Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Pemeriksaan


__ADS_3

Di ruangan yg berukuran 10×10 meter lebih ini, akhirnya kami memulai pemeriksaannya. Walaupun sebenarnya, sudah pasti 100% kalau sisa kutukan iblis di tubuh Liana masih ada. Nona Stephanie pun sudah melihat hal itu sejak awal.


Nona Stephanie mulai memeriksa tubuh Liana sekilas, tahap pemeriksaan awal. Mulai dari kepala sampai kaki tak terlewat sedikit pun.


" Bagaimana nona Stephanie?" Tanya Kayn. Ia sekarang terlihat seperti wali nya Liana saja.


" Seperti yg kukira, kutukan itu masih tersisa ditubuhnya... Dan juga, reaksinya cukup kuat" jawabnya.


" Lalu, bagaimana?" Tanyaku " apa dia akan aman-aman saja?"


" Kalau menurut perkiraan ku, karena tak ada reaksi aktif, sepertinya akan aman-aman saja" jawab nona Stephanie " walaupun begitu, tak ada jaminan kalau ia tak akan aktif"


Kami terdiam, itu kenyataan yg cukup pahit. Dihantui oleh kutukan yg tak jelas seperti ini pastinya sangat menyiksa bagi Liana. Tapi, ini masih belum berakhir.


" Apa...kau bisa menetralkan seluruhnya, nona Stephanie?" Tanya Kayn lagi.


" Kecil kemungkinannya, tapi itu layak dicoba" jawabnya.


" K-kalau begitu kumohon, kumohon sembuhkan Liana..." Kali ini Elie ikut angkat suara. Nona Stephanie pun tersenyum kecil


" Kau begitu mengkhawatirkannya ya, Elie" ucapnya.


" T-tentu saja, Liana adalah sahabat baikku! Tentu saja aku mengkhawatirkannya" jawab Elie.


" Kalau begitu, bisa kah aku meminta tolong padamu?"


" Meminta...tolong?"


" Aku akan melakukan sedikit operasi pada tubuh Liana. Selama operasi itu berlangsung, kau mesti selalu berada di sampingnya sambil menggenggam erat tangannya..."


" T-tunggu, O-operasi?!"


" Tenang saja, ini bukan operasi seperti di rumah sakit biasa. Ini bisa dibilang sebagai operasi sihir dengan memanfaatkan Manna korbannya sebagai media pemeriksaan" jawab nona Stephanie sambil tertawa kecil. Elie yg tadi terkejut mulai kembali lega " posisimu sebagai sahabat dekatnya sangat penting baginya. Kau bisa melakukannya kan?"


" Tentu saja! Akan kulakukan"


Nona Stephanie menatap Liana yg masih terbaring diatas kasur itu. Liana terlihat sedikit pucat. Sepertinya fakta tadi sedikit mengganggu nya.


" Kau beruntung punya teman yg baik ya, Liliana" ucap nona Stephanie. Liana lantas menatapnya balik. " Tenang saja, kau akan baik-baik saja. Jangan terlalu dipikirkan tentang itu, oke?"


Mendengar pertanyaan nona Stephanie, Liana tersenyum tipis. Walaupun hanya sebentar, tapi setidaknya ia bisa sedikit mempercayai harapan ini.


Elie bergegas menghampiri sisi kanan Liana, menggenggam erat tangannya.


" Jangan khawatir Liana, aku pasti akan melindungi mu" ucapnya. Liana tersenyum.


" Terimakasih Elie. Aku sangat senang"

__ADS_1


" Baiklah, kita mulai. Selama operasi ini berlangsung, kau akan kehilangan kesadaran untuk beberapa waktu. Kuharap kau bersiap-siap Liliana" ucap nona Stephanie. Liana mengangguk " akan ku mulai"


Cahaya berwarna hijau mulai menyelimuti tubuh Liana dari bawah. Cahaya kelap-kelip melayang mengelilingi tubuh mereka. Elie masih memegang erat tangan Liana, menutup matanya. Sedangkan Liana sudah mulai terlelap dlm efek sihir ini. Nona Stephanie terlihat begitu serius, begitu juga dengan kami berdua yg hanya menyaksikan ini. Kuharap operasi ini berjalan lancar.


