
" plak!!!"
Suara tepukan tangan terdengar, tepat setelah kamu memasuki ruang utama. Bersamaan dengan itu, beberapa helai bunga. Muncul berguguran dari atas kami. Di sana, semua orang menyambut kami dengan bahagia.
" Selamat datang!"
Semuanya meneriakkan kata-kata itu. Seperti sedang merayakan hari ulang tahun saja. Tapi, apa maksudnya ini?
" Selamat bergabung dengan Magic Assosiation, Liana dan Elie" ucap kak Marry dengan riang.
Aaah, begitu rupanya. Mereka hendak
mengucapkan selamat kepada dua anggota baru kami. Tentu saja Liana dan Elie. Tapi bagaimana mereka bisa mengetahui hal ini?
" A-anu...ini untuk apa?" Tanya Liana
" Apalagi? Tentu saja untuk merayakan keberhasilan kalian" ucap kak Marry lagi. Dari semua orang, dia yg paling bersemangat.
" Kami sudah dengar dari Zero, katanya kalian berdua sudah resmi bergabung" ucap Guts, berdiri di samping kak Marry. " Karena itu kami ucapkan selamat "
" Z-zero ya..." Ucapku geram. Jadi dia biang masalahnya kali ini.
" Y-ya...kurasa ini bukan sesuatu yg perlu dirayakan" ucap Elie
" Jangan begitu, sebagai senior kalian mana mungkin kami tak merayakan ini " kali ini Gale angkat suara. " Selain itu, kalian juga berteman baik dengan si kembar junior kami. Kami jadi sedikit bersemangat karena kalian juga bergabung"
" Hei, apa-apaan itu?" Tegurku " kau pikir aku ini anak kecil Gale?"
" Oh ayolah, tak perlu dingin begitu Zayn" balas Gale tertawa ringan. Kayn juga ikut tertawa di sebelahku.
" Dan juga....karena Zero sedang cukup sibuk jadi dia memintaku mengucapkan selamat pada kalian " ucap Tony tanpa ekspresi " selamat..."
" Tidak bisakah kau lebih semangat lagi Tony?" Tegur Zatrox.
Sontak semua yg hadir pun tertawa lepas.
" Baiklah kalau begitu kita mulai pesta nya!" Ucap kak Marry dengan lantang.
__ADS_1
Yg benar saja?! Belasan piring dengan hidangan yg terlihat nikmat menutupi meja jamuan. Dan juga, makanan ini terlihat mewah dan mahal. Darimana mereka dapat makanan seperti ini? Dan juga bagaimana mereka bisa mendapatkannya Dalama waktu singkat?!
Tanpa basa-basi, mereka semua segera menyerbu makanan di meja, mengambil apa yg mereka inginkan. Kami pun juga ikutan makan. Walaupun awalnya Liana dan Elie terlihat agak gengsi makan-makan seperti ini, akhirnya mereka makan juga. Yah, ini semua juga untuk kalian. Kalau kalian tak memakannya bisa jadi masalah. Ini juga bagus untuk mempererat hubungan mereka berdua dengan anggota lain.
" Jadi apa Gelarmu?" Tanya Fiera ke Elie " asal kau tahu, apapun gelarmu tetap aku yg akan menjadi pendamping Zayn"
" Tidak, itu tidak benar " ucap Elie, sedikit tersenyum " Gelarku Adalah The Stalwart yg berarti pendukung. Dengan kata lain, akulah orang yg paling cocok mendukung dan bertarung bersama Zayn "
" Stalwart? Apa itu? Kedengarannya lemah" ucap Fiera. Dan itu membuat Elie jadi geram.
" K-kau ini! Apa kau bertanya itu untuk mengejekku?!"
" Karena kau lemah jadi kau tak pantas mendampingi Zayn" lanjut Fiera.
Aku duduk di sofa, mengunyah sepotong daging berbeque. Hm, ini enak juga. Tekstur dagingnya empuk dan juga rasanya sangat nikmat.
" Wah wah, kau menikmatinya sendirian Zayn?"
Kak Marry datang menghampiriku, dan duduk disebelahku. Aku hanya mengangguk dan lanjut makan. Kak Marry tersenyum menatapku, kemudian menatap kedepan.
" Hei Zayn, sepertinya kau sama sekali belum berbicara dengan Zatrox sejak hari ya" ucap kak Marry, tetap menatap kedepan. Aku sedikit tersentak. Kak Marry benar, aku sama sekali belum bicara dengannya.
" Apa menurutmu dia membencimu?" Tanya kak Marry.
" ya.... kupikir begitu " jawabku " soalnya aku hendak membunuhnya waktu itu. Dan juga, saat itu ia terlihat sangat marah... Dia juga yg mendesak paman Oliver agar menghukum ku ..."
Kak Marry diam sejenak dan meneguk secangkir teh. Ia lantas menatap kearah Zatrox yg kebetulan ada di depan sedikit lebih jauh dari kami.
