retak dan pecah.."


" Jadi maksudmu aku harus terus mendorong batasan itu tanpa menghancurkannya, dan berhenti jika menurutku itu akan lebih baik. Begitu?"


" Entahlah, coba kau pikirkan sendiri"

__ADS_1


Terkadang perkataannya sulit untuk kupahami. Tapi entah kenapa karena perkataan itulah aku jadi merasa kalau aku masih punya peluang untuk melakukannya.


" Mungkin sulit bagi orang seperti Zayn memahami itu...yah simpelnya begini saja" Tony yg tadi tidur kembali bangun. Apa munhki dia menyimak perbincangan kami?


" Tony?"


" Simpelnya, kau hanya perlu terus bekerja keras, dan berhenti disaat kau harus berhenti dan memperhatikan tindakan"


Sepertinya, aku sedikit paham apa yg Tony maksud.


" Yah, kurang lebihnya seperti itu" ucap Zatrox.


Aku menunduk, merenungi perkataan mereka berdua. Bekerja keras sudah menjadi sifatku. Karena dari awal aku bukan orang yg suka berdiam diri menyaksikan semuanya terjadi. Sebisa mungkin jika ada kejadian aku ingin ikut andil didalamnya.


Tentang menyadari kapan aku harus berhenti, sepertinya hal itu yg masih harus kupikirkan. Terkadang sifat keras kepala bisa membunuhmu. Aku tahu itu tapi aku tak bisa menghindarinya. Karena itu hal ini lah yang mesti kuperhatikan.


Disaat yg sama saat aku sedang memikirkan itu, Sebuh ide yg pernah kupikirkan sebelumnya kembali terlintas. Berusaha keras berlatih tanpa bimbingan hanya akan membuatmu lelah. Saat ini yg kuperlukan adalah seorang pembimbing. Dan saat ini orang yg tepat baru saja memberiku nasihat yg sangat sulit namun sangat berarti.


" Ah... Zatrox"


" Panggil aku kak Zatrox"


" ah....kau ini dingin sekali ya.." sindir Tony


" Kau juga sama Tony.."


" Baik..."


" Ap yg ingin kau katakan tadi Zayn?" Tanya Zatrox balik.


" Yah, soal itu..." Kenapa aku malah jadi gugup begini? Apa karena dia yg tadi dengan tegasnya menegurku jadi aku takut dengannya? Ini bukan Seperti diriku saja " eee...kak Zatrox..."


" Ada apa?"


" Itu..tolong ajari aku.." ucapku agak gugup " ajari aku tentang cara pengendalian Manna yg baik"


Aku menunduk, menunggu jawabannya.


" Wah akhirnya kau mengatakan itu Zayn. Sepertinya kau sudah tidak dendam lgi dengannya" kak Marry tiba-tiba kembali muncul. Dia selalu saj muncul disaat-saat seperti ini.


" Hey, bukankah seharusnya aku yg dendam, Marry?" Bantah Zatroxtak terima.


" Maaf maaf" ucap kak Marry " jadi, apa kau bisa mengabulkan permintaan adik kecilku ini Zatrox?"


Adik kecil?


" Yah, kurasa aku bisa... lagipula aku juga lagi senggang" jawab Zatrox.


" B-benarkah?!"


" Yah, mulai besok temui aku di atas bukit tempat biasa kau berjemur"


" Kenapa tak di ruang latihan saja?"

__ADS_1


" Melatih Manna akan lebih mudah di alam bebas" ucap Zatrox " kalau kau memang niat, jangan mengeluh dan lakukan saja"


" Baik!"


__ADS_2