Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 100 Kritis


__ADS_3

PoV author


Di jalan yoga mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


zzrrrrt


zzrrrrt


Suara gesekan ban mobil yoga yang menyalip mobil,dan motor tanpa henti,membuat telinga para pengendara lain merasa bising,Tak sedikit dari mereka yang mencibir nya dan menyumpahinya.


"wah sialan tu mobil ,gak punya sopan santun " ucap salah satu pengendara yang di salip yoga


"woey,ini bukan tempat balap mobil " teriak yang lain yang merasa sedikit terkejut dengan suara gesekan mobil yoga yang menyalip mereka.


"woey hati hati,awas loe bahaya"


"Buset dah , kecelakaan tau rasa loe "


" gila tu orang,kalau saja dia Yoga dermawan,gue pasti kerja dia sampai dapat " celetuk seseorang lagi


( beh ,dia gak tau aja kalau yang nyalip memang yoga dermawan,haha)


"Woey , , minggir " teriak yoga


tiiiiin


ttiinnn


"jalan halangi jalan gue, minggir kalian " teriaknya lagi sambil membunyikan klaksonnya.


Sesampainya di rumah sakit,yoga langsung memarkirkan mobilnya dan langsung berlari ke ruang UGD. dengan setengah berlari dia menuju kerumunan yang sudah di pastikan itu adalah para keluarga korban kecelakaan itu.


Dengan rasa gelisah dia berjalan mendekat, mendengar ucapan orang orang membuatnya mual.


"Astaga kasihan sekali wanita itu,sampai sekarang keluarganya belum datang,apalagi kondisi tubuhnya yang sudah tidak berbentuk lagi,apa kata keluarganya nanti,kasihan " ucap salah satu orang di kerumunan itu yang sempat melihat korban sebelum masuk ruang UGD.


Tak lama seorang polisi datang ,yoga mencegatnya.


"Pak,saya keluarga wanita korban kecelakaan yang bernama ADITA " ucap yoga


Wajah polisi itu langsung berubah " kita tunggu dokter dulu pak"


"keluarga ibu Adita" ucapnya


"saya pak" sahut yoga dengan cepat


"bagaimana keadaannya pak " tanya yoga dengan sangat khawatir hingga tangan dan kakinya gemetar hebat.

__ADS_1


"Mohon maaf pak,korban tidak bisa kamu selamatkan,terlebih bentuk tubuh korban sudah tidak berbentuk lagi,silahkan suster bawa korban ke ruang jenazah sebelum di urus oleh keluarganya" ucap dokter itu setelah bicara dengan yoga.


Degh


bagai di tusuk ribuan anak panah ,yoga terdiam tanpa suara, tak bisa berkata apa apa,nafasnya naik turun tak beraturan, mendengar kabar yang tak enak di dengar membuatnya bagaikan mayat hidup di lorong rumah sakit yang saat ini tempat kakinya berpijak.


"mari sus,pak ikuti saya " ucap dokter di ikuti dengan Sebuah brangkar yang di tutupi kain putih di dorong oleh Dua orang suster yang akan membawa mayat itu ke ruang jenazah.


Yoga menggeleng dan menghentikan dokter dan juga suster itu. " Tidak, , tidak , , tidak mungkin dokter " teriak nya .


" dokter bohong kan , ,! Teriakan yoga menggema


"maaf pak " jawab dokter


yoga segera menarik kerah baju dokter itu dan berkata " Selamat kan dia ,jika tidak kalian semua yang bekerja di rumah sakit ini akan tanggung akibatnya " tekan yoga sambil menunjuk semua suster di dekatnya dengan mata yang sudah berapi api.


Dokter itu ketakutan , "maa-aaf pak,,saya hanya dokter bukan tuhan" ucapnya membuat yoga melepaskan tangannya pelan dengan air mata yang sudah tak bisa di bendung lagi.


"Gak dok, , gak mungkin , , gak mungkin dia meninggal dok huuu , , " tangis yoga tak tertahan sampai membuat tubuhnya merosot tak terkendali.


Di sela tangisnya,dia melihat brangkar di depannya dan mendekatinya.


