Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Louise Lawrence


__ADS_3

Sehari setelah masalah Liana selesai, akhirnya luka dan tenaga kami kembali pulih. Aku dan Kayn pun terpaksa kembali bersekolah.


Mengingat tentang sekolah, aku ingat masih ada yg perlu diselesaikan. Apalagi kalau bukan tentang pak Osamu. Ia pasti menyembunyikan sesuatu dibalik nama Jepangnya itu.


Didepan gerbang, Elie dan Liana menyapa kami seperti biasa. Seakan tak terjadi apa-apa sebelumnya. Yah, baguslah kalau mereka sudah melupakan itu semua. Walaupun sepertinya mustahil kalau itu terjadi.


" Pagi Elie, Liana. Kalian sudah kembali ceria ya" sapa Kayn lebih awal. Aku masih beberapa langkah dibelakangnya. " Beda sekali dengan Zayn, pagi ini dia masih malas-malasan dibelakangku"


" Hey aku dengar itu " balasku, mempercepat langkah. " Seberapa jauh pun kau mengatakannya masih terdengar jelas olehku "


" Ya ya, aku tahu itu" balas Kayn tersenyum. Ditempat mereka, Elie dan Liana menatapku heran.


" Apa maksudmu Zayn? Bagaimana kau bisa mendengarnya? Padahal suara Kayn barusan sangat kecil lho" tanya Elie. " Apa jangan-jangan kau punya indera yg tajam?"


" Itu kemampuan alaminya " jawab Kayn " atau bisa dibilang, efek dari sihir uniknya"


" Ya...Kayn benar " jawabku " sihirku, Transmutation itu bisa mengubah tubuhku menjadi monster...efek dari sihir itu diantaranya ya...indera yg tajam"


" Benarkah?! Jadi kau bisa mendengar bisikan orang lain dengan jelas?!"


" Tentu saja, karena itu selama ini aku terus bersabar mendengar semua ocehan orang-orang yg membicarakanku. Apalagi menggosip yg aneh-aneh..." Lanjutku " asal kalian tahu, itu menyebalkan"


Elie dan Liana terlihat begitu kaget ketika mendengar fakta itu. Ya, bagi orang biasa yg tak pernah mengenal sihir, itu semua seperti keajaiban yg menakjubkan.


" Kayn, apa semua yg menyandang gelar seperti kalian punya kemampuan unik seperti ini?" Tanya Liana antusias.


" Ya, tentu saja. Aku juga punya kok" jawabnya.


" Cih, jangan sombong dulu Kayn. Kau saja masih malu-malu menggunakan kekuatanmu itu.."


" Zayn, apa kau tak bisa sekali saja berhenti mengejekku?"


" Ah, maaf. Tapi kau yg mulai"


Melihat kami berdebat seperti itu, Elie dan Liana tertawa lepas.


Kami memasuki pekarangan sekolah. Tapi sebelum itu, aku masih perlu melakukan sesuatu. Saatnya berpisah dari mereka.


" Elie, Liana, kalian duluan saja kekelas" ucapku " aku harus ke kantor kepala sekolah dulu"

__ADS_1


" Pak kepala sekolah Osamu? Apa ada masalah? " Tanya Elie.


" Tidak ada, aku hanya ingin membicarakan sesuatu dengan beliau" jawabku.


" Zayn, kau tak akan melakukan yg tidak-tidak kan?" Tanya Kayn.


" Tenang saja, aku cuma mau bicara kok" jawabku.


Aku berpisah dari mereka, berjalan cepat ke tangga, menuju lantai teratas tempat kantor kepala sekolah berada. Lorong sekolah kulalui satu per satu, sampai aku berhenti didepan ruangannya. Sepertinya ia sudah datang.


Pintu kuketuk, dan kemudian kubuka perlahan. Setelah mengucapkan salam, aku pun masuk kedalam. Sebuah ruangan yg tak begitu luas dan hanya dipenuhi dengan buku-buku yg tersusun rapi di rak.


Di kursinya, pak Osamu yg sedang membaca sebuah buku itu pun menutup bukunya ketika aku masuk. Ia menatapku dengan muka yg tak keheranan.


" Ada masalah Zayn? Pagi-pagi begini datang ke kantorku" tanyanya. Aku balik menatapnya.


