
"kumohon tolong aku!"
Suaranya yg lantang tapi tak begitu keras menggema ke segala penjuru. Suara itu tak begitu keras sampai membuat orang yg ada di luar gang mendengarnya, tapi itu sudah cukup untuk membuatku yakin kalau ia sudah benar-benar putus asa. Sepertinya gadis ini benar-benar tak terbiasa dengan trik sihir seperti perangkap dan semacamnya, sehingga membuatnya tak bisa melakukan apa-apa ketika terkena perangkap itu.
Sebenarnya jebakan seperti itu bukan masalah besar selagi kau mengetahui cara melepaskan diri darinya. Tapi untuk warga dari kerajaan yg baru saja memperbolehkan penggunaan sihir di kerajaannya, itu hal yg wajar untuk nya panik.
Dia bisa menjadi sumber informasi yg bagus untukku. Tapi sebelum itu, sebaiknya aku segera menolongnya. Yah meskipun sebenarnya tak perlu terburu-buru.
"Kalian dengar itu, petualang? Dia meminta tolong padaku. Jadi tak ada salahnya kan jika aku menghajar kalian lalu menolongnya?" Ucapku santai.
"K-kau ... Kau memang tak terlihat seperti bocah biasa, tapi jangan sombong dulu sialan!!"
Oh, dia tahu kalau aku bukan orang biasa?
"Laser Beam."
Setelah kata-kata pria itu selesai, aku segera menembakkan beberapa peluru sihir menggunakan sihir Laser Beam yg menjadi andalan ku di pertarungan jarak jauh.
Laser Beam sendiri merupakan salah satu sihir jarak jauh yg berada di tingkatan paling bawah. Sihir itu adalah sihir tingkat rendah yg bisa digunakan oleh siapa saja. Mau dia berbakat atau tidak, setidaknya ia bisa menggunakannya.
Tapi di tanganku, sihir tingkat rendah itu bisa berubah menjadi senjata yg cukup mematikan. Setidaknya untuk para keroco ini.
"Sihir?!"
Seakan baru pertama kali melihat pengguna sihir, pria itu menghindar dengan sangat berhati-hati. Sepertinya penyihir masih sangat langka di kerajaan ini.
Sebagai pria tua yg berbadan cukup besar, gerakannya lumayan lincah. Ia bisa menghindari hampir semua seranganku. Tapi aku masih belum serius melawannya.
Untuk mengalahkan mereka, sebenarnya Laser Beam saja sudah cukup, soalnya aku tak ingin menggunakan Transmutation dan menakuti mereka. Tapi jika begini, ini sama sekali tak menyenangkan.
Karena itu, aku memutuskan untuk turun dan bertarung secara langsung dengan mereka bertiga. Sudah saatnya untuk mencoba kemampuan bersenjata yg telah kulatih saat tragedi vampir kemarin.
"Nah, sepertinya bertarung dari jauh sangat membosankan. Karena itu, ayo kita bertarung disini," ucapku. Dan dengan Magic Space, aku mengeluarkan sebuah pedang panjang yg terbuat dari material terbaik, Orihalcum.
"Huh, seorang penyihir menantang dalam pertarungan jarak dekat? Sepertinya kau terlalu percaya diri ya?!"
"Ya, aku memang percaya dengan kemampuan ku. Lagipula yg tadi itu sama sekali tak menyenangkan."
"Hah?! Kau meremehkan ku ya sialan?!"
"Kita serang bersama-sama!"
"Mati kau!"
Ketiga pria itu segera maju menyerang tepat setelah pedangku keluar. Untuk seorang berandalan jalan, mereka cukup kompak. Tapi tetap saja tak berpengalaman.
"Sebaliknya, kalian yg terlalu meremehkan ku."
Dengan gerakan memutar secepat kilat, aku menahan semua serangan yg mereka lancarkan. Namun serangan pria besar itu berhasil membuatku terpukul mundur. Senjatanya yg merupakan Great Sword atau pedang besar itu cukup menyebalkan.
Menyerang sambil bertahan, itulah cara bertarung pengguna Great Sword. Dengan bentuk pedang yg besar itu, kecepatan serangannya sangat rendah sehingga bisa membuatnya terkena serangan jika menyerang terus menerus. Karena itu, ia memanfaatkan ukuran senjatanya yg besar itu untuk mengubah senjatanya sendiri menjadi perisai. Ditambah dua orang keroco lain yg menyerang terus menerus, ini cukup merepotkan. Si pria besar bertugas sebagai tank, dan sisanya bertugas untuk menyerang. Sebagai kelompok bandit kecil, Koordinasi mereka cukup bagus.
