Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Unlimited Rays


__ADS_3

Suara Isak tangis yg terdengar lirih memenuhi ruangan yg berbentuk kubus raksasa ini. Dihadapan kami, Fiera dengan ekspresi muka yg menyedihkan duduk berlutut dihadapan seorang wanita yg masih berumur 24 tahun. Bagaikan seorang budak yg sedang memohon maaf pada majikannya, Fiera benar-benar terlihat menyedihkan.


Tepat ketika dinding yg menghadang Fiera muncul, dan ketika tubuhnya bergerak dengan sendirinya menyerahkan diri pada kak Chezie, kami mengikutinya ke ruangan uji coba. Itu ruangan dengan bentuk kubus dengan tiap sisinya memiliki panjang kira-kira 200 meter. Dilapisi dengan material anti panas dan ledakan, tempat ini terlihat begitu kokoh dan tahan serangan. Disinilah tempat para Magic Knight menguji coba senjata ataupun sihir andalan mereka.


" Sedang berkeliling ya Zayn?" Sapa Hughes. Ia lebih tua 2 tahun dariku, walaupun begitu ia tak memikirkan tentang senioritas atau semacamnya. Baginya, semua orang memiliki kedudukan yg sama.


" Tidak juga, aku hanya sedang ada waktu luang" jawabku " lagipula alasanku kesini memang untuk membawa Fiera.."


" Zayn kejam!! Kejam!" Teriak Fiera.


" Diam, tak ada yg menyuruhmu untuk bicara"


Perkataan kak Chezie barusan segera membuat Fiera diam menunduk. Bagaikan boneka yg sangat patuh.


" Wah....anak sepertinya bisa menurut seperti ini.." gumam Elie, menatap kearah kak Chezie " aku tak habis pikir..."


" Hmp, tentu saja dia harus menurut. Anak nakal sepertinya memang harus dididik seperti ini" jawab kak Chezie " ngomong-ngomong, namamu Elizabeth kan?"


" Y-ya, itu aku" jawab Elie.


Kak Chezie menatapnya sambil tersenyum tipis


" Seperti yg dikatakan Kayn, kau sepertinya sangat cocok dengannya" ucap kak Chezie


" Dengannya?"


Kak Chezie tersenyum dan melirik ke arahku. Ah, lagi-lagi begini. Aku paling tak suka diperlakuakan seperti ini. Elie yg menyadari niat kak Chezie sampai memerah dibuatnya.


" a-ah soal itu..."


" Tak perlu khawatir, kalau Zayn sampai berbuat sesuatu yg tidak-tidak katakan saja padaku" ucap kak Chezie.


" Tak mungkin aku melakukan itu kan? Aku ini lelaki yg punya kehormatan" ucapku. " Lagipula, apa yg akan kakak lakukan ke Fiera?"


Kak Chezie menyapa Fiera sesaat, seperti sedang mempertimbangkan sesuatu.


" Yah....karena dia sudah melanggar tentu saja akan kuhukum" jawabnya " tentunya dengan hukuman yg pantas untuknya"


" Kak Chezie... tolong ampuni Fiera..." Mohon Fiera. " Dihukum itu tak enak, sakit"


" Siapa yg suruh melanggar?!"


Fiera pun tersentak dan kembali diam. Aku menelan ludah. Aku belum pernah dihukum oleh kak Chezie selama ini, jadi aku tak tahu apa sebenarnya yg membuat Fiera jadi setakut ini. Sebenarnya, hukuman apa yg diberi kak Chezie?


" Selagi disini, apa kau tak ingin mencoba latih tanding Zayn?" Tanya Hughes " itu akan melenturkan ototmu yg kaku"

__ADS_1


" Ah, benar juga. Aku juga berencana memperlihatkan apa yg telah kuajarkan pada Fiera" sahut kak Chezie. " Mau melihatnya?"


Wah wah, ini adalah hobiku. Mana mungkin aku melewatkan kesempatan ini. Lagipula aku cukup penasaran dengan teknik yg kak Chezie ajarkan pada Fiera.


" Yah, kurasa tak ada salahnya" jawabku.


" Eh, kau yakin Zayn? Kau kan baru saja pulih?" Tanya Elie.


" Tak perlu khawatir, ini hanya uji coba. Ia tak akan terluka" sahut Hughes. Mendengar perkataannya, Elie jadi sedikit lebih tenang.


