Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Sesuatu yg sangat mendadak


__ADS_3

Di hari Minggu, tepatnya pada libur akhir pekan. Seperti yg telah direncanakan, Kayn dan Liana akan berkencan mulai dari jam 8 pagi. Kayn sangat bersemangat akan hal ini, dan itu sampai membuatnya bangun lebih pagi dari biasanya.


Di lain sisi, aku akan menganggap hari ini sebagai hari terburuk dalam hidupku. Kenapa? Itu karena hari ini aku terpaksa berkencan dengan Fiera seperti yg telah ia rencana kemarin.


Meskipun aku tak suka ini, tapi aku tak bisa menolaknya. Ada beberapa alasan untuk kondisi ku saat ini. Yg pertama, aku tak mampu mengingkari perjanjian kami diawal, dan aku tak mampu menolak perjanjian itu karena desakan dari Kayn. Dan yg kedua, sepertinya aku sedikit melembek akhir-akhir ini. Melihat Fiera yg telah menunggu-nunggu momentum ini, aku jadi tak tega membatalkan nya. Entah apa yg terjadi, tapi ini tak seperti diriku yg biasanya. Aku yg biasanya pasti tak akan merasa kasihan pada Fiera, karena dia sangat menjengkelkan untuk beberapa alasan. Intinya, sepertinya aku sedang tidak waras.


Tapi karena beberapa hal, sepertinya semua rencana itu gagal dilaksanakan. Alasannya, karena sesuatu yg mendadak muncul dan membuat kami terpaksa membatalkan semua ini.


Seperti yg paman Oliver syaratkan pada kami, jika ada perintah dari markas kami harus segera pergi dan meninggalkan semua kesibukan kami di kota Bluelagoon. Dan karena alasan inilah, kami harus menunda semua ini.


Pada pukul 6 pagi, saat kami baru saja bangun dan sedang bersiap-siap, sebuah gerbang lingkaran sihir teleportasi muncul. sesaat kemudian, Zero bersama dengan Hughess muncul dari dalamnya. Awalnya kami kebingungan melihat mereka yg tiba-tiba muncul mendadak.


"Z-zero?! Dan juga Hughess, apa yg kalian lakukan disini?" Tanya Kayn kaget.


"Kenapa? Apa sebegitunya kau tak ingin kami disini??" Balas Zero.


"B-bukan begitu, jika kalian ingin berkunjung kau bisa menghubungi kami dulu dengan telepati kan?"


"Ah, benar juga. Aku lupa melakukan nya, tapi mau bagaimana lagi, kami sudah disini," jawab Zero. "Yah, masa bodoh lah dengan itu."


"Seperti biasa kau sangat santai ya, Zero," ucap Hughess.


"Yg sangat santai itu kau, Hughess." aku yg mendengar percakapan mereka ikut bergabung. "Yah, walaupun Zero juga begitu."


"Oh, Zayn sudah tiga Minggu ya kita tak bertemu," sapa Hughess. Dia sangat sopan seperti biasanya. "Bagaimana keadaan kalian, baik-baik saja bukan?"


"Yah tapi sekarang kami menjadi bahan pembicaraan di sekolah. Itu semua karena kejadian vampir tempo hari," jawabku.


"Kenapa? Apa kau tak suka jadi populer? Dasar penyendiri," ledek Zero.


"Seorang penyendiri akut seperti mu tidak seharusnya mengatai orang lain sebagai penyendiri, Zero," balasku.


"Ya ya terserah lah. Yg lebih penting, nampaknya kalian sedang sibuk."


Oh, dia menyadarinya ya. Apa mungkin itu karena wajah cerah Kayn??


"Yah, sebenarnya kami cukup sibuk hari ini," balasku. "Dan juga, nampaknya kalian juga tak kesini untuk sekedar berkunjung, kan?"


"Benar sekali, Zayn. Pertama-tama maaf karena hari ini kesibukan kalian harus secara paksa di tinggalkan untuk sementara." Jawab Hughess.


"A-apa?!"


"Tak perlu histeris begitu Kayn ...."


"Eh? Kak Hughess dan kak Zero??"


Tepat waktu, Fiera muncul sebelum Hughess menjelaskan perihal kedatangan mereka.

__ADS_1


"Ah, halo Fiera."


"Apa yg kakak lakukan disini??"


Ya ... Sebenarnya, kalian punya misi untuk hari ini."


"Aaaah, begitu rupa—


Seketika, Fiera terdiam dengan wajah kaku. Kami semua lantas menatapnya heran.


