Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Rapat


__ADS_3

"dan begitu lah yg terjadi."


"Hah? Semudah itu?"


"Yg benar saja. Apa semua Paladin generasi sekarang seperti dia?"


"Tak kusangka kau bisa menemukan orang sepertinya, Zayn."


"Yah, aku tak bisa berkata-kata lagi. Itu benar-benar sifatmu yg selalu memanfaatkan orang."


Kira-kira itulah respon mereka setelah mendengar laporan ku hari ini. Aleesha bahkan merasa heran dengan perilaku Lia yg kusebutkan, seperti tak mungkin ada makhluk sepertinya di Imperial Paladin. Ia bahkan terus bertanya apakah dia benar-benar Imperial Paladin. Tapi setelah kuberitahu semua yg terjadi disaat duel, ia menyerah dan mengakuinya. Terutama saat mendengar kalau Lia menggunakan alat sihir dan Skill, dia langsung diam dan membenarkan laporan ku.


Tapi hal yg berbeda ada pada Elie.


"Zayn ... Orang itu seorang gadis kan? Itu berarti selama ini kau berduaan dengan seorang gadis?" Ia mengatakan itu dengan tatapan kosong, dan itu cukup menyeramkan.


"T-tenang lah Elie, itu bukan berarti dia memiliki perasaan ke gadis itu kan?" Bantah Liana.


"Zayn memang tak punya perasaan, tapi bagaimana dengan gadis itu?"


"H-hei, mengataiku tak punya perasaan itu sedikit keterlaluan!"


"Pokoknya, mulai besok aku akan selalu bersama Zayn. Sebagai pengawas, aku tak akan membiarkan gadis itu mendekati Zayn!" Ucap Elie.


"Hei jangan keterlaluan ya, dia itu bisa jadi sumber informasi kita," Aleesha menyelanya dengan santai. "Aku tahu bagaimana rasanya melihat lelaki yg kita sukai dekat dengan gadis lain, jadi aku tak akan melarangmu. Tapi jangan sampai terbawa suasana, mengerti?"


"Tentu saja aku mengerti. Begini begini aku juga tahu cara menahan diri."


Aku meragukan itu. Huh, bagaimana bisa aku menyukai gadis yg overprotektif sepertinya sih.


Nasi telah menjadi bubur, kalau Elie sudah berkata seperti itu mau bagaimana lagi. Lagipula Aleesha juga sudah menyetujui permintaannya. Yah, besok gadis itu juga bekerja jadi kami tak bisa bertemu seperti biasa. Tapi tetap saja, memikirkan apa yg akan terjadi jika dua gadis ini bertemu sudah membuatku pusing.


"Kau tak masalah dengan ini kan, ZAYN?" tanya Elie dengan menekankan suara di namaku. Sudah jelas kalau ia tak menerima jawaban Tidak.


"Y-ya ... Terserah. Aku juga tak begitu peduli. Hanya saja jangan mengatakan yg tidak perlu."


"Aku tahu aku tahu, Elizabeth Bathory ini hanya akan mengatakan apa yg menurutnya perlu untuk dikatakan," balasnya lagi sambil membusungkan dadanya.


Tapi, hanya mengatakan apa yg menurutnya perlu saja? Kata-kata itu malah membuat ku semakin ragu untuk mengajak nya.


"Kalau begitu, mohon bantuannya besok, ZAYN."


"Y-ya ... Baiklah."


Aku hanya bisa pasrah.


"Huh, enak ya jadi anak muda ...." Ucap Aleesha.


"Kau mengatakan itu seperti kau sudah tua saja," balas Hughess.


"Setidaknya aku lebih tua dari mereka."


"Ya ya terserah padamu."


Di malam kedua ini, kami semua membagi laporan yg didapat selama berada di kota ini.


