
Pagi yg sangat kutunggu-tunggu akhirnya tiba. Mentari pagi kembali memulai hari ini dengan kehangatannya. Dan pagi-pagi itu, aku dan Kayn susah siap didepan kediaman Elie, bersiap untuk perjalanan yg akan kami tempuh.
Barang-barang sudah dimuat diatas kereta kuda. Elie dan Liana sudah muncul tepat sebelum kami tiba. Mereka kelihatan sudah mempersiapkan semuanya. Mereka bahkan bangun lebih cepat dari kami berdua.
" Kalian sudah siap ya, Liana, Elie " sapa Kayn dari atas kereta kuda.
" Tentu saja, ini pengalaman yg sangat berharga untukku" jawab Elie " soalnya, ini pertama kalinya untukku pergi bersama seorang pria yg..."
" Seperti biasa kau selalu cerewet Elie.." sahutku, menghentikan ocehan Elie " cepat naik ke kereta. Bawa barang-barang kalian"
Elie menatapku kesal, tapi seketika tatapannya berubah. Seakan ia sedang membanggakan sesuatu.
" Kau menyuruh pemilik kereta ini naik? Seakan ini milikmu saja Zayn" balas Elie, tersenyum sambil melipat tangan di dadanya. " Kenapa? Apa kau begitu menyukainya?"
" Ya, aku sangat menyukainya. Dan bukan hanya kereta kudanya" ucapku, menatapnya " aku juga sangat menyukai orang yg telah meminjmkan kereta ini"
Seketika, wajah Elie kembali memerah.
" A-apa yg kau katakan bodoh?!"
Aku tertawa kecil. Pagi-pagi begini menggoda si polos Elie benar-benar menyenangkan.
Dan satu hal lagi, keluarga Bathory telah meminjamkan kami kereta kuda yg bagus dan nyaman ini. Aku tak terkejut bagaimana mereka bisa punya kendaraan sebagus ini, soalnya mereka bangsawan kaya. Hanya saja, awalnya pak Vermount bersikeras untuk memberi kereta ini secara cuma-cuma. Dan tentunya, kami menolak pemberian itu dan hanya berniat meminjamnya saja.
Kami juga disewakan seorang pengendara kuda. Ia tipe orang yg hanya menjalankan perintah tuannya, jadi tak perlu dipikirkan. Ia bukan tokoh yg penting.
Kereta kuda kami bergerak, menuju ke luar kota Bluelagoon. kota Bluelagoon, berada ditengah-tengah wilayah Bluelagoon. Perlu waktu sekitar dua atau tiga jam untuk masuk ke wilayah hutan Dark Forest. Kalau dihitung-hitung, perlu waktu sekitar lima jam untuk sampai ke markas. Selama itulah, kami tak ada kegiatan apa-apa selain melihat pemandangan sekitar.
" Ngomong-ngomong Elie, aku terkejut orang tuamu mau memberimu izin keluar bersama kami" ucapku
" Sebenarnya apa yg kau katakan pada mereka?" Tanya Kayn juga
__ADS_1
" Ya...aku hanya bilang akan menemani kalian berdua keluar kota untuk mengobati Liana... setelah itu mereka langsung setuju dan mengirimkan kereta kuda ini untuk kalian..." Jelas Elie " sepertinya ayah dan ibu sangat percaya pada kalian berdua"
Yah, entah kenapa itu terdengar seperti orang tua yg telah menyerahkan anak perempuannya pada kami.
" Ya, selagi kau izin tak masalah" ucap Kayn. Liana ikut tersenyum disampingnya
Omong-omong, kereta kuda yg kami naiki ini cukup mewah. Walaupun tak seperti kereta kuda kerajaan, tapi ini benar-benar nyaman. Didalam gerbong yg berukuran 2×3 meter ini, ada sebuah sofa empuk yg digunakan sebagai tempat duduk kami. Ada empat jendela di setiap sisi yg membuat kami bisa melihat pemandangan tanpa kemasukan debu ataupun asap. Suasana didalamnya juga sejuk. Kereta ini ditarik oleh dua kuda hitam yg terlihat gagah. Benar-benar kereta kuda yg mewah.
