
" eh? Yg benar?!" Tanya Kayn dengan ekspresi kaget di wajahnya " beneran Magic Knight nomor 0?!"
" Ya, pak Osamu yg mengatakanya" jawabku.
Itulah ekspresi yg kudapat dari Kayn, tepat setelah aku mengabarkan berita Osamu padanya. Kayn yg awalnya sedang menikmati makan siangnya di kantin ini jadi keseruan mendengar ceritaku.
" Benar-benar nomor 0 ya, padahal itu hanya perkiraan tanpa alasan saja, tak kusangka kalau itu memang benar " ucapnya
" Berterimakasih lah, aku sudah susah payah mengorek informasi itu dari pak Osamu "
" Baiklah baiklah, kerja bagus Zayn " jawabnya " tapi...bagaimana bisa kau melakukannya?"
" Itu rahasia "
Keseharian kami di sekolah berjalan seperti biasa, bahkan setelah mengetahui rahasia itu. Berita itu sama sekali tak mengganggu rutinitas kami. Bahkan kejadian tempo hari sama sekali tak mengusik keakraban kami dengan Elie dan Liana. Dua gadis itu masih saja lengket dengan kami, memberi pelajaran tentang arti pertemanan dan kehidupan.
Hubungan Kayn dengan Liana juga berjalan lancar. Si Kayn itu juga tampaknya mulai menerima dan menyukai pribadi Liana yg ramah itu. Mereka sangat cocok menurutku. Beda denganku yg masih sesekali beradu mulut dengan Elie. Walaupun begitu, kami terasa semakin akrab dari hari ke hari. Aku sampai lupa kalau aku sedang dalam masa hukuman.
Selama ini, Liana masih tinggal bersama dengan keluarga Elie, di kediaman keluarga besar Bathory. Tak ada anggota keluarga Liana yg datang menemuinya. Seakan mereka telah berlepas diri darinya. Karena hal itulah, aku dan Kayn sesekali mengunjunginya agar ia tak terlalu memikirkan tentang keluarganya itu. Keberadaan Kayn selalu membuatnya bahagia.
Aku perlahan mulai menikmati ini semua. Terkadang aku jadi berpikir " punya teman itu tidak buruk juga ". Aku juga telah sedikit merasa bersalah pada Zatrox yg ingin kubunuh hari itu. Jujur saja, setelah melalui ini semua, aku jadi paham seberapa pentingnya nyawa seseorang itu. Aku tahu kalau yg kulakukan hari itu adalah kesalahan yg sangat besar.
2 bulan di kota ini, dan bersekolah di sekolah ini, aku mulai merindukan orang-orang di organisasi. Aku merasa kalau aku harus memperbaiki hubunganku dengan yg lain, terutama pada Zatrox. Aku terus terpikir tentang itu, sampai hari itu. Hari ketika Osamu kembali memanggilku.
Aku yg baru saja mendapat panggilan darinya bergegas menuju ke ruangannya. Jarang-jarang orang itu memanggilku. Apa ada hal penting yg perlu disampaikan? Tapi hal apa itu? Pertanyaan demi pertanyaan mulai muncul di kepalaku. Soalnya sudah 2 bulan aku tak bertemu dengannya. Sebenarnya apa yg ingin dia sampaikan?
" Hey Zayn, kenapa kau tak menemui ku 2 bulan ini?!"
__ADS_1
Ah, dia sudah kembali ke sifat aslinya. Kali ini saat aku masuk, ia tengah berdiri di tengah ruangan, memegang benda aneh yg terlihat seperti senjata.
" Ada apa?" Tanyaku " jangan bilang kalau kau hanya ingin menemuiku"
" Oi oi, jangan dingin begitu dong. Coba kau lihat benda ini"
Ruang sihir seketika kembali terbentuk. Waktu pun berhenti. Dihadapanku, Osamu mengangkat alat yg ia pegang itu tinggi-tinggi. Sepertinya, ia berniat menggunakan benda itu. Sekali tekan, sebuah sinar plasma melesat meluncur keatas, menembus atap sekolah. Sinar plasma itu melesat, kemudian berbelok kebawah, menghantam bagian lain sekolah. Seketika, sebuah ledakan super besar muncul menghancurkan semua yg ada disekitarnya. Dalam radius lima puluh meter, semuanya hancur tanpa sisa. Aku sempat terdiam menyaksikan daya hancur yg sangat luar biasa ini.
" Apa...ini?"
