Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Pembentukan Aliansi (bagian 2)


__ADS_3

"Mulai saat ini, aku Louise Lawrence dan juga biasa dipanggil Osamu akan membuat aliansi sementara. Zuan dengan kelompoknya akan bekerjasama sama dengan manusia untuk memukul mundur pasukan Rozalia!!"


"Aku, Zuan Von Archimiste menerimanya dengan senang hati."


Pengumuman yg tak terduga itu menggema di langit kota Bluelagoon yg dilapisi sihir ruang tanpa waktu. Semua yg hadir mendengar pernyataan itu dengan jelas. Baik itu manusia ataupun vampir, masing-masing mereka saling melemparkan pandangan heran. Zero yg berada di antara kerumunan segera menatapku, seolah meminta jawaban. Aku hanya membalasnya dengan sebuah senyuman tipis. Ini bukan waktuku untuk menjelaskan nya. Jika kau se penasaran itu tanya saja langsung ke Osamu. Tugasku hanya memberi usul dan menyampaikan nya. Bukan tugasku untuk menyampaikan dan menjelaskan.


Pihak ReVoid tampak sedikit terganggu dengan keadaan ini. Mereka pastinya akan sedikit ragu dengan keputusan untuk bekerjasama dengan vampir yg tak lain adalah musuh mereka. Tapi sejauh yg aku tahu, mereka bukanlah orang-orang yang mementingkan ego mereka daripada tujuan mereka. Dengan sedikit penjelasan, mereka pasti akan mengerti.


Dilain pihak, para vampir tampak berselisih. Mereka adalah vampir, harga diri mereka sebagai ras yg kuat sangat tinggi. Mereka saat ini pasti bertanya-tanya, bagaimana bisa pemimpin mereka menyetujui kerjasama dengan manusia yg sering dianggap sebagai makanan oleh vampir.


"Tujuanku adalah untuk melenyapkan Rozalia dari dunia ini. Dia adalah ancaman seluruh ras, baik vampir maupun ras lainnya. Selain itu, aku juga memiliki dendam pribadi padanya. Sebagai orang yg ia ubah menjadi vampir, aku tak mampu melawan tiap perintah nya. itu membuatku kehilangan kebebasan ku dan membuatku menjadi seperti budak. dalam hal ini wajar kalau aku berniat melenyapkannya. Daripada hidup sebagai bawahan dan budak, aku lebih memilih hidup bebas meskipun dengan mempertaruhkan harga diriku sebagai ras terhormat."


Zuan mengucapkan semua itu dengan lantang. Ia dengan berani nya membeberkan semuanya.


"Setelah usaha yg kulakukan selama berpuluh-puluh tahun lamanya, aku sadar bahwa melenyapkan nya seorang diri adalah hal yg mustahil. Bahkan setelah rekan seperjuangan ku datang membantu, kami tak mampu melakukan apa-apa. Banyak dari kami yg telah mengorbankan diri untuk sekedar mencoba melukainya, namun berakhir sia-sia. Namun setelah menyadari kemampuan manusia yg selama ini kami anggap remeh, aku mulai merubah pandanganku. Aku telah melihat cahaya harapan yg dapat membawa kami menuju tujaun kami. Karena itu, aku dengan seluruh kepercayaan ku menerima ajakan untuk bergabung dalam kerjasama ini ...."


"Para vampir yg berniat melenyapkan Rozalia yg telah meresahkan semua ras, dan kita yg hendak mengusir Rozalia dari kota Bluelagoon ini. Dengan kerjasama, tujuan kita masing-masing akan tercapai, dan kita akan menjalin ikatan yg tak pernah terjalin sepanjang sejarah." Sambung Osamu.


Seperti yg ia katakan, jika aliansi ini terbentuk, sejarah baru akan terbentuk. Hari ini akan menjadi hari dimana pertama kalinya manusia dan vampir bekerjasama untuk mengalahkan satu musuh.


