
Hari latihan ku akhirnya berlalu dengan lancar. Setelah seminggu berlatih, aku sudah benar-benar yakin dengan kemampuan ku. Meskipun aku hanya dapat menguasai sebagian dari teknik memanah dan sabit, setidaknya aku sudah bisa mempraktekkannya di pertempuran nyata. Kemampuan sihirku juga sudah ku modifikasi agar dapat mempermudah penggunaan senjataku. Seperti yg Kate bilang, senjata sangat diperlukan untuk melawan vampir. Karena itu aku berencana memperkuat senjataku dengan sihir agar menambahkan kekuatan dalam pertarungan ku nantinya.
Aku juga sudah selesai mempersiapkan senjata yg kubutuhkan. Untuk memaksimalkan kemampuan ku, dibutuhkan senjata dengan kualitas tinggi. Satu buah handgun dengan 5 magazin yg berisi 12 peluru. Ini akan sangat kubutuhkan untuk mengatasi serangan dadakan dan serangan jarak jauh. Karena aku belum terlalu mahir menggunakan panah, aku tak membawanya. Kemudian pedang panjang dan sabit besar yg masing-masingnya terbuat dari bijih adamantite, logam terkuat di dunia ini.
Semua senjata itu mustahil bisa kubawa dalam satu kali perjalanan, itu akan memakan banyak tenaga. Karena hal itulah aku menggunakan sihir penyimpanan untuk menyimpan sekaligus mengangkut semua senjata yg kubutuhkan, kecuali Handgun. Aku memerlukan handgun untuk mengatasi serangan dadakan, karena itu aku perlu meletakkan nya di tempat yg mudah dijangkau. Handgun juga tak terlalu besar dan tak memakan banyak tempat dan tenaga untuk membawanya.
Semua persiapan selesai, aku pun kembali ke keseharian ku seperti sebelumnya. Masuk ke sekolah pagi, dan kembali bekerja mengawasi kota di malam hari.
Tiga hari setelah masa latihanku, tak ada hal bagus ataupun hal buruk yg terjadi. Semua berjalan begitu damai, sampai-sampai aku menjadi sedikit takut dengan situasi damai ini. Para vampir semakin jarang muncul. Vampir bangsawan juga tak muncul. Mereka benar-benar terlihat seperti meninggalkan kota ini begitu saja. Memang ini bisa menjadi waktu bagi kami untuk beristirahat, tapi jujur saja situasi tak menentu ini menggangguku.
Sebagian pasti beranggapan kalau para vampir pasti telah meninggalkan kota ini setelah kehilangan banyak anggota. Anggapan kalau para vampir itu telah menyerah pada kota ini banyak menyebar dikalangan anggota ReVoid. Tentunya itu hanya anggapan semata dari orang-orang yg hanya ingin beristirahat. Kalau dipikir-pikir vampir menyerah pada sesuatu yg membuat mereka mengorbankan banyak nyawa itu mustahil. Vampir itu makhluk yg licik dan juga cerdas. Kekalahan kecil seperti ini tak mungkin membuat mereka mundur.
Tapi tetap saja, kami belum menemukan apa sebenarnya motif dari penyerangan ini. Para vampir juga belum bertindak sejauh ini. Apa mungkin mereka masih mengumpulkan informasi? Atau mungkin mereka sudah mendapatkan apa yg mereka incar? Kuharap itu semua hanya pemikiranku saja.
Tiga hari ini berlalu dengan sedikit penyergapan.
Dan di hari keempat, tragedi berantai mulai bermunculan.
"Mohon bantuan....vampir menyera....kirimkan bantu....distrik 5 dalam...."
Sebuah transmisi yg mencurigakan. Kelihatannya orang yg mengirim nya sedang dalam keadaan antara hidup dan mati. Transmisi itu menyebar ke seluruh personil yg bertugas pada hari itu, termasuk aku dan Aoi yg saat ini bertugas di distrik 4.
"Permintaan bantuan? Apa mereka mulai menyerang lagi?" Tanya Aoi.
Disaat yg sama, aku merasakan energi sihir yg gelap dari arah distrik 5 tempat transmisi itu dikirim.