" Hehe, hebat kan? Aku berencana untuk memberi senjata mematikan ini pada Fiera. Coba kau bayangkan, dengan satu serangan saja ia pasti bisa memusnahkan satu koloni iblis " ucapnya dengan antusias.
Mendengar itu, mataku terbelalak kaget. Dia ingin memberi Fiera senjata mematikan ini? Fiera yg bodoh dan ceroboh itu? Yg benar saja?! Itu benar-benar ide yg buruk. Ia memang pasti dengan mudah mengalahkan para iblis, tapi itu sangat beresiko! Aku tak bisa membayangkan kekacauan apa yg akan terjadi jika Fiera memiliki senjata ini. Yg pasti, akan banyak desa atau orang-orang tak bersalah yg kena imbasnya. Ini tak boleh dibiarkan!
" K-kau bodoh?! Apa kau berniat menghancurkan satu negri ini?!" Bentakku tak terima " itu ide terburuk dari yg terburuk!!"
" Kenapa? Bukankah tugas itu lebih penting?" Tanyanya lagi.
" Bukan begitu juga! Kau tahu kan, kalau Fiera yg ceroboh itu menggunakannya, akan ada banyak nyawa tak bersalah yg melayang karenanya! Bukankah nyawa-nyawa itu berharga?!" Protesku " sudah selain itu, bisa jadi nyawa Fiera ikut terancam karenanya! Resikonya terlalu besar!!"
" Tapi itu harga yg pantas untuk kekuatan besar seperti ini"
" nyawa manusia tak bisa dihargakan seperti itu! Bagaimana pun juga, bukannya ada jalan yg lebih baik lagi?!"
Mendengar jawabanku, Osamu terdiam. Dan kemudian tersenyum lebar. Aku yg menatapnya pun jadi keheranan. Apa-apaan ekspresi ini?
" Hebat, kau benar-benar sudah berubah ya Zayn..." Ucapnya sambil bertepuk tangan " setahuku dua bulan yg lalu kau hanyalah seorang prajurit yg hanya mengutamakan misi dan tugas dari pada yg lain..."
__ADS_1
" Hah? Apa maksudmu?"
" Bodoh, mana mungkin aku memberikan benda seberbahaya ini pada Fiera. Aku tahu sifat cerobohnya itu, soalnya dulu aku gurunya. Selain itu, aku juga punya hati" Osamu mulai berjalan mendekatiku " ini hanyalah sebuah tes Zayn, seperti ujian kelulusan"
" Ujian...kelulusan?" Tanyaku. Aku makin bingung " apa maksudmu?"
" Kau tahu, melakukan atau mengatakan sesuatu untuk mengungkapkan jati diri seseorang yg sebenarnya. Aku hanya membuatmu mengungkapkan pikiran murni mu saja" jawabnya " dan dari kata-kata mu barusan, kau menganggap kalau nyawa orang itu lebih penting dari pada yg lain. Nyawa orang lain tak bisa dinilai harganya dengan mudah. Aku cukup terkesan padamu...."
" Tunggu dulu, aku masih belum paham..apa yg sebenarnya ingin kau katakan?" Tanyaku " Osamu... sebenarnya untuk apa kau memanggilku?"
Osamu tertawa lebar, kemudian menatapku sambil tersenyum.
" Zayn Endarker, kau sudah dibebaskan dari masa hukumanmu" ucapnya, aku sontak kaget " kembalilah ke markas asosiasi bersama Kayn. Bawa juga gadis itu, aku yakin masalah tentangnya masih belum selesai."
" O-oi Osamu...apa kau yakin tentang ini?" Tanyaku masih tak percaya dengan apa yg kudengar " apa kau benar-benar melepaskanku dari hukuman? ....apa kau yakin melepasku begitu saja?"
" Aku sudah mengujimu kan? Dengan ujian itulah kunyatakan kau lulus. Selamat!" Ucapnya " aku yakin Oliver tak masalah tentang ini..."
" Hei...ini benar-benar serius?"
" Tentu saja..." Jawabnya " senang bisa bertemu denganmu Zayn...berkatmu aku bisa dapat teman ngobrol santai..."
" Osamu..."
" Pergilah besok, aku akan memberitahu Oliver nanti tentang ini. Beritahu juga Kayn dan gadis itu"
" B-baiklah, terimakasih atas bimbinganmu, pak Osamu-sensei!"
__ADS_1
" Selamat berjuang kembali, The Monster Zayn Endarker"
Ruang dimensi sihir tanpa waktu menghilang, semua pun kembali seperti semula. Aku pun segera keluar, mengabarkan berita baik ini pada Kayn dan yg lain.