"Sebelum itu, aku perlu mendengar pendapat rekan-rekan ku sekalian." Osamu lantas menoleh kearah kami semua.


" Tidak masalah, Aku setuju." Dan yg pertama kali meresponnya adalah Kayn. Ia mengatakannya tanpa keraguan sedikitpun. Sepertinya sesuatu terjadi antara Kayn dan Elsie disaat aku pergi meninggalkan mereka berdua. "Ini bukan ide yg buruk menurut ku. Selain itu, vampir juga makhluk hidup. Kurasa tak ada salahnya bekerjasama dengan mereka. Aku yakin Zayn juga berpikir seperti itu."


"Ya, yg dikatakan Kayn benar. Aku setuju dengan ini," ucapku. Setelah Kayn mengatakan itu mana mungkin aku diam saja.


Mendengar jawaban kami berdua, semuanya saling melempar pandangan.


"Kupikir ini bukan masalah. Dengan rekan yg dapat diandalkan, semua kejadian ini bisa diselesaikan dengan mudah." Nona Stephanie mulai angkat suara.


"Semakin banyak orang semakin cepat selesai nya. Ini bukan pilihan yg buruk," ucap kak Marry.


"Aku sependapat," ucap Hughess juga.


"Huh, kalau kalian bilang begitu aku tak punya pilihan lain," ucap Zero. "Aku setuju."


"Begitu pula denganku," ucap Gale.


Semua anggota Magic Assosiation menyetujui rencana kerjasama ini. Seperti yg kuduga, mereka pasti akan setuju jika Osamu yg mewakili kami.


Meskipun begitu, dipihak vampir sedikit perselisihan terjadi. Saat ini, kelompok mereka terbagi menjadi dua kelompok. Yg setuju dengan rencana ini, dan yg tidak setuju.


"Bagaimana mungkin kita para vampir meminta bantuan dari ras lemah seperti manusia?!" Ucap Bayorn.


"Aku sependapat! Kumohon pikirkan kembali tuan Zuan! Ini tak masuk akal!" Ucap Katherine juga.


Seperti yg kuduga, alasan mereka pasti karena harga diri.


"Apanya yg tak masuk akal?" Jawab Elsie. Diantara vampir yg lain, Elsie adalah yg paling pertama menyetujui rencana ini. "Manusia dan vampir tak jauh berbeda. Lagipula, dulunya kalian juga manusia, bukan?"

__ADS_1


"Itu sudah sangat lama! Aku bahkan sudah tak ingat lagi siap diriku sebelum menjadi vampir. Aku sudah bukan seperti mereka lagi," balas Bayorn. Jika dilihat-lihat, Bayorn menentang rencana ini lebih dari siapapun, meskipun hanya mereka berdua yg menentangnya. "Vampir itu jauh lebih kuat dari manusia!"


"Itu benar! Bagaimana mungkin kita meminta bantuan dari ras yg lebih lemah dari kita?!" Ucap Katherine. "Aku lebih memilih meminta bantuan para Lycan itu daripada manusia."


"Hoo, jadi kau menganggap para serigala itu lebih kuat dari manusia?" Tanya Nebula.


"Benar-benar tak tahu diri ...."ucap Gillan juga.



"aku tak habis pikir. setelah kalian menyaksikan bagaimana mereka mengalahkan Hermes, dan kalian masih saja meremehkan mereka?" ujar Vanessa.


Aku tak tahu ras seperti apa Lycan itu. Dari apa yg mereka katakan, sepertinya mereka adalah ras setengah serigala seperti halnya Werewolf. Dan sepertinya, vampir dan Lycan memiliki hubungan yg buruk satu sama lain. Bukan seperti manusia, hubungan mereka dengan Lycan kelihatan lebih seperti Rival.


Setelah mendengar jawaban Bayorn dan Katherine, Zuan menatap mereka berdua dengan tatapan sinis.


"Bayorn, Katherine, kalian barusan mengatakan kalau kalian lebih kuat dari manusia, kan?" Tanya Zuan.


"Y-ya, itu benar."