"Sepertinya menggunakan pedang tak cocok untuk melawan kalian. Sayang sekali, padahal aku ingin menguji kekuatan berpedangku," ucapku. Disaat yg sama, aku menggunakan Magic Space kembali dan mengganti senjataku. "Nah nah, sekarang aku akan berganti profesi dari seorang pendekar pedang menjadi Malaikat Maut!"
Sebuah sabit besar ku keluarkan. aku sangat jarang menggunakannya karena benda ini lebih cocok digunakan untuk melawan monster. Tapi saat ini, melawan mereka menggunakan sabit cukup menarik.
"S-sabit?!"
"Terkejut hah?"
__ADS_1
Tak memberi kesempatan untuk kaget, aku segera melesat maju dan melancarkan serangan dadakan pertamaku. Dengan menggunakan bagian ujung tongkat sabit yg tumpul, aku menghantam mereka sekuat tenaga. Ahasil, ketiga orang itu terhempas ke dinding dengan suara hantaman yg begitu keras. Aku sengaja tak menggunakan bagian pisau sabit karena itu bisa membunuh mereka. Aku tak tau bagaimana hukum disini, karena itu aku tak ingin membuat masalah. Tapi siapa sangka mereka akan pingsan hanya dengan ujung tongkat sabit yg tumpul itu. Apa mereka benar-benar selemah ini??
Pertarungan ini hanya berlangsung selama beberapa menit. Aku bahkan sama sekali tak berkeringat. Yah anggap saja ini pemanasan pagi untuk meregangkan otot-otot tubuhku.
Lalu, apa yg harus aku lakukan pada mereka?
"Sumber suara itu dari sana!!"
Aku mendengar suara keributan dari arah luar gang. Dan Suara itu mengarah ke tempat kami.
"I-itu penjaga! Kita selamat!"
Ah, gadis itu masih disini, dan lagi ia masih tak bisa bergerak. biasanya aku akan meninggalkan dia sendiri dan pergi menjauh. Tapi aku masih punya urusan dengannya. Aku juga tak ingin berurusan dengan para penjaga.
"Maaf, tapi aku akan membawamu pergi," ucapku.
"Eh?ah, tunggu dulu, penjaga nya sudah datang—"
"Siapa peduli?"
"T-tunggu dulu!!"
Aku segera menggendong tubuhnya yg ramping itu dan segera pergi meninggalkan tempat kejadian. Beberapa saat setelah nya, para penjaga datang dan mendapati tempat itu hanya berisi tiga orang pria yg pingsan tak sadarkan diri, sambil bertanya-tanya siapa gerangan yg melakukan hal ini pada mereka. Sementara itu aku pergi menjauh menuju tempat yg sepi sambil membawa gadis yg terkena efek paralyze ini.
"Tunggu dulu! Aku berterimakasih karena kau menyelamatkan ku, tapi kenapa kau pergi dari tempat itu?! Dan lagi kenapa membawaku?!" Selagi di perjalanan, gadis itu terus saja meronta-ronta meskipun tak bisa bergerak.
"Berisik, aku hanya tak suka keributan seperti itu. Jika aku tetap disana, mereka pasti akan menanyakan banyak hal padaku, dan itu merepotkan."
"Lalu kenapa kau membawaku?!"
"Yah aku ada perlu denganmu."
"Apa mungkin kau juga mengincar tubuhku?!"
Terbang dengan mengandalkan lompatan besar yg diperkuat dengan sihir, aku dan gadis ini berhenti di atas bangunan kosong. Dan nampaknya, bangunan kosong ini sama sekali tak berpenghuni, jadi aman saja kan kalau kami masuk kedalamnya?
"Apa rumah ini ada yg punya?" Tanyaku.
"Y-ya ... Dulunya. Sekarang rumah ini hanyalah bangunan tak berpenghuni."
"Kau tahu banyak ya ...."
"Tentu saja, lagi pula aku ini—
"Kita masuk."
"Eh?!"
Aku membawanya masuk kedalam rumah kosong itu. Agak kurang sopan karena kami masuk dari jendela lantai atas, tapi karena ini rumah kosong jadi tak masalah kan?
Kebetulan disana ada sofa bekas. Meskipun sedikit berdebu, itu masih bisa digunakan. Aku pun segera membaringkan tubuh gadis itu diatasnya. Daripada membaringkan nya diatas lantai, disana lebih nyaman meskipun berdebu. Dan lagi butuh waktu untuk efek paralyze nya hilang.
"Anu ... Sampai kapan aku tak bisa bergerak seperti ini??"
"Kira-kira sekitar setengah jam."