"H-hey Fiera, kau baik-baik saja?" Tanya Hughess.


"M-misi?? ... Hari ini juga???" Tanya Fiera lirih.


"Ya, tentu saja—


"TIDAK!!!"


Disaat Zero hendak menjawab, seketika Fiera berteriak-teriak seperti orang gila. Itu tentu saja membuatku kami semua kaget. Dan tentang alasannya, sepertinya aku dan Kayn sudah mengetahui nya.


"TIDAK! TIDAK MAU!! KENAPA HARUS HARI INI?? BAGAIMANA DENGAN KENCAN FIERA DENGAN ZAYN?!! TIDAK MAU, FIERA TIDAK MAU!!"


Yah, seperti dugaan. Alasannya tentu karena hal itu. Huuh, karena inilah aku tak tega membatalkan rencana kencan itu. Tapi mau bagaimana lagi Fiera, ini sudah takdirmu. Aku sedikit lega sih karena hal ini.


"Kencan?" Tanya Zero sambil menatapku.


"Yah, sebenarnya ...."


"Hahahaha! Jadi begitu! Kasihan sekali kalian. Aku sangat berduka untuk ini semua." Mengatakan hal itu sambil tertawa terbahak-bahak, kau sama sekali tak menunjukkan perasaan duka pada kami, Zero.


"Y-ya, hal itu bisa dilakukan lain waktu. Tapi untuk saat ini, kalian harus menerima misi ini."


"Yah, sebenarnya aku tak terlalu shock dengan kabar ini, meskipun sedikit membuatku kecewa," ucap Kayn. "Tapi, bukankah ini baru tiga Minggu setelah misi kemarin? Dan juga, misi seperti apa yg akan kami terima kali ini?"


kau mengatakan itu ya Kayn, padahal kau yg sangat menantikan hari ini lho. Aku merasa kasihan padamu.


"Tiga Minggu itu bukan waktu yg sebentar untuk mengabaikan kekacauan para iblis. Itu sudah cukup lama lho."


Yah, itu memang benar. Disaat kamu sedang bersantai disini, mungkin saja ada orang yg terbunuh karena ulah iblis diluar sana.


"Untuk misi kali ini, sepertinya ini akan sangat berat. Ini bukan seperti misi biasa, ini lebih seperti misi pengintaian. Kalian harus bergerak secara diam-diam tanpa disadari seorangpun. Karena jika kalian ketahuan, kemungkinan kalian akan tertangkap, atau lebih buruk nya, kalian bisa terbunuh," jelas Hughess. Kali ini, ia berbicara dengan nada serius. "Tujuan kalian kali ini adalah kerajaan Voracity."


Mendengarnya, tentu saja kami terkejut. Semua anggota Magic Assosiation tahu seperti apa hubungan yg kami miliki dengan kerajaan anti sihir itu.


Kerajaan Voracity merupakan sebuah kerajaan yg cukup menentang sihir. Mereka tak pernah menganggap sihir sebagia kekuatan. Sebaliknya, mereka menganggap kekuatan fisik dan ilmu senjata adalah segalanya. Meskipun begitu, kekuatan tempur mereka tak bisa dianggap remeh. Dalam kekuatan tempur, kemungkinan Voracity berada di tingkatan kedua di benua Fitzgerald ini setelah Silverstone. Itu semua karena keberadaan organisasi terbaik mereka, Imperial Paladin.


Imperial Paladin adalah kelompok ksatria penjaga kota Voracity. Mereka memiliki 4 jendral besar yg terkenal akan kekuatan serta Skill yg mereka miliki. Mereka dikenal dengan sebutan Glorious General. Dan kabarnya, paman Oliver dulu termasuk salah satu dari Glorious General terdahulu. Sebelum akhirnya ia menyatakan berpisah dari kerajaan Voracity dan dicap sebagai pengkhianat. Karena alasan inilah, Magic Assosiation dianggap sebagai organisasi pengkhianat, dan dijadikan buronan kerajaan Voracity.

__ADS_1


Selain itu, kerajaan Voracity juga merupakan salah satu dari tiga kerajaan yg menolak perjanjian antar kerajaan puluhan tahun yg lalu. Karena itu, menyusup masuk kedalam kerajaan itu bukanlah hal yg mudah.