Lima menit berlalu, nona Stephanie masih belum selesai. 10 dan 20 menit berlalu pun, proses ini masih belum selesai. Ini cukup lama untuk sekedar pemeriksaan. Kalau itu sihir sudah pasti nona Stephanie bisa menetralkannya. Dan meskipun itu bukan sihir, nona Stephanie mestinya masih bisa menghilangkannya dengan sihirnya. Selama ini, tak pernah kudengar sekalipun kalau ada kutukan jahat yg lepas dari genggaman sihir penyembuh nona Stephanie. Kalau begitu apa yg membuat ini begitu lama?


Setelah 30 menit menunggu, cahaya dan kelap-kelip hijau itu mulai menghilang. Nona Stephanie sudah menonaktifkan sihirnya, Liana pun juga sudah kembali sadar. Akhirnya selesai juga, operasi yg begitu lama ini.


" Wah, ini tidak seperti yg kupikirkan" gumam nona Stephanie. Kami yg mendengar itu seketika menatapnya, tentu saja dengan ekspresi terkejut dan juga heran. " Aku tak bisa menetralkannya. Kutukan itu tak bisa menghilang dari tubuh Liana."


Kami terdiam kaget. Ini pertama kalinya nona Stephanie gagal dan menyerah seperti ini.


" Apa.. maksudnya nona Stephanie?" Tanya Kayn.


" Seperti yg kukatakan, itu mustahil" jawabnya.


" Tapi bukannya kau bisa menghilangkan semua jenis sihir jahat?" Tanya Elie masih tak percaya.


" Karena hal itu lah, aku tak bisa menetralkannya"


Tunggu, apa maksudnya? Aku tak paham sama sekali.


" Kalau begitu, Liana akan menjadi iblis?" Tanya Elie lagi. Liana hanya diam pasrah.


" Itu tidak benar"


Jawaban nona Stephanie itu tentunya membuat kami heran. Kutukannya gagal dinetralkan, tapi Liana tak akan menjadi iblis, apa sebenarnya yg terjadi?


Manusia setengah Iblis'? Apa itu? Aku tak pernah mendengarnya sama sekali.


" Apa...itu?" Tanya Kayn


" Itu adalah salah satu dari sekian banyak jenis iblis. Mereka punya kesadaran sebagai manusia, tapi tubuh mereka memiliki Manna iblis. Mereka termasuk jenis iblis kelas atas. Kelas yg berbahaya" jelas nona Stephanie " dikatakan seperti itu karena mereka tidak bisa dibunuh oleh iblis, namun mereka bisa membunuh iblis Karen sebagian besar sel mereka adalah manusia. Dengan kata lain, mereka adalah ras yg ditakdirkan menjadi yg paling ditakuti oleh iblis"


Eh, iblis yg seperti itu ada? Aku tak pernah mendengarnya sama sekali. Iblis yg bisa membunuh iblis.


Tapi, kenapa nona Stephanie menanyakan hal itu?


" Nona Stephanie, apa ini semua ada hubungannya dengan Liana?" Tanyaku menghilangkan rasa penasaranku. Pasti ada alasan kenapa nona Stephanie mengungkit hal itu.


" Ya, hal itu ada kaitannya" jawabnya. Kami semakin keran " saat ini, Liliana Rossweis adalah seorang manusia setengah Iblis'"


Kami pun semakin kaget dibuatnya.


" Jangan khawatir, itu bukanlah kabar yg buruk. Selagi kau memiliki pikiran sebagai manusia, kau dapat memanfaatkan kutukan ditubuhmu dengan baik tanpa membahayakan pikiran maupun tubuhmu." Lanjutnya " dan selama kau adalah manusia setengah Iblis, kau tak akan merasa terancam dengan serangan iblis"


" T-tapi, bagaimana anda bisa menyimpulkannya secepat itu?" Tanya Liana, sepertinya ia masih belum percaya dengan fakta ini.

