
Di hari pertama, aku mendapat cukup banyak informasi dari Lia. Dia benar-benar tak bisa menahan mulutnya untuk terus bercerita.
Pertama, tentang keempat jenderal besar pasukan Imperial Paladin yg dikenal dengan sebutan Glorious General. Masing-masing dari mereka berempat merupakan yg terkuat dalam bidang mereka masing-masing dalam hal penggunaan senjata, Seperti istilah Reign di ReVoid. Hanya saja, kedudukan mereka jauh lebih tinggi dari Reign. Itu karena mereka mampu mengendalikan pasukan bahkan tanpa arahan dari raja kerajaan ini. Padahal mereka adalah pasukan khusus kerajaan, tapi mereka bebas melakukan apapun jika itu demi kebaikan kerajaan. Sepertinya si raja ini terlalu mudah mempercayai orang.
Dua wanita dan dua pria. Masing-masing dari mereka merupakan bangsawan dengan kemampuan terkuat di kerajaan ini.
Dimulai dari Glorious General penguasa tombak, Barbara Vasselia. Dia adalah wanita dewasa yg merupakan pengguna tombak terkuat. Bahkan di masa mudanya, dia dapat mengalahkan sepuluh orang hanya dengan sebuah tongkat besi. Benar-benar wanita yg perkasa.
Kemudian Glorious General penguasa panah, Frederica Heical. Seorang wanita yg cukup tertutup. Sebagai seorang wanita dari keluarga Count yg memegang sebuah wilayah di kerajaan ini, dia memiliki hobi berburu. Seperti halnya Barbara, dia juga sudah cukup berumur. umur mereka berdua sekitar 40-an. Seumuran dengan paman Oliver dan nyonya Stephanie. Dan, seumuran dengan ayah.
Glorious General penguasa pedang, Arthur Argonaut. Ia adalah seorang pria tampan dari Keluarga Knight Argonaut yg telah mewariskan ilmu berpedang mereka dari generasi ke generasi. Dan juga, seperti jenderal yg lain, ia berumur sekitar 40-an.
Dan yg terakhir, Glorious General penguasa perisai, Gilbert Montana. Memiliki perawakan yg besar dan gagah layaknya berserker. Diantara keempat jenderal, dia adalah yg terkuat dalam hal pertahanan. Wajar saja karena ia adalah pengguna perisai besar. Pria itu ibarat sebuah tank berwujud manusia. Sepertinya, ia mirip dengan Guts.
Masing-masing dari mereka memegang pasukan mereka sendiri. Saat ini, pasukan milik Arthur si jenderal pedang sedang bertarung melawan para iblis di pantai Utara, bersama dengan jenderal perisai, Gilbert. Sedangkan untuk kedua jenderal wanita, mereka bertugas menjaga kota ini selagi kedua pria itu bertugas di Medan tempur. Yg berarti penjagan kota Voracity tak seketat biasanya.
Informasi kedua, tentang kondisi kerajaan saat ini.
Karena Lia hanyalah seorang kesatria tingkat menengah dan hanya seorang putri keluarga Knight, dia tak memiliki banyak pengetahuan soal kondisi kerajaan. Dan alasan lainnya, karena dia agak bodoh jika menyangkut politik. Aku bukan mengejeknya, tapi itulah yg ia katakan.
Yg ia tahu hanya bahwa kerajaan saat ini sedang dalam krisis akibat penyerangan iblis di pantai Utara. Karena hal itulah, beberapa bulan yg lalu kerajaan mengizinkan penggunaan sihir di kerajaan ini, serta membentuk sebuah pasukan penyihir yg berada dibawah kepemimpinan langsung sang Putri ketiga, Yelena Benedia. Sampai saat ini hanya itu yg ia tahu.
Informasi ketiga, sebenarnya ini bukan sesuatu yg begitu penting karena aku juga sudah diberitahu tentang ini.
