Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Yelena Benedia


__ADS_3


Identitas dari tiga orang yg merupakan klien kami itu cukup membuat kami terkejut. Bagaimana tidak? Siapa sangka kalau orang itu adalah seorang putri kerajaan dan dua pembesar pasukan penyihir?


"T-tuan putri?!" Teriak Elie dan Liana kaget.


Yah, aku juga cukup kaget tapi itu tak membuatku sampai berteriak histeris seperti Elie.


"Hey Aleesha, apa dia benar-benar tuan putri?" Tanyaku pada Aleesha.


"H-hey Zayn, dimana sopan santun mu?! Dia ini Putri lho, Putri kerajaan Voracity! Walaupun aku tak tahu pasti, tapi sudah pasti dia Putri kan?!" Teriak Elie menegurku.


"Bahkan pada bangsawan kelas atas sikapmu masih seperti ini huh? Aku tak tahu lagi harus bereaksi seperti apa ...." Keluh Aleesha. Sementara itu Hughess hanya tertawa kecil dibelakang.


"Hey, aku hanya memastikan. Meskipun seperti ini aku juga punya tata krama," balasku. "Hanya saja, aku tak percaya kalau tuan putri kerajaan ini yg meminta bantuan pada kita secara diam-diam."


"Ya ... Aku juga penasaran soal itu." Kali ini Hughess ikut berkomentar.


Menjawab rasa penasaran kami, gadis yg mengaku sebagai Putri kerajaan Voracity itu angkat suara.


"Aku yakin kalian semua pasti heran dan meminta penjelasan, untuk itulah kami datang kesini. Tapi sebelumnya, apa tidak mengapa berteriak-teriak seperti tadi? Bagaimana kalau misalnya ada orang yg mendengar?" Tanyanya.


"A-aku juga cukup kaget. Bisa gawat jika ada yg mendengar kalau tuan putri ada disini." Lanjut gadis yg bernama Estelle, si wakil ketua.


"Tenang saja, ruangan ini kedap suara. Selain itu ada juga sihir yg melindungi tempat ini. Bisa dibilang, tempat ini adalah tempat teraman di kota Voracity, menurutku," jawab Aleesha percaya diri.


Dan benar saja, seluruh ruangan ini diisolasi oleh sihir. Sihir ini memblokir semua suara dan hawa keberadaan kami dari orang luar. Memang tak salah jika menganggap ruangan ini menjadi tempat paling aman untuk menyampaikan informasi rahasia.


"Begitu ya ... Jujur saja, aku hampir jantungan ketika gadis itu tadi berteriak. Tapi kalau memang seperti itu sepertinya tak akan ada masalah," ucap Selene, si ketua pasukan penyihir.


"Kalau begitu, bukankah sebaiknya kita duduk dan membicarakan semuanya, tuan Putri?" Tanya Aleesha.


"Baiklah, kurasa memang seharusnya begitu."


Aku benci percakapan formal seperti ini. Bisakah kita langsung saja memulai percakapan ke intinya daripada berlama-lama dengan formalitas tak berguna ini?


Si tuan putri itu kemudian dipersilahkan untuk duduk di salah satu kursi yg ada disini, berhadapan dengan Aleesha dan juga Hughess sebagai perwakilan dari Magic Assosiation. Aku, Elie dan Liana berdiri di belakang mereka sembari menyimak semua percakapan mereka.


"Baiklah, kalau begitu biar ku perkenalkan diriku sekali lagi. Namaku Yelena Benedia, Putri termuda kerajaan Voracity, sekaligus pengurus pasukan penyihir kerajaan yg baru-baru ini di bentuk oleh ayahku, Charles Zeno Benedia sebagai bentuk antisipasi atas serangan iblis yg semakin hari semakin sering terjadi di kerajaan ini."


"Kalau begitu, namaku Aleesha Macrovic, pengrajin besi yg tidak terlalu terkenal di kota Voracity. Seperti yg telah anda dengar, saya adalah utusan dari Magic Assosiation yg bertugas untuk mengamati pergerakan iblis di kerajaan ini."


"Ya, aku sudah mendengarnya. Atau lebih tepatnya, kau sendiri yg sudah memberitahu ku."


"Begitu ya ... Jadi ini bukan permintaan langsung dari sang Putri, melainkan kau sendiri yg menawarkan bantuan, Aleesha?"


Mendengar pertanyaan Hughess, Aleesha tersenyum puas.

__ADS_1


"Benar sekali, tapi aku tak melakukan ini tanpa pikir panjang. Aku telah lama mengamati segala tindakan dan kepribadian anda, yg mulia." Ucap Aleesha. "Sangat jarang menemukan bangsawan yg tak memandang status seperti anda di kerajaan ini. Ditambah lagi, anda nampak nya telah lama menentang permusuhan dengan para penyihir, terutama tentang masalah Zean Endarker."


Seketika perhatian ku terpancing.


Kenapa tiba-tiba Aleesha membahas soal ayahku, Zean Endarker? Belum lagi dia mengatakan kalau tuan Putri ini menentang sesuatu mengenai ayah. Rasa penasaran ku kembali muncul.


"Apa yg kau katakan, Aleesha?" Tanyaku. Aku benar-benar menjadi penasaran.


"Seperti yg kukatakan, tuan putri ini sedikit berbeda dengan anggota keluarga kerajaan lain. Disaat kakaknya menuduh tuan Zean dan yg lain sebagai pengkhianat, beliau malah berpikir sebaliknya." Jawab Aleesha.


"Hoo, cukup menarik," ucap Hughess.


Merasa sedikit terganggu dengan perlakuan ku yg memotong percakapan mereka begitu saja, sang putri lantas menegur kami.


"A-anu ... Kalau boleh tau, apa hubungan anda dengan tuan Zean? Aku belum pernah bertemu dengannya, tapi nampaknya anda cukup dekat dengan beliau." Tanya tuan Putri padaku. Nampaknya pikiran nya cukup tajam sampai bisa menyadari hal seperti itu.


Aku melirik pada Aleesha, seakan bertanya apakah aku boleh menjawab pertanyaannya. Dan Aleesha langsung menyadarinya.


"Maaf, kurasa anda juga perlu mengenal mereka. Kalau begitu biar saya yg memperkenalkan mereka," ucap Aleesha tersenyum kecil.


Muka tuan Putri terlihat heran, seakan bertanya kenapa ia tak langsung menjawab pertanyaannya. Tapi ia dengan cepat mengangguk dan menuruti perkataan Aleesha.


"Hughess Greensword, Magic Knight no 11 The Alchemist," ucap Aleesha sambil menunjuk kearah Hughess. Seketika mereka bertiga kaget saat mendengar nama Hughess. "Kalian pasti pernah mendengar namanya, tapi saya harap anda sekalian mengabaikan status buronan nya. Karena itu hanyalah kesalahpahaman yg sangat buruk dari pihak kerajaan."


"B-baiklah ... Lagipula itu bukan masalah besar. Saat ini hubungan kami sedang kurang baik dengan kerajaan Redstone, mengingat mereka enggan memberi bantuan pada kami."


"B-bangsawan? Bahkan ada bangsawan di Magic Assosiation?" Kali ini wanita yg bernama Estelle itu yg keheranan.


"Aku tidak terlalu terkejut, dari awal aku sudah menduga setidaknya ada beberapa bangsawan disana. Kalau tidak bagaimana mereka bisa mendapatkan banyak informasi rahasia tiap kerajaan?" Ucap Selene, sang ketua pasukan penyihir.


"Dan yg ini, seperti halnya Liliana, dia juga bangsawan Bluelagoon yg baru bergabung dengan kami." Aleesha kali ini menunjuk kearah Elie.


"Namaku Elizabeth Bathory, Magic Knight no 15 the Stalwart. Senang bertemu dengan anda, yg mulia Putri Yelena." Dan sekarang Elie dengan sendirinya memperkenalkan diri sambil menunduk, menunjukkan kebanggaan nya sebagai seorang bangsawan.


"Senang bertemu denganmu juga, Elizabeth Bathory," balas tuan Putri.


"Dan yg terakhir, nampaknya anda sedikit penasaran hubungannya dengan tuan Zean."


"Ya ... Melihat ekspresi nya saat anda menyebut nama tuan Zean, saya mengambil kesimpulan seperti itu. Apa mungkin itu hanya kesalahan saya?"


"Tidak tidak, anda tidak salah," jawab Aleesha. Ia lantas menoleh kearah ku. "Magic knight no 13, The Monster Zayn Endarker. Dia adalah anak dari Zean Endarker."


"Eh?! Anak tuan Zean?!"


Seperti dugaan, mereka langsung kaget ketika tahu hal itu. Seakan-akan mereka baru saja bertemu sosok yg sangat mereka idolakan. Agak geli untukku diperlakukan seperti itu, tapi untuk kali ini kurasa tak mengapa. Lagipula aku ingin tahu lebih banyak tentang hal ini.


"Dia setahun lebih muda dari anda, tapi karena sifatnya, mungkin dia tak akan menggunakan bahasa yang formal bahkan pada tuan putri seperti anda—

__ADS_1


"Jangan berkata yg tidak-tidak, aku juga punya tata krama!"


"Begitu kah kata-kata dari seseorang yg memiliki tata krama? Dan lagi mengatakan nya di depan tuan putri, kau ini benar-benar ya ...."


"Ugh, kesampingkan soal itu, bukankah lebih baik kita lanjutkan ke topik utama kita?" Ucapku, tapi seketika aku teringat sesuatu. "Ah, sebelum itu jangan lupa menjelaskan tentang apa yg terjadi dengan ayahku. Kudengar tuan putri menentang perihal pengkhianat ayahku, benar kan?"


"Ah, ya ... Aku memang belum pernah bertemu dengan beliau karena saat itu aku belum lahir. Awalnya sama seperti kakak-kakak ku yg lain, aku menganggap itu sebagai pengkhianatan. Tapi seiring berjalannya waktu, aku akhirnya mengetahui kejadian sebenarnya, dan alasan kenapa beliau meninggalkan kerajaan. Menjadikan alasan seperti itu sebagai pengkhianatan sangat tidak masuk akal. Lagipula dari awal itu karena adanya undang-undang anti sihir yg dulu di terapkan mereka semua meninggalkan kerajaan ini. Karena itu, aku menentangnya dengan sangat. Tapi siapa sangka kalau ayah dan kakak-kakakku menolaknya mentah-mentah. Mereka beralasan kalau aku terlalu kecil untuk memahami masalah ini. Karena hal itu aku menyimpannya seorang diri."


"Yah, itu memang tak masuk akal," ucapku. "Lalu, bagaimana bisa pelarangan sihir itu dicabut, dan pasukan penyihir ini dibuat?"


"Itu karena usulanku. Sejujurnya, ini pertama kalinya usulanku diterima oleh ayah yg saat ini sudah semakin tua. Ketika melaporkan tentang penyerangan iblis di pantai Utara, dan bagaimana akibat dari penyerangan itu, aku segera mengusulkan tentang hal itu. Dan anehnya, usulan tersebut langsung diterima dan aku pun di tunjuk sebagai pengelola pasukan tersebut."


"Kebanyakan dari kami bukan berasal dari kota ini, dan beberapa bahkan merupakan imigran luar kerajaan. Karena impian tuan putri yg ingin mewujudkan kerajaan yg aman dan nyaman bagi semua orang, kami semua mendedikasikan hidup kami padanya." Sambung Estelle.


"Lalu, kenapa anda memberi perhatian pada penyihir?" Tanya Elie.


"Itu karena ... Sejak awal aku terlahir dengan bakat."


"Bakat?" Tanyaku.


"Bakat itu adalah cabang lain dari sihir. Bisa dibilang, bakat adalah sihir khusus yg hanya dimiliki oleh orang tertentu, dan itu muncul sejak lahir. Seperti Tony yg memiliki bakat gravitasi sejak lahir. Dan tak seperti sihir biasa, bakat tak bisa diwariskan melalui cara apapun," Jelas Hughess.


Itu, apa mungkin seperti sihir Transmutation dan Insomnia milik Kayn? Sekeras apapun usaha yg kukerahkan, aku tak bisa mempelajari sihir Insomnia milik Kayn, dan begitu juga sebaliknya. Ditambah lagi, kami mendapatkan kekuatan ini tanpa latihan atau apapun, seakan-akan kekuatan ini sudah menjadi diri kami sendiri.


Kalau begitu, apa itu artinya tuan Putri ini juga seorang penyihir?


"Aku memiliki bakat sihir penyembuhan tingkat tinggi, Recovery. Kekuatan ini muncuk saat aku berumur 7 tahun. Sejak saat itu, aku langsung paham kalau ini adalah sihir dan selalu menyembunyikan nya. Sampai sekarang, aku masih belum memberitahu keluarga ku tentang ini."


Wow, pilihan yg sangat bagus untuk anak berumur 7 tahun. Sepertinya dia memang jenius dari lahir, si putri ini.


"Tapi ... Sebenarnya ada hal yg aneh saat aku memohon agar ayahku meminta bantuan pada kalian, Magic Assosiation," ucap si putri.


"Apa itu?"


"Saat itu, ayah menggumamkan sesuatu seakan sedang gelisah," ucap si putri dengan raut muka sedikit khawatir.


"Bergumam? Apa yg ia gumamkan?" Tanyaku.


"... Tuan Zoldic pasti tak akan memaafkannya ...." ucap si putri lirih. "Itulah yg ia gumamkan"


"Zoldic?!"


Seketika Hughess dan Aleesha terkejut, seakan sosok bernama Zoldic ini tak seharusnya muncul disaat-saat seperti ini.


"Siapa itu Zoldic?"


Aleesha menatap ku dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kau tak mengenal nya, Zayn. Zoldic, si pengguna sihir hitam dan sihir terlarang," ucap Aleesha lirih. "Raja iblis biru, Zoldic."


__ADS_2