__ADS_1


" Kalau kau masih belum percaya, coba kita ungkit tentang yg terjadi beberapa hari yg lalu" ucap nona Stephanie " saat dalam perjalanan kesini kalian diserang iblis bukan?"


" Itu benar" jawab Liana


" Kalau begitu, apa kau melihat ada semacam penghalang berwarna ungu yg melindungimu dari serangan salah satu iblis itu?"


Liana tersentak kaget. Sepertinya perkataan nona Stephanie benar-benar terjadi. Jadi itu artinya penghalang itu memang muncul? Penghalang iblis agar tak saling membunuh?


" Itu...bukannya itu segel iblis?" Tanya Kayn. " Apa itu benar-benar muncul Liana?"


" I-iya...itu muncul"


" Kalau begitu tak perlu dipungkiri lagi Liana. Semua yg dikatakan nona Stephanie benar. Kau sudah selamat dari kutukan iblis dan menjadi manusia setengah Iblis" ucapku " menurut penjelasan Nona Stephanie tadi, selama kau masih memiliki kesadaran sebagai manusia, kau tetap akan menjadi manusia. Itu bukan kabar buruk, melainkan kabar baik"


" S-sepertinya Zayn benar. Itu bukan sesuatu yg perlu dikhawatirkan Liana" ucap Elie. Liana terdiam, kini ia terlihat sedikit menangis. Tapi, itu adalah tangisan dari orang yg sedang berbahagia.


" Jadi...aku benar-benar tetap menjadi manusia?" Tanya Liana, menoleh ke nona Stephanie.


" Benar sekali, kau sudah terselamatkan Liliana"


Sontak air mata tak lagi terbendung olehnya. Ia pun menangis haru, menghadapi kenyataan yg penuh dengan kebahagiaan ini. Aku dan Kayn juga ikut senang melihat mereka.


" Terimakasih, terimakasih banyak nona Stephanie. Aku benar-benar berterimakasih" ucap Liana masih terisak " ini semua berkat bantuan anda, terimakasih banyak karena telah menyelamatkan hidupku"


Melihat itu, nona Stephanie tersenyum tipis.


" Tak perlu berterimakasih padaku, lagipula aku tak melakukan apa-apa"


Dan tentu saja kata-kata itu membuat kami kembali heran.


" Tadi kubilang kalau aku tak bisa menetralkan kutukan itu bukan?" Tanya nona Stephanie. Kami mengangguk " Alasan kenapa aku tak bisa menetralkannya adalah karena sudah tak ada lagi sel-sel sihir atau kutukan jahat. Semuanya telah dinetralkan oleh Kayn pada saat itu. Kutukan itu telah lama dijinakkan oleh Kayn "


" Dengan kata lain, bukan aku yg menyembuhkanmu, tapi Kayn yg melakukannya" lanjutnya " mestinya kau berterimakasih pada Kayn kan?"


Mendengar itu, Kayn jadi sedikit kaget. Ia tak pernah menyangka kalau ini semua karena usahanya. Aku menepuk bahunya, sambil tersenyum lebar.


" Kerja bagus Kayn, kau memenuhi janjimu pada Liana" ucapku.


" Kayn..."


Liana bangkit dan berjalan pelan kearah Kayn. Elie diam tersenyum melihatnya, begitu juga dengan nona Stephanie.


Melihat Liana yg berjalan kearahnya sambil tersenyum membuat Kayn salah tingkah dan langsung diam.


" Terimakasih banyak Kayn.."


Liana segera memeluk tubuh Kayn dengan erat. Kayn jadi semakin salah tingkah. Aku hanya tertawa kecil sambil berjalan menjauhi mereka.

__ADS_1


" L-Liana?"


" Kau telah menunaikan janjimu yg waktu itu padaku Kayn, kau telah menyelamatkanku. Terimakasih banyak." Ucapnya masih memeluk tubuh Kayn " aku mencintaimu Kayn"


__ADS_2