"Lalu kenapa kalian bahkan tak mampu mengalahkan salah satu dari mereka? Jika dilihat dari kondisi kalian, bukankah itu bertentangan dengan apa yg kalian ucapkan?" Tanya Zuan. "Dengan tubuh kalian yg kacau dan babak belur itu, kalian masih mengatakan kalau kalian lebih kuat dari mereka? Aku tak pernah tahu kalau bawahanku adalah orang-orang tak tahu diri seperti kalian ...."


Bayorn dan Katherine terdiam. Seperti yg Zuan katakan, diantara semua vampir keadaan mereka berdua adalah yg terburuk. Meskipun tak ada bagian tubuh yg hilang, tpi keadaan mereka sangat kacau dan dipenuhi denga goresan dan sobekan pada pakaian dan tubuh mereka. Selain itu, kondisi tubuh mereka juga terlihat kelelahan. Aku penasaran mereka bertarung dengan siapa hingga dibuat kacau begini.


"Dengan kondisi kalian saja, itu sudah membuktikan kalau kalian lebih lemah dari mereka. Ingat baik-baik, manusia itu tidak lemah. Mereka menjadi kuat dengan cara mereka sendiri," ucap Zuan. Benar-benar ucapan seorang pemimpin. "Coba jawab. Apa menurut kalian Rozalia lebih lemah dari mereka?"


"Tentu saja tidak!"


Lagi-lagi mereka berdua terdiam.


"Kalian ... Apa kalian benar-benar ingin mengalahkan Rozalia?"


"T-tentu saja! Karena itulah kami mengikuti anda tuan Zuan!"


"Kalau begitu, kita butuh kekuatan mereka untuk mengalahkan Rozalia. Karena itu pikirkan baik-baik jawaban kalian."


"Baik!"


Zuan diam dan kembali menatap ke semua vampir bawahannya.


"Akan kutanya sekali lagi. Apa kalian setuju dengan kerjasama ini?"


Elsie, Nebula, Gillan, dan juga Vanessa yg terluka itu menyetujui rencana kerjasama ini. Bayorn dan Katherine masih sedikit ragu. Tapi sesaat kemudian, mereka akhirnya memantapkan jawaban mereka.


"Aku setuju," ucap Katherine.


"Aku juga setuju," ucap Bayorn. "Ini demi masa depan ras vampir yg terhormat ...."


Mendengar nya, Zuan tersenyum puas. Para vampir menyetujui rencana ini.

__ADS_1


Sisanya tinggal keputusan akhir yg berada ditangan pak Vestine, dari pihak ReVoid.


"Sebelum itu, aku perlu memastikan sesuatu dari pemimpin vampir. Boleh aku bertanya sedikit, Zuan Von Archimiste?" Ucap pak Vestine.


"Tanyakan sesukamu. Aku akan menjawab apa yg bisa kujawab," ucap Zuan.


Setelah mendapat persetujuan Zuan, pak Vestine mulai bertanya. Dan tentunya, pertanyaan ini akan menjadi penentu keberhasilan rencana ini.


"Yg pertama, apa kau berniat untuk mengkhianati kami?" Tanya pak Vestine. Tentu nya pertanyaan itu membuat para vampir sedikit kesal. Pertanyaan itu seakan mengatakan kalau Zuan dicurigai sebagai seorang pengkhianat.


"Apa kau serius bertanya tentang itu?" Tanya Zuan. "Aku tak mungkin mengkhianati kalian. Kalaupun aku ingin, mustahil aku menjawab pertanyaan ini dengan jujur bukan?"


Itu masuk akal. Kalau ia berniat untuk berkhianat, ia pasti akan berbohong dan mengatakan kata-kata manis yg akan menyelamatkan nya dari tuduhan.


