Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Quiela Attila


__ADS_3

Tiga orang vampir, dan semuanya adalah vampir bangsawan. Jika dilihat dari aura yg mereka pancarkan, tingkatan mereka diatas Vience dan juga Chase. Tapi meskipun begitu, tak sekuat Rozalia ataupun Kuvra.


"Vampir bangsawan kelas atas," ucapku.


"Jadi ... Mereka ini musuh elit diantara para vampir?" Tanya Gale.


"Ya ... Kira-kira seperti itu."


"Heh, tak masalah. Hitung saja ini sebagai pemanasan." Seperti biasa kak Chezie selalu tenang disaat seperti apapun.


Kami semua memasang posisi siaga. Meskipun tadi kak Chezie bilang seperti itu, lawan kali ini bukan lawan yg bisa kami hadapi dengan santai. Itu bisa dilihat dari apa yg kak Chezie lakukan. Ia tak menggunakan sihir Puppet nya pada mereka. Itu menandakan kalau musuh kami kali ini tak terpengaruh dengan sihir itu, dan itu berarti mereka hampir setara dengan kak Chezie.


6 orang Magic Knight melawan 3 orang vampir bangsawan. Sepertinya ini akan menjadi pertarungan yg cukup sengit.


"Fire spirit : Inferno ...."


Gale merapal mantra, memunculkan bola-bola cahaya merah di sekitar pedangnya. Seketika, bola-bola merah itu menyatu dengan pedang, memunculkan gelombang api yg menyelimuti seluruh bagian pedang tersebut. Ini adalah salah satu kemampuan sihir roh milik Gale, Inferno si roh api.


Karena sebelumnya para Magic Knight yg baru datang telah mendapat kekuatan Void, kali ini mereka bisa bertarung dengan sekuat tenaga.


"Wah wah, buru-buru sekali ya ... Padahal kami hanya menyapa kalian saja. Yah, mungkin inilah yg disebut emosi manusia," ucap gadis vampir bernama Quiela itu. "Nebula, Bayorn, apa yg akan kita lakukan?"


"Hmmm, sepertinya tidak ada cara lagi selain menghadapi mereka." Ucap vampir yang bersamanya, Bayorn.


"Tapi nyonya Rozalia berpesan untuk tidak membunuh pemuda dengan tato Di matanya itu," ucap vampir bernama Nebula. "Bawa dia hidup-hidup ...."


"Kalau begitu baiklah ...." Balas Quiela. Ia lalu menoleh kearahku. "Berbanggalah kau manusia bertato aneh. Karena nyonya Rozalia menyuruh kami membawamu hidup-hidup, kami tak akan membunuhmu."


Membawaku? Apa berarti mereka mengincarku? Ini pasti ada sangkut pautnya dengan kejadian ketika aku pertama kali bertemu dengan Rozalia. Dengan kata lain dia mengincar darah unikku. Aku tak tahu apa yg akan terjadi kalau dia menghisap darahku, tapi sepertinya itu bukan sesuatu yg bagus.


"Karena itu, menyerahlah dan—


Tanpa disadari seorangpun, Gale sudah berada tepat di samping Quiela dengan pedang apinya yg membara. Menyadari hawa membunuh yg tiba-tiba muncul di samping nya, Quiela dengan segera mundur dan menahan serangan demi serangan yg dilancarkan Gale.


"Dasar primitif tak tahu sopan santun! Dengar dulu jika ada seorang gadis yg sedang berbicara!!" Teriak Quiela. "Blood Sacrified : Rose Grimory!!"


Sulur-sulur mawar merah penuh duri muncul dari bawah kakinya, bergerak cepat melindungi tubuhnya dari serangan Gale. Sulur berwarna merah darah itu sepertinya adalah Blood Sacrified miliknya, senjata yg muncul dari darah orang yg ia hisap. Gale tak mampu menebasnya dengan cepat, selain itu sulur itu juga beregenerasi. Menyadari itu, Gale segera mundur meninggalkan Quiela.


