
"namaku Vestine de Oust, pemimpin utama ReVoid. Teman seperjuangan Oliver Grace dan juga ayahmu, Zean Endarker...."
Lagi-lagi orang yg mengenal ayahku muncul. Dan ia merupakan pemimpin utama dari organisasi besar ini. Benar-benar kejutan untukku. Sepertinya aku benar-benar tak tahu orang seperti apa ayahku itu.
Aku menunduk, menunjukkan kalau aku paham situasi saat ini. Fiera yg tadi bersikap hormat mulai kembali menjadi seperti biasa, menatap heran kearahku yg mendesah pelan ini.
"Begitu ya...jadi anda pemimpin yg dimaksud itu." Gumamku. "Kalau begitu boleh aku bertanya pak Vestine?"
"Tanyakanlah." Jawabnya.
"Tadi anda bilang kalau ayah dan paman Oliver itu teman seperjuangan anda... sebenarnya apa maksudnya?"
"Apa ayahmu belum pernah cerita?"
"Yah, sebenarnya ayah sama sekali tak pernah menceritakan soal pekerjaannya pada kami...." Balasku "hanya sedikit yg kutahu tentang ayah...."
"Kalau begitu apa kau pernah mendengar tentang penyerangan iblis dan vampir di kota ini 10 tahun yg lalu?"
"Ah, aku pernah mendengarnya." Jawabku.
"Saat itu, Oliver dan ayahmu tengah menghadapi musuh yg diluar kemampuan mereka, yaitu vampir." Jelasnya "orang biasa mustahil bisa membunuh vampir, bahkan jika orang itu adalah mereka berdua...."
"Anda ingin bilang kalau ada yg membantu mereka?" Potongku. "dan anda lah orang itu?"
"Tepat sekali, walau sebenarnya saat itu kami sudah lama berteman...." Jawab pak Vestine "saat itu, kami ReVoid lah yg menghadapi para vampir, sedangkan Oliver dan ayahmu menghadapi para iblis...."
"Hmm...jadi Magic Assosiation dan ReVoid sudah lama menjalin kerjasama." Ucapku.
Aku mengangguk paham. Vestine juga terlihat puas.
"Sepertinya Oliver sudah memberitahumu detail situasinya kan?" Tanya Vestine memastikan.
"Ya...paman hanya mengabarkan informasi tentang serangan besar-besaran ras vampir yg akan terjadi di kota ini. Hanya itu, tak lebih." Jawabku. Vestine mengangguk.
"Itu sudah cukup untuk membuatmu mengerti tugasmu bukan?"
"Ya... kupikir begitu." Jawabku lagi "selain itu pak Vestine, tadi anda bilang kalau orang biasa tak akan mampu membunuh vampir kan? Kalau begitu bagaimana cara kami mengalahkan mereka?"
"Benar, Fiera juga penasaran!"
Vestine diam sebentar, mengatur kata-kata yg akan ia ucapkan.
"Ya... sebenarnya semua orang dapat melukai dan membunuh vampir...asalkan mereka memiliki sebuah sel khusus"
"Sel khusus?"
"Sel itu merupakan sebuah organisme yg merupakan racun bagi Vampire, mereka akan melumpuhkan sistem regenerasi vampir dan menembus pertahanan mereka...mereka diberi nama Void." Jelasnya "Void saat ini diproduksi oleh para ilmuan yg bekerja di laboratorium kami di kota Silva, kerajaan Silverstone...karena itulah, saat ini hanya kami yg dapat menghadapi para vampir itu. Kerajaan lain pun dengan sudah mulai menerima kami walaupun dengan sedikit rasa terpaksa...."
"Jadi begitu, aku mengerti...." Balasku "lalu, saat ini siapa yg memiliki sel itu?"
"Sebenarnya sel itu dapat memperbanyak diri dengan kontak khusus yg diberikan inang utamanya, hanya inangnya saja yg mampu mengaktifkan kemampuan itu. Dengan begitu, sel Void dapat menyatu dengan senjata dan juga makhluk hidup lain yg bukan inangnya...." Lanjut pak Vestine "saat ini para memilik Void berjumlah tak lebih dari 20 orang....mereka dijuluki dengan sebutan Reign. Dikota ini ada 7 orang Reign termasuk aku dan Mikoto bersaudara."
__ADS_1
"Shiki dan Aoi ya...." gumamku "kalau begitu, bagaimana dengan prajurit yg lain?"
"para prajurit selain mereka sudah menerima sel Void dari para Reign. Mereka sekarang tak beda dengan para inang."
Begitu ya, jadi intinya hanyalah sel bernama Void itu. Dengan sel itu, kami bisa mengalahkan para vampir itu dengan leluasa.
"Aku yakin kalau kau sudah mengerti sepenuhnya bukan Zayn?"
"Ya, sebagian besarnya aku sudah paham" jawabku.
" Kalau begitu, kalian sudah siap...." Ucap pak Vestine. Tapi sebelum itu, ia terdiam sebentar.
"Ada apa?"
"Apa hanya kalian berdua anggota yg Oliver kirim?" Tanyanya.
"Sebenarnya ada lima orang. Aku, kakak kembar ku Kayn, Fiera, dan dua orang lagi adalah anggota baru kami...."
"Anggota baru?! Apa yg Oliver pikirkan? Mengirim pemula di misi berbahaya seperti ini...."
Fiera terlihat sedang menahan tawanya. Sepertinya perkataan tadi sedikit lucu baginya.
"Yah, sebenarnya paman Oliver hanya bisa mengirim 3 orang saja. Dua yg lainnya kebetulan tinggal di kota ini, mereka bisa dibilang tambahan." Ucapku.