" Baiklah..Fiera, berdiri dan pasang posisi tempur" perintah kak Chezie.


" A-apa ini artinya Fiera dibebaskan?"


" Jangan bodoh, hukumanmu akan tetap kau lakukan nanti" jawab kak Chezie. Fiera hanya bisa pasrah mendengar jawaban itu.


Fiera berdiri ditengah-tengah ruangan, sedangkan kami semua pergi ke ruangan kecil diujung, melihat aksi Fiera dari tempat yg aman.


" Summon : Harpy "


Kak Chezie menggunakan sihir summonnya. Seketika, sekumpulan makhluk seperti manusia setengah burung muncul, terbang mengitari Fiera. Itu adalah makhluk mitologi, Harpy. Mereka sangat lincah jika berada di udara. Kemampuan menembak saja tak bisa mengalahkan mereka. Dan lagi, jumlahnya ada sekitar 10 Harpy. Itu jumlah yg cukup banyak.


" Mulai serangan, Fiera" ucap kak Chezie " Unlimited Rays!!"


Fiera mengalirkan mannanya dalam jumlah besar, mengisi sumber daya senapan energi itu. Ia mengangkat senjatanya mengarah ke para Harpy. Dengan satu tarikan pelatuk, sebuah sinar laser yg cukup besar muncul melesat kearah Harpy-Harpy itu. Dan tentunya, sinar itu bisa mereka hindari dengan mudah. Merasa serangan Fiera meleset, para Harpy maju hendak menyerang. Seketika, sinar laser yg tadinya meleset kembali muncul dari arah lain, mengenai satu Harpy. Sinar itu tak menghilang dan tetap meluncur. Sinar yg sama pun kembali muncul, lagi-lagi dari arah lain, mengenai Harpy yg lain. Setelah kuperhatikan lagi, akhirnya aku paham apa yg sebenarnya terjadi.


Sinar laser pertama melesat melewati para Harpy, tapi tidak sampai situ saja. Sebuah lubang hitam muncul dan menelan laser itu, kemudian memunculkannya di tempat lain, mengarah ke para Harpy. Fiera tak hanya mengandalkan senjatanya, tapi ia juga menggunakan sihir Black Hole nya. Sinar laser yg tak akan redup itu terus menerus berteleportasi dari satu lubang ke lubang yg lain, menghabisi para Harpy satu-persatu. Bagaikan sinar laser abadi yg tak pernah redup


Aku menatap takjub. Boleh juga, untuk orang yg kekanakan seperti Fiera, teknik itu sangat luar biasa. Tapi tak kusangka Fiera bisa melakukan teknik serumit ini. Menentukan posisi peletakan lubang dengan lubang lain bukanlah hal yg mudah. Mungkin walaupun aku memiliki sihir itu, aku tak bisa melakukan hal seperti itu. Benar-benar diluar dugaan ku.


" Wah, itu teknik yg luar biasa!" Ucap Elie kagum. " Apa kau yg mengajarinya, kak Chezie?"


" Ya, tentu saja. Siapa lagi kalau bukan aku? Soalnya hanya aku yg dapat mengontrol anak nakal itu agar tak berbuat seenaknya" respon kak Chezie terdengar seperti sedang menyombongkan diri.


" yah...itu memang teknik yg hebat. Tapi sejak kapan Fiera bisa menguasai hal serumit itu?" Tanyaku


" Zayn, sepertinya kau terlalu meremehkannya" sahut Hughes " walaupun dia seperti itu, kekanakan dan sulit diatur, tapi sebenarnya Fiera sangat berbakat"


Aku terdiam, yah mungkin ada benarnya juga. Tiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Aku tak bisa menyangkalnya.


" Yap, cukup sudah pertunjukan dari Fiera.." ucap kak Chezie " sekarang giliranmu Zayn"


" Ah, benar juga. Aku juga akan menunjukkan sesuatu"


" Fiera, masuklah!"

__ADS_1


Aku bertukar tempat dengan Fiera, dan berdiri ditengah-tengah ruangan. Dari dalam ruangan lain, Elie menatap kearahku, seakan sedang mengatakan agar aku tak terlalu memaksakan diri. Fiera juga menatapku sambil memberiku semangat, walaupun sebenarnya aku tak butuh sih.