Namun, meskipun begitu mereka tetaplah kerajaan yg mendapat ancaman dari para iblis. Dan sebagai kelompok yg bertugas untuk membasmi iblis, kami tak bisa menghiraukan nya begitu saja. Karena itulah, paman Oliver sering melakukan perjalan ke kerajaan tersebut.


Tapi masalah nya, kali ini kenapa harus kami yg melakukannya?


"T-tunggu dulu, kerajaan Voracity?? Bukankah itu terlalu berat?" Tanyaku. "Apa kau yakin kami bisa mengatasi nya?"


"Tenang saja, bukan hanya kalian, Elizabeth dan juga Liliana akan diikut sertakan. Itu karena mereka orang baru yg belum tersorot. Selain itu aku juga bertugas bersama kalian," ucap Hughess.


"Tapi tetap saja, ini tugas yg sangat berat."


"Omong-omong, seperti apa penjelasan misinya?" Tanya Kayn. Kenapa dia bisa tetap tenang seperti ini??


"Akhir-akhir ini sekelompok pasukan dari iblis kuning tiba-tiba muncul di hutan Fiore yg berada di dekat pantai bagian tenggara kerajaan Voracity. Seperti biasa, sumber kemunculan mereka masih belum diketahui. Tapi nampaknya, itu berasal dari dalam laut," jelas Hughess. "Menurut salah satu mata-mata yg kita punya di kota Voracity, pihak Imperial Paladin sedikit terdesak karena kondisi ini. Alasannya, jumlah iblis yg muncul semakin hari semakin tak terkendali. Dan karena keterbatasan kemampuan yg mereka miliki, mereka tak mampu mengatasi sumber masalah di laut. Meskipun begitu, Imperial Paladin masih bersikeras menolak bantuan dari siapapun, terutama Magic Assosiation."


"Sungguh organisasi yg keras kepala."


"Karena itu, kita akan bergerak secara diam-diam. Hanya saja, masing-masing dari kalian memiliki peran masing-masing," ucap Hughess.


"Peran?"


"Kayn dan Fiera akan bergerak langsung ke pantai tenggara dan mencari tahu sumber kekacauan ini. Ini sangat berbahaya, tapi master sangat percaya dengan kemampuan kalian berdua," jelas Hughess.


Omong-omong, karena Hughess pernah menjadi murid paman Oliver, ia seringkali memanggil paman dengan sebutan master.


"Dengan kemampuan Fiera yg mampu berpindah tempat dengan cepat, dan kemampuan bertarung Kayn yg fleksibel, seharusnya itu bukan sesuatu yang mustahil untuk kalian."


"Hmmm, kalau dipikir-pikir itu ada benarnya. Dengan Manna Detection Kayn, serta Black Hole Fiera, itu bukan hal yg mustahil," gumamku.


"Sementara itu, aku, Zayn, Elizabeth, dan juga Liliana akan menyusup masuk ke kota Voracity dan bertemu dengan sang mata-mata. Tujuan kita adalah untuk mendapatkan informasi dari dalam dan bersiap untuk membantu diam-diam."


"Tapi tunggu, bukankah itu terlalu banyak untuk tugas pengintaian?" Tanyaku.


"Karena Elizabeth dan Liliana belum banyak diketahui orang, dan dengan penampilan bangsawan mereka, kemungkinan mereka dicurigai sangat tipis. Jadi bisa dianggap kalau yg benar-benar menyusup hanya aku dan kau, Zayn," jelas Hughess.


hmmm, Masuk akal juga.


"Tunggu, bagaimana dengan Zero?"


"Kau berharap aku ikut misi merepotkan seperti ini? Jangan berharap banyak. Kali ini aku hanya datang untuk mengantar kalian," jawabnya.


"Ah begitu ...."


Yah, ini memang misi yg berat, tapi bukan berarti mustahil. Kami harus melakukan yg terbaik agar misi kali ini berjalan lancar. Dan setelah itu, aku bisa berkencan dengan Elie. Tapi tunggu, kesempatan ini bisa kugunakan untuk berkencan dengannya di kota Voracity. Tidak, tunggu sebentar Zayn, fokuslah pada pekerjaanmu!


"Kalau begitu, kita akan berangkat pagi ini juga," ucap Hughess. "Persiapkan semua bawaan kalian. Dan juga, segera jemput Elizabeth dan Liliana," ucap Hughess.

__ADS_1


"Dan pastikan, mereka tak kecewa dengan pembatalan kencan itu, Kayn," lanjut Zero sambil tertawa kecil.


"Baiklah, aku mengerti itu!!"


__ADS_2