Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Hasil akhir


__ADS_3

Pertarungan itu dimenangkan secara tak terduga oleh paman Oliver, dengan bantuan dari Tony. Tak kusangka, paman Oliver hanya perlu waktu sekitar satu setengah jam untuk mengalahkan bisa terakhir yg tak lain adalah Rozalia itu.


Dan dengan terbunuhnya Rozalia, pasukan vampir yg ia bawa segera mundur meninggalkan kota Bluelagoon dengan kondisi kacau balau. Untungnya, tak banyak korban dari para prajurit yg tengah menahan pasukan vampir. Tak ada korban jiwa, dan hanya ada beberapa orang yg terluka parah. Dengan ini, pertempuran di kota Bluelagoon dimenangkan oleh pihak manusia.


Dan yg lebih memuaskan lagi, tak ada korban jiwa di kelompok penyerang yg berisi anggota Magic Assosiation dan ReVoid. Kelima kelompok yg menyebar ke berbagai distrik itu berhasil mengalahkan semua vampir bangsawan yg mengejar mereka.


"Semua Vampire sudah mundur ... Seperti yg kita duga, mereka semua segera meninggalkan kota setelah tahu kalau Rozalia dan vampir bangsawan lainnya dikalahkan," ucap Aoi.


"Ya, wajar saja. Jika Rozalia saja tak mampu mengalahkan kita, bagaimana mungkin vampir bawahan itu bisa menghadapi kita. Sudah sewajarnya kalau mereka sampai lari terbirit-birit," ucap Zero.


"Lalu, bagaimana dengan vampir bernama Museri itu?" Tanya Kate.


Ya, semua vampir bangsawan telah terbunuh kecuali satu orang. Salah satu yg terkuat dari para bangsawan yg ikut serta bersama Rozalia. Dan juga merupakan pemilik darah murni dan juga bawahan Raja vampir. Saat ini hanya dia, Museri saja yg masih bertahan sampai sekarang.


Kelompok Kate yg berisi Guts dan Kallen tak sanggup menghadapi nya. Mereka memang berhasil mengalahkan salah satu rekannya yg juga bawahan raja, tapi tidak dengan Museri.


Menurut cerita Kate dan para vampir bawahan Zuan, Museri termasuk saah satu dari sekian banyak vampir yg membenci Rozalia. Namun karena kesetiaannya pada raja yg telah memerintahkan nya untuk mengikuti Rozalia, Museri enggan membunuhnya. Sangat mustahil baginya membunuh Rozalia disaat ia diperintahkan untuk mengikutinya. Jika ia membunuh Rozalia, itu juga berarti ia telah mengkhianati kepercayaan rajanya. Baginya, itu adalah akhir untuknya. Karena hal itulah, ia sangat murka ketika mengetahui bahwa Zuan dan pengikutnya mengkhianati Rozalia. Dan karena itu juga, membuatnya berpihak pada kami sangatlah mustahil.


Dalam hal kekuatan, mungkin ia tak sekuat Raja vampir. Kami tak tahu pasti sekuat apa dia ini sebenarnya. Tapi yg jelas, ia merupakan sosok yg tak boleh kami jadikan sebagai musuh.


"Oi Zuan ... Sebaiknya kau menjelaskan semuanya kepada secara rinci ...." Ucap Museri dengan tatapan penuh amarahnya. Meskipun begitu, ia masih bisa menahannya. "Kenapa kau mengkhianati ras vampir?"


Zuan Dian sebentar sebelum akhirnya menjawab pertanyaan itu.


"Aku melakukan ini demi ras vampir, aku tak mengkhianati ras vampir," jawab Zuan. Dan tentunya Museri terlihat tak terima dengan jawaban itu. "Kalau kau menyebutnya pengkhianatan, maka ini pengkhianatanku dengan Rozalia, bukan ras vampir ...."


"Itu sama saja!"


"Tidak, itu berbeda. Lagipula bukankah kau juga berniat untuk melakukan hal yg sama?" Tanya Zuan. "Kau ... Juga berencana untuk menyingkirkan Rozalia bukan?"