Ini mungkin bukan tindakan yg pantas bagi seorang murid pada gurunya, tapi mau bagaimana lagi. Aku harus melakukannya, apapun resikonya.


" Ryunosuke Osamu, ada yg ingin kutanyakan padamu" ucapku dengan keringat dingin mengalir di tubuhku.


" Jaga adabmu bocah, kau pikir sedang bicara dengan siapa?" Tanyanya. Kini ia menatapku dengan tatapan sinis. Aku menelan ludah.


" Apa maksudmu?"


" Kutanya, namamu...apa itu memang nama aslimu?"


Pak Osamu diam, kurasa ini kesempatanku. Akan kulanjutkan.


" Aku sudah menyadarinya dari awal.." ucapku " kau...kau juga makhluk reinkarnasi kan?"


Seketika sebuah gelombang sihir muncul dan menyelimuti seluruh tempat disekeliling kami. Waktu seketika berhenti. Semua warna yg kulihat menjadi sedikit gelap. Kecuali tubuhku dan juga pak Osamu.


" Reinkarnasi katamu?" Pak Osamu angkat suara " dan kau bilang....aku sama sepertimu?"


Pak Osamu tersenyum tipis. Rambut putihnya yg tadi tersisir rapi ia buat kembali berantakan. Seketika, aku seakan melihat orang lain. Apa dia benar-benar pak Osamu si kepala sekolah yg berumur 30 tahunan? Kenapa ia terlihat begitu muda? Apa mungkin dia awet muda?


" Ya, kau benar...aku reinkarnasi"


Ia menatapku. Kami pun saling beradu pandang.

__ADS_1


" Nama asliku Louise Lawrence. Setelah berumur 20 tahun, aku mengganti namaku dengan nama itu..." Jelasnya " hebat juga kau bisa tahu kalau itu nama samaran"


" Soalnya, kalau misalnya itu nama aslimu, berarti orang yg memberimu nama itulah yg reinkarnasi, bukan kau..." Jawabku " aku hanya menyimpulkannya sesuai keinginanku saja..."


" Hebat, kau cukup pintar ya..."


Entah ini cuma perasaanku saja atau memang asli, kepribadiannya berubah drastis. Kini ia terlihat sedikit bersahabat, dan juga periang. Kesan kepala sekolah yg disegani itu menghilang seketika.


" Kalau begitu...dari mana asalmu?" Tanyaku. Dia tersenyum


" Coba tebak" ucapnya.


" Jepang?" Jawabku.


" Kenapa kau berpikir kalau aku berasal dari Jepang?"


" Ya...soalnya nama yg kau pakai itu kan nama orang Jepang."


" Kau pikir ada orang Jepang yg mau memakai nama jadul seperti itu?" Tanyanya " sayang sekali, jawabanmu salah"


" K-kalau begitu...dari mana asalmu?"


" Indonesia" jawabnya tersenyum.



Hah?! Aku tak habis pikir. Kalau dia ini orang Indonesia, kenapa ia malah menggunakan nama yg tak lain adalah nama orang Jepang?!


" T-tunggu dulu...kalau begitu kenapa namamu.."


Sontak Pak Osamu tertawa terbahak-bahak melihatku yg sedang kebingungan ini. Ia seperti anak-anak yg tertawa setelah mengerjai temannya. Sialan, aku tak mau lagi memanggil orang seperti ini " pak " lagi.


" Bingun ya? Kalau begitu biar kujelaskan" ucapnya " aku memang orang Indonesia. Di tempat asalku, ada sebutan bagi orang yg tergila-gila dengan negri matahari terbit itu. Orang-orang yg ingin berbahasa, berpakaian, dan bergaya seperti orang Jepang pada umumnya, seakan-akan mereka adalah orang Jepang. Ya, mereka lebih mencolok dengan hobi yg berkaitan dengan Manga Ataupun Anime Jepang. Mereka biasa disebut dengan sebutan Otaku atau Wibu....dan itulah diriku, seorang mahasiswa sekaligus Otaku yg berenkarnasi kedunia aneh ini!"


" Maksudmu...itu seperti maniak Jepang, begitu?"


" Benar sekali! Kau cepat tanggap juga ya"


Aku merasa sedikit menyesal menemuinya hari ini. Rasanya ingin cepat-cepat pergi saja.

__ADS_1


__ADS_2