Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
The Absolute Counter


__ADS_3

" maksudmu.... Itu seperti maniak Jepang, begitu?"


" Benar sekali, kau cepat tanggap ya"


Dihadapanku, sosok kepala sekolah Osamu sudah tak ada lagi. Yg ada hanyalah pria tua yg bersikap layaknya anak-anak, Osamu. Aku tak habis pikir dengan perubahan sikap ini. Apa dia benar-benar seorang penyihir? Selain itu, bagaimana bisa orang sepertinya menjadi kepala sekolah yg amat sungguh disegani?


" Sebelumnya aku adalah seorang mahasiswa jurusan teknik. Saat meninggal dulu, aku berusia 25 tahun. Waktu itu, aku sedang dalam perjalanan menuju salah satu kota di negaraku. Tapi pesawat yg ku tumpangi tiba-tiba kehilangan kendali dan meledak di udara. Dan saat sadar, aku sudah berada di dunia aneh ini. Hidup menjadi kakak dari dua bersaudara yg tinggal di wilayah Siberia benua Fitzgerald" jelasnya " dulu aku bercita-cita menjadi seorang perakit alat-alat canggih. Dan cita-citaku terwujudkan di dunia ini. Saat ini, aku adalah seorang ilmuan, atau apa yg orang sebut Alchemist. Aku adalah pencipta barang-barang canggih di dunia ini"


" Oh begitu"


" Hey, apa-apaan respon datar itu?"


" Tidak ada, aku hanya tak ingin berkomentar"


Wajar saja bagi anak jurusan teknik sepertinya. Merakit serta menciptakan benda sudah seperti kegiatan sehari-harinya. Walaupun begitu, ternyata ia cukup jenius dibalik sifat kekanak-kanakannya itu. Tapi yg mbuatku heran, dari mana ia bisa dapat suku cadang untuk barang-barang ciptaannya? Latar dunia ini abad pertengahan, bukan modern. Mencari bahan yg cocok bukan hal yg mudah.


Singkirkan pertanyaan itu, itu sama sekali tak penting buatku yg hanya pandai memakai dibanding membuat.


" Lalu Zayn, bagaimana denganmu?" Tanya Osamu membuyarkan lamunanku " kau bilang kalau kau juga di reinkarnasi kan? Bagaimana hidupmu sebelumnya?"


" Hah?! Apa aku perlu menceritakannya? "


" Oh ayolah, aku sudah cerita panjang lebar tadi. Kau sudah mendengar ceritaku, sekarang biarkan aku mendengar ceritamu" bujuknya


" Aku tak memintamu menceritakannya kan?"


" Ayolah, ceritakan sedikit saja padaku"


Orang ini terus saja mendesakku seperti anak kecil yg minta dibelikan mainan. Aku mendengus kesal.


" Baiklah, akan kuceritakan sedikit" jawabku. Osamu pun terlihat berseri-seri. " Aku adalah seorang tentara Jerman berusia 28 tahun. Aku mati terhormat dalam peperangan...apa itu cukup?"


" Wow ternyata kau tentara...pantas saja sifatmu kejam seperti itu"


" Hey, aku sudah berubah. Sifat kejamki hanya ada di masa lalu" balasku tak terima


" Benarkah? Hmm, jadi gadis itu benar-benar sudah mengubahmu ya.."


" T-tunggu, apa maksudmu?!"

__ADS_1


" Sebelumnya sudah pernah kukatakan kan? Aku akan selalu mengawasi kalian. Termasuk Elizabeth Bathory dan Liliana Rossweis itu..."


" Cih, kau seperti penguntit saja"


Osamu tertawa terbahak-bahak. Sepertinya saat ini suasana hatinya sedang baik. Beda jauh dari saat aku datang ke sini tadi.


" Sudah lama aku tidak bicara sesantai ini. Jaga wibawa dan harga diri itu susah sekali ya" ucap Osamu " karena kau sama sepertiku, dan pikiranmu sudah layaknya orang dewasa pada umumnya, aku akan memberitahumu satu rahasia. Rahasia yg Oliver dan anggota lain sembunyikan dari kalian"


Aku tersentak, diam menatapnya.


" Rahasia...yg dirahasiakan dari kami?" Tanyaku dengan mata hampir melotot " rahasia apa itu?"


" Identitas sebenarnya Zean Endarker"


Kali ini mataku benar-benar terbelalak. Si Osamu ini juga mengenal ayah? Bukan hanya dia, ia bilang anggota lain juga merahasiakannya. Berarti, mereka semua mengenal ayah? Tapi kenapa itu dirahasiakan dari kami?


" Ceritakan padaku"


Osamu tersenyum tipis.


" Zean Endarker, dia adalah pendiri Magic Assosiation, bertiga dengan Oliver dan istrinya, Stephanie. Dan dialah yg menemukan altar suci di Markas organisasi. Dikenal sebagai setengah kekuatan Magic Assosiation. Magic knight No 0, The Absolute Counter Zean Endarker."


" Ia hanya memiliki 3 sihir ini, tak lebih dari itu. Ia bahkan tak bisa menggunakan sihir pendeteksi. Tapi itu dapat ditutupi dengan kemampuan berpedang dan juga beladirinya yg begitu hebat. Kabarnya saat berumur 20 tahun ia pernah bekerja sebagai pengawal Raja. Kemampuan bertarungnya diasah setajam mungkin untuk melindungi Raja. Tapi ia berhenti dari pekerjaan itu dan berkelana bersama Oliver dan juga Stephanie. Saat berumur 28 tahun, mereka pun mendirikan organisasi itu bersama-sama."