"Apa yg kau katakan?"


"Kalau saja raja tak memberimu perintah untuk mengikuti Rozalia, kau sudah pasti akan menyingkirkan Rozalia dengan tanganmu sendiri, kan?" Lanjut Zuan.


Kali ini Museri terdiam.


"Lagipula Rozalia sudah dianggap sebagai pembawa bencana bagi seluruh ras. Dan tentunya ras vampir termasuk dalam kategori terancam karenanya. Aku benar, kan?"


"Ya, itu memang benar."


"Kalau begitu kita sama saja. Dan tak ada alasan untuk mu marah pada kami."


"Tidak ... Kau bukan hanya membunuh Rozalia, tapi juga para vampir bangsawan lainnya."


"Mereka mengikuti musuhku, mereka bawahan musuhku, apa salahnya menyingkirkan para pengganggu yg melindungi musuhku?"


"Aku juga ikut bersamanya, kalau begitu aku juga termasuk musuhmu."


"Tidak, kau sangat berbeda jauh," balas Zuan. "Kau tak mengikutinya dengan sukarela. Kau disini karena perintah, dan ku juga tak berusaha untuk melindunginya. Kau berbeda dengan para sampah yg mengikuti makhluk rakus itu ...."


"Kalau begitu, Seiyen juga sama sepertiku. Dan salah satu bawahanmu telah membunuhnya."


"Kau juga sudah membunuh Gillan, kan? Gillan membunuh Seiyen, lalu kau membunuh Gillan, bukankah dengan ini berarti kita impas?"


Museri terdiam, kehabisan kata-kata. Semua opininya dibalas habis-habisan oleh Zuan. Tapi tetap saja ia terlihat gelisah dan tak menerima alasan Zuan. Seperti ada sesuatu yg mengganggunya.


Mengetahui itu, Elsie mendekatinya perlahan.

__ADS_1


"Aku tahu apa yg kau pikirkan, Museri. Jangan khawatir, kami tak akan mengkhianati raja," ucap Elise. Museri terlihat sedikit kaget, bingung bagaimana Elsie bisa mengetahui apa yg ia pikirkan.


"Ya ... Kalau itu yg kau khawatir, maka lupakan saja. Kami melakukan ini demi ras vampir. Benar begitu kan, tuan Zuan?" Tanya Nebula.


"Itu benar. Tujuan Kami menyingkirkan Rozalia dan bekerjasama dengan manusia adalah untuk membebaskan ras vampir dan ras lain dari kecaman Rozalia. Itu semua kami lakukan demi kesejahteraan ras vampir," jawab Zuan. "Raja merupakan sosok yang sangat penting bagi ras vampir. Meskipun beliau hanya memakai wujud pengganti, tapi beliau melakukan segalanya demi kesejahteraan ras vampir. Kami mengaguminya, mustahil bagi kami untuk mengkhianati beliau."


Museri terdiam tak menjawab apa-apa.


"Karena itu percayalah pada kami, Museri. Kami tak akan mengkhianati—


"Aaah, baiklah baiklah. Aku mengerti. Kau ingin agar aku tutup mulut kan? Akan kulakukan," jawab Museri. Terdengar terpaksa, tapi ia mengucapkannya dengan tegas.


Dan tentunya itu membuat kami lega. Dengan begini tak ada lagi masalah.


"Tapi, karena kematian Rozalia dan para pengikutnya, kemungkinan ini akan membuat raja marah dan semakin membenci manusia. Apa kalian yakin dengan ini?" Tanya Museri menatap kearah pak Vestine dan juga paman Oliver.


"Tak masalah. Ini adalah keputusan yg sudah kami semua sepakati. Tentu saja kami tahu akibat dari perbuatan kami. Karena itu, kami akan menerima resikonya," jawab pak Vestine. "Lagipula, semarah apapun raja kalian, jika ia mengganggu kedamaian hidup kami, kami akan melawannya dengan semua yg kami punya ...."