"Aku merasakan sesuatu. Aoi, aku pergi dulu. Segera susul aku jika keadaannya aman." Ucapku.
"Baiklah."
Aku segera terbang dengan kedua sayap monsterku, melesat ke distrik 5. Butuh waktu sekitar 5 menit untuk bisa sampai kesana dengan kecepatan ini. Semoga saja masih sempat.
Selain itu, apa-apaan energi sihir yg kurasakan tadi? Itu terasa seperti Manna yg sangat gelap dan kotor. Tak seperti sihir pada umumnya. Ada sedikit rasa vampir di Manna itu. Apa mungkin Blood Sacrified? Kalau begitu para vampir bangsawan itu mulai bergerak lagi?
Aku sampai tepat di depan sebuah lorong gang yg sangat gelap. Saat aku maksuk, pemandangan tak sedap yg sangat mengerikan terpampang di dalamnya.
Mayat-mayat anggota ReVoid berserakan di sisi gang, dengan kondisi yg mengenaskan. Di tubuh mereka ada sebuah luka dalam yg menembus tubuh mereka. Dan juga, sepertinya mereka mati karena kehabisan darah.
__ADS_1
Dan ditengah-tengah pemandangan itu, sesosok makhluk aneh tak dikenal bergerak layaknya seekor ular yg meliuk-liuk. Tubuhnya berwarna merah darah, sangat abnormal. Ditambah lagi ia memiliki ukuran kepala yg tak sesuai dengan tubuhnya.
Selain itu, makhluk ini memancarkan Manna dan energi serupa dengan apa yg kurasakan tadi. Tak salah lagi, sumber Manna gelap ini berasal darinya.
"Berhenti disana!"
Aku bergerak maju hendak menebasnya dengan pedangku. Tapi pergerakan nya begitu cepat dan juga lincah. Tanpa kusadari ia menghindari seranganku dan menghantam tubuhku sampai membuatku terhempas menabrak dinding. Kekuatan nya sangat kuat, tak seperti bentuk tubuhnya yg pipih. Sebenarnya makhluk apa ini?!
Sesaat setelah melakukan serangan itu, ia pun mundur dan menghilang di balik bayang-bayang lorong yg sangat gelap. Aura dan Manna gelap itu seketika lenyap tanpa jejak.
"Makhluk apa itu tadi?...." Gumamku.
Ditengah keheningan itu, aku mendengar suara nafas dari salah satu korban yg tergeletak di tanah. Dengan segera aku menghampirinya.
"Z-zoe?! Hei bertahanlah! Apa yg terjadi disini?!" Ucapku.
Dilihat dari lukanya yg parah, sungguh keajaiban ia bisa bertahan. Tapi tetap saja nyawanya terancam. Ia kehilangan banyak darah, lukanya juga cukup lebar. Ia benar-benar di kondisi antara hidup dan mati.
"Zayn apa kau baik-baik sa—
Aoi yg baru tiba menghentikan kata-katanya tepat setelah melihat apa yg ada didalam lorong. Matanya terbelalak kaget. Ia terlihat sedikit gemetaran dengan mulut terbuka yg ia tutup dengan kedua tangannya.
"Ya...kita terlambat."
Setelah beberapa detik kelompok Shiki, Kate, dan Kallen pun tiba ke tempat kejadian. Dan seperti halnya Aoi, mereka terkejut melihat semua ini.
"Mereka semua...terbunuh?" Tanya Shiki, berjalan menghampiri tumpukan korban pembantaian itu.
"Kita terlambat...seperti biasanya mereka tak punya belas kasihan." Ucap Kate juga.
"Dilihat dari luka yg mereka terima, kemungkinan mereka diserang dengan Blood Sacrified. Itu berarti para vampir bangsawan yg melakukan ini...." Ujar Kallen.
Shiki segera mengamati tiap luka di tubuh korban. Ia memperhatikan dengan sangat teliti bagaikan seorang dokter profesional diikuti oleh anggota ReVoid lain yg datang bersama mereka.
"Luka tusukan dalam di tiap perut korban, gejala anemia berat, sepertinya mereka mati karena kehabisan darah. Sudah pasti para vampir itu menyedot habis darah mereka...." Ucap Shiki.
