
" masih ada kemungkinan kalau cerita itu bohong, dan ayah masih hidup"
" Apa kau bilang? Bukankah kau juga melihatnya waktu itu? Ayah dan ibu sudah dibunuh oleh iblis-iblis itu"
" Tapi itu semua bisa saja direkayasa. Lagipula kita tidak pernah menghadiri pemakamannya dan bahkan tak tahu dimana lokasi makamnya."
" Tapi..."
" Kita lihat saja besok, apakah ini benar-benar nyata atau hanya fiksi belaka"
Aku menunduk, tak tahu harus mengatakan apa. Kata-kata Kayn masuk akal, tapi aku tak bisa menyangkal kalau di hati itu, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri tentang ayah dan ibu yg dibunuh iblis. Aku benar-benar bingung.
" Soal cerita itu, ada beberapa hal yg perlu kalian ketahui"
Suara itu tiba-tiba muncul disudut ruangan. Bersamaan dengan itu, sesosok gadis berambut pirang juga muncul di tempat suara itu. Itu Zero. Ia pasti datang dengan sihir teleport nya. Tapi, apa yg ia lakukan?
" Z-zero?"
" Kalian pasti meragukan keaslian cerita tentang kematian Zean Endarker, ayah kalian bukan?" Tanya Zero. Kami terdiam. " Aku belum pernah bertemu dengannya, tapi aku tahu kalau dia bukan orang yg bisa mati semudah itu"
" Jadi...kau juga meragukan..."
" Jangan salah paham dulu. Aku tahu kalau dia bukan orang yg bisa mati semudah itu. Tapi itu tak menutup kemungkinan kalau ia benar-benar terbunuh dengan cara licik itu" bantah Zero, memotong perkataan Kayn barusan " mati karena racun yg diberikan oleh orang yg kita tolong. Huh, itu sama sekali tidak keren kalian tau?"
__ADS_1
" Apa yg sebenarnya ingin kau katakan, Zero?" Tanyaku.
" Yah, aku mendengar perdebatan kalian barusan, dan jujur saja itu semua masuk akal" ucap Zero. " Dimulai dari paman Oliver yg terlambat datang, dan penuturan Louise yg sama sekali tak hadir di tempat kejadian"
" Kalau begitu bukankah seharusnya pendapatku benar?" Tanya Kayn.
Zero tersenyum tipis, lalu menggeleng sambil melambai-lambaikan telunjuknya.
" Tentang pernyataan Louise, kalau dia orang biasa mungkin itu akan 100% ditolak" ucap Zero " tapi salahnya, dia bukan orang biasa. Kau tak boleh meremehkan kemampuannya mengumpulkan informasi"
" Jadi maksudmu, si Louise ini bisa saja mengetahui kejadian ini, walaupun tak ada di tempat kejadian?" Tanyaku.
" Ya, menurutku seperti itu. Kemampuannya mengumpulkan dan mencerna informasi sangatlah mengerikan. Aku saja tidak tahu bagaimana cara dia melakukan itu. Karena itulah dia ditunjuk sebagai Informan sekaligus Ahli strategi kita, Magic Assosiation" jelas Zero. " Jika dia sampai menyatakan seperti itu, besar kemungkinannya kalau kejadian itu benar-benar terjadi "
Kami berdua terdiam, mendengar penjelasan Zero. Penjelasan tadi benar-benar menutup kemungkinan kami. Selain itu, bagaimana bisa ia memiliki kemampuan sehebat itu, si Osamu itu. Jika yg dikatakan Zero benar, Louise Lawrence atau Ryunosuke Osamu itu benar-benarorang yg mengerikan. Tak heran jika dia tahu semua yg kami lakukan semenjak aku dan Kayn dikota Bluelagoon, dibawah pengurusannya.
" Aku benci mengatakan ini, tapi sepertinya aku akan menerimanya" ucap Kayn.
" Yah, kalau Zero yg tak terurus itu sampai mengatakan hal seperti ini aku hanya bisa menurut. " Ucapku.
" Fufu, kau masih bisa bercanda ya Zayn. Baguslah" ucap Zero " kalau begitu aku pergi dulu. Jangan buat yg aneh-aneh Kayn, Zayn "
Zero kembali mengulang dengan sihir teleport nya. Ia datang dan pergi begitu saja. Apa dia tak kenal pintu masuk?
__ADS_1
" Huuh, mau bagaimanalagi, aku akan menerima kenyataan ini" keluh Kayn menghela nafas. " Sepertinya kita harus fokus untuk misi besok lusa"
" Jadi bagaimana Kayn, apa yg akan kau lakukan tiga hari kedepan?" Tanya ku " mulai besok aku akan berlatih dengan paman Oliver..."
" Yah.... sepertinya aku masih perlu melatih sihirku ini. Kejadian seperti waktu itu harus bisa kuatasi"
" Waktu itu? Ah, serangan Margaret ya"
" Aku mungkin akan meminta kak Marry mengajariku" ucap Kayn.
" Mengingat kalian punya sihir yg hampir sama, kurasa itu ide bagus." Ucapku.
Sihir khusus milik Kayn, Insomnia. Awalnya aku sedikit heran dengan namanya. Bukankah Insomnia itu nama penyakit susah tidur? Tapi ada sedikit keterkaitan antara penyakit itu dengan sihir Kayn sih. Soalnya penderita insomnia itu ingin sekali tidur dengan nyenyak dan mendapat mimpi indah.
Insomnia milik Kayn itu adalah kemampuan yg memungkinkan penggunanya mewujudkan apa-apa yg ia imajinasikan, seperti sedang dalam mimpi. Jika ia membayangkan sebuah pedang yg kuat, maka pedang itu akan muncul dengan kekuatannya. Penggunanya tak memiliki satu patokan sihir element. Dengan kata lain, ada kemungkinan penggunanya bisa menggunakan segala jenis sihir element. Tapi tentunya itu akan memakan banyak Manna. Kekuatan yg kuat pasti bayarannya juga besar.
Tapi dengan imajinasi dan pengetahuan Kayn, seharusnya ia bisa mengatasi itu.
Sedangkan sihir milik kak Marry, Exchange. Itu adalah sihir khusus yg diciptakan ayah kak Marry. Dengan sihir itu, ia dapat memanggil roh 5 pahlawan legendaris penguasa element, menyatu dengan mereka dan menggunakan kekuatan penuh mereka. Efek dari sihir ini membuat perubahan yg besar pada penampilan serta kekuatan kak Marry.
Selain Exchange, kak Marry juga memiliki sihir pengendalian jarak jauh Telekinesis. Kak Marry dapat mengendalikan banyak benda dengan pikirannya. Karena itu ia bisa muncul dengan puluhan pedang yg melayang mengitarinya. Pedang-pedangnya itu juga muncul dengan sihir penciptaan kak Marry. Ia benar-benar seorang Dewi pedang.
Aku berbaring diatas kasur, mengangkat tanganku. Sedangkan Kayn duduk di kasur, menatap kearah meja. Saat ini, kami perlu mempersiapkan diri menghadapi musuh yg sama sekali belum pernah kami lawan sebelumnya. Tentu saja, ini akan sedikit sulit.
__ADS_1
" Kuharap semua akan berjalan lancar besok. " Ucapku " latihan ku, kau, Elie dan Liana. Kuharap semua berjalan lancar..."
" Yah, aku juga berharap seperti itu...."