
Pertikaian antara Osamu dan Zuan telah selesai dengan hasil yg memuaskan. Dengan setujunya Zuan membentuk aliansi, ia telah resmi menjadi rekan kami. Setidaknya untuk saat ini, ia tak akan menyerang Osamu. Sisanya tinggal menjelaskannya ke pak Vestine dan yg lain. Tentu nya, para vampir bawahan Zuan yg lain juga mesti diberitahu tentang ini. Karena masih ada kemungkinan vampir yg memiliki harga diri tinggi menentang rencana ini.
Usai memastikan keadaan, aku keluar dari persembunyian dan menghampiri mereka berdua. Saat ini, suasana yg tadinya mencekam telah sirna menjadi sangat tenang. Yah, meskipun ini masih ditengah-tengah pertarungan antara kami dengan Rozalia.
"Berjalan lancar ya, Osamu," ucapku.
"Karena kau mendengar semuanya, sepertinya aku tak perlu menjelaskan lagi ya, Zayn."
"Tentu saja. Kau tahu kan sekuat apa pendengaranku?"
"Ya ya tak perlu membahasnya lagi ...."
"Meskipun pertarungan tadi cukup menarik, aku lebih tertarik dengan sihir Encounter mu," ucapku. "Tak kusangka kau dapat mengubah bentuknya sesuka hatimu."
"Hehe, kau takjub kan? Aku sudah melatihnya selama 3 tahun lebih. Tentu saja itu bukan sesuatu yg sulit lagi untukku," jawabnya.
"Benarkah? Aku jadi ingin mencobanya."
"Kau hanya perlu membayangkan wujud yg kau mau. Tapi mengendalikan Manna menjadi bentuk yg kau inginkan itu sangat sulit, jadi jangan heran kalau kau tak bisa melakukan—
"Absorb."
Manna berwarna hitam kemerahan muncul di tanganku, melapisi seluruh pergelangan tangan ku dan membentuk sebuah sarung tangan. Seperti yg Osamu lakukan tadi, aku juga berhasil melakukan nya dengan sihir Absorb ku. Ini sangat menarik, khususnya untuk orang seperti ku.
"Eh? eh? Yg benar saja ... Mustahil kau baru belajar dan langsung menguasai nya tanpa kesulitan seperti ini kan?!!!" Dan seperti yg kuharapkan, wajah kaget Osamu membuatku kesulitan menahan tawa. "Kau! Kau membohongiku kan?! Kau pasti pura-pura tidak tahu padahal kau sudah lama melatihnya bersama Oliver! Benar begitu kan?!!"
"Jangan menuduh yg tidak-tidak. Ini pertama kalinya aku mencoba. Ah, kalau dipikir-pikir lagi aku pernah dipaksa membentuk aliran Manna saat ingin menguasai Absorb ... Berarti saat itu aku sudah menguasai nya ya ...."
"Sudah kuduga begitu! Mustahil kau pertama kali mencobanya!"
"Tidak, ini pertama kalinya aku membentuk Absorb menjadi wujud fisik."
"Mustahil! Aku tak percaya itu!"
Semenjak aku dan Osamu saling berbicara satu sama lain, Zuan masih berdiri ditempatnya dan memperhatikan kami berdua. Osamu yg sadar kalau Zuan sedang ada disana buru-buru menoleh kearahnya. Akan gawat kalau kami memberikan kesan buruk padanya di pertemuan pertama.
"Ah Zuan, anak ini adalah orang yg memberiku informasi tentang kondisi kalian. Namanya Zayn Endarker," ucap Osamu memperkenalkan diriku. "Dan juga, sebenarnya dia yg mengusulkan ide kerjasama ini padaku."
"Namaku Zayn Endarker. Magic Knight No 13 The Monster. Anggota dari Magic Assosiation," ucapku.
Kini, Zuan menatapku curiga. Ah, dia pasti penasaran tentang siapa sebenarnya aku ini. Meskipun aku sudah memperkenalkan diri tadi.
"Darimana kau mengetahui semua informasi itu?" Tanya Zuan.
"Aku punya pendengaran yg diluar akal sehat. Aku bisa mendengar suara sekecil apapun dalam radius 500 meter dariku. Karena itu, aku sempat mendengar perbincangan kalian saat kita pertama kali bertatap muka," jelasku.
