Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Buronan Redstone


__ADS_3

Dituntun oleh si pemilik bengkel, Aleesha, kami tiba di sebuah ruangan bawah tanah yg cukup luas. Berbagai macam benda dan peralatan-peralatan tersusun dengan rapi, sama sekali tak terlihat berantakan sebagaimana pengrajin pada umumnya.


Aleesha menyebut tempat ini sebagai tempat pribadi, yg tentu saja menjadi tempat rahasia rahasia. Itu terlihat jelas dari bagaimana ia menyembunyikan pintu masuknya menggunakan sihir Alkimia yg sangat sedikit penggunanya.


Dan nampaknya, mulai sekarang kami akan tinggal di tempat ini selama misi berlangsung.


"Seperti biasa kau masih suka membuat tempat persembunyian seperti ini ya ...." Ucap Hughess.


"Hey, apa ada yg salah dengan itu? Sebagai mata-mata sudah wajar kan kalau aku punya tempat seperti ini? Lagipula Magic Assosiation sangat terlarang di kota ini. Tidak, bahkan di kerajaan ini," jawab Aleesha. "Aku malah penasaran bagaimana kalian bisa sampai kesini dengan aman. Jangan bilang kalau kau membuat jalan rahasia lagi?"


"I-itu benar, kami memang menggunakan jalan bawah tanah yg dibuat kak Hughess," ucap Elie.


"Itu bukan masalah besar," ucap Hughess percaya diri.


"Bukan masalah katamu? Masuk kota menggunakan jalur bawah tanah itu ilegal kau tahu?!" Bantah Aleesha.


"Lalu kau menyuruhku masuk dari pintu gerbang dan tertangkap?!"


"Setidaknya masuklah dari atas langit."


"Kau pikir kami burung?! Lagipula itu sama-sama ilegal kan?!"


Entah apa yg sedang mereka perdebatkan, tapi sepertinya ini cara mereka untuk saling menyapa satu sama lain setelah lama tak berjumpa. Mungkin.


Setelah memperdebatkan hal-hal yg tak jelas, Aleesha mengajak kami berkeliling di tempat rahasianya. Saat masuk, kukira tempat ini hanya seluas ruang ujicoba di markas, tapi siapa sangka masih ada ruangan tersembunyi lainnya. Sepertinya ruangan-ruangan itu belum tidak terpakai sebelum kami tiba, jadi pintu-pintu itu selalu ditutup olehnya. Tapi karena kami datang, semua pintu itu ia buka tanpa terkecuali. Dan ternyata, ada lorong-lorong yg menuju ke ruangan yg bermacam-macam. Ini terlihat seperti versi kecil dari markas Magic Assosiation.


Ada berbagai macam ruangan disana seperti ruang latihan, ruang eksperimen, ruang buku atau biasa disebut perpustakaan, ruang penyimpanan, dapur, kamar mandi, dan beberapa kamar tidur. Nampaknya, rumah asli Aleesha berada di bawah tanah, dan bangunan diatas adalah pintu masuk yg disamarkan menjadi sebuah toko pandai besi dan bengkel.


Selain itu, aku menemukan fakta kalau Aleesha mempelajari ilmu Alkimia dari Hughess, dan ilmu bertarung dari paman Oliver. Selain itu, ia juga seorang gadis jenius yg kreatif seperti nona Stephanie dan kak Chezie. Ia memiliki hobi merakit dan menciptakan benda, seperti halnya seorang ilmuan dan penemu. Kemampuannya dalam berpikir dan bertindak tak bisa dianggap remeh. Sepertinya karena hal itulah ia dipercayakan sebagai informan sekaligus mata-mata di kerajaan Voracity yg sangat keras terhadap Magic Assosiation.


Hari pertama setelah kami tiba, kegiatan kami untuk yg pertama kalinya adalah bersih-bersih.


"Entah kenapa rasanya seperti kita baru saja pindah rumah ...." Gumamku.


"Bukankah kita memang pindah rumah?" Tanya Elie. "Walaupun hanya sementara, tapi kita seterusnya akan tinggal disini kan?"


"Yah, Itu memang benar tapi ...."


"Zayn, jangan mengeluh ketika sedang bersih-bersih. Lakukan saja dengan lapang dada, lagipula jika tempat ini bersih kita juga yg senang," sahut Liana.


"Hahaha, kau seperti ibu rumah tangga saja, Liliana Rosweiss," sahut Aleesha balik. "Seperti yg kau katakan, semakin bersih tempat ini semakin nyaman juga kita tinggal didalamnya."


"Kau dengar itu, Zayn?"


Ugh, kenapa aku malah kena ceramah lagi oleh tuan putri ini??


