Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Serangan pertama


__ADS_3



Delapan vampir melawan pasukan gabungan ReVoid dan Magic Assosiation yg berjumlah 11 orang. Jika pertempuran ini hanya mengandalkan jumlah, maka kami menang. Tapi sayangnya, jumlah tak menentukan akhir pertarungan ini. Karena diseberang, kelihatannya para vampir tengah serius menghadapi kami. Itu bisa dilihat dari mereka berdelapan. Sebelum pertarungan ini benar-benar dimulai, mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing sambil mengeluarkan senjata andalan mereka. Sebagai monster, mereka sangat memperhatikan tata Krama dalam bertarung. Yah, itu tak ada gunanya sekarang. Karena yg mesti kami lakukan saat ini hanyalah mengalahkan mereka lalu kembali ke pasukan utama untuk pertempuran yg sebenarnya.


Meskipun begitu, mereka semua terlihat sangat berbahaya.


Zuan Von Archimiste, sang pemimpin dengan Blood Sacrified berbentuk monster darah raksasa, Evilian.


Elsie Von Austede, vampir wanita yg selalu mendampingi Zuan. Blood Sacrified miliknya ialah Pierce, serangan peluru darah.


Nebula Teano, salah satu yg dekat dengan Zuan. Blood Sacrified miliknya ialah Cancer, sebuah tangan monster dari darah yg muncul dari tangan kanannya.


Gillan le Anchor, salah satu bawahan Zuan. Blood Sacrified miliknya ialah Crimson, sebuah cakar darah merah di tangan kanannya.


Katherine Oze, Vampir wanita dengan rambut perak pendek. Seperti Gillan, ia juga salah satu bawahan Zuan. Blood Sacrified miliknya ialah Mantis, dua buah pedang berbentuk sabit yg muncul dari belakang punggungnya, terhubung dengan tentakel tipis dari darah.


Bayorn Jackal, juga vampir yg menyerang kami bersama Nebula dan Quiela malam itu. Blood Sacrified miliknya ialah Red Velvet, aura merah yg memperkuat serangan pedangnya.


Hermes Von Council, vampir pria dengan wajah yg cukup mengesalkan. Blood Sacrified miliknya sama seperti Bayorn, yaitu Red Velvet. Sepertinya, mereka berdua adalah petarung garis depan di kelompok ini sebagai pengguna pedang.


Dan yg terakhir adalah Vanessa Obiquito, seorang vampir wanita dengan rambut pirang panjang. Blood Sacrified miliknya ialah Havania, sepasang sayap merah berbulu yg terbuat dari darah.


Sekilas saja, kami tahu kalau mereka benar-benar kuat, lebih kuat daripada vampir biasa.


"Jadi, siapa yg akan maju terlebih dahulu?" Tanya Zuan, memecahkan suasana hening ini. "Kami atau kalian, manusia?"


"Hooo, apa aku tak salah dengar? Sepertinya kau memberi kami kesempatan untuk menyerang lebih awal?" Ucap nona Stephanie. "Apa kalian takut untuk melawan kami langsung? Bukankah vampir itu ras yg percaya diri dengan kemampuan serta kekuatan besar kalian? Ah, apa jangan-jangan kalian takut mati? Bukankah kalian sama sekali tak takut mati?"


"Seperti yg kukatakan sebelumnya, kau benar-benar percaya diri," ucap Zuan. Ia jadi terlihat lebih berhati-hati. Setelah kejadian tadi, ia bertekad agar tak terkena provokasi dari nona Stephanie. "Kami bukan makhluk bodoh yg akan menyerang tanpa persiapan apapun."


"Oh, apa begitu?" Kali ini, mulut kasar Zero mulai terbuka. "Kalau begitu kalian ini makhluk payah, lemah, yg memerlukan persiapan panjang hanya untuk membasmi makhluk lemah yg kalian anggap hama seperti kami ini ...."


"Hey, tarik kata-kata mu barusan!"