__ADS_1
Mendengar penjelasan ku, Zuan mengangguk paham. Tak kusangka ia tak menanyakan detail informasi nya. Sepertinya ia benar-benar telah percaya sepenuhnya pada kami.
"Selain itu Zuan, aku juga tahu kalau kau adalah manusia yg diubah menjadi vampir oleh rozalia," ucapku. "Karena hal itu aku tahu hubungan seperti apa yg kau miliki dengannya."
"Aku tak ingat pernah mengatakan itu. Dari mana kau mendapatkan informasi itu?" Kini ia mulai terlihat sedikit tertarik dengan sumber informasi ku.
"Salah satu bawahan mu, Elsie Von Austede. Dia yg mengatakan itu semua pada ku," jawabku. "Selain itu, dia juga yg menyarankan ku agar membuatmu bergabung dengan kami."
Zuan terdiam, tak habis pikir. Ia pasti sedang bertanya-bertanya kenapa bawahannya sampai membicarakan hal seperti ini pada musuh.
"Kenapa Elsie melakukan semua ini?" Tanya Zuan.
"Itu karena dia tak tega melihat mu terus menanggung beban sendirian. Dia ingin agar kau bisa hidup tenang dan bahagia sebagai vampir yg bebas, bukan budak," jawabku. "Itu semua ia lakukan karena dia mencintai mu. Sebagai seorang bawahan, dan sebagai seorang wanita."
Zuan kembali terdiam. Dan tentunya itu membuatku dan Osamu ikut terdiam. Ia pasti tak pernah memikirkan hal rumit seperti ini. Jiwanya telah lama kehilangan rasa ingin memiliki dan rasa sayang. Karena itu, menerima perasaan setulus itu pasti berat. ia pasti tak menyadari hal serumit ini. Hati dan pikiran wanita itu memang rumit, mau itu manusia ataupun vampir sekalipun.
"Bahkan Vampir ... Apa bahkan vampir memiliki emosi suci seperti itu?" Gumam Zuan. "Jiwa kami sudah lama mati, dan itu juga membuat kami tak pernah memikirkan hal serumit perasaan cinta dan kasih sayang. Meskipun begitu apa kami masih memiliki nya?"
"Meskipun vampir sekalipun, aku yakin itu pasti ada," jawabku. "Soalnya, aku juga sudah menyaksikan nya dua kali. Aku yakin kalau apa yg kusaksikan itu nyata. Meskipun salah satunya tak kulihat secara langsung ...."
"Begitu ya ... Sepertinya kau telah mengalami banyak hal yg menakjubkan," ucap Zuan. Kali ini, ia menatap ku sambil tersenyum. Aku juga ikut membalasnya dengan senyuman.
"Ya, kau benar. Dan salah satu dari hal yg menakjubkan itu adalah ... Kau dan juga Elsie telah mengatakan hal yg sama padaku."
"Sebelum itu Zuan, kau juga harus meyakinkan bawahan-bawahan mu," ucap Osamu. "Akan gawat nantinya kalau malah terjadi pemberontakan disini."
"Ya, kalau soal itu serahkan saja padaku," ucap Zuan. "Selain itu, kelihatannya kalian juga belum menjelaskan tentang ini pada atasan kalian kan?"
"Ugh, aku kaget kau bisa tahu itu."
"Itu karena tadi kau bilang kalau Zayn yg merencanakan hal ini padamu. Dan karena dari tadi dia melihat pertarungan kita dia pasti belum mengatakan hal ini pada atasan nya dan langsung memberitahumu," jelas Zuan.
"Tak kusangka kau cepat tanggap dalam hal ini ...." Ucapku. "Dan bahkan kau menyadari kehadiran ku ...."
"Sudah kubilang bukan Zayn? Manna milikmu itu khas."
"Bukan hanya Manna, darah milik mu juga merupakan kualitas tinggi yg selalu diincar Rozalia ...." Ucap Zuan. Mendengar vampir yg mengatakan itu membuatku sedikit merinding.
"T-tenang saja. Aku pasti akan menjelaskan semuanya ke pak Vestine dan meyakinkan semuanya. Asalkan kita Bluelagoon dapat kembali damai seperti biasa, aku akan melakukan apapun."