"Miy, ,jangan tinggalin aku mi,jangan pergi, , huuu..uuu " semua melihat kejadian itu ikut bersedih dan merasa kasihan.


Yoga mencoba bangun tapi tak mampu,namun dokter membantunya untuk berdiri dan segera mendekat ke dekat jenazah.


"Yo, , " panggilnya sambil memegang pundak yoga.


Yoga terkejut mendengar suara seseorang yang sangat di kenalnya memanggilnya ,dia segera menoleh dan


Degh


"Yo,kamu ngapain di sini" tanya Dita


"Miy,ini kamu ?" ucap yoga langsung berdiri dan memeluk erat tubuh Adita.


"Miy,jangan tinggaln aku miy, ,jangan pergi " tangis yoga memeluk erat tubuh Adita.


"yo, ,Yo, , aku gak bisa nafas Yo" ucap Adita pelan sambil menepuk pundak yoga saking kencangnya pelukan yoga.


"eeh, , maaf " ucap yoga melepas pelukannya.


"kamu gak apa apa kan?" tanya yoga sambil memeriksa semua tubuh Adita sampai memutar putar tubuh Adita.


Adita menghentikan yoga dengan memegang kedua lengannya " Yoga,aku gak apa apa? kamu kenapa sih? dan juga, ini siapa? " tanya Adita kebingungan.


Yoga menoleh ke belakang melihat brangkar yang di kiranya Adita,pak dokter membantu untuk membukakan penutup kepala itu.

__ADS_1


"Astaghfirullahalazim, , innalilahiwainnailaihiroji'un " ucap Adita terkejut melihat wajah yang penuh darah dan goresan pipi hingga membuat kulit pipi nya terbuka.


Dia segera menutup mata dan menyuruh dokter untuk menutupnya." tutup dok, tutup " ucapnya


dokter pun segera menutupnya dan membawa jenazah itu ke ruang jenazah .


"Miy, , " ucap yoga lagi memeluk Adita


"Alhamdulillah kamu gak apa apa !" ucap yoga


"kamu tau dari mana aku di rumah sakit?" tanya Adita yang ingin tahu sejak tadi.


"pak sutradara dapat info dari pihak kepolisian bahwa ada di temukan tas Atas nama kamu,yang katanya korban kecelakaan" jelas yoga


"Astaga, , ternyata tas ku jatuh di TKP!" ucap Adita membuat yoga semakin terheran


"Apa maksudmu tasmu jatuh di TKP?" tanya Yoga lagi


Adita hendak menceritakan kejadian saat dirinya handak ke lokasi shooting,tapi tiba tiba seorang suster berteriak memanggil dokter .


"dokter, , dokter pasien di ruang ICU mawar kritis dok" teriaknya


Adita terlonjak kaget mendengar kata ICU mawar,dan krirot "Apa? ICU mawar, kritis aaayah " ucap Adita langsung berdiri dan berlari ke ruangan ayahnya.yoga tanpa bertanya mengikuti Adita.


Dari jarak beberapa meter terlihat bik Marni baru keluar dari ruangan itu setelah dokter dan beberapa perawat masuk ke dalam.


"Bik,ada apa?" tanya Adita


"bibik gak tau nak,tiba tiba mesin di dalam bunyi ,bibik panik " ucap bik Marni dengan tangan dan kaki gemetar


"ya Allah ayahh, , " tangis Adita


"buk apa yang terjadi?" tanya yoga yang sejak tadi ingin bertanya.


"ibu menemukan kakeknya Mia pingsan di kamarnya Yo,dan ibu langsung bawa ke rumah sakit " Ucap bik marni.


"astaghfirullah" ucap yoga ,dia mendekat dan memeluk Adita


"sabar ya,ayah pasti baik baik saja " ucap yoga menenangkan Adita.


"Tapi tadi pas aku keluar ayah baik baik aja Yo,malahan tadi ayah minta mau makan buah,makanya aku keluar " tangis Adita di pelukan yoga.


" aku yakin ayah akan baik baik saja ,aku yakin " ucap yoga.


tak lama dokter pun datang ,Adita segera berdiri dan bertanya " Dokter bagaimana ayah saya..?" tanya Adita.


***

__ADS_1


__ADS_2