"Huh, untuk makhluk yg terlalu mengandalkan sihir, kau sangat percaya diri ya," ucap Museri. "Kuharap itu bukan omong kosong yg keluar dari mulutmu. Aku akan menantikannya, seperti apa perjuangan yg akan kalian perlihatkan pada kami."


"Ya, tentu saja."


Dengan begini, tak ada alasan lagi untuk para vampir tinggal lebih lama di kota Bluelagoon. Pasukan mereka sudah mundur, itu berarti sudah saatnya berpisah.


"Malam ini adalah malam yg tak akan kami lupakan. Ini perpisahan kita, manusia. Sebagai rekan yg berjuang melawan musuh yg sama, kami mengucapkan terimakasih," ucap Zuan.


"Ya, terimakasih juga untuk kalian, vampir."


"Senang bisa bertarung bersama kalian, ReVoid dan juga Magic Assosiation."


"Begitu juga dengan kami, Zuan Von Archimiste dan vampir lainnya."


Zuan dan Osamu terlihat dekat bagaikan teman seperjuangan. Liana dan vampir bernama Katherine itu sangat akrab, seperti sepasang sahabat. Tony bahkan dengan santainya menerima pijatan dari Bayorn, salah satu vampir yg menentang kerjasama ini. Dan yg mengejutkannya lagi, Vanessa si vanpir wanita pengguna sayap darah itu terlihat malu-malu ketika berbicara dengan Kayn. Hmmm, apa mungkin cinta telah bersemi di hatinya? Dasar Kayn si playboy, mau berapa banyak wanita yg kau pikat dengan pesona mu itu? yah, Kuharap hubungan nya dengan Liana tak terpengaruh karena ini.


Dan untukku, entah sejak kapan aku dekat dengan Elsie. Setiap aku memalingkan penglihatanku, ia sudah berada di samping ku, mengusap-usap rambut kepalaku. Dan sekarang saat ini hendak berpisah, ia memelukku dengan erat seperti seorang bibi yg hendak berpisah dengan keponakan tercintanya. Jujur saja, ini menggangguku.


"Aku akan merindukan kalian, terutama kau Zayn. Jangan pernah lupakan kami, oke? Anggap saja aku sebagai kakak perempuan mu!" Ucap Elsie memeluk dan juga mengusap-usap kepalaku. Tentu saja aku melawan dan hendak melepaskan diri darinya.


"Iya iya baiklah, aku tak akan melupakan kalian. Jadi cepat lepaskan aku!"


"Jangan dingin begitu dong, ayo coba panggil aku kakak."


"Hah?? Untuk apa aku melakukan hal memalukan seperti itu?! Kayn yg kakak kandung ku saja tak pernah ku panggil dengan sebutan kakak!"


"Eeeeh, yg benar saja? Aku jadi kasihan ke Kayn."


Terserah mau kasihan atau tidak, sifatku sudah seperti ini sejak dulu jadi mau bagaimana lagi.


"Aku akan sangat merindukanmu, Zayn," ucap Elsie sekali lagi. Akhirnya ia melepaskanku dari pelukan mautnya.


"Iya iya aku tahu."


"Dan untuk yg terakhir kalinya, bolehkan aku mencoba darah langka mu—


"Tidak! Dan tidak akan pernah!"


Akhirnya aku bisa terbebas dari pelukannya. Yg benar saja, apa semua vampir punya kekuatan fisik sepertinya. Aku bahkan tak sanggup melepaskan diri darinya.

__ADS_1


Tapi, sesuatu yg lebih gawat lagi sedang terjadi tepat dihadapan ku.


Menatapku dengan tatapan tajam, Elie sama sekali tak mengalihkan pandangannya kepadaku yg tadinya dipeluk erat oleh Elsie. Gawat, pandangannya seperti dipenuhi dengan amarah yg menggejolak.


"E-elie ... Ada apa denganmu?" Tanyaku sedikit gagap.


"Hooo, tidak ada. Aku hanya sedang menatapku yg bermesraan dengan wanita lain dihadapan ku ...." Jawabannya dengan sangat dingin. "Jadi seperti itu ya tipe mu ... Ternyata kau lebih menyukai wanita tua sepertinya daripada aku yg seumuran denganmu."