Seakan tak membiarkannya mundur, Bayorn muncul menghunuskan sebuah pedang tipis. Aura merah menyala dari pedang itu, seperti sebilah pedang yg berlumuran darah.


"Blood Sacrified : Red Velvet"


Dengan sebuah tebasan horizontal, Gale yg berusaha menahannya terhempas kebelakang. Daya serang yg sangat besar, padahal hanya sebuah pedang tipis. Tapi rasanya seakan sebuah pedang besar yg ditebas sekuat tenaga.


"Gale!!" Teriak kak Chezie.


"Sepertinya ini cukup gawat ... Chezie, vampir ini biar aku yg urus. Kau urus si Nebula!" Teriak Gale di sela-sela pertarungannya. "Zayn dan para gadis! Kalian urus Quiela!!!"


"Baiklah!"


Kak Chezie segera bergerak mundur. Ia memanggil makhluk summon lainnya untuk membantu. Seekor serigala bertanduk, dan 3 iblis yg berada dibawah kendali sihir Puppet maju menyerang Nebula. Iblis yg ia gunakan adalah salah satu kelompok terkuat dari iblis kuning. Kekuatan tempur mereka sangat berguna untuk membantu kak Chezie bahkan dalam pengaruh sihir Puppet sekalipun.

__ADS_1


"Seorang Summoner ya ... Cukup merepotkan." Nebula mengarahkan tangannya kedepan, dan mengeluarkan aura merah darah. "Blood Sacrified : Cancer."


Dari tangannya, aura merah muncul membentuk sebuah tangan besar. Aura merah berbentuk tangan itu menyelimuti tangan kanan Nebula, menjadi senjata yg berbahaya. Hanya dengan tangan kanan itu, ia menghempaskan 3 iblis yg dikendalikan kak Chezie. Meskipun kekuatan nya sangat kuat, kecepatan geraknya sedikit melambat. Sepertinya tangan itu memiliki efek samping tersendiri.


Menyadari itu, kak Chezie memanggil 2 ekor serigala bertanduk lainnya. Serigala itu memiliki kecepatan bagaikan kilat yg menyambar. Karena hal itu, mereka sering dijuluki sebagai Serigala Badai. Kecepatan gerak serta kekuatan penghancur yg bahkan dapat menghancurkan sebuah rumah. Aku tak menyangka kak Chezie dapat menangkap makhluk berbahaya seperti ini.


Disisi lain, Quiela dengan sulur mawar darahnya maju menyerangku. Namun berkat tembakan Fiera dari belakang, Quiela jadi sedikit terhambat. Meskipun begitu, serangan Fiera sama sekali tak dapat menghancurkan sulur-sulur itu.


Dibantu Liana, aku maju berusaha menyerangnya dari dekat. Namun meskipun dengan kekuatanku dan wujud iblis Liana sekalipun, sulur merah itu tetap tak dapat dihancurkan. Meskipun hancur, ia dengan segera beregenerasi. Menghancurkannya benar-benar membuang waktu dan stamina kami.


Fiera menyerang dari belakang, aku dan Liana menghadapinya dari depan, dan Elie membantu dengan sihir areanya. namun, meskipun diserang dari berbagai titik sulur itu tak dapat teralihkan sedikitpun. Pertahanan miliknya begitu kokoh. Bahkan setelah 5 menit berlalu, kami belum menggoreskan sedikit pun luka di tubuh Quiela. Bagaimana cara mengalahkan sulur-sulur ini? Selama ini, hanya itu yg terpikir olehku.


Dan disinilah aku mulai terpikir. Menyerang sulurnya adalah tindakan yg sia-sia, tapi kita tak bisa menyerangnya jika sulur itu terus melindungi tubuhnya. Jika begitu, kenapa tidak menyerang langsung ke tubuhnya dan menghiraukan sulur-sulur itu?


Diantara tubuh Quiela dan sulurnya ada sebuah ruang kosong yg ia gunakan agar dapat bergerak bebas di dalam pelindung mawar darahnya.


Karena kita punya Fiera yg memiliki sihir ruang, kenapa kita tak menggunakannya dari awal? Jika begitu maka kita bisa masuk langsung ke ruang kosong itu dan menyerangnya tanpa memperdulikan sulur-sulur menyebalkan itu. Kenapa hal ini tak terpikir olehku dari awal?


"Fiera! Gunakan Unlimited Rays!" Teriakku.


Fiera dengan cepat menangkap perkataanku dan mengangguk.


"Laser Beam!"


Sudah lama sejak terakhir kali aku menggunakan sihir ini. Sebuah sihir serangan serupa sinar merah yg melesat bagaikan anak panah, Laser Beam. Sihir ini memiliki kekuatan penghancur yg cukup tinggi, namun kecepatan geraknya begitu lambat dan mudah untuk dihindari. Namun, dengan sihir ruang Fiera, hal itu dapat di atasi.


Setelah Laser Beam miliki melesat dan tepat berada di depan mata Quiela, Fiera menelan sinar itu dengan sihir ruangnya dan memindahkannya ke belakang punggung Quiela, tepatnya kearah jantung. Karena Fiera memunculkannya di area kosong antara tubuh Quiela dan sulurnya, sinar itu melesat tanpa halangan ke tubuh Quiela. Hanya saja, aku tak menyangka refleknya cukup cepat. Sesaat setelah menyadari kemunculan Laser Beam di belakangnya, ia buru-buru menghindar. Tapi meskipun begitu, seranganku tetap mengenainya walaupun sedikit meleset.


Ia mengerang dengan keras. Seperti seorang wanita yg tak pernah merasakan sakit, ia terus memegang bagian perutnya yg berlubang akibat Laser Beam milikku sambil mengerang tanpa henti.


"Berhasil," ucapku.


"Si-sialan kalian!! Beraninya kalian melukaiku!!" Teriak Quiela. "Manusia sialan! Kubunuh! Aku pasti akan membunuh kalian!!"


Pergerakan sulur darahnya menjadi semakin cepat dan semakin buas. Jangkauan nya juga semakin meluas. Tak seperti kami, stamina yg ia miliki masih sangat banyak. Sepertinya aku perlu melakukan rencana kedua ku.


Tapi sebelum itu, aku perlu memastikan sesuatu. Jika Elie seorang pengguna sihir yg bertugas sebagai pendukung, seharusnya ia bisa membantuku.


"Liana, apa menurutmu Elie punya sihir yg bisa melemahkan Quiela?" Tanyaku.


"Sepertinya ada. Kenapa? Apa kau punya rencana?"


"Ya, rencana yg sempurna untuk mengalahkan vampir menyebalkan ini," jawabku.


"Hooo, kalau kau seyakin itu lebih baik segera mencobanya."


Aku segera menggunakan batu komunikasi yg diberikan ReVoid pada kami dan segera memberitahu Fiera dan Elie tentang rencana ku. Tentu saja, Liana juga ikut mendengarkan. Setelah sepakat, semuanya pun mulai bergerak.


"Fiera, terus tembak kearah Quiela. Abaikan saja sulur-sulur itu dan teruslah menembak!"


"Baiklah, Fiera paham!"

__ADS_1


"Liana, maju!"


Liana dengan percaya diri maju kedepan, menyerang Quiela dari dekat. Meskipun dilindungi sulur-sulur itu, kejadian yg tadi membuat Quiela lebih waspada pada ku. Namun ia juga merasa perlu mewaspadai Liana yg maju menerjangnya dari depan. Perhatiannya hanya tertuju padaku dan Liana, serta peluru-peluru Fiera yg terus melesat tanpa arah.


Ia sama sekali tak menyadari kalau aku dan Liana hanyalah umpan agar perhatiannya teralihkan dari Elie dan Fiera yg berada di tempat lain.


Dengan sihir ruang Fiera, Elie masuk ke area kosong milik Quiela, menangkap tangannya dan menggenggamnya dengan erat. Elie dengan sempurna menyembunyikan hawa serta niat membunuhnya dan menyusup tanpa ketahuan.


"K-kau manusia rendahan jangan seenaknya menyentuhku!"


"Drain life!"


Tangan Elie bercahaya dengan sangat terang. Perlahan, semua sumber kehidupan yg ada pada Quiela diserap oleh Elia. Sama seperti sihir Absorb yg menyerap Manna dari sihir serangan, sepertinya sihir Drain life milik Elie menyerap Manna objek yg disentuhnya. Serangan itu membuat Quiela melemah dan kehabisan Manna. Ia juga kehabisan tenaga sampai membuat sulur-sulur nya lenyap seperti daun yg terbakar. Elie cepat-cepat mundur kembali meninggalkan Quiela yg mulai panik.


"Aaaaargh!! Apa yg kalian lakukan padaku?!"


Liana dengan cepat mundur kebelakang. Saat ini Quiela kehabisan Manna, yg berarti ia akan maju tanpa berpikir panjang karena panik. Ia pasti akan mengincar orang yg ada didekatnya untuk menghisap darahnya.


Quiela yg melihat Elie mundur dengan cepat mengejarnya. Meskipun kehilangan banyak tenaga, kecepatan geraknya masih tak terduga. Tapi percuma saja, ia sudah berada di dalam jangkauan seranganku.


Dengan bantuan sihir ruang Fiera, aku muncul dari belakang Quiela, tepat diatas kepalanya. Dengan pedang panjang yg kupakai, sebuah tebasan horizontal mengenai kepalanya, membuat tubuhya terbelah menjadi dua.


Belum yakin kalau ia benar-benar mati, Liana yg tadi mundur kembali menerjang Quiela yg tak berdaya itu. Hanya dengan tangan iblisnya, Liana menembus jantung Quiela. Dengan ini, mustahil dia masih bisa bertahan.


"A-argh ... Aku mati ... Ditangan manusia?...."


Tubunya seketika lenyap menjadi abu. Quiela Attila, dia vampir yg lebih kuat dari Vience. Namun karena itu, ia terlalu percaya diri dan meremehkan musuhnya. Berbeda dengan Vience yg sangat berhati-hati, vampir yg satu ini sangat ceroboh dan begitu percaya diri dengan kemampuannya.


Tepat setelah Quiela mati, Bayorn dan Nebula yg tadinya berhadapan dengan Gale dan kak Chezie mundur dan menatap kami.


"Huuh, Quiela terbunuh ya ... Akhir yg wajar untuk vampir sepertinya," ucap Nebula. "Pengikut Rozalia memang seperti ini semua ya ...."


"Dengan begini kita tak punya urusan lagi dengan mereka ...."


Eh? Apa yg mereka katakan? Mereka mengatakan seakan-akan kematian Quiela ini bukanlah sebuah kebetulan ataupun sesuatu yg mengejutkan. Mereka bahkan tak peduli dengannya. Apa-apaan ini? Dan juga, barusan mereka bilang pengikut Rozalia? Dan lagi ia memanggil Rozalia tanpa penghormatan sedikit pun. Ada apa dengan mereka? Mereka tak seperti berpihak pada Rozalia.


"Sepertinya kita cukupkan sampai disini, manusia," ucap Nebula.


"Kalian mau kabur begitu saja?" Tanya Gale. "Apa para vampir itu pengecut semua?"


"Aku akui kalau kami pengecut, tapi kami bukan orang bodoh yg keras kepala. Aku yakin, dalam waktu dekat kita dapat bertemu kembali."


Sesaat setelah mengatakan itu, sosok mereka menghilang dalam kegelapan malam. Hawa mereka juga tak terasa lagi. Mereka benar-benar sudah pergi meninggalkan kita.


Setelah sekian lama, akhirnya kami dapat bernafas dengan lega. Meskipun hanya sejenak.


"Zayn, Fiera, Elie, Liana, sekarang bukan waktu untuk bersantai. Kita harus segera kembali," ucap kak Chezie.


"Baiklah."


Sampai sekarang aku masih kepikiran. Para Vampir itu, sebenarnya apa yg terjadi diantara mereka?

__ADS_1


__ADS_2