Tak seperti kerajaan yg berada di dalam aliansi Fitzgerald, di kerajaan ini hanya para bangsawan yg memiliki nama keluarga. Seperti yg Aleesha beritahu kemarin, pangkat dan kedudukan adalah segalanya di kerajaan ini. Dan nama keluarga adalah salah satu ciri khas yg membedakan antara bangsawan dan rakyat biasa. Sangat berbeda dari kerajaan Bluelagoon dan kerajaan lainnya yg mana rakyat biasa saja bisa memiliki nama keluarga. Yah, contoh nya si Fiera, dan si Osamu itu. Mereka berdua adalah rakyat biasa, tapi mereka memiliki nama keluarga.
Hanya itu yg kudapat darinya. Tapi mungkin kedepannya aku bisa tahu lebih banyak jika terus bertemu dengannya. Dan karena saat ini Lia sedang mengambil cuti, aku masih bisa bertemu dengannya tanpa perlu repot-repot mencarinya ke pasukan Imperial Paladin. Bisa gawat jadinya kalau aku sampai ketahuan oleh mereka.
Aku melaporkan semua itu ke Aleesha sebagai pemimpin misi pengintaian ini. Aku juga mengatakan kalau aku mendapatkan semua ini dari salah seorang anggota Imperial Paladin. Dan seketika dia kaget sambil berkata :
"Bagaimana bisa kau malah bertemu dengan mereka di hari pertamamu?! Aku ingatkan, jangan pernah meremehkan mereka! Jika kau ketahuan sebagai anggota Magic Assosiation dan mendapatkan nama aslimu, kau bisa saja dieksekusi! Apa yg akan mereka katakan padaku nantinya jika ada junior yg dieksekusi karena bertugas dibawah perintahku?!"
Selama itu aku hanya bisa menyimak kata-katanya. Mungkin saat itu ia terlihat seperti memikirkan dirinya sendiri, tapi aku tahu kalau ia sedang mengkhawatirkan kami semua.
Meskipun sudah berkata seperti itu, ia memperbolehkan aku mendekati Lia lebih lama dengan satu syarat, jangan dekati dia di dalam area Imperial Paladin. Karena meskipun sihir sudah diperbolehkan disini, bukan berarti tidak ada yg menganut ideologi lama yg menentang sihir. Dan diantara orang-orang itu, para Glorious General merupakan salah satu dari mereka. Mereka sudah terbiasa menghadapi penyihir, karena itu mereka bisa membedakan seorang penyihir dengan orang biasa. Jika mereka sampai menemukan ku, aku bisa dalam bahaya. Karena itu ia melarang ku mendekati area Imperial Paladin.
Selain itu, aku juga merahasiakan soal ini dari Elie. Karena jika sampai ia tahu, bisa gawat jadinya. Entah apa yg akan ia pikirkan ketika mendengar ku sedang berjalan dengan gadis selain dirinya.
Karena itu, untuk sementara aku merahasiakan ini dari Elie dan juga Liana.
Di hari kedua penyelidikan, aku kembali menyusuri bagian kota. Aku tak tahu kemana saja si Lia itu akan pergi. Karena itu aku hanya bisa berjalan ke kota sambil berharap bertemu dengannya.
"Hey, bukankah itu kau Zayn?"
Suara yg cukup familiar terdengar memanggil namaku. Tak kusangka aku bertemu dengannya secepat ini.
"Pagi, Lia," jawabku.
"Apa yg kau lakukan pagi-pagi begini?"
Sambil mengenakan pakaian yg cukup modis, ia berjalan kearahku. Sepertinya cerita tentang ia yg sedang liburan itu benar. Saat ini ia terlihat seperti gadis yg sedang pergi jalan untuk kencan, penuh dengan dandanan.
"Hanya jalan-jalan. Aku cukup penasaran dengan kota ini."
"Begitu kah? Itu bagus, bagaimana kalau aku menemanimu?"
Eh, bukankah itu sudah terlihat seperti kencan?
__ADS_1
"Apa yg kau katakan? Lagipula, bukankah kau ada urusan?"
"Tidak juga, aku keluar karena bosan saja. Mulai besok aku akan kembali bertugas, karena itu akan sia-sia saja jika aku terus beristirahat di rumah."
Itu masuk akal. Menyia-nyiakan liburan hanya untuk tidur dan bermalas-malasan sama sekali tak menarik. Kurasa menerima ajakannya boleh saja.
