Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Sebuah Opini


__ADS_3

Hari ketiga setelah kedatangan kami ke kota Bluelagoon, dan harikedua kami bekerjasama dengan ReVoid melawan vampir. Setelah hari yg cukup sibuk kemarin, tak ada hal istimewa yg terjadi hari ini.


Dari pagi yg kulakukan hanyalah tidur dikelas. Kami hampir tak punya waktu untuk tidur tadi malam. Mungkin hanya sekitar 2 jam saja waktu yg kami miliki untuk beristirahat. Aku benar-benar kekurangan tidur.


Sama sepertiku, Liana juga tertidur pulas disamping Elie. Tak biasanya aku melihat Liana yg taat peraturan itu tertidur di kelas. Tapi yg aneh ada pada Elie.


Dia sama sekali tidak mengantuk. Bahkan dari awal pelajaran. Aku tahu kalau dia memang orang teladan dikelas, tapi bukankah itu aneh? Soalnya sama seperti kami, dia juga kekurangan tidur. Seharusnya dia setidaknya merasa mengantuk walaupun hanya sekali. Tapi dia benar-benar dalam keadaan segar seperti biasa.


Dan Fiera, sama seperti kemarin dia enggan bangkit dari kasurnya di rumahku. Tak kusangka sekarang dia malah jadi pemalas. Dan lagi ia jadi terus menginap di rumah kami. Kurasa aku perlu memberitahu kak Chezie soal ini.


Sedangkan Kayn karena kami tak sekelas jadi aku tak tahu pasti. Aku juga tak bisa membayangkan Kayn yg juga taat aturan seperti Liana tidur dikelas.


Shiki dan Aoi juga menjadi murid resmi disini tepat setelah kejadian di ruangan Osamu kemarin. Shiki sekelas dengan Kayn, sedangkan Aoi sekelas denganku. Yah, dilihat dari Aoi yg juga mengantuk dikelas, aku bisa membayangkan apa yg terjadi dengan Shiki di kelas sebelah.


Aku terus tidur, sampai seseorang mengguncang badanku dan membuatku terbangun.


"Hei Zayn sudah cukup tidurnya, ini sudah siang kau tahu?"


Ini suara Liana. Jadi dia ya yg mengguncang badanku.


Eh, tunggu dulu, siang?! Barusan dia bilang sudah siang?!


Tidur terlalu lama tidak baik untuk tubuhku. Cepat-cepat kubuka mataku dan mengangkat kepala. Benar saja, semua orang sudah pergi. Yg tersisa hanya ada aku, Elie, Liana dan juga Aoi yg baru bangun.


"Ah akhirnya bangun juga...."


"Jam berapa sekarang?" Tanyaku.


"Hmmm...jam 2 siang." Elie yg sedang membersihkan mejanya menjawab.


"Begitu ya...aku sudah tidur selama 7 jam." Gumamku.


"Menyedihkan sekali kau ini. Tak kusangka kau bisa tidur nyenyak selama itu." Sindir Liana.


"Dasar pemalas." Aoi juga menyindirku


"Kau juga tidur kan? Jangan berkata seolah-olah hanya aku yg tidur." Sanggahku "dan kau Aoi, muka bangun tidurmu bahkan masih terlihat dengan jelas."


"E-eh?! Be-benarkah?! Kalau begitu jangan dilihat, dasar tak sopan!!"

__ADS_1


"Apanya yg tak sopan dari itu?"


"Ditempat asalku itu bukan perbuatan yg sopan kau tahu!!"


"Jangan samakan tempat ini dengan kampung halaman mu...." Ucapku "selain itu Elie, tak kusangka kau begitu tangguh. Dari pagi kau sama sekali tak kelihatan lelah atau mengantuk sedikit pun."


"Yah, aku sudah cukup tidur karena itu aku tak mengantuk." Jawabnya.


"Tidur cukup? Kau pikir tidur 2 jam itu cukup?"


"2 jam? Aku tidur 6 jam kok." Jawabnya lagi.


"Hah?"


Melihatku dan Aoi yg keheranan, Lianapun maju menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi.


"Sebenarnya ya Zayn, waktu masih di pelatihan nona Stephanie sempat mengajarkan sebuah sihir unik. Nama sihir itu adalah Infinity Chamber. Sihir ruang tanpa waktu." Jelas Liana. Aku membelalakkan mata. Aku jelas tahu sihir itu. "Nona Stephanie bilang sihir ini membutuhkan banyak Manna. Jadi Elie yg punya pasokan Manna yg besar ini pasti bisa menggunakannya."


Infinity Chamber, sebuah sihir ruang tanpa waktu. Ini sihir yg sama dengan yg digunakan Osamu. Kalau sihir ini membutuhkan banyak Manna, berarti si Osamu itu juga punya Manna yg sangat melimpah seperti Elie?! Aku baru tahu ini.


