Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Pemburu ( bagian 2 )


__ADS_3

Pelatihan hari ketiga, ternyata tak semudah yg kuperkirakan. Jika sebelumnya aku banyak mempelajari teori dan teknik yg diajarkan Kallen dengan mudah, sepertinya hak itu tak berlaku di latihan milik Kate. Jujur saja, ini lebih berat dari yg kuperkirakan.


Kate bilang kalau seorang pemburu membutuhkan gerakan serta refleks yg bagus untuk bersiap dengan serangan tiba-tiba. Karena kebanyakan serangan seorang pemburu itu dilakukan diam-diam, konsentrasi dan kehati-hatian sangat dibutuhkan.


Tubuh pria tak seperti wanita. Pria memang memiliki kekuatan diatas wanita, tapi kalau soal kelincahan dan kelenturan wanita lebih unggul. Pria tak akan mampu melakukannya tanpa sebuah latihan dan pembiasaan. Jarang sekali ada pria yg memiliki kelincahan serta refleks yg bagus secara langsung. Itu berlaku untukku.


Aku mungkin bisa menguasai semua pelajaran Kallen dengan hanya memperhatikannya. Tapi aku tak bisa menguasai kelenturan dan kecepatan gerak Kate hanya dengan melihat dan menyaksikan.


"Zayn, kau perlu melakukan latihan fisik dasar untuk melenturkan otot-otot mu." Itulah yg ia ucapkan.


Selama seharian penuh itu, Kate terus memaksaku melakukan latihan yg sangat keras. Lari sejauh 5 kilometer, sebanyak 5 kali. Totalnya, aku harus berlari sejauh 25 kilometer.


Push up sebanyak 100 kali, sit up 100 kali, berlari menghindari rintangan, dan latihan-latihan fisik lain yg tak kalah beratnya. Itu semua ia bilang untuk melatih dan membiaskan tubuhku. Untungnya, aku punya stamina yg cukup besar. Hal seperti ini tak akan membuatku tumbang. Mungkin ini hanya akan membuatku lelah di seluruh badan.


Seperti yg sebelum-sebelumnya, setelah latihan aku meminta Osamu membantuku dengan sihir ruang tanpa waktunya. Tapi bukan untuk latihan, tapi kali ini untuk istirahat. Selama pelatihan, pagi sampai siang Kate tak memberiku waktu untuk istirahat. Ia benar-benar ketat dalam melatih muridnya.


Selain fisik, kemampuan Indra tubuh sangat dibutuhkan oleh para pemburu. Pendengaran, penglihatan, penciuman, insting, dan lainnya. Untungnya aku memiliki penciuman, penglihatan, serta penciuman yg tajam. Aku hanya perlu sedikit melatih insting serta refleks tubuhku.


Dan yg paling penting, ketenangan. Seorang pemburu harus memburu mangsanya dengan tenang, tanpa mengeluarkan hawa membunuh.


Dimalam hari, kami tetap bekerja seperti biasa. Namun akhir-akhir ini, sedikit masalah yg bermunculan. Aku tak tahu ini kabar baik atau kabar buruk. Sejauh ini pun, hanya para vampir kelas bawah yg muncul. Mereka memang tak mampu memasuki rumah dan hanya berkeliling di jalan-jalan, tapi kelihatannya mereka tak bergerak tanpa rencana. Titik kemunculan mereka seakan-akan telah diatur agar dapat ditemukan dengan mudah oleh kami. Sepertinya, mereka benar-benar sedang mengincar sesuatu di kota ini.


Aku memanfaatkan waktu malam untuk menguji kemampuan tubuhku. Setelah latihan fisik itu, seharusnya aku merasakan sedikit perubahan pada tubuhku. Aku menggunakan waktu ini untuk mencoba berlari di tempat-tempat sempit, lorong-lorong, melompat dari satu bangunan ke bangunan lain, dan mengalahkan vampir yg kutemui dengan diam-diam. Ya, seperti yg kuharapkan. Latihan dari Kate membuahkan hasil. Kecepatan gerak ku meningkat, begitu pula dengan kelincahan ku, walaupun tak selincah dan secepat Kate.


"Zayn, apa latihanmu baik-baik saja disana? Apa Aoi melakukan sesuatu saat aku tak ada?" Tanya Elie.


"Tidak, itu tidak mungkin. Lagipula hari ini yg melatihku bukan Aoi."


"Eh? Lalu siapa?"


"Kau kenal kak Kate kan?" Tanyaku. Elie mencoba mengingat-ingat.


Dan seketika ia ingat siapa orang yg kumaksud itu.


"Ah, itu orang dengan rambut coklat pendek dengan dada besar yg menyebalkan itu kan?! Dia sepertinya punya sifat yg berbahaya. Apa dia melakukan sesuatu padamu Zayn?! Sepertinya ia orang yg mesum."


"H-hey, kenapa kau berpikir seperti itu? Lagipula apa yg membuatmu sampai menjelek-jelekkan nya seperti itu?"

__ADS_1


"Dia orang yg sok akrab sama seperti Aoi! Dia mencurigakan. Orang yg sok akrab itu berbahaya!"


"Elie, sepertinya kau perlu mengubah cara pandangmu yg seperti itu. Sok akrab bukan berarti dia berbahaya." Ucapku. "Lagipula, kau dulu juga sok akrab denganku kan?"


Elie sedikit tersentak kaget mengingat kejadian saat kami pertama kali mengenal.


"Y-ya...itu pengecualian." Bantah Elie sambil memain-mainkan rambutnya.