Aku menyimak dengan seksama cerita Osamu. Yg benar saja?! Dengan 3 sihir ayah, tak akan ada satu penyihir pun yg mampu menghadapinya. Ditambah lagi kemampuan bertarung yg mengerikan. Benar-benar pertahanan yg Absolute.


" Ia mewariskan ketiga sihirnya itu pada kami, para senior Magic Assosiation. Oliver mewarisi ABSORB, Stephanie mewarisi DISSPELL, dan aku mewarisi ENCOUNTER. Dengan kata lain, kami bertiga pernah menjadi muridnya "


" Tapi kejadian tak terduga muncul 7 tahun yg lalu. Kau pasti tahu apa yg ku maksud bukan?"


" Pembunuhan itu..." Gumamku.


" Kejadian tak terduga merenggut nyawanya. Musuh tahu kalau menyerangnya secara langsung akan percuma. Karena itu, mereka memanfaatkan kelemahannya, yaitu kebaikan yg ada dalam hatinya. Zean tak akan pernah menolak permintaan orang lain, karena sifat itulah ia terbunuh"


" Saat itu, setelah menyelesaikan permintaan klien, ia diajak untuk ikut acara makan malam bersama. Zean yg tak menguasai sihir pendeteksi tak bisa mengetahui niat jahat musuh yg saat itu bagaikan serigala berbulu domba. Ia tanpa sengaja memakan hidangan beracun. Itu bukan racun yg kuat. Ia tak terbunuh, tapi tubuhnya manjadi melemah. Saat pulang kerumah, tanpa disadari beberapa iblis merah yg bekerja sama dengan orang-orang tadi mengikutinya sampai kerumah. Mereka menyerang saat kondisinya lemah. Mereka dengan mudah membunuhnya, lalu membunuh istrinya, atau ibu kalian Elize yg kebetulan keluar membuka pintu."


" Oliver dan Stephanie yg kebetulan hendak mampir kerumah kalian merasakan keberadaan manna iblis. Dan itu berasal dari rumah kalian. Mereka pun bergegas menuju ke tempat itu dengan perasaan cemas. Tapi semua sudah terlambat, Zean dan Elize telah terbunuh. Yg ada hanya kau dan Kayn yg tengah berhadapan dengab iblis merah itu. Dan kau pasti sudah tahu apa yg terjadi selanjutnya...."


Osamu menceritakannya panjang lebar. Aku menyimak semuanya. Jadi seperti itu kejadiannya. Dasar iblis pengecut. Ternyata mereka menggunakan cara licik untuk membunuh ayah dan ibu.

__ADS_1


" Begitu ya.... akhirnya aku mengerti" ucapku " terimakasih sudah mau menceritakannya"


" Tidak apa-apa. Lagipula kau juga harus mengetahuinya"


Aku kembali menatapnya.


" Selain itu Osamu, sepertinya kita harus saling merahasiakan tentang hubungan kita berdua..." Ucapku " tentang kita yg sama-sama makhluk reinkarnasi"


" Ya aku tahu itu, dan kau juga harus merahasiakannya Zayn" jawab Osamu " lalu satu lagi, bisakah kau memanggilku dengan sebutan ' sensei ' kalau disekolah? Seperti Osamu sensei?"


" Hah?! Untuk apa itu?"


" Ya kau tahu, di Jepang seorang murid biasa memanggil gurunya dengan sebutan ' sensei'. Aku ingin dipanggil seperti itu"


" Kau kan orang Indonesia, bersikaplah seperti orang Indonesia"


" Oh ayolah. Hanya kalau aku berperan sebagai kepala sekolah saja kok. Kumohon. Lagipula itu sama sekali tak memberatkanmu kan?"


Melihatnya memohon-mohon seperti ini membuatku makin kesal.


" Baiklah, akan kulakukan" ucapku pasrah " pak Osamu sensei...begitu?"


" Eeee...bisa tolong kau hilangkan kata ' pak ' nya?"


" Kau terlalu banyak meminta. Tadi kau hanya minta ditambah kata ' sensei ' . Tak ada pengurangan." Jawabku. Osamu mendengus pasrah.


" Baiklah, itu sama saja kok"


Osamu menghilangkan ruang sihir waktu, membuat semuanya kembali seperti semula. Waktu pun kembali berjalan seperti biasa. Diatas meja, jam menunjukkan pukul 06:45 . Tapi tunggu! Itu jam digital?! Jangan bilang kalau ia juga membuat jam digital itu!


" Nah Zayn, waktunya memulai pelajaran. Pergilah, temanmu pasti sudah menunggumu" ucapnya sopan. Rambutnya juga sudah ia sisir rapi kembali.


" Huh, baiklah"


" Panggil aku Sensei"


Tatapan Osamu berubah drastis. Kini ia kembali memainkan peran sebagai kepala sekolah yg disegani. Aku menelan ludah, terkejut dengan perubahan tiba-tiba ini.


" B-baiklah, pak Osamu sensei "

__ADS_1


__ADS_2