Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Diablo ( bagian 2 )


__ADS_3

" iblis membunuh iblis?"


   Ini benar-benar kejadian yg ganjil. Liana yg seorang yg telah berubah menjadi iblis membunuh sesama iblis. Padahal ada hukum yg membuat sesama iblis tak bisa saling membunuh. Diantara ras iblis, tak ada satu iblis pun yg bisa melanggar aturan ini. Kalau begitu apa yg terjadi sebenarnya?


   Kami terdiam, menyaksikan Liana yg mengamuk tak jelas. Tapi, aku menyadari sesuatu. Air mata darah mengalir dari mata Liana. ia menangis. Tapi ia sama sekali tak mengucapkan sepatah katapun. Apa mungkin transformasi nya belum sempurna? Kalau begini akan lebih gawat lagi. Bisa-bisa Liana mengamuk dan keluar menuju kota. Kalau itu benar, berarti ini adalah kabar baik sekaligus kabar buruk untuk kami.


   Kabar baiknya, masih ada kesempatan untuk menyelamatkan Liana. Kayn masih bisa menetralkan kutukan yg telah aktif.


   Dan kabar buruknya, Liana yg tak terkendali ini akan menyerang semua yg mendekatinya. Kami tak punya kesempatan untuk menetralkan kutukannya. Ini efek dari transformasi yg tak sempurna itu. Aku yakin Kayn juga menyadari dua kabar ini.


   Aku hendak maju, menghentikan gerakan Liana. Tapi tangan Kayn menyambar tanganku, kemudian menetralkan wujud monster ditubuhku. Sontak aku terkejut. Apa yg ia lakukan? Ini masih dalam pertarungan!


" Apa yg kau lakukan Kayn?!" Protesku.


" Biarkan aku yg menghadapinya...aku sendiri" ucap Kayn serius. Ia tak main-main.


   Jujur saja , aku hendak menolak. Itu rencana yg bodoh. Ia bisa saja mati karenanya. Kayn juga tak mungkin tega menyerang Liana. Tapi tekad Kayn begitu besar. Ia sudah membulatkan keputusan. Aku menyerah, membiarkannya mengatasi masalah ini sendirian. Yg bisa kulakukan sekarang hanyalah percaya padanya.


" Baiklah...kalau begitu berjuanglah, Kayn" ucapku. Kayn tersenyum, melepaskan tanganku.


   Aku pun mundur menjauh dari mereka berdua. Aku berdiri ditempat Elie sembunyi tadi. Tatkala ia melihat Kayn berhadapan dengan Liana, ia hendak maju. Cepat-cepat kutahan tangannya.


" Apa yg kau lakukan Zayn?! Lepaskan aku! Bukankah kalian berjanji akan membawa Liana pulang?!" Ronta nya


" Aku memang mengatakan itu " ucapku " karena itu Kayn sekarang berhadapan dengan Liana"


" Kalau begitu, kenapa kau menjauh?!"


" Mulai saat ini, peranku sudah selesai. Biarkan saja Kayn menyelesaikan ini semua" ucapku. " Ini gilirannya. Hanya dia yg dapat menyelamatkan Liana dari kondisi ini"


" Kalau begitu biarkan aku kesana!"


" Maaf Elie, aku tak bisa mengabulkannya." Ucapku sambil berusaha tersenyum " kumohon tetaplah disini. Kayn pasti akan menyelamatkan Liana dan membawanya pulang. Aku jamin itu. Kalau Kayn gagal, kau boleh membenci kami sesukamu"

__ADS_1


   Elie diam, berhenti meronta. Akhirnya ia menuruti kata-kataku. Sisanya kuserahkan padamu, Kayn.


   Kayn perlahan maju mendekati Liana yg masih berdiri sempoyongan. Wujud iblis Liana menatap Kayn seperti sedang melihat mangsa. Walaupun begitu, air mata darah masih terus mengalir di matanya. Sepertinya kesadarannya masih tersisa. Melawan orang yg ia cintai pasti menyayat hatinya. Meskipun begitu, ia tak punya kekuatan untuk melawan sisi hitam dirinya.


" Liana, aku tau kau pasti mendengar kata-kataku" ucap Kayn " cobalah untuk melawannya. Lawan sekuat tenaga. Jangan biarkan ia mengambil alih tubuhmu. Bukankah kau bilang tak ingin membuat orang lain dalam bahaya? Tekadmu yg tulus itu akan menjadi kekuatanmu"


   Liana hening sementara. Kupikir ia telah dijinakkan. Tapi ternyata aku salah.


   Liana meraung seperti hewan buas. Mencakar-cakar kepalanya seperti sedang kesakitan. Tubuhnya bergerak tanpa arah. Kelihatannya Liana berusaha melawan. Tapi kekuatan iblis ditubuhnya terlalu besar. Ia tak sanggup melawannya.


   Untuk yg pertama kalinya, Liana mengeluarkan kata-katanya. Suaranya terdengar begitu serak dan berkesan seram.


" Maafkan aku...Kayn"


   Tiba-tiba tubuh Liana bergerak, hendak menyerang Kayn. Ia terbang dengan sayap di bahunya, kemudian melesat kearah Kayn dengan kedua tangan monster yg ia hunuskan kedepan. Ia menyerang secara barbar. Kayn enggan untuk melawan. Ia mengubah pedang yg seharusnya ia gunakan sebagai senjata menjadi pelindung. Ia menangkis semua serangan liana.tapi ia tak bisa terus menerus seperti ini. Ia juga perlu memberikan sedikit perlawanan.


" Rantai suci, javelin Chains!"


   Saat itulah, sebuah rencana gila yg tak pernah terpikirkan terlintas di kepala Kayn. Rencana dengan resiko tinggi, tapi sangat ampuh untuk mengatasi Liana. Mau tak mau ia harus melakukannya.