Tapi ada satu masalah.
Aku mau saja menerima ajakannya, tapi jika saja kami berpapasan dengan Elie, aku bisa depresi.
"Kebetulan, aku ingin membicarakan sesuatu padamu ...." Ucap Lia sambil memainkan rambutnya.
"Sesuatu?"
"Y-yah, itu ... Aku malu jika mengatakan nya di tempat umum seperti ini. Karena itu, apa kau mau ikut denganku sebentar?"
Yah, kalau hanya sebentar mungkin tak masalah.
"Hanya sebentar, oke? Aku bisa mati karena malu jika ada orang yg kukenal melihatku berjalan bersama gadis cantik seperti mu."
"C-cantik?!"
Eh? Apa aku baru saja tak sengaja menggodanya?
"A-ah, ya ... Aku tak punya maksud apa-apa, lupakan saja yg tadi."
Entah kenapa aku malah merasa malu.
"T-tidak, tak masalah. Aku sama sekali tak keberatan dengan itu. Tapi tolong jangan katakan itu di depan umum ...."ucapnya malu.
"Maaf, salahku."
Yah, pada akhiyaku benar-benar menerima ajakannya. Aku harap kami tak berpapasan dengan Elie dan Liana.
Lia membawaku ke sebuah kafe sederhana yg ada di salah satu sudut kota. Tidak, sederhana bukan kata yg tepat untuk tempat ini. Aku malah lebih nyaman jika menganggap tempat ini sebagai kafe mewah.
Pelayanan yg ramah, tempat yg nyaman, dan pilihan menu yg cukup menarik. Dan bahkan mereka memakai sofa untuk kursi pelanggan. Bagian mana yg disebut sederhana? Ini benar-benar tempat yg mewah.
Sekilas aku terpukau dengan kemewahan ini.
"Selera bangsawan benar-benar tak bisa dianggap remeh ya ...." Gumamku.
Mendengarnya, Lia tertawa kecil.
"Biar aku yg bayar, pesan saja apa yg kau suka."
"Kalau begitu aku tak akan menahan diri."
Siapa juga yg bisa menahan diri ketika ditraktir makan di kafe mewah oleh seorang bangsawan kaya?
"Z-zayn, aku memang menyuruhmu untuk memesan apa yg kau mau. Tapi, setidaknya tahan diri mu sedikit," ucap Lia sedikit terganggu dengan perkataanku barusan.
"Bukanlah kau bilang, sesukaku?"
"A-aku tidak bilang seperti itu! Aku ini hanya seorang putri keluarga Knight, aku bahkan harus bekerja sebagai Imperial Paladin untuk mencari uang!"
Ah, benar juga. Knight bukan seperti bangsawan lain. Mereka adalah rakyat biasa yg diangkat menjadi bangsawan karena prestasi yg telah mereka lakukan. Pada dasarnya, knight adalah tingkat paling rendah dari kasta bangsawan. Karena itu, tak seperti bangsawan pada umumnya, mereka bukanlah orang yg kaya raya. Mereka hanya sedikit lebih kaya dari rakyat biasa.
"Baiklah aku mengerti, aku akan menahan diri," jawabku. "Selain itu, apa itu baik-baik saja, mempertaruhkan nyawa dan menjadi Imperial Paladin hanya untuk mencari uang?"
__ADS_1
"Y-yah, mau bagaimana lagi. Aku sudah dilatih untuk menggunakan senjata sejak kecil. Karena aku bodoh, aku tak bisa menjadi pedagang. Karena itu satu-satunya pilihanku adalah menjadi kesatria."
"Kalau begitu kenapa tidak menjadi penjaga kota saja?"
"Itu tidak bisa, seorang bangsawan tak bisa menjadi penjaga kota. Itu karena menurut para bangsawan, posisi itu tak pantas untuk mereka. Dan lagi penjaga kota hanya diperuntukkan untuk para rakyat biasa saja. Karena aku bangsawan, aku tak bisa bergabung dengan mereka ...."