"Tenang saja, aku sadar akan posisiku. Jujur saja, jika aku berbuat macam-macam disini nyawaku akan sangat terancam. Selain itu aku sudah mengatakan semua yg kami ketahui, lalu untuk apa kami mengatakan semuanya jika aku berniat untuk berkhianat?" Tanya Zuan. "Kalau aku ingin, aku pastinya akan memberi kalian informasi palsu. Tapi aku tak melakukannya. Informasi yg kuberikan itu asli ...."


"Dia benar, aku bisa menjaminnya," ucap Osamu. Entah dari mana ia mendapat kepercayaan diri itu.


Pak Vestine hanya terdiam menyimak jawabannya. Apa mungkin ia berniat menguji Zuan?


"Pertanyaan kedua, kenapa kau menyetujui kerjasama ini?" Tanyanya lagi.


"Bukankah sudah kukatakan sebelumnya? Tujuanku adalah untuk melenyapkan Rozalia dari dunia ini. Karena kami tak mampu mengalahkan nya, kupikir bekerjasama dengan orang yg memiliki kemampuan seperti kalian akan membuahkan hasil yg memuaskan. Karena itu aku menyetujui rencana Louise untuk membuat kerjasama antara manusia dan vampir," jelas Zuan.


Pak Vestine lagi-lagi diam sambil mengangguk pelan.


"Pertanyaan terakhir, kau dipihak siapa?"


Pertanyaan ini hampir mirip dengan pertanyaan pertama. Intinya, pak Vestine ingin menegaskan apakah ia akan berkhianat atau tidak. Mungkin seperti itu. Aku juga tak paham jalan pikirnya.


Zuan terdiam, mungkin karena ia tak mengerti maksud pertanyaan ini. Tapi setelah berpikir beberapa saat, ia menjawabnya dengan pasti.


"Aku tidak dipihak siapapun yg mampu mengalahkan Rozalia," ucapnya.


Mendengarnya, pak Vestine tersenyum tipis dan kemudian mengangguk.


"Kalau saja kau bilang bahwa kalian dipihak kami, mungkin aku tak akan pernah menyetujui kerjasama ini. Tapi jawabanmu cukup menarik ...." Ucap pak Vestine. "Baiklah, aku menyetujui kerjasama ini."


Tunggu dulu, aku tak mengerti apa yg ia pikirkan? Bukankah bagus kalau Zuan mengatakan kalau mereka dipihak kami? Dari jawabannya, bukankah itu berarti ia akan berada di pihak siapapun yg mampu mengalahkan Rozalia? Itu berarti jika ia menemukan pihak yg lebih kuat, ia akan berganti pihak?


"Bisa kau jelaskan maksud pertanyaan terakhir itu tuan Vestine?"


"Seperti yg kubilang, aku tak akan menyetujui kerjasama ini tergantung apa yg ia jawab. Jika ia bilang dipihak kita, aku tak bisa mempercayai nya. Para vampir yg baru saja bertemu dengan kita tiba-tiba mengatakan kalau ia berpihak pada kita tanpa alasan yg jelas, bukankah itu terdengar mencurigakan?" Tanya pak Vestine. "Tapi ia tak mengatakan itu, dan dengan jujurnya mengatakan apa yg ada dipikirannya. Orang seperti itu jauh lebih kupercaya daripada orang yg hanya berkata baik diawal tadi."


Apa-apaan ini? Aku benar-benar tak paham jalan pikirnya. Pria ini benar-benar membuatku terheran-heran.


"Ini hanya pendapat ku saja, jadi tak perlu diambil pusing. Aku hanya ingin tahu sejujur apa dia," ucap pak Vestine.


Walaupun aku masih tak mengerti jalan pikirnya, yg penting kerjasama ini telah mencapai kata sepakat. Setelah pak Vestine menyetujuinya, anggota ReVoid lain juga ikut setuju. Dengan ini kita akan memasuki tahap selanjutnya dalam rencana untuk melawan Rozalia.

__ADS_1


"Kalau begitu, dengan ini resmi kukatakan bahwa kubu Zuan akan bekerjasama dibawah rencana kita!" Ucap Osamu. "Nah, sekarang saatnya membalikkan keadaan."


__ADS_2