Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
Episode 59 kembalikan anak ayah dengan cara baik baik.


__ADS_3

PoV Willy


Jam makan siang telah datang,biasanya Sisil akan datang dan bermanja dengan ku,tapi hari ini sangat aneh,apakah masalah dengan papa benar benar serius?


"Mon,jadwal ku hari ini apa? " tanyaku pada mona selaku assisten ku


"Sebentar pak saya lihat"


"Hari ini tidak ada pak,anda free ,cuma untuk besok pagi jam 10 kita ada meeting dengan client dari Malaysia" jelas nya


"Baiklah jika begitu,saya ingin pergi ada urusan di luar,jika buk Fero datang,kamu kasi tahu saja kalau saya ada urusan di luar" jelasku


"Oh ya pak,maaf buk Fero tadi pagi sempat bilang kalau dia tidak akan ke kantor hari ini"


"Kenapa kamu gak bilang dari tadi?" kesalku pada mona


"Anu pak,tadi kan bapak ada tamu penting,jadi saya gak enak memberitahunya "jelasnya


"Baiklah,"


"Pak mau kemana?" tanya Sisil saat kakiku hendak melangkah keluar .


"Bukan urusan mu MONA NATALIA!"


"Tapi pak,buk Fero berpesan jika bapak sudah pulang bapak di minta jemput di rumah pak jaya" jelasnya


"Baiklah, terimakasih "


siang ini aku langsung pulang,namun bukan pulang Untuk menjemput sisil,melainkan untuk kerumah ayah,setelah melewati jalanan yang lumayan macet akibat para pekerja yang mungkin sedang keluar makan siang,Karena memang sekarang jam makan siang, akhirnya aku sampai di sebuah rumah yang terlihat sederhana,namun tetap nyaman dan sangat bersih .


entah mengapa perasaan ini menjadi tak karuan ,getaran di dada semakin menambah rasa ketidak percayaan ku untuk menemui mertua ku,terlebih aku datang bukan untuk menyampaikan kabar baik hubungan kami,melainkan aku datang setalah adanya keretakan rumah tangga ku dengan anak semata wayangnya itu.


Sayup sayup ku dengar suara cekikan laki laki tua itu, sepertinya beliau sedang bermain dengan Mia


aah mengingat Mia aku jadi kangen dengan anakku,ingin rasanya cepat sampai dan langsung memeluk tubuh mungil itu,setalah beberapa menit menimbang perasaan ku, akhirnya ku beranikan diri untuk mengetuk pintu.


tok


tok


tok


"Assalamualaikum, , ayah! "


Tak lama mengucap salam laki laki paruh baya itu membuka pintu ,


"Waalaikumsalam" jawabnya dengan wajah datar.


perasaan ku semakin berkecamuk melihat raut wajah nya,aku yakin beliau pasti sudah tahu permasalahan ku dengan Adita .


"Apa kabar yah?" tanyaku seraya menarik tangan nya dan menempelkan punggung tangan yang sudah keriput di makan usia itu agar menempel di bibirku


"Ayah baik,kamu apa kabar?" tanya ayah

__ADS_1


duh rasa bersalahku semakin membuatku tak nyaman,bagaimana tidak? setelah apa yang aku lakukan sama anaknya,beliau tetap ramah dan terlihat sangat menghargai kedatangan ku.


"Seperti yang ayah lihat," jawabku.


"Mau ketemu Dita dan Mia ya? " tanya ayah


"Iya yah,Willy boleh masuk?"


"Boleh, mari masuk nak"


"Ada apa kamu ke sini mas?" tanya Adita mengagetkan ku.


Aku yang tadinya hendak duduk kembali berdiri,menatap wajah Adita yang sedikit berubah,dia terlihat pucat dan di bawah matanya,mata panda pertanda kurang tidur menempel di wajah nya.


"Dit, , " ucapku berjalan ke arahnya.


"duduk saja mas,ada apa? ucapnya menghentikan langkahku untuk mendekati nya,dia pun ikut duduk di samping ayah.


Andai tidak ada ayah,mungkin aku sudah langsung menubruk tubuhnya itu , membawanya ke dalam dekapan ku.


"Mia mana?" tanyaku canggung di depan mertua ku


"Di dalam, sebentar " Ucapnya langsung bangkit dan berjalan ke dalam


tak lama dia datang membawa Mia,


"Mia, ,anak papa" ucapku langsung mengambil Mia.