Jadi begitu. Dengan menjadi bangsawan, ia tak bisa melakukan apa yg biasa dilakukan orang biasa. Itu cukup mengekang kebebasannya. Hirarki kasta di kerajaan ini sungguh buruk. Dengan memberikan kedudukan seperti itu, moral mereka bisa meningkat. Tapi disisi lain, mereka yg tak punya kemampuan menjadi terkekang dan kehilangan semangat juang mereka.
Setelah membicarakan hal itu, kami berdua memesan makanan seadanya. Mustahil bagiku untuk memesan apa yg kuinginkan setelah mendengar ceritanya. Meskipun begini aku masih punya hati. Aku memang tak pernah mengalami krisis ekonomi karena aku dan Kayn selalu berhemat dan selalu merancang semua pengeluaran kami. Karena pendapatan kami terbilang biasa, sudah seharusnya kami berhemat. Karena itulah, aku mengerti apa yg ia rasakan. Diperas oleh orang yg baru saja ditemui pastinya membuat seseorang depresi dan juga kesal.
Pesanan kami tiba hanya dalam beberapa menit. Seperti yg diharapkan dari kafe mewah, benar-benar pelayanan yg spektakuler. Tapi, bukankah tadi Lia bilang kalau pendapatannya tidak terlalu besar. Lalu kenapa dia membawaku ke kafe mewah? padahal ia bisa saja membawaku ke tempat lain yg jauh lebih murah.
"Jadi Lia, kenapa kau membawaku ke tempat ini?" Tanyaku. "Bukankah kau bilang tak punya banyak uang? Lalu kenapa kau memilih tempat ini?"
Mendengar itu, Lia segera berhenti menyantap makanannya.
"Itu ... Kupikir akan bagus jika aku melakukan ini sebagai permintaan terimakasih."
"Terimakasih?"
"Yah, ini soal yg kemarin. Saat para bandit itu berusaha untuk memperkosa ku ...." Ucap Lia. Sekilas wajahnya terlihat sedikit memerah. "Anu ... Kemarin aku tak sempat mengatakan nya, jadi ... Terimakasih banyak karena sudah menolong ku kemarin."
Ia menunduk dan mengucapkan nya dengan sangat tulus. Meskipun seorang kesatria, sepertinya ia benar-benar tertekan karena kejadian itu. Dilumpuhkan oleh sihir dan tak bisa melakukan apa-apa karenanya, itu cukup menakutkan bagi dirinya yg hanya seorang gadis. Yah bagaimana pun dia juga seorang gadis.
"Tak masalah ... Aku tak terlalu memikirkan nya."
"Tapi tetap saja, aku sangat berterimakasih."
"Kalau begitu aku terima pernyataan terimakasih mu."
"Dan juga ... Hal lain yg ingin kubicarakan ...."
"Apa itu?"
Sekilas, ia terlihat ragu untuk mengatakannya.
"Kemarin ... Aku sangat terkesan dengan kemampuan bertarung mu ... Itu sangat menakjubkan ...." Ucap Lia sedikit ragu.
"Yah, aku mempelajarinya dari orang yg hebat, jadi itu wajar saja."
"Karena itu ... Apa kau ... Mau bergabung dengan Imperial Paladin?"
Disuguhkan oleh pertanyaan itu, aku sedikit kaget.
"Aku hanya orang luar, kau tahu?" Ucapku.
"Ya ... Aku tahu itu, dan ada kemungkinan ketua tak mengizinkannya, tapi dengan kekuatan itu ...."
"Aku hanya seorang petualang, aku tak ingin terikat dengan peraturan, apalagi dengan organisasi besar seperti Imperial Paladin. Karena itu, aku menolak nya," jawabku.
"B-begitu ya ... Kalau begitu maafkan aku karena sudah meminta yg tidak-tidak ...."
Mengerikan juga jika aku sampai bergabung dengan mereka. Dan jika mereka sampai tahu kalau aku ini anggota Magic Assosiation, mereka akan menangkapku. Dan ada kemungkinan juga Lia ditangkap karena membawaku. Ini demi keselamatan kita berdua.
"Kalau begitu ...." Lia tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menatap wajahku dengan antusias. Aku sempat terkejut dengan gerakan tiba-tiba itu.
"A-ada apa?"
"Bertarung lah denganku!"
__ADS_1
Eh?