"Semangat yg bagus. Kalau begitu, aku percaya pada kalian."
Tepat setelah mengatakan itu, Zuan pergi melesat meninggalkan kami berdua. Satu masalah selesai, saatnya menuju.ke masalah kedua.
Bagaimana cara meyakinkan para anggota ReVoid. Itu adalah masalah kedua kami. Magic Assosiation tak punya urusan dan dendam apapun dengan vampir. Karena itu kami pasti akan menerima ini dengan senang hati. Masalahnya ada pada ReVoid yg tak lain adalah organisasi pemburu vampir. Seperti kami yg tak mungkin bekerjasama dengan iblis, ReVoid pasti enggan dengan mudah bekerjasama dengan vampir. Kecuali, jika situasi benar-benar memburuk.
__ADS_1
"Semuanya, mundur! Kita kembali ke tempat pertemua pertama!" Ucap Osamu. Tentunya, ia menggunakan alat komunikasi ReVoid yg tadi sempat kulupakan.
Aku dan Osamu juga ikut bergerak tepat setelah melancarkan pengumuman tadi. Tujuan kami adalah tempat dimana kami dan para vampir pertama kali bertarung.
"Zayn, kau bersama Louise kan?" Suara Zero tiba-tiba muncul di kepalaku. Ini telepati dan bukan alat komunikasi ReVoid. Kenapa dia tak menggunakan alat itu saja? Aku masih belum terbiasa dengan suara telepati ini.
"Ya, aku bersamanya. Ada apa?"
"Aku yg seharusnya bertanya! Apa yg terjadi? Kenapa tiba-tiba vampir-vampir itu mundur ke titik temu awal kita?" Tanyanya.
"Ada perubahan rencana," jawabku.
"Hah?! Apa itu?"
"Jangan banyak tanya dan cepatlah berkumpul disana."
"Setidaknya beritahu aku kenapa dan apa itu?!"
"Merepotkan saja! Kalau memang ingin tahu cepat berkumpul!"
"Aaaaargh!! Kau benar-benar membuatku kesal! Baik baik! Aku kesana sekarang!"
Sepuluh menit berlalu semenjak pengumuman yg disebar Osamu. Semua anggota kami berhasil berkumpul kembali. Tak ada yg terbunuh, dan semuanya kembali dengan utuh.
"Louise, apa yg sebenarnya terjadi?" Tanya nona Stephanie. Namun Osamu masih tetap diam. "Apa yg sebenarnya kau rencanakan kali ini? ... Yah, apapun itu yg pasti bukan omong kosong kan?"
Mendengar nya, Osamu sedikit tersenyum tipis. Itu bisa dianggap jawaban oleh nona Stephanie. Hanya dengan itu, ia sudah puas.
Anggota lengkap kami bertatap muka dengan ketujuh vampir bawahan Zuan. Dideretan terdepan, Osamu dan Zuan maju. Mereka saling berhadapan dari kejauhan.
Osamu mewakili aliansi kami, dan Zuan mewakili vampir. Ini pertemuan penting yg menentukan segalanya.
"Perhatian manusia!!" Teriak Zuan. "Untuk saat ini, kita hentikan pertarungan tak berarti ini."
"Para vampir juga! Mulai sekarang kita akan mengadakan genjatan senjata!" Teriak Osamu.
Tentu saja itu membuat semuanya bertatap heran. Apa yg sebenarnya mereka maksud masih belum dipahami. Zero segera menatapku dengan tatapan penuh pertanyaan. Tapi aku hanya menjawabnya dengan senyum penuh keyakinan. Aku tak tahu apa ini cukup untuk membuatnya tenang atau tidak.
Sekarang, saat pengakuan dari kedua belah pihak.
"Mulai saat ini, aku Louise Lawrence dan juga biasa dipanggil Osamu akan membuat aliansi sementara. Zuan dengan kelompoknya akan bekerjasama sama dengan manusia untuk memukul mundur pasukan Rozalia!!" Teriak Osamu.
"Aku, Zuan Von Archimiste menerimanya dengan senang hati."
Dan, akhirnya keributan pun terjadi.
__ADS_1