"Ada yg aneh, tak ada satupun tanda gigitan vampir di tubuh korban. Sepertinya para vampir itu tak menghisap darah korban dan membiarkan darah mengalir keluar sampai mereka mati...." Anggota lain yg ikut memeriksa menimpali.
__ADS_1
"Tidak tidak, mana mungkin para vampir tak menghisap darah sebanyak ini. Selain itu jika dilihat dari waktu siaran transmisi, mustahil mereka bisa mati kehabisan darah secepat ini hanya karena luka di perut mere—
Seakan menyadari sesuatu, Shiki kembali memeriksa luka tusukan di perut korban. Dan saat itulah, ia menyadari sesuatu.
"Tunggu dulu...itu tak mungkin kan?...katakan kalau ini hanya kebetulan saja...."
Shiki terlihat pucat dengan tubuh gemetaran. Sebenarnya ada apa ini?
"Hey Shiki, apa maksudmu?" Tanya Kate.
"Kak Kate, coba kau lihat luka di perut mereka. Bukankah itu terlihat familiar?" Tanya Shiki.
Kate dan Kallen segera melakukan apa yg Shiki katakan, begitu juga dengan Aoi. Dan sama seperti Shiki, mereka masing-masing menunjukkan wajah cemas setelah melihat apa yg terjadi pada tubuh korban.
"Tidak...luka spiral ini...tak mungkin."
"Luka spiral di perut, kehabisan darah tanpa tanda gigitan vampir, tak salah lagi...."
"Ini benar-benar gawat....kita harus segera mengabari ketua secepatnya."
"Hey katakan padaku apa yg terjadi?! Siapa sebenarnya vampir yg melakukan ini semua?!" Desakku.
"Luka spiral ini adalah bekas dari serangan Blood Sacrified...dan hanya satu orang vampir yg selalu melakukan hal seperti ini sepanjang sejarah...." Ucap Kallen. "Ratu vampir ke-9, Rozalia le Porte...."
Mendengarnya, tentu saja aku terkejut. Sekarang aku mengerti kenapa mereka semua seketika pucat. lawan kita kali ini bukan hanya Vampir bangsawan kelas atas, tapi vampir bangsawan tingkatan tertinggi. Ratu vampir yg memimpin serangan invasi ini.
"Diantara para vampir, Rozalia termasuk yg paling rakus dalam sejarah vampir selama satu abad ini. Blood Sacrified miliknya adalah tipe summon yg langka. Blood Sacrified Orario sang naga darah. Memiliki bentuk seperti ular berwarna merah dengan kepala naga yg besar diujungnya. Wujud ini merupakan wujud terlemahnya dan yg paling sering digunakan oleh Rozalia...." Kallen menjelaskan. "Dalam kasus terburuk, naga darah Orario dapat mengeluarkan wujud sempurna nya. Ia akan menjadi seperti naga sungguhan dengan menggunakan darah dari makhluk lain yg ia hisap. Benar-benar kekuatan yg sangat berbahaya...."
Tunggu dulu, itu mirip seperti makhluk yg kuhadapi saat baru tiba kesini. Kalau itu memang benar, berarti saat ini pihak vampir benar-benar mengerahkan kekuatan tempur terkuat mereka. Ini bisa gawat.
"Bukan hanya itu...wujud Orario memiliki kecepatan gerak dan kekuatan yg tinggi. Serangan biasa tak akan bisa melukainya...." Lanjut Shiki.
Aku mengangguk. Aku pernah melawannya sekali walau hanya sebentar. Kekuatan dan kelincahan nya benar-benar tak terduga.
"Berkeliaran saat ini akan sangat beresiko. Pertama-tama kita perlu membawa para korban ini ke tenda darurat. Dan juga segera bawa Reign Zoe yg terluka parah ini ke pihak medis. Kita tak boleh membiarkannya mati terbunuh disini. Sesegera mungkin kita akan mengatur kembali apa yg mseti kita lakukan. Segera beritahu ketu tentang ini."
"Baik!"
__ADS_1
Untuk saat ini, melanjutkan tugas pengawasan akan jadi sangat berbahaya. Kita perlu menyusun ulang rencana untuk melawan monster yg satu ini.
Tapi, ini baru awal dari tragedi yg sebenarnya.