Karena lama tak dipakai, beberapa ruangan yg ada di sini penuh dengan debu yg menumpuk. Bahkan beberapa darinya sudah dipenuhi dengan sarang laba-laba, bagaikan rumah hantu yg telah ditinggal oleh pemiliknya selama bertahun-tahun. Karenanya kami perlu bekerja keras hanya untuk membersihkan semua ruangan ini. Dan yg mempelopori semua itu tentunya si tuan putri Liana itu. Ia bahkan sampai bisa membuat Hughess bekerja. Aku penasaran, jika Tony ada disini apa dia juga akan bekerja jika disuruh olehnya?

__ADS_1


Kegiatan bersih-bersih ini berlangsung selama setengah hari lebih. Kami memulainya disiang hari, disaat kami baru saja tiba. Dan selesai saat matahari sudah sepenuhnya tenggelam. Kira-kira sekitar pukul 7 malam.


Lelah diseluruh tubuh, dan dipenuhi oleh debu serta bau keringat, sepertinya sudah saatnya kami semua mandi. Tentu saja, bergantian. Mana mungkin kami semua berbagi kamar mandi dan mandi bersama kan? Ini bukan seperti novel-novel romantis yg banyak dibaca anak muda.


Para gadis mandi duluan, sementara laki-laki yg hanya aku dan Hughess beristirahat di ruang tengah. Sambil menikmati teh hanyaiyg disiapkan Aleesha, kami berdua duduk melepas lelah.


"Hei Hughess ... Tentang kau dan Aleesha, apa benar kalian teman sejak kecil?" Tanyaku penasaran.


"Itu memang benar. Lagipula yg membantu ku keluar dari kejaran kerajaan Redstone adalah Aleesha."


"Ah benar juga, aku selalu penasaran tentang ini ...." Ucapku lalu menghadap ke Hughess. "Sebenarnya, apa yg membuatmu bisa menjadi Buronan kerajaan Redstone?"


Mendengar pertanyaan ku, Hughess sedikit tersenyum. Tapi itu bukan senyum yg hangat, melainkan penuh dengan kesedihan dan penderitaan.


"Bukan masalah yg serius. Aku hanya tanpa sengaja mempelajari sihir terlarang, hanya itu."


Aku tak percaya kalau hanya itu alasannya.


"Meskipun itu sihir terlarang, tak ada alasan mereka menjadikan mu Buronan kan?" Tanyaku lagi.


Hughess hanya terdiam. Seakan sedang berpikir untuk mencari jawaban yg memuaskan ku.


"Kau tahu, kerajaan Redstone sangat ketat dalam sihir. Terutama dalam sihir terlarang. Sampai kapanpun, mereka akan terus memburu para pengguna sihir terlarang, sampai kapanpun ...."


"Kalau begitu, kenapa hanya kau yg dijadikan Buronan?" Tanyaku lagi. Hughess menatap heran. "Tadi kau bilang kalau kerajaan itu akan selalu memburu para pengguna sihir terlarang, yg berarti ada lebih dari satu pengguna sihir terlarang kan?"


"Berguna?"


"Apa kau pernah mendengar cerita tentang bagaimana terbentuknya kota Mercy yg saat ini menjadi ibukota kerajaan Redstone?"


"Ya, legenda yg mengatakan kalau kita itu dibangun hanya dalam hitungan menit?"


"Itu bukan legenda, juga bukan karangan. Itu adalah kisah asli, itu kenyataan," jawab Hughess.


Aku sedikit terkejut mendengar fakta itu. Dari awal aku selalu meragukan cerita itu. Karena dilihat dari manapun, mustahil kau bisa membangun sebuah kota besar hanya dalam kurun waktu kurang dari sejam. Meskipun dengan menggunakan sihir Alkimia, masih membutuhkan waktu yg banyak untuk membangun kota sebesar itu.


"Tapi, bagaimana caranya?"


"Dengan menggunakan sihir Alkimia. Dan tentunya, bukan sembarang Alkimia," jawab Hughess. "Sihir agung Fussion, itu adalah satu-satunya sihir yg bisa membuat cerita itu menjadi nyata. Dan saat ini, satu-satunya orang yg memiliki nya hanyalah aku."


"Jadi maksud mu, sihir itu ...."


Seakan mengerti maksud perkataan ku, Hughess mengangguk.


"Itu adalah sihir terlarang yg kucuri dari perpustakaan kerajaan, dan kukuasai dalam waktu tak lebih dari seminggu."


Jadi begitu. Alasan kenapa kau jadi buronan bukan hanya karena menguasai sihir terlarang, tapi juga karena mencurinya dari arsip kerajaan.

__ADS_1


Tapi, apa yg membuat mereka bersikeras menangkap Hughess hidup-hidup?