Dari yg didapat oleh kelompok Elie dan Liana, kurang lebih sama seperti yg ku dapatkan. Karena objek penyelidikan mereka adalah pedagang dan bangsawan, mereka tak menemukan informasi mengenai keadaan pantai Utara secara kompleks. Sebagian besar pedagang yg mereka tanya hanya mengetahui kalau saat ini pantai Utara tengah dalam keadaan kritis dan membutuhkan bantuan dari pihak kerajaan. Beberapa diantara mereka bahkan tak tahu apa-apa tentang dalang dibalik kejadian itu. Sepertinya, informasi mengenai itu terbatas pada para kesatria, bangsawan, dan beberapa pedagang besar saja. Kabar mengenai penyerangan itu mungkin sudah bukan rahasia lagi, tapi dalang penyerangannya masih dirahasiakan. Itu pilihan yg bagus agar tak ada keributan yg tak diinginkan. Jika masyarakat tahu kalau yg menyerang mereka adalah iblis, mereka pasti panik.

__ADS_1


Dan semenjak kejadian itu, harga beberapa bahan makanan seperti garam dan ikan melambung tinggi. Sepertinya itu karena pantai Utara merupakan pemasok terbesar ikan dan garam di kerajaan ini. Karena tempat itu hancur diserang, mereka jadi kehilangan sumber daya.


Untuk Hughes ia mendapat beberapa informasi yg berbeda dari kami. Itu karena subjek penyelidikan nya adalah beberapa sekolah dan pelajar di kota ini. Terutama, akademi militer yg merupakan sekolah terbesar yg telah mencetak prajurit terhebat kerajaan ini.


Karena kurangnya kekuatan militer, pihak sekolah mulai gencar merekrut siswa mereka yg berpotensi untuk terjun ke medan perang. Hasilnya sekitar seratus orang lebih berhasil didapatkan. Tapi tetap saja, itu masih kurang untuk melawan pasukan iblis kuning yg kuat dalam ketahanan fisik. Belum lagi mereka yg direkrut hanyalah pelajar yg tak punya pengalaman di medan perang. Itu hanya akan menambah korban di pihak mereka. Seburuk itukah keadaan mereka sampai rela mempertaruhkan generasi muda yg belum matang itu?


Dan dengan semua keadaan ini, mereka masih dengan enggannya menolak tawaran pertolongan kami? Aku tahu kalau mereka punya dendam lama dengan kami, tapi dendam macam apa itu yg sampai membuat mereka mengabaikan keselamatan negara mereka sendiri? Apa mereka ini adalah orang-orang yg memiliki harga diri super tinggi, atau hanya orang-orang bodoh yg termakan dendam, aku tak habis pikir.


"Hughess, Aleesha, sebenarnya dendam macam apa yg dimiliki pihak Imperial Paladin pada kita?"


"Hei kau benar-benar tak punya sopan satun ke orang yg lebih tua ya?" Dan itu yg pertama kali Aleesha proteskan.


"Abaikan saja Aleesha, dia memang sudah seperti itu dari dulu," ucap Hughess menenangkannya.


Aku agak tersinggung dengan itu, tapi aku hanya akan sopan pada orang yg kuakui saja. Dan karena aku belum banyak mengenal Aleesha, aku akan menganggapnya setara denganku. Itu juga berlaku pada Hughess dan yg lain. Aku tahu itu tak sopan, tapi itu moto hidupku.


Setelah mendengar balasan dari Hughess, Aleesha akhirnya dengan terpaksa menghiraukan perlakuan ku dan menjawab pertanyaan sebelumnya.


"Itu adalah cerita lama dari pemimpin kedua organisasi. Kau yakin belum pernah mendengarnya?" Tanya Aleesha. Aku menggeleng. Dan tentunya Liana dan Elie juga.


"Kami baru bergabung jadi kami belum pernah mendengarnya," jawab Liana.


Aleesha menghela nafas berat, seakan enggan untuk menceritakannya.


"Hei Hughess, tak apa kan menceritakannya pada mereka?"


"Yah, ini dibutuhkan jadi seharusnya tidak mengapa."


"Benar juga ... Lagipula kita sedang berada di wilayah kekuasaan Imperial Paladin," gumam Aleesha. Akhirnya, ia berniat menceritakan nya. "Ini semua terjadi karena ketiga pimpinan kita melepaskan jabatan mereka dan memisahkan diri dari kerajaan Voracity."