"S-selama itu? Selain itu, kenapa kau bisa tahu sesuatu seperti itu? Dan lagi kau juga bisa menggunakan sihir. Apa kau ini penyihir dari luar kerajaan?"
"Bisakah kita memulai pembicaraan dengan perkenalan terlebih dahulu? Apa orang-orang di kerajaan ini selalu seperti ini?"
__ADS_1
"A-ah, itu karena aku terkejut dan heran saja, bukan berarti semua orang disini tak punya sopan santun!" Balasnya masih berbaring diatas sofa. "Namaku, Lia Oxvana. Putri dari keluarga Knight Oxvana kerajaan Voracity ...."
Putri keluarga Knight? Jadi dia bangsawan? Kenapa aku selalu saja berurusan dengan putri bangsawan sih?
" ... Dan ksatria tingkat menengah Imperial Paladin."
"Oh itu cukup menge—
Seketika aku tersadar, gadis ini salah satu kesatria Imperial Paladin?! Aku secara tak sengaja berkontak langsung dengan kelompok yg tak seharusnya kutemui?!!
"I-imperial Paladin katamu?!" Tanyaku sedikit kaget. Tapi sebisa mungkin aku mengendalikan emosiku. "Gadis seperti mu ini seorang kesatria Imperial Paladin yg terkenal itu?"
"Kenapa? Apa seaneh itu jika ada seorang kesatria wanita? Asal kau tahu Glorious General penguasa panah dan tombak itu wanita."
Oh, itu informasi yg cukup berharga.
"Bukan seperti itu, hanya saja kau terlihat lebih muda dariku," ucapku.
"Benarkah? Apa aku terlihat semuda itu? Kalau kutebak sepertinya kita seumuran."
"Benarkah?" tanyaku, "umurku 18 tahun."
"ah, ternyata benar kita seumuran!"
itu mengejutkan ku.
"Selain itu ...." dan entah kenapa sekarang ia menatap tajam kearahku. " ... Aku sudah memperkenalkan diriku, lalu kenapa kau masih belum memperkenalkan diri? Kau bukan dari kerajaan ini kan?"
Ah, aku melupakan hal itu. Sepertinya aku harus menggunakan identitas palsu ya.
"Namaku Zayn. Seperti yg kau lihat sebelumnya, aku penyihir yg juga bisa menggunakan senjata. Aku hanya petualang yg tak terikat dengan peraturan apapun. Dan aku datang dari kerajaan Bluelagoon."
Nah, lalu bagaimana tanggapan nya setelah bertemu orang luar?
"Bluelagoon?! Maksudmu kerajaan yg terkenal dengan sekolah-sekolah dan pelajar yg berbakat itu?!"
"I-iya ... Itu tak salah."
"Hebat! Tak kusangka aku bisa bertemu orang dari kerajaan berpendidikan tinggi seperti itu!"
Eh? Berpendidikan tinggi? Orang seperti ku? Sial, aku ingin tertawa. Selain itu kenapa dia bisa seantusias ini ketika mendengar nama Bluelagoon?
"Kenapa kau terlihat sesenang itu?"
"Ya, kau tahu, Kesatria Imperial Paladin diharuskan untuk mengabadikan dirinya ke kerajaan kami tak pernah keluar dari kerajaan ini. Dan tak pernah di berikan izin untuk itu. Tapi aku masih penasaran dengan negeri diluar kerajaan. Aku bahkan sering membaca buku-buku yg memuat tentang sejarah benua Fitzgerald beserta kerajaan-kerajaan yg ada didalamnya. Dan karena itulah aku jadi tertarik dengan mereka. Tapi karena kami selalu berada di kerajaan, kami tak pernah bertemu dengan orang luar," ucapnya. "Tapi sekarang aku bertemu denganmu, sungguh beruntung!"
Nampaknya gadis ini adalah tipe gadis yg semangat dan cerewet. Ia bahkan dengan mudahnya membicarakan hal-hal tentang Imperial Paladin ke orang yg baru ia kenal sepertiku.
Nampaknya, ia bisa menjadi sumber informasi ku yg sangat berharga.
"Hey hey, apa kau bisa menceritakan tentang kerajaan itu?" Pintanya.
Aku bahkan belum mengatakan keperluanku dengannya, tapi ia sudah lebih dulu meminta padaku. Benar-benar gadis yg semangat dan juga cerewet.
Tapi itu tak masalah selagi ia masih berguna.
"Itu bertentangan dengan urusanku denganmu, tapi baiklah."
"Terimakasih!!"
__ADS_1
Lalu, aku pun menceritakan apa yg bisa diceritakan padanya sambil menunggu habisnya efek paralyze.
Untuk hari pertama penyelidikan, ini hasil yg cukup memuaskan.