Sekali lagi, Hughess menyadari rasa penasaran ku.


"Dengan sihir ini, kerajaan Redstone dapat memperluas kekuasaan mereka sampai ke daerah-daerah yg tak dapat dijangkau oleh Manusia. Tapi sihir sebesar itu pastinya punya efek samping yg besar juga. Tapi, apa menurut mu pihak kerajaan akan peduli dengan hal sepele itu?"


"Tidak." Jawabku.


Kemungkinan terbesar nya, pihak kerajaan itu akan memperlakukan Hughess seperti alat dan sama sekali tak memikirkan akibat dari perbuatan mereka padanya. Alasannya, karena Hughess bukanlah orang terpandang, ia bukanlah bangsawan.


"Jika aku terus menggunakan sihir itu, Manna ku akan cepat habis. Itu karena sihir tersebut membutuhkan Manna yg sangat melimpah. Selain itu, juga dibutuhkan konsentrasi yg tinggi disaat menggunakan sihir tersebut. Sebagai manusia biasa, pikiran ku akan hancur jika terlalu sering menggunakannya, apalagi dalam skala yg sangat besar. Kemungkinan terbesar nya aku akan kehilangan kewarasan ku."


Itu cukup berbahaya. Wajar saja kalau Hughess melarikan diri dari kerajaan itu.


"Kalau begitu, kenapa mereka tidak mempelajari sihir itu saja daripada terus memburu mu yg tak jelas keberadaannya?" Tanyaku. Itu adalah hal yg logis. Daripada mencari sesuatu yg tak pasti, kenapa mereka tak mempelajari apa yg ada dihadapan mereka?


"Aku yakin kau pasti akan mengatakan hal seperti itu. Jika ini adalah sihir biasa, masih mungkin mereka akan mempelajarinya. Tapi ini adalah sihir terlarang, dan lagi tingkatan tertinggi dalam sihir Alkimia. Ada dua kondisi yg membuat mereka tak melakukan nya. Pertama itu karena kepercayaan mereka bahwa mempelajari sihir terlarang adalah hal yg tabu." Jelas Hughess. "Kedua, sihir ini berwujud gulungan kuno yg saat ini ada padaku, atau lebih tepatnya, tak bisa lepas dariku."


Tunggu, apa maksudnya itu?


"Selain itu, sihir ini sangat sulit untuk dikuasai, dan bisa dibilang mustahil. Itu karena gulungan sihir itu sendiri yg memilih tuannya. Dan sekali menemukan tuannya, ia tak akan lepas sampai tuannya terbunuh. Seperti itulah sihir Fussion yg kumiliki."


"T-tunggu dulu, kalau begitu kau tak mencurinya melainkan gulungan itu sendiri yg memilihmu kan?"


"Kau pikir mereka akan menerima kenyataan semacam itu?"


Ah, itu benar juga. Bagaimana pun itu akan kembali ke kondisi awal. Ia akan menjadi alat kerajaan.


Tak pernah ada opsi untuk melakukan perdamaian dengan mereka, itu karena sejak awal mereka mengincar Hughess demi kepentingan kerajaan.


Karena hal itu, Hughess beserta teman masa kecilnya, Aleesha melarikan diri bersama keluar dari kerajaan Redstone. Dan saat itulah mereka bertemu dengan paman Oliver dan menjadi anggota Magic Assosiation.


"Lalu, bagaimana dengan keluarga mu di kerajaan itu?" Tanyaku. Itu benar, Hughess masih punya keluarga disana. Kalau tidak salah ia pernah bilang masih memiliki seorang ibu dan adik perempuan.


"Mereka aman, hanya saja kabarnya mereka dalam pengawasan kerajaan. Memang sedikit membuatku kesal, tapi setidaknya mereka tidak dibunuh karena ulahku," ucap Hughess tersenyum kecut. "Sudah lama aku tak bertemu mereka berdua. Sepertinya adikku akan sangat membenciku yg seorang buronan ini."


Setidaknya, mereka aman. Entah kenapa aku juga sedikit merasa lega.


Sesaat setelah itu, para gadis telah selesai mandi dan keluar dengan penampilan yg segar. Nah sepertinya sudah giliran kami membersihkan badan.


"Hei Zayn, apa yg kalian bicarakan berdua?" Tanya Elie.


"Tidak ada, hanya sedikit cerita masa lalu," jawabku.


"Begitu ya, yasudah."


Mengabaikan perkataan Elie, aku dan Hughess pun akhirnya membersihkan diri kami masing-masing.

__ADS_1


Mulai besok, pekerjaan kami yg sebenarnya akan segera dimulai. Aku jadi semakin tak sabar.


__ADS_2