"Hooo...jadi maksudmu kau sudah tidur di dalam ruang tanpa waktu itu?" Tanya Aoi.


"Bukan hanya aku, Liana juga kok." Jawabnya "kami sudah tidur selama 6 jam. Tapi ketika keluar ternyata hanya berlalu selama satu menit."


"Lalu, kalau kau sudah tidur selama itu bagaimana bisa kau tidur dikelas?" Aku menatap matanya tajam.


"Yah, melihatmu tidur pulas seperti itu membuatku jadi mengantuk. Karena itu aku juga tertidur."


"Itu bukan alasan yg logis. Tak kusangka kau yg taat peraturan ini bisa melanggar peraturan." Lanjutku. "Kalau kau orangnya seperti Fiera aku bisa mengerti...."


"Omong-omong soal Fiera, dia tidak hadir hari ini." Potong Aoi. "Apa terjadi sesuatu padanya?"


"Tak usah mencemaskannya. Dia hanya malas bangun dari tempat tidur...." Jawabku.


"Ah begitu ya...."


Suara ketukan pintu terdengar ketika kami sedang berbincang santai. Didepan pintu, Kayn sudah menunggu dengan Shiki. Sepertinya urusan mereka sudah selesai.


"Nah, saatnya pulang. Kita juga perlu bersiap-siap untuk nanti malam." Ucap Elie.

__ADS_1


"Oi Elie...kau masih belum memberitahu ayah dan ibumu soal kejadian ini kan?" Tanyaku. Elie terdiam sedikit menunduk. "Kau yakin ingin terus merahasiakannya?"


"Ya...itu pilihan terbaikku saat ini."


"Jadi kau akan terus kabur tiap malam seperti kemarin? Apa jadinya kalau orang tuamu sampai tahu?"


"S-soal itu jangan dipikirkan. Aku akan menceritakan semuanya di saat yg tepat."


"Ya kuharap ini bukan pilihan yg buruk."


"Sudahlah kalian berdua, ayo pulang. Kasihan Kayn dan Shiki lama menunggu di depan pintu." Ucap Liana.


Setelah beres-beres, kami pun segera meninggalkan ruang kelas. Suasana sekolah sudah sangat sepi. Wajar saja soalnya ini sudah jam pulang sekolah.


Dan tepat sebelum aku keluar dari gerbang sekolah, aku melirik sebentar kedalam sekolah. Dan dalam sekejap, aku dapat melihat sosok yg sangat tak asing. Seorang wanita dengan gaun panjang, topi lebar dan ramput pirang panjang. Aku terdiam sebentar. Dan saat ia menatap kearahku, aku terkejut. Mata merah yg bersinar dalam kegelapan, dan taring panjang. Tak salah lagi, dia adalah vampir bernama Vience de Meer yg menyerangku dan Fiera di hari pertama kami di kota Bluelagoon.


Tapi beberapa detik setelah itu, dia menghilang lenyap seperti bayangan.


"Ada apa Zayn?" Tanya Elie.


"Gawat... sepertinya aku tahu bagaimana cara mereka masuk ke kota ini."


"Mereka?" Tanya Kayn.


"Vampir-vampir itu sepertinya menyamar dengan sempurna sebagai manusia dan masuk ke dalam kota saat masih siang." Ucapku. "Ini masih perkiraanku saja."


"Hei apa kau yakin itu? Mereka ini vampir. Vampir tak bisa berjalan dibawah cahaya matahari." Sanggah Shiki.


"Kakak benar, sampai sekarang belum pernah ada vampir yg bisa hidup dibawah sinar matahari." Timpal Aoi.


"Tapi bagaimana kalau mereka menggunakan sesuatu untuk menutupi tubuh mereka?" Tanyaku memastikan. "Seperti kereta atau sesuatu seperti itu?"


"Memang benar sih, mereka bisa menggunakan cara itu. Lagipula mereka memiliki rupa seperti seorang bangsawan. Menyamar sebagai bangsawan dari kota lain mungkin bisa saja mereka lakukan. Tapi itu kalau hanya satu atau dua orang. Mereka tak mungkin mengangkut puluhan orang dalam satu hari saja." Jelas Shiki. "Soalnya itu bisa jadi sangat mencurigakan."


"itu hanya pemikiranmu saja. Tapi tak ada salahnya mempercayai hal itu." Ucap Kayn.


"Yah, Kayn benar. Malam ini kami akan mengadakan rapat. Kau juga datanglah Zayn, mungkin pemikiranmu itu bisa menjadi masukan yg berguna untuk kedepannya." Ucap Shiki.


"Sepertinya itu boleh dicoba..."

__ADS_1


"Aku harap kau tidak tergagap sewaktu rapat Zayn, soalnya itu akan jadi sangat memalukan." Ledek Kayn.


"Berisik!"


__ADS_2