" Menurutku tidak begitu" ucap kak Marry " yah, meskipun ia memang terlihat seperti orang yg kasar, sebenarnya dia itu sangat baik"
" Itu bisa benar dan bisa juga salah..." Sanggahku. Kak Marry lantas tersenyum lembut.
" Apa kau tahu alasan kenapa dia meminta agar paman oliver menghukummu Zayn?" Tanya kak Marry. " Kalau dia memang membencimu bukankah lebih masuk akal kalau dia meminta agar kau dihukum mati? Soalnya kau juga hendak merebut nyawanya. Tapi dia tak melakukannya dan malah membuatmu diasingkan ke kota Bluelagoon. "
Aku diam. Perkataan kak Marry ada benarnya. Kalau aku jadi Zatrox mungkin aku akan menjatuhkan hukuman mati untuk orang yg hendak membunuhku.
" Zayn, alasan ia menghukummu adalah agar kau bisa jadi lebih baik dari yg sebelumnya. Agar kau menyadari kesalahanmu dan berusaha memperbaikinya. Dan itu terbukti dengan perubahan sifatmu" lanjut kak Marry " lalu siapa yg mau melakukan hal seperti ini pada orang yg dibencinya? Tidak ada orang yg seperti itu..."
__ADS_1
Lagi-lagi aku terdiam. Aku tak bisa membantahnya.
" Zatrox yg bersikap dingin padamu dan membuatmu dihukum itulah yg membuktikan kalau sebenarnya Zatrox sangat menyayangimu. Ia sudah menganggapmu seperti keluarganya." Ucap kak Marry " dan bukan hanya kau, dia juga sudah menganggap yg lain keluarga. Semua orang yg berada di markas ini adalah keluarga. "
Aku menunduk. Kak Marry benar. Hukuman itu bisa menunjukkan seberapa sayangnya seseorang. Hukuman yg diberikan padaku bukan hukuman yg berat, namun itu sangat berpengaruh pada diriku.
" Kalau begitu, apa kau masih menganggapnya sebagai orang jahat?" Tanya kak Marry.
Seperti biasa, kak Marry lah yg selalu membuatku nyaman. Ia selalu memberiku nasihat disaat diriku sedang gusar. Ia juga yg sering menyemangati ku ketika ada masalah. Dan ia jugalah yg selalu berusaha agar aku dapat hidup lebih bahagia. Ia sudah seperti kakak perempuanku. Seperti kakak yg sangat sayang dan peduli pada adik-adiknya. Itulah yg membuatku sangat menghormatinya.
" Ya, sepertinya kau benar kak Marry... Seharusnya aku tak berpikir seperti ini" ucapku.
" Nah, kalau begitu keluarkan semua perasaanyg selama ini kau pendam Zayn." Ucap kaku Marry " kau ingin minta maaf padanya kan?"
" Ketahuan ya....kak Marry memang hebat " gumamku.
" Yup berjuanglah"
Aku bangkit dari sofa, berjalan perlahan kearah Zatrox. Aku sudah tak merasa ragu lagi untuk melakukannya. Semua kesalahan serta dosa yg kulakukan padanya, harus segera kuselesaikan.
" Zatrox...." Ucapku sedikit menunduk. Zatrox hanya diam menatapku. Semua orang lantas diam dan suasana hening seketika. Mereka semua menatapku. " Soal yg waktu itu....aku minta maaf"
Hening, tak ada respon. Namun aku tetap menundukkan kepalaku. Aku sama sekali tak berani mengangkat wajah dan bertatap muka dengannya setelah kejadian itu.
Sebuh jentikan yg cukup keras mengenai keningku. Tak begitu sakit, namun itu membuatku sedikit terkejut.
" Lama sekali minta maafnya, dasar bodoh"
Aku mengangkat wajah, menatap muka Zatrox. Sebuah senyuman hangat hangat terpampang diwajahnya. Ini pertama kalinya aku melihat Zatrox tersenyum seperti ini. Benar-benar senyuman yg hangat dan tulus. Ia mengusap-usap rambutku, usapan yg kasar tapi aku merasakan kenyamanan darinya
" Apa butuh waktu lama bagimu untuk meminta maaf seperti ini hah? Kau ini memang payah" ucapnya, masih mengusap rambutku
" Y-ya....maaf"
" Tak perlu terus merasa bersalah seperti itu. Tersenyumlah bodoh" ucapnya dan berhenti mengelus rambutku. Ia pun kembali tersenyum " yah, selamat datang kembali Zayn."
" Terimakasih, Zatrox"
__ADS_1
Sontak semua orang bersorak, seperti sedang menyaksikan pettunjukan yg penuh haru. Semuanya lantas memelukku, merangkulku, dan mengacak-acak rambutku. Benar-benar mengganggu, tapi dari sinilah aku dapat merasakan sensasi kebersamaan yg sebenarnya. Kebersamaan sebuah keluarga yg tak terikat dengan darah atau apapun.
Jujur saja, saat ini aku merasa sangat bersyukur bisa hidup di tempat seperti ini, bersama dengan orang-orang yg menyenangkan seperti ini. Kuharap kedamaian seperti ini dapat bertahan lebih lama lagi.