"Apanya yg pengecualian? Karena kau sama seperti mereka seharusnya kau tak menjelek-jelekkan mereka seperti itu." Ucapku. "Kalau kau mengatakan hal seperti itu, secara tak langsung kau juga menjelek-jelekkan dirimu sendiri. Jadi hentikanlah."


"B-baik...maafkan aku...."


"Baguslah kalau kau mengerti...."


Huuh, merepotkan sekali. Semenjak ia akur dengan Aoi, Elie mulai mendeklarasikan dan memperkenalkan dirinya sebagai pacarku. Aku tak mengelak karena itu tak bertentangan dengan perasaanku. Tapi tetap saja itu memalukan. Deklarasi itu benar-benar menggangguku! Dan sejak hari itu juga Elie jadi semakin protektif dan selalu mencurigai semua orang yg mencoba dekat denganku, bahkan walaupun itu laki-laki sekalipun.


"S-selain itu, kenapa kau membelanya sampai seperti ini Zayn? S-sudah kuduga, dia pasti melakukan sesuatu yg tak pantas padamu."


"Sudah kubilang hentikan itu...."


"Aku bukan barang milik siapa pun, kau tahu?" Ucapku.


"Tenang saja, jangan panik seperti itu nona Elizabeth. Aku tak akan merebutnya darimu kok."


Suara itu muncul dari luar tenda tempat kami beristirahat. Kate yg sepertinya mendengar percakapan kami masuk, membuat Elie kaget dan berhenti bicara. Ia masuk begitu saja dengan tersenyum, tak merasa bersalah sedikitpun karena telah menguping pembicaraan kami.


"K-kau! Si dada besar menyebalkan?!"


"Berhentilah membuat panggilan aneh seperti itu Elie...." Ucapku.


"Yup, Zayn benar. Aku punya nama lho, Kate Sonya itu namaku." Ucap Kate masuk mendekati kami.


"D-dan...apa yg kau lakukan disini...si dad— eh, maksudku Kate" Elie buru-buru mengganti panggilannya setelah mengetahui kalau aku barusan menatapnya. "Jangan bilang kalau kau benar-benar mau merebut Zayn?"


Mendengar itu, Kate tertawa lepas.


"Kau hati-hati sekali ya. Tenang lah, sudah kubilang kalau aku tak berniat merebut Zayn mu." Ucap Kate. "Lagipula Zayn juga bukan tipe ku kok."

__ADS_1


"B-begitu ya...kalau memang begitu aku tak masalah." Ucap Elie. Akhirnya ia menyerah. "Lalu, apa yg kau lakukan disini?"


"Tidak ada, aku hanya ingin menonton kisah asmara kalian berdua dari dekat–"


"Sudah kuduga, wanita ini berbahaya Zayn!"


"Elie, kau mengerti apa itu bercanda?" Tanyaku sambil menghela nafas.


"Fufufu, seperti yg kuduga, reaksimu imut sekali Elizabeth." Kate hanya tertawa melihatnya tanpa minta maaf ataupun merasa bersalah. Elie benar, wanita ini memang suka melakukan sesuatu sesuka hatinya.


"Yah, sebenarnya aku hanya ingin mengatakan sesuatu ke Zayn...."


"Sesuatu yg mesum?" Selidik Elie. Sepertinya ia masih belum menyerah ya....


"Ini tentang para vampir itu. Sepertinya akhir-akhir ini mereka selalu muncul dengan jumlah yg lebih sedikit dari yg sebelumnya. Aku rasa ada sesuatu yg aneh. Belum lagi mereka selalu muncul di tempat yg berdekatan, dan setelah ketahuan mereka tak pernah lagi muncul di sana. Seakan mereka sedang menggiring kita agar fokus ke satu titik saja." Jelas Kate. "Sepertinya mereka sedang mengincar sesuatu di kota ini...."


"Aku sadar tentang itu, tapi apa hubungannya hal itu denganku?"


"Aku dengar akademi Bluesphere memiliki informasi rahasia yg bahkan tak diketahui oleh pihak bangsawan. Aku ingin kau mencaritahu tentang itu setelah semua latihanmu selesai."


"Hey yg benar saja, aku tak hobi dengan hal semacam itu. Suruh saja Kayn melakukannya."


"Kudengar kau lebih dekat dengan kepala sekolah akademi itu dibanding Kayn. Karena itu aku memberimu tugas ini." Ucap Kate. Aku tak bisa mengelak. Fakta tentang itu bahkan sudah diketahui oleh Kayn, bahkan Shiki dan Aoi. "Ini perintah untukmu Zayn, tak ada penolakan."


"Cih, baiklah akan ku usahakan." Ucapku menyerah.


"Baguslah, kalau begitu itu saja yg ingin kukatakan, aku pergi dulu. Selamat bersenang-senang, kalian berdua."


"Cepat pergi sana!" Teriak Elie kesal.


"Oh dan satu lagi Zayn." Kate berhenti sejenak sebelum keluar tenda. "Besok kita akan mulai latihan penggunaan senjata, bersiap-siaplah."


"Iya iya aku tahu itu...."


Dan akhirnya, dia benar-benar pergi meninggalkan kami berdua. Tapi tetap saja, apa yg para vampir ini incar membuatku sedikit penasaran.


Sebenarnya apa yg mereka incar? Seberapa pentingnya apa yg mereka incar ini sampai mengerahkan ratusan vampir untuk mendapatkannya?

__ADS_1


__ADS_2