Kayn sudah memberi arah yg akan kami tuju ke penunggang kuda. Sisanya hanya tinggal menunggu saja. Yah, itu kalau tak ada hambatan yg muncul selama di perjalanan. Kuharap hal seperti itu tak muncul.
Tapi, takdir berkata lain.
" Hei Zayn, kira-kira seperti apa orang-orang di organisasi kalian itu?" Tanya Elie.
Pertanyaan Elie memecahkan lamunan kami. Ini sudah 3 setengah jam setelah kami mulai berjalan. Masih buruh 2 jam lagi agar sampai ke tempat tujuan.
" Ya...menurutku mereka seperti orang-orang pada umumnya" jawabku " bekerja, bermain, bersosialisasi, beristirahat, dan hidup bersama sebagai keluarga"
" Y-ya...aku mengerti itu"
" Kayn, kau merusak suasana..." Ucapku.
" Aku hanya mengatakan yg sebenarnya"
Beberapa detik setelah itu, raut wajah Kayn tiba-tiba berubah. Aku menyadarinya, ia terlihat sedang merasakan sesuatu.
" Ada apa Kayn?" Tanyaku.
__ADS_1
" Aku merasakan sesuatu didepan" jawabnya serius.
" Sesuatu?" Tanya Liana
" apa mungkin...iblis?" Tanya Elie, ikut cemas. Sepertinya kejadian tempo hari masih sedikit membuatnya resah.
" Ini memang iblis. Tapi bukan seperti iblis biasa...auranya sangat kuat, lebih kuat dari iblis Liana waktu itu " jawab Kayn.
Aku tersentak. Lebih kuat dari iblis kutukan? Apa-apaan itu? Apa mungkin, itu adalah yg terburuk dari yg terburuk. Sesuatu yg sangat tak ingin kami temui saat ini?
" Apa mungkin...raja iblis?" Tanyaku.
Kereta kuda mendadak berhenti. Sang penunggang memberitahu kami kalau ada seseorang yg menghambat jalan kami. Itu tiga orang bocah kecil dengan pakaian yg aneh. Mereka berdiri di tengah jalan, seakan sedang melakukan sesuatu.
Tanpa pikir panjang, aku pun segera keluar dari kereta. Kayn segera berniat mengejarku.
" Apa yg kau lakukan Zayn?!" Teriaknya " cih, anak itu maunya apa sih?"
Saat aku keluar, tepatnya sewaktu aku berdiri didepan kereta yg berhenti berjalan. 3 orang anak kecil yg tadinya hanya berdiri di tengah jalan itu mulai menatap kami. Sekali lihat aku sudah tahu, mereka adalah iblis. Itu terlihat dari kulit mereka yg pucat dan gigi yg tajam. Dan salah satu dari mereka bertiga pastinya raja iblis.
Ditengah, seorang bocah laki-laki dengan rambut merah panjang yg terlihat berantakan. Ia memakai pakaian yg terlihat seperti rompi, dengan celana pendek selutut. Dari wajahnya terpancar kalau ia adalah sosok yg penuh semangat.
Di sebelah kirinya, seorang gadis yg terlihat berumur 10 tahunan. Ia memiliki rambut pirang yg dikuncir pendek. Mengenakan jubah penyihir panjang berwarna hitam dengan rok selutut. Jika ia manusia, ia pastinya akan menjadi gadis yg imut. Tapi sayangnya, ia adalah iblis.
Disebelah kanannya, seorang gadis seperti yg sebelumnya. Memiliki rambut pendek berwarna biru. Mengenakan pakaian yg sama seperti gadis tadi. Dan lagi-lagi, ia terlihat imut kalau saja ia manusia.
" Oh, aku mengenalmu" ucap yg laki-laki " kau si Endarker dari asosiasi itu kan? Merepotkan sekali"
" Tuan Nel, Endarker yg satu lagi datang lho " ucap gadis berambut pirang.
" Dan dia datang bersama dua orang gadis manusia....apa maksudnya ini?" Ucap gadis dengan rambut biru.
__ADS_1