"Tapi tetap saja ini misi yg berbahaya...orang tak berpengalaman seperti mereka bisa saja mati terbunuh"
"Tenang saja, mereka tak selemah itu, aku yakin." Ucapku meyakinkan "lagipula kalau memang mereka dalam bahaya, kami tak akan tinggal diam. Kami akan melindungi mereka sekuat tenaga."
"Y-ya...memangnya kenapa?"
"Huh, biar kukatakan sebelum terlambat...." Ucap pak Vestine menghela nafas pelan "jangan biarkan perasanmu mengacaukan pikiranmu...tetaplah fokus dengan misi kalian."
"B-baiklah...."
Apa maksudnya itu? Aku benar-benar tak mengerti apa maksud ia mengatakan itu.
"Dan juga karena kalian masih belum berpengalaman, sementara kalian akan bertugas dibawah komando Reign of Katana, Shiki Mikoto. Ia akan menjelaskan pada kalian apa-apa yg mesti kalian lakukan selama menghadapi para vampir."
"O-oh...kami mengerti."
"Karena kalian sudah mengerti, kalian boleh pergi." Ucap pak Vestine "berjuanglah."
"Baik!"
Aku dan Fiera keluar ruangan. Diluar, Shiki dan Aoi yg masih berada didepan tenda menghampiri kami.
"Bagaimana? Apa ada masalah?" Tanya Shiki.
"Tidak, tidak ada apa-apa." Jawabku.
"Hei Zayn, Sebenarnya apa hubunganmu dengan ketua?" Tanya Shiki.
__ADS_1
"Eh, kau tak tahu?" Tanyaku heran.
"Ya...aku hanya tahu kalau ketua mencarimu. Selain itu Aku tak tahu apa-apa."
"Begitu...yah, kebetulan ketua kalian adalah teman dari ayahku." Jawabku "dan karena itu kami mulai saat ini akan bekerjasama dengan kalian. Mulai saat ini kau bertanggung jawab atas kami."
"Tunggu, aku benar-benar tak mengerti...hanya karena kalian anak dari teman ketua kalian bekerjasama dengan kami?"
"Eh, kau benar-benar bertanya soal itu?" Tanyaku semakin heran "ketua kalian tak memberitahu apa-apa soal kami?"
"Sudah kubilang aku tak tahu dan juga tak ingin tahu. Soalnya itu bisa saja membuatku repot dan aku tak mau itu terjadi."
Yg benar saja! Apa dia ini tipe orang yg cuek dengan apa yg terjadi didepannya?!
"Huh, akan kuberitahu...." Ucapku. Aku pun menegakkan punggungku dan berkata dengan tegas "Magic Knight No 13 The Monster Zayn Endarker, dan juga Magic Knight No 9 The Sniper Fiera Flamie mulai saat ini akan bekerjasama dengan ReVoid dibawah pengawasan Reign of Katana Shiki Mikoto...dengan begini kau sudah paham?"
Shiki dan Aoi seketika terdiam. Dari mukanya saja, aku dapat melihat kalau mereka merasa sangat kaget. Tak tahu karena apa, yg penting tingkat kejutnya sangat tinggi.
"E-eh?! Yg benar?! Kami akan membimbing Magic Knight sungguhan?!! Ini sungguh kehormatan!" Teriak Shiki, membuatku dan juga Fiera kaget.
"Maafkan atas omonganku yg kasar tadi, tuan Magic Knight!" Ucap Aoi juga menunduk hormat pada kami.
"H-hei hei, apa-apaan reaksi kalian ini?" Tanyaku masih sedikit kaget. "Apa kalian perlu seantusias itu?"
"Fiera jadi kaget...."
"S-sebenarnya kami sangat mengagumi kalian. Bisa dibilang kami ini penggemar berat kalian. Dan sekarang kalian yg sangat kami kagumi malah menjadi bawahan kami, ini sungguh sebuah kehormatan!"
"A-aku minta maaf!"
"Tak perlu minta maaf terus...."ucapku "aku bingung kenapa pembunuh bayaran seperti kami ini sampai punya penggemar...."
"Soalnya kalian sudah berjuang keras mengahadapi para iblis tanpa menghiraukan orang-orang yg menghina dan menjelek-jelekkan kalian. Jujur saja, itu sangat mengagumkan." Jawab Shiki dengan muka penuh semangat.
"Aku minta maaf!"
"Sudah kubilang hentikan!"
"Yah...tetap saja ini mengejutkan"
Shiki dan Aoi langsung kembali seperti semula, seakan mereka tak pernah terkejut sedikit pun. Mereka benar-benar kembali tenang.
"Untuk sekarang sepertinya lebih baik kalian kembali ke rumah masing-masing. Untuk hari ini anggap saja sebagai hari perkenalan saja. Pelatihannya akan kita mulai besok, karena itu hari ini beristirahatlah dengan nyaman." Ucap Shiki.
"Kakak benar, tidurlah dengan nyenyak. Soalnya...." Wajah Aoi kembali cuek seperti sebelumnya. Tidak, ini lebih tepat seperti wajah yg sedang mengintimidasi "...mungkin saja, ini akan menjadi hari terakhir kalian bisa tidur dengan nyenyak...."
"Y-ya...kami mengerti" ucapku dan Fiera serentak.
Tak kusangka kalau dia orang yg barusan berulang kali minta maaf padaku, sifatnya benar-benar berubah, membuatku bingung saja.
Yah, setidaknya kami bisa kembali untuk tidur dengan nyenyak hari ini.
__ADS_1