"Mia sayang ,ini papa nah,kok malah Mia ga mau di gendong papa,Mia gak kangen papa ya?" ucapku bermonolog di depan mereka.


sebentar bermain dengan Mia,aku mengalihkan pandanganku pada ayah dan Dita,ayah yang paham maksud tatapan ku langsung pergi meninggalkan kami.


"Dit, mas boleh bicara sebentar?" tanyaku


"Silahkan " ucapnya dingin.


"Dit,mas minta maaf ya atas __"


"kan sudah kemarin minta maaf" ucapnya ketus


"Tapi Dit,mas benar benar tidak ingin pisah dari kamu "


"Jangan egois mas,"


"Tapi Dit mas sayang sama kamu"


"Kalau kamu sayang sama aku ,kenapa kau nyakitin aku mas,kenapa?" teriaknya.


sepertinya dia mulai emosi ,terdengar dari nada suaranya yang tadi Ketus dan dingin juga rendah,sekarang malah naik drastis malah lebih ke teriak.


Bik Marni terlihat berlari setelah teriakan Dita tadi,bik Marni ke arahku dan mengambil Mia.


"Selesaikan Maslaah kalian tanpa Mia mendengar," ucapnya dingin lalu pergi meninggalkan namun berdua.

__ADS_1


"Mas sudah bilang kalau itu cuma fitnah "


"Cuma fitnah bisa hamil.?" ucapnya menyinggung masalah kehamilan sisil.


"Dita,,mas juga___"


"Sudahlah mas,kalau mas memang sayang sama aku dan Mia,lepaskan kami,biarkan kamu berjalan di atas rel kami" "


"jangan bawa kamu kembali kedalam Maslah mu mas,aku dan Mia ingin bahagia,bukan terus terusan di sakiti" teriaknya lagi,


dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya,bahunya berguncang menandakan dia terisak.


"Mia ,maaf" ucapku mendekat ingin memeluknya.


"pergi kamu" ucapnya menahan ku agar tidak mendekat.


"Dit__"panggilku ,namun punggungnya yang ku dapatkan yang semakin menjauh


Tak lama ayah datang dengan wajah tenangnya


"Jika kamu tidak bisa membahagiakan anak ayah,kembalikan dia dengan cara baik baik,sebaik kamu bersimpuh di hadapan ayah meninta anak gadis ayah menjadi pendamping hidupmu," ucapan ayah melukai perasaan ku, sindiran keras dengan cara halus.


"Willy minta maaf yah,Willy terpaksa" ucapku


"Apapun alasan kamu,jika anak ayah tidak bahagia bersama kamu atas dasar di sakitin kamu,ayah minta kembalikan anak ayah,ayah masih sanggup menanggungnya dengan cucu ayah sekalipun" jelasnnya lagi


"Ayah" tangisku pecah,


aku bersimpuh di kaki ayah mertuaku,dia marah namun tidak dengan tindakan melainkan dengan sindiran keras yang bisa melukai hati meski luka itu tak berdarah namun rasanya luar biasa menembus relung hatiku.


"Tidak apa,ayah tidak akan marah,kamu tetap ayah dari Mia,kapanpun kamu bisa datang menemui anakmu," ucapnya


"untuk sekarang,silahkan kamu pulang,renungkan apa yang akan menjadi keputusan mu,jangan lupa libatkan ALLAH dalam segala hal,karena atas petunjuk-NYA lah kita bisa mendapatkan keputusan yang pas".


Setelah mendapat siraman rohani dari ayah mertua ,aku memutuskan pulang,dan menjemput sisil.


Setelah kurnag lebih 45 menit aku sampai di rumah mewah layaknya istana itu,rumah yang di dominasi warna gold di padukan dengan warna coklat membuat rumah besar itu sangat megah,langkah kakiku semakin mendekati pintu masuk ruangan itu.


tak lama seorang Assisten rumah tangga menghampiri ku dan langsung menyuruh ku masuk dan menunggu Di ruang tamu


"Eeh apa apan ini,aku menantu rumah ini ,di perlakukan layaknya tamu" gumamku dalam hati merasa sebagai orang asing di rumah megah ini.


beda halnya dengan apa yang aku dapatkan di rumah sederhana milik ayahnya Adita,di sana aku merasa sangat di hargai dan di hormati bahkan masih di anggap kekuarga


tak lama ayah datang di ikuti Sisil,mereka berdua nampak berbeda dari biasanya,bahkan kedekatan mereka begitu intim membuatku memiliki banyak pertanyaan dalam hati.


"Daddy,sisil" panggil ku


mereka terkejut .


next.


ketemu di bab selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2