__ADS_1


Kali ini, vampir bernama Hermes mulai terpancing. Kerja bagus Zero. "Beraninya kau memanggil kami payah! Sadari posisimuz sampah rendahan! Jika kami mau, kami bisa saja membunuh kalian semua hanya dengan satu serangan saja!"


"Nah, kalau begitu lakukan," sahut Osamu. "Kalau kalian memang mampu melakukan itu, maka buktikanlah."


"K-kau!"


"Hentikan Hermes, mereka hanya berusaha memprovokasi kita. Jangan terpancing," ucap Zuan.


"Oh oh benarkah? Kalau begitu bukankah lebih baik jika segera menghentikan kami agar provokasi ini selesai?" Tanya Osamu. "Atau jangan-jangan, kalian benar-benar pengecut yah?!"


"Berisik!! Akan kubunuh kau!!"


"Vanessa!!"


Vampir bernama Vanessa itu terbang melesat dengan sayap merah darah membentang lebar dipunggung nya. Dari informasi yg diberikan oleh pak Vestine, Blood Sacrified jenis itu memiliki kemampuan untuk menembakkan peluru berbentuk buku dari darah, dengan kecepatan yg luar biasa. Dan seperti yg dikatakan, ia bahkan menembakkan puluhan peluru itu layaknya Gatling gun. Dan semua itu diarahkan ke Osamu. Tentu saja, ia hanya perlu menggunakan Encounter dan membalikkan semua serangan itu.


"Bertahanlah Vanessa!"


Hermes maju mengejar Vanessa tanpa perintah dari Zuan. Dengan kata lain, ia membelot dari arahan Zuan dan menyelamatkan Vanessa.


Tapi, tak mungkin kami membiarkannya begitu saja.


Kayn melesat kehadapan Vanessa dengan sebuah pedang panjang yg dilapisi aliran sihir listrik yg sangat kuat. Ia mengangkat pedang itu tinggi-tinggi, bersiap menebasnya. Tapi Hermes bereaksi dengan cepat dan menahan serangan Kayn dengan pedang berlapis aura merahnya. Disaat Itulah, Vanessa segera terbang menjauh, dan kembali muncul disamping Kayn. Ratusan bulu darah itu siap ia tembakkan.


Namun, panah api milik Hallen mengganggu serangannya. Bukan hanya itu saja, panah api lain muncul mengejarnya. Ia berusaha untuk mengelak, tapi jumlahnya terlalu banyak. Ia pun memutuskan untuk mundur menjauh. Tapi puluhan pedang api muncul melayang dan melesat kearahnya. Kombinasi sihir panah api Hallen dengan tarian pedang api kak Marry membuat Vanessa tak berkutik. Serangan itu mampu membuat tangan kana serta sayap kirinya putus. Sebelum ia beregenerasi, aku segera muncul dibelakang nya, menebaskan pedang panjang ku, berniat mengakhiri hidupnya.


Vanessa mengelak dari seranganku, tapi kedua sayapnya berhasil tertebas. Meskipun begitu, ia masih dapat melayang diudara bahkan tanpa sayap itu. Tak kusangka, para vampir bangsawan memiliki kemampuan untuk melayang dan terbang diudara. Bukan hanya itu, kelincahan bahkan sama sekali tak berkurang setelah menerima banyak luka tadi. Ia bahkan berniat menyerangku balik. Tapi dengan tubuh terluka itu, aku dapat menghindarinya dengan sempurna. Dan bukan hanya itu. Setelah menghadapinya barusan, aku sadar kalau ia telah sepenuhnya dikendalikan oleh emosinya sendiri.


Seketika, beberapa tebasan dengan kecepatan yg luar biasa muncul menebas tubuh Vanessa. Ini pertama kalinya aku melihat tebasan secepat itu. Ternyata inilah kemampuan dari Reign of Shadow, Vestine de Oust.


Meskipun setelah menerima serangan seperti itu, Vanessa masih dapat bergerak. Benar-benar vampir yg keras kepala.


"Vanessa!!"