   Kayn menghentikan serangan rantai cahaya sucinya, kemudian maju berlari kearah Liana. Merasa ditantang, wujud iblis Liana juga ikut berlari mengikuti gerakan Kayn. Ia bergerak tanpa pikir panjang. Mereka saling berhadapan.


   Kayn menghindari Serang Liana, masuk ke daerah jangkauan serangannya. Ia sama sekali tak berniat untuk menyerang Liana. Kayn dengan cepat memeluk tubuh Liana erat-erat. Disaat yg sama, ia menggunakan sihir penetral " Disspell " ke Liana. Efek dari sihir itu membuat Liana meronta-ronta minta dilepaskan. Kayn terus memeluknya dengan sangat erat, enggan melepaskannya.


" Sebentar lagi.. bertahan sedikit lagi Liana.." ucap Kayn lirih. Ia mulai kelelahan.


   Aku dan Elie hanya bisa menyaksikan dari jauh tindakan gila Kayn. Suara raungan Liana menggema di lorong-lorong gua, memekakkan telinga. Perlahan-lahan, suara itu semakin mereda. Efek transformasi iblis Liana mulai menghilang. Mata merahnya kembali menjadi seperti semula, mengalirkan air mata dengan deras. Tangan, tanduk ,serta sayap iblis ya berubah menjadi batu kemudian pecah berkeping-keping. Jatuh keatas tanah. Liana benar-benar kembali seperti sedia kala. Ia menangis kencang dalam pelukan Kayn, memeluknya erat-erat. Kayn tersenyum lega. Kami pun juga ikut lega. Akhirnya masalah Liana berhasil dituntaskan.


" Aku menepati janji ku, Liana"


   Liana menatap Kayn bahagia. Tangisannya mulai reda. Kini ia tersenyum hangat kearah Kayn, masih dalam pelukannya.


" Kayn...boleh aku mengatakan sesuatu?" Tanya Liana.

__ADS_1


" Katakanlah" jawab Kayn. Liana kembali tersenyum.


" Kayn... sebenarnya aku sudah lama memendam perasaan padamu. Perasaan yg muncul antara seorang gadis dan pria yg istimewa baginya. Zayn juga sudah menyadari hal itu. meskipun begitu, aku sangat takut juga gugup untuk mengutarakannya langsung padamu. Tapi sekarang aku sudah tak takut lagi..." Ucap Liana " Saat pertama kali bertemu denganmu disekolah hari itu, aku langsung menyadari ada yg aneh dengan diriku ini. ketika melihatmu, aku merasa sangat senang. Hatiku berdebar-debar. Jantungku berdegup kencang. Aku sadar, kalau sebenarnya aku mencintaimu sejak pandangan pertama kita...aku mencintaimu, Kayn"


" Dan aku akan menerima perasaanmu itu dengan senang hati, Liana" jawab Kayn.


   Sontak kebahagiaan Liana sampai pada puncaknya. Ia melepas pelukannya dan menatap lamat-lamat wajah Kayn. Dengan satu gerakan tiba-tiba, dua buah bibir saling bertemu. Liana mendaratkan ciuman pertamanya pada Kayn. Dan tentu saja, ini juga ciuman pertama Kayn. Karena ciuman tiba-tiba itu, Kayn diam mematung. Masih sedikit kaget. Liana kembali melempar senyum hangatnya ke Kayn.


" Terimakasih karena telah menyelamatkan ku. Aku mencintaimu Kayn" Ucapnya


   Kayn masih terdiam, memandangi wajah Liana. mungkin lama-kelamaan ia juga akan memiliki perasaan yg sama seperti yg Liana rasakan. Cinta yg saling berbalas.


   Saat waktunya sudah pas, aku dan Elie mendekati mereka berdua. Eli dengan cepat memeluk badan sahabatnya itu sambil mengucapkan kata-kata syukur. Ia sampai menangis haru karena Liana baik-baik saja.


" Kerja bagus Kayn.." ucapku " kau sudah menyelamatkan organisasi, menyelamatkan seorang tuan putri sekaligus mendapatkan pacar..."


" Oh, kau memujiku ya? Ini pertama kalinya lho " ucap Kayn. Ia kembali memunculkan wajah menyebalkannya. " Ternyata Elie benar-benar telah merubah hatimu ya..."


   Aku memalingkan muka dari wajah iseng Kayn. tapi kali ini kurasa aku bisa berkata sedikit lebih jujur.


" Ya... sepertinya kau benar" jawabku. Kayn tersenyum lebar.


" Itu bagus " ucapnya. Tapi seketika mukanya kembali serius. Seakan ada sesuatu yg ia lupakan " tapi meskipun Liana berhasil diselamatkan, kita masih harus membawanya ke markas"


" Kutukannya belum sepenuhnya hilang ya..." Tebakku. Kayn mengangguk. " Tenang saja. Dari yg iblis bernama Mark itu katakan, kutukan itu akan aktif jika telah matang. Butuh waktu sekitar 15 tahun agar kutukan itu bisa kembali berfungsi. Waktu kita masih panjang"


   Dan aku berani bertaruh, kalau selama 15 tahun itu tak akan ada iblis yg mau mengusiknya. Soalnya Kayn akan selalu disisinya mulai saat ini.


" Ya kau benar, ini bukan sesuatu yg perlu di khawatirkan." Ucapnya.


" Ngomong-ngomong Kayn, bagaimana rasanya?" Tanyaku. Kayn menatap heran, tak tahu maksud pertanyaanku " ciuman pertamamu...bagaimana rasanya?"


" Ra-ha-si-a" jawabnya singkat.

__ADS_1


__ADS_2