Eh? Apa mungkin dia cemburu???


"Ti-tidak Elie, sepertinya ada kesalahpahaman disini! Lagipula bagaimana bisa kau menyimpulkan seperti itu?!"


"Kenapa saat dipeluk olehnya tadi kau tak melawan?! Kau bahkan terlihat menikmati saat ia menempelkan kedua buah dadanya padamu! Hanya karena punya nya sedikit lebih besar dariku, kau sampai terlena seperti itu?!"


"H-hey? Itu benar-benar kesalahpahaman yg mengerikan! Siapa yg menikmati? Lagian bukankah kau melihat ku tadi bagaimana perlawanan ku??"


"Padahal kau bisa saja melepaskan diri darinya dengan mudah!"


M-mudah? Sepertinya Elie benar-benar beranggapan kalau kekuatan fisik Elsie yg barusan sama seperti wanita pada umumnya.


"T-tunggu dulu Elie ...." Ah gawat aku jadi bingung mau menjawab seperti apa.


"Padahal kau belum pernah memelukku seperti itu ...." Ucapnya lirih.


Seharusnya Elie tahu meskipun ia mengatakan dengan suara sekecil itu aku pasti masih bisa mendengarnya. Apa mungkin, ia hanya ingin aku saja yg mendengarnya?


Aku terdiam. Yah, hubungan kami saat ini lebih mirip seperti sepasang kekasih daripada hanya teman biasa. Dan juga Elie menyukaiku, pasti menyakitkan baginya melihat orang yg ia cintai dekat dengan wanita lain. Ini murni kesalahan ku, sepertinya.Yah, wanita tak pernah salah.


Selain itu, tak ada cara lain lagi untuk menenangkan Elie kecuali dengan melakukan apa yg ia inginkan. Mau tak mau aku sepertinya memang harus memeluknya.


Aku maju dan dengan lembut memeluk tubuhnya. Elie yg sedikit terkejut kemudian membalas dengan pelukan yg sama. Ini hanya pelukan sederhana yg dapat dilakukan oleh siapapun. Tapi siapa sangka, kalau rasanya cukup nyaman. Aku dapat merasakan kehangatan tubuhnya dari dekat.


"M-maaf ... Aku tak mengira kau akan benar-benar memelukku, Zayn," ucap Elie lirih.


"Kalau begitu sudah cukup kan? Boleh kulepas?"


"Tidak. Elsie memeluk mu lebih lama. Karena itu kau juga harus melakukannya lebih lama."


Ugh, merepotkan.


Dan disampingku, Elsie menatap kami sambil tersenyum puas.


"Wah wah, sepertinya aku sudah membuat pacarmu ini cemburu ya ... Sebagai kakak, aku minta maaf ya, Zayn," ucapnya.


"Ini salahmu karen melakukan hal yg tidak perlu ...."


"Maaf maaf."


Tapi ya, setidaknya dengan ini aku bisa sedikit lebih dekat dengan Elie. Sebagai sepasang kekasih tentunya, meskipun belum resmi.


"Yah, aku memang pernah menyuruh mu untuk terus menjaganya, Zayn ...." Tanpa kami sadari, Zero tiba-tiba muncul di samping kami dengan tangan terlipat di dadanya. Kali ini, ia memberikan tatapan kesal " ... Aku memang menyuruhmu, tapi bisakah kalian tidak bermesraan didepan umum seperti ini dasar bucin sialan?"


Didepan umum ....


Eh?! Eh?!! Yg benar saja?!! Aku benar-benar lupa kalau kami sedang ditengah-tengah perkumpulan.


Sudah terlambat. Saat sadar aku sudah mendapatkan tatapan setiap orang yg hadir, menatap kami dengan berbagai ekspresi.

__ADS_1


Argh!! Ini benar-benar memalukan!! Melakukan hal seperti ini didepan orang banyak, rasanya ingin mati saja!!!


"Kumohon berhenti menatapku seperti itu!!"


__ADS_2