" Baiklah Zayn, akan kumulai" ucap kak Chezie " Summon! "


Kali ini tak sama seperti Fiera, kak Chezie memanggil makhluk dengan wujud yg berbeda-beda. 3 Harpy, 1 makhluk seperti Minatour, dan 5 ekor makhluk yg terlihat seperti pari yg terbang diudara. Ini sedikit lebih sulit dari yg Fiera hadapi tadi. Tapi, sebagai penyerang jarak dekat, seharusnya aku bisa mengatasi ini


Tangan monster kumunculkan, bersiap untuk memulai latihan ini.


" Mulai serangan!!"


Tiga Harpy itu mulai melesat hendak menyerang ku. Untuk awalnya, aku akan mencoba menghindari mereka dan menyerang si Minatour.


Tangan kananku melesat, menghantam satu Harpy dan membuatnya terhempas mengenai satu yg lain, sedang yg satunya menghadang ku dari depan.


Dengan cepat aku melompat, dan mendaratkan sebuah pukulan keras, membuatnya juga terhempas menjauh. Di depanku, Minatour besar sudah menungguku dan bersiap menyerang dengan gada besarnya. Daya serangannya yg besar itu tak bisa kuatasi dengan satu serangan. Belum lagi lima makhluk aneh yg seperti pari ini terus berputar mengganggu konsentrasiku. Tanpa kusadari, gada Minatour itu melesat kearah aku. Cepat-cepat kutahan gada besar itu dengan kedua tanganku.


Minatour itu terus menekanku dengan gadanya, dan tanpa kusadari para Harpy tadi kembali sadar dan balik menyerang ku dari belakang. Tapi itu ide yg sangat bodoh.


Ketika para Harpy itu sudah sangat dekat denganku, kedua sayapku dengan cepat muncul bagaikan duri yg mencuat dari pundakku. Ia dengan cepat melesat dan menusuk dua dari tiga Harpy tersebut.


" Clone!"


Aku memunculkan bayanganku, mengejar satu lagi Harpy yg tersisa. Sedangkan aku akan sedikit disibukkan dengan si Minatour.


Gada Minatour dikibaskan, membuatku terlempar cukup jauh. Disaat yg sama, lima makhluk aneh yg tadi melesat menyerangku. Sayapku pun kembali membentang. Saat kukibaskan, puluhan duri tajam muncul melesat kearah mereka bagaikan Machine Gun. Duri-duri dari sayapku cukup untuk membereskan mereka. Disaat yg sama, kloningku juga melakukan hal yg sama pada si Harpy dan berhasil membereskannya.


Si Minatour kembali mengibaskan gadanya, kali ini sambil berlari kearahku. Aku segera menghindarinya dan bertukar posisi dengan kloningku. Si Minatour kembali berlari, kali ini hendak menyeruduk kloningku.


Serangan di Minatour ditahan habis-habisan dengan kedua tangan monster kekutan penuh kloningku. Disaat yg sama, aku melompat keatas kepala Minatour, bersiap dengan serangan penghabisan.


Satu pukulan yg sangat keras mengenai kepalanya, dan membuatnya tumbang seketika. Ia berhasil tumbang dengan satu pukulan telakku tepat diatas kepalanya. Latihan adu tanding ini pun selesai tanpa hambatan sedikit pun.


Kak Chezie dan yg lain segera keluar dari ruangan tadi dan menghampiriku


" Kerja bagus Zayn, tapi sepertinya kau sudah kehabisan trik ya " ucap Hughes " dari dulu seanganmu hanya seperti ini. Menyerang dengan clone, dan kedua tangan anehmu itu...."


" Yah, mau bagaimana lagi. Aku sudah terbiasa dengan teknik ini" jawabku.


" Seharusnya kau belajar dari Kayn. Dengan sihir hebatnya itu sekarang ia menempati posisi orang terkuat ke-5 di organisasi" ucap kak Chezie menimpali.


" Y-yah, menurutku tak masalah sih. Tiap orang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. I-itu bukan masalah" ucap Elie, berusaha mendukungku.


" Fiera sudah kagum hanya dengan Trik biasa seperti itu kok" ucap Fiera juga.


Dan entah kenapa, kata-kata Fiera cukup menusukku. Trik biasa katanya? Yg benar saja! Bukan begitu caranya membuat orang senang!

__ADS_1


__ADS_2