Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
bab 161 Kabar Mak lampir ( Laila Maya firdaus) ,Adita melahirkan.


__ADS_3

Di samping yoga dan teman tamannya sedang menyelidiki Ronald dan juga Adita,kini Willy bersama Sisil pun tengah berbahagia,usaha mereka sangat sangat lancar ,banyak orang berlalu lalang memilih barang dan membayarnya di kasir.


"mas, , Alhamdulillah ya usaha kita lancar " ucap Sisