
Atmosfir kedua orang itu berubah menjadi begitu menyeramkan. Tekanan yg begitu menyesakkan, benar-benar hawa membunuh yg sangat besar. Seakan-akan mereka berdua adalah perwujudan iblis yg datang untuk membasmi semua makhluk hidup.
Kayn yg biasanya bersikap tenang dan selalu tersenyum itu kini menatap tajam kearah Vience dan Chase. Ia mengangkat pedangnya, mengeluarkan aura putih bersinar yg jauh dari kata indah. Cahaya putih yg menyilaukan itu mewakili hasrat membunuhnya yg begitu besar.
Disisinya, Fiera masih menunjukkan senyuman iblis yg mengerikan. Bagaikan hewan buas yg ingin segera menerkam mangsanya. Ia terlihat bersemangat seperti biasa, namun dalam kondisi yg berbeda. Kali ini, semangatnya bukan untuk sesuatu yg baik. Semangatnya kali ini menunjukkan seberapa besar hasrat membunuhnya.
Dan semua itu sanggup membuat kami bertiga yg menyaksikan ini bergetar ketakutan.
"Kayn...aku boleh melakukannya kan?" Tanya Fiera
"Lakukan lah sesukamu...aku juga akan melakukan apa yg kuinginkan...."
"Baik~~"
"Insomnia : Plaides Knight, Mljonir Sword."
Sebuah gelombang cahaya muncul menutupi tubuh Kayn. Seketika wujudnya berubah menjadi seperti seorang ksatria kerajaan lengkap dengan zirah putihnya. Ditangannya, sebuah pedang berwarna putih kebiruan dengan energi listrik yg kuat ia genggam erat. Ia bagaikan seorang ksatria suci penguasa Petir dalam legenda kuno.
Sementara itu, Fiera mengangkat senjatanya, kemudian seketika senjata itu berubah menjadi bentuk yg sangat berbeda dari sebelumnya. Ia menjadi lebih ramping dan lebih panjang.
"Sihir itu...dia juga bisa menggunakan Interfusion?"
"Interfusion?" Tanyaku.
"Itu adalah sihir tipe alkimia...aku pernah mempelajarinya dulu ketika baru bergabung dengan ReVoid. Dan aku belom bisa sepenuhnya menguasai sihir itu. Banyak yg bilang kalau sihir itu baru bisa dikuasai dengan pengalaman dan pengetahuan yg dalam, serta waktu pembelajaran yg cukup lama." Jelas Shiki. "Kalau dia bisa menggunakannya secepat dan semudah itu, sudah pasti ia sudah lama mempelajari sihir itu...."
"Begitu ya...."
"Ditambah lagi, sekarang ia mengubahnya menjadi senapan laser tipe plasma. Jelas-jelas itu terlalu modern dizaman ini...." Lanjut Aoi.
"Eh?"
"Sebenarnya, siapa dan dari mana orang yg mengajarinya kemampuan itu?"
"Sepertinya ini akan menjadi pertarungan yg mengerikan...."
"E-eh?! Kalau begitu bangunan ini bisa dalam bahaya!" Aku seketika sadar dan bersiap dengan sihirku. "Infinity Chamber!"
Ruang sihir terbentuk dan mengurung kami semua didalamnya. Dengan begini, kami tak perlu khawatir kalau bangunannya hancur berantakan. Mereka berdua juga bisa bertarung dengan bebas tanpa hambatan.
Dalam sekejap, Kayn bergerak dan menghilang dari penglihatan mata kami. Seakan ia menyatu dengan cahaya dan menjdsi tak terlihat, atau lebih tepatnya ia menjadi tak terlihat karena kecepatannya yg diluar nalar manusia. Bisa dibilang kecapatan Kayn kali ini seimbang dengan para vampir.
__ADS_1
Kayn muncul dihadapan Vience dan hendak menebaskan pedangnya. Dan seperti yg sebelum-sebelumnya, Chase muncul menghadang serangan Kayn. Ia sepertinya cukup percaya diri dan mengira mampu menahan serangan Kayn. Tapi yg terjadi tak seperti yg ia harapkan.
Ketika menahan serangan Kayn, gelombang kejut muncul dan menghasilkan ledakan besar. Chase terhempas kebelakang, sedangkan Vience buru-buru beranjak pergi menjaga jarak dari Kayn. Ia melompat kesamping dan mencari saat yg tepat untuk menyerang. Tapi ia sepertinya melupakan Fiera.
Sebuah bola-bola cahaya muncul dari arah Fiera, melesat kearah Vience. Bola-bola cahaya itu cukup cepat untuk ukuran sihir serangan, namun Vience masih bisa menghindarinya. Walaupun begitu, Fiera masih terus menembakinya. Dan rangkaian serangan itu berhasil menjauhkan Viencedaru Chase.
"Kekuatan macam apa itu...."
"Diam, aku tak butuh pujianmu."
Sekali lagi Kayn bergerak menyerang Chase. Kali ini Chase mengeluarkan senjatanya yg dari tadi ia simpan. Sepertinya ia mulai menganggap Kayn sebagi lawan yg mesti ia hadapi dengan serius.
Sebuah pedang panjang ia genggam, dan kemudian dihunuskan kearah Kayn. Ia melesat dengan kecepatan penuh, mengejar Kayn yg juga bergerak secepat kilat. Bagikan dua cahaya yg saling beradu, pertarungan ini benar-benar tak mampu kami ikuti. Mereka benar-benar berada di tingkatan yg berbeda.
Bola-bola cahaya Fiera terus mengejar Vience. Seperti saat latihan di ruang uji coba, Fiera menggunakan sihir lubang hitamnya untuk menangkap bola-bola sihir yg meleset untuk kemudian dilempar kembali ke Vience. Secepat apapun Vience, jika ia didesak dengan ratusan bola sihir yg bergerak cepat ia pasti tak akan berdaya. Bola-bola sihir itu sudah menjadi semacam penjara yg menyiksa siapapun yg ada didalamnya.
Menyadari kondisi Vience, Chase bergerak meninggalkan Kayn. Dan tentu saja Kayn tak akan membiarkannya pergi semudah itu.
"Enyahlah kau manusia!!" teriak Chase
"Siapa yg akan dienyahkan lebih dulu hah?"
"Authority!"
Segumpal darah muncul dari tubuh Vience, membentuk seperti tentakel yg bergerak menangkis serangan Fiera. Ia sadar kalau menghindari serangannya akan percuma, dan memutuskan untuk menghancurkannya.
Dan kemampuan yg ia gunakan itu, tak salah lagi kalau itu adalah Blood Sacrified miliknya. Namun sejauh ini, Chase yg juga merupakan bangsawan belum menggunakan Blood Sacrified miliknya.
Berkat kemampuan itu, Vience berhasil mengatasi sebagian besar bola-bola cahaya Fiera, dan bergerak hendak menjauhinya. Namun tak diduga Kayn muncul didepannya dan menebaskan pedangnya. Sontak Vience terkejut dan langsung menahannya dengan tentakel darahnya. Tapi tetap saja itu membuat Vience terhempas menabrak dinding sekolah.
Saat sedang berusaha untuk kembali bangkit, Fiera memunculkan lubang hitam dibawah Vience dan menariknya kembali ke udara, tempat pertama ia terdesak oleh Fiera. Ia benar-benar tak punya ampun.
Fiera mengubah bentuk serangannya, menjadi bola sihir tipis dengan kecepatan dua kali lipat lebih cepat dari yg sebelumnya. Dan itu membuat Vience kembali kewalahan. Ia tak mampu menahan semua itu, dan ia juga tak mampu menghindari semuanya. Dan tiap kali ia berusaha untuk pergi dari tempat itu, lubang hitam Fiera selalu saja berhasil menangkapnya.
"Sebelumnya model plasma, dan sekarang jadi model Gatling?" Gumam Aoi dengan kata-kata yg tak kumengerti.
Fiera yg sudah menyiapkan perangkap ini kembali mengganti model senjatanya. Kali ini menjadi lebih besar dan lebih berat. Dan kali ini ia tak menyerang dengan kecepatan seperti sebelumnya. Model ini sepertinya membutuhkan banyak waktu untuk mengisi tenaga dan menyerang.
Menyadari itu, Chase yg masih disibukkan dengan Kayn melemparkan beberapa bongkahan puing-puing yg hancur kearah Fiera. Bongkahan puing-puing yg besar itu melesat bagaikan anak panah yg melesat dari busurnya. Tapi sepertinya itu adalah langkah yg salah.
Lubang hitam kembali menelan puing-puing itu, lalu memunculkannya kearah Vience. Sekarang serangan dari Chase malah membuat Vience semakin dalam bahaya. Sementara itu, Fiera yg masih mengisi tenaga ke senjatanya hanya diam tanpa menoleh sedikitpun kearahnya.
__ADS_1
Terancam dengan serangan Fiera dan puing-puing yg dilempar Chase, Vience benar-benar terdesak.
Chase mulai kehabisan ide, dan melesat kearah Vience, menghiraukan serangan Kayn dan Fiera. Sepertinya ia lebih mengutamakan keselamatan Vience dibandingkan dengan dirinya sendiri. Ia dengan cepat mendekap Vience, melindunginya dari semua serangan yg diarahkan padanya. Ia benar-benar tak peduli dengn semua serangan yg melukai dirinya.
Fiera melepaskan tembakan laser besar yg dari tadi ia siapkan, namun serangan itu melesat melewati mereka berdua. Ujung laser itu mengarah ke Kayn yg tengah bersiap dengan pedang listrik nya. Ia dengan cekatan menangkis laser itu, mementalkanya kearah Chase dan Vience. Berkat itu, laser dari Fiera bercampur dengan element listrik dari pedang Kayn, menambahkan daya hancurnya.
Serang itu dengan telak mengenai Chase. Ia mengerang menahan sakit, tapi ia tetap tak melepaskan Vience dari dekapannya.
"Chase!!!"
Mereka berdua terjatuh ketanah, dengan Vience yg berteriak memanggil nama Chase dengan berlinang sedikit air mata. Apa mungkin jangan-jangan mereka berdua itu...
"K-kalian... kurang ajar kalian berdua!!!" Teriaknya.
"Seharusnya kami yg mengatakan itu dasar vampir...." Kayn menanggapinya dengan dingin.
"Berisiiikk!!!!"
Vience melesat kearah Kayn, sepertinya ia berniat menghabisi Kayn dengan kedua tangannya sendiri.
"Eh?"
Namun lubang hitam Fiera kembali menelannya, dan kembali memunculkannya ketempat lain, jauh dari Kayn dan Chase. Kayn juga tak menanggapi gerakan Vience barusan. Ia tetap fokus ke target utama nya, Chase.
"Insomnia : Wrath of the Void."
Pedang listrik Kayn berubah menjadi sebuah pedang tipis berwarna hitam keunguan. Dari pedang itu, aura gelap muncul menyelimutinya.
"Ti-tidak...hentikan itu!!"
Kayn melesat kearah Chase, hendak memberikan serangan terakhir.
Namun, sesuatu yg abnormal dikalangan vampir kini muncul dihadapan mereka. Sesuatu yg tak disangka juga dimiliki oleh para vampir yg haus darah.
Sebuah perasaan mendalam dari hati untuk melindungi sosok yg berharga, perasaan untuk berani mengorbankan nyawa demi orang lain.
"Ch-cha...se...."
"Yg benar saja...." Bahkan Shiki dan Aoi yg selalu berurusan dengan vampir terkejut melihat ini.
Vience muncul didepan Kayn, mengorbankan dirinya sebagai perisai untuk melindungi Chase yg terluka parah dibelakangnya.
__ADS_1