Hermes bergegas mengejar Vanessa. Namun, tanpa disadari Gale muncul didepannya. Dan dengan sebuah tebasan menyilang, Gale melukainya tepat di tubuh bagian depannya.

__ADS_1


"Ice Spirit : Frozen Cycle."


Bekas tebasan Gale yg terbentuk di tubuh Hermes mulai bereaksi. Perlahan, bunga es muncul dari luka itu, menyebar dan menutupi seluruh tubuhnya. Ia membeku dalam kurungan es dan tak dapat bergerak. Kemampuan regenerasi nya juga terhenti didalam es itu.


Sesaat ketika Hermes membeku, seonggok tanah naik dari permukaan, membentuk kepala naga yg terbuat dari mineral bumi yg kuat. Naga tanah itu menelan Hermes yg membeku didalam es, lalu menariknya masuk kedalam tanah. Tak kusangka, kemampuan Alchemy milik Hughes bisa sekuat ini. Ini pertama kalinya aku bertugas dengannya dan menyaksikan kemampuannya secara langsung. Benar-benar tak terduga kalau Hughes kami yg pendiam itu mampu melakukan hal seperti ini.


"Exchange : Thunder Blazer."


Zirah perang kak Marry berubah menjadi berwarna biru kekuningan. Aura sihir petir memenuhi tubuhnya. Semua pedang miliknya juga berubah dan dilapisi sihir listrik. Dengan satu ayunan tangan, belasan pedang listrik melesat, menancap ditanah tempat Hermes terkubur. Pedang-pedang itu menancap ditanah, membuat pola lingkaran.


"Pedang petir, Teknik ke-2 : Sambaran petir."


Seketika, sebuah Sambaran petir yg sangat besar muncul, menyambar daerah disekitar pedang kak Marry menancap. Petir itu sampai membuat tanah hancur dan berlubang. Benar-benar kekuatan penghancur yg luar biasa. Dengan serangan itu, Hermes telah dipastikan terbunuh.


Vanessa yg masih bertahan mulai kembali mendapatkan kesadarannya. Ia menatap ngeri ke kawah besar ditanah, tempat Hermes terbunuh.


Disaat Kayn hendak maju menyerang Vanessa untuk serangan penghabisan, tangan monster darah Zuan muncul dan menangkap tubuh Vanessa, membawanya kembali ke rombongan vampir.


Melihat itu, aku menjadi sedikit heran. Dengan kekuatan itu, ia pasti bisa membantu Hermes dan menyelamatkannya. Meskipun begitu, ia memilih untuk diam ditempatnya, menyaksikan Vanessa dan Hermes berjuang mati-matian melawan kami. Apa mungkin, dia memanfaatkan mereka berdua untuk mencari informasi tentang kemampuan kami?


"T-tuan Zuan, maafkan saya! Saya bersalah! Saya bersalah!" Ucap Vanessa meminta ampun.


"Hermes terbunuh ... Dan kau kehilangan tangan kanan dan sayapmu ...." Ucap Zuan. "


Tapi dengan itu, kita bisa melihat seperti apa kekuatan mereka."


Seperti yg kuduga, ia berniat mengamati kami sebelum berencana menyerang kami.


"Lalu, apa yg harus aku lakukan pada orang yg melawan perintah?"


"T-tidak, saya mohon ampun! Biarkan saya terus berjuang disisi anda! Saya masih berguna!"


"Tidak untuk saat ini. Kau yg sekarang hanya akan membebani kami. Pulihkan dirimu segera. Kali ini biar kami yg bergerak," ucap Zuan.


"T-terimakasih banyak! Saya akan segera membantu anda, tuan Zuan!"

__ADS_1


Sikap loyal nya lada Zuan sangat nyata, tak ada rasa terpaksa atau kebohongan. Tak seperti sikap loyal yg mereka tujukan ke Rozalia yg penuh dengan amarah dan kebohongan. Sebenarnya, siapa vampir bernama Zuan ini?



__ADS_2