"Tiga pimpinan?"


"Eh?"


Ini pertama kalinya aku mengetahui kalau ayah berasal dari kerajaan Voracity. Dan lagi, dia bilang kalau ketiga orang ini termasuk ayah melepas jabatan mereka dan memisahkan diri dari kerajaan Voracity. Aku pernah dengar kalau paman Oliver adalah mantan komandan pasukan kerajaan Voracity, dan nona Stephanie adalah wakilnya. Kalau begitu bagaimana dengan ayah?


Seakan mengetahui apa yg kupikirkan, Aleesha segera menjawab rasa penasaran ku.


"Ayah mu, pendiri Magic Assosiation Zean Endarker adalah mantan pengawal pribadi raja Charles Zeno Benedia, raja kerajaan Voracity saat ini."


"Pengawal raja?!"


Itu mengejutkan ku, siapa sangka kalau ayah memiliki posisi seperti itu di kerajaan ini.


"Mereka bertiga melepas jabatan tersebut karena menyadari kalau ideologi mereka bertentangan dengan kerajaan. Selain itu, alasan sebenarnya adalah karena mereka bertiga adalah penyihir yg sudah lama menyembunyikan identitas mereka."


"Menjadi penyihir di kerajaan yg melarang sihir adalah tindakan yg sangat beresiko. Meskipun begitu, mereka bisa bertahan selama lebih dari sepuluh tahun dan tetap merahasiakannya. Tapi karena suatu kejadian, identitas mereka sebagai penyihir terbongkar dan itu membuat mereka terpaksa pergi meninggalkan kerajaan itu. Karena jika mereka terbukti sebagai seorang penyihir, hal yg terpikir kan oleh mereka adalah eksekusi. Sebenarnya tuan Zean bisa terlepas dari hal itu mengingat koneksi beliau dengan sang raja. Tapi beliau enggan memanfaatkan orang lain dan memilih untuk pergi meninggalkan kerajaan ini."


"Dan bertepatan dengan keluarnya mereka dari kerajaan, kekuatan tempur kerajaan Voracity melemah dikarenakan hilangnya penopang utama pasukan militer mereka, yaitu tuan dan nyonya Grace. Kehilangan komandan mereka memberikan efek yg begitu besar pada pasukan Imperial Paladin saat itu."


"Karena hal itu, mereka bertiga yg telah pergi tanpa penjelasan itu disalahkan atas penurunan kualitas militer kerajaan Voracity dan dicap oleh raja Charles sendiri sebagai pengkhianat."


Dan, itu sumber dendamnya? Bukannya itu membuat sang raja terlihat seperti orang yg tak bisa berpikir jernih? Peraturan kerajaan itu sendiri yg membuat ayah dan keluarga Grace terpaksa meninggalkan Voracity. Siapapun itu pasti akan meninggalkan tempat ini jika dalam posisi yg sama dengan ayah dan keluarga Grace. Tapi meskipun begitu, mereka menyalakan semuanya pada ayah dan keluarga Grace? Benar-benar alasan yg tak masuk akal.


Tapi tunggu dulu, ada sesuatu yg terlewatkan olehku.


"Aleesha, kau bilang karena kehilangan paman Oliver, pasukan kehilangan semangat dan berefek pada Imperial Paladin. Kenapa bisa iy berefek pada mereka?"

__ADS_1


"Itu karena tuan Oliver adalah Glorious General generasi sebelumnya."


Eh?!


Paman Oliver adalah mantan Glorious General?! Bagaimana bisa ia menyembunyikan identitas penyihir nya dengan jabatan seperti itu? Menjadi Glorious General itu berarti mengharuskan ia tampil dihadapan banyak orang sebagai seorang petarung. Memang benar kemampuan berpedang paman Oliver luar biasa, tapi bagaimana caranya ia menahan diri untuk tidak menggunakan sihir? Tunggu, apa mungkin ia memiliki cara untuk menyembunyikan efek sihir miliknya? Bagaimana pun itu, itu bukan hal yg mudah untuk dilakukan.


"T-tapi bagaimana dengan nona Stephanie? Kalau nona Stephanie adalah wakilnya paman Oliver, apa berarti nona Stephanie juga salah satu Glorious General?"


"Tidak, dia hanya prajurit biasa. Hanya saja kalau soal kekuatan, sebenarnya ia lebih kuat dan lebih berbakat daripada tuan Oliver. Kalau ia ingin, dia bahkan bisa menjadi pemimpin Imperial Paladin."


"Eh? Seorang healer bisa seperti itu?" Liana bahkan sangat terkejut mendengarnya. Bukan berarti aku tidak terkejut.


"Seorang healer? Dia itu iblis, kau tahu?" Balas Aleesha.


Kalau sampai orang lain mengatakan seperti itu dengan serius, aku tak akan membantahnya. Sebenarnya aku tak tahu banyak tentang nona Stephanie. Tapi Aleesha sudah lama menjadi anggota Magic Assosiation, dan ia menggambarkan nona Stephanie sebagai seorang iblis. Aku tak bisa membayangkan nya.


Kesampingkan soal nona Stephanie. Jika cerita itu benar, itu berarti dendam antara Imperial Paladin dan Magic Assosiation ini hanya karena masalah harga diri yg terlalu tinggi. Jika kami ingin mengatasinya, mau tak mau kami harus menyentuh daerah kekuasaan politik kerajaan, dan juga Imperial Paladin itu sendiri.


Jika benar begitu, ini akan menjadi semakin sulit tanpa adanya bantuan orang dalam.


"Ah benar juga, ada satu hal yg perlu kuberitahu ke kalian." Ucap Aleesha.


"Tentang apa?" Tanya Hughess.


"Tentu saja tentang klien yg meminta bantuan kita. Karena kalian tak menanyakan nya aku jadi melupakannya," ucap Aleesha.


Benar juga. Kami kesini karena adanya permintaan dari si klien, bukan hanya karena ancaman iblis. Kalau hanya karena ancaman iblis, kami bisa saja langsung menyerbu ke tempat lokasi kejadian.


Tapi, apa kamu perlu mengetahui siapa klien kita ini?


"Memangnya kami perlu mengetahui nya?" Tanyaku.


"Ya sebaiknya kalian tahu—


Disaat yg sama, suara. Ketukan pintu terdengar. Karena kami sedang berada di bawah tanah, seharusnya kami tak mendengar suara itu. Tapi karena alat yg dibuat Aleesha, kami jadi bisa tahu kalau ada orang yg sedang mengetuk pintu.


"Wah, baru saja dibicarakan, sepertinya dia datang tepat waktu." Setelah mengatakan itu Aleesha pergi keatas dan menyambut orang yg sepertinya adalah klien kami.


Hanya saja siapa orang itu?


Sesaat kemudian Aleesha kembali dengan membawa 3 orang gadis bertudung hitam. Wajah mereka sepenuhnya tertutup oleh tudung sampai tak terlihat oleh siapapun.


"Siapa mereka?" Tanya Elie.


"Orang yg kubicarakan tadi, klien kita."


Setelah kata-kata itu diucapkan, mereka bertiga lantas membuka tudung yg menutupi kepala mereka. Dan salah satu dari mereka bertiga merupakan seorang gadis cantik yg memancarkan aura bangsawan yg sangat jelas. Dan selain itu, mereka bertiga memiliki kapasitas sihir yg tak boleh diremehkan.


"Maaf terlambat memperkenalkan diri. Karena istana saat ini sedang cukup sibuk, saya kesulitan untuk pergi menyelinap keluar."


"Istana?" Tanya Liana.


"Hei hei, jangan bilang kalau gadis ini ...."


"Perkenalkan, nama saya adalah Yelena Benedia. Putri kerajaan Voracity."


"Saya adalah Selene Zeno, ketua pasukan penyihir kerajaan Voracity."

__ADS_1


"S-saya adalah Estelle Xenovia, wakil ketua pasukan penyihir kerajaan Voracity."


Tiba-tiba saja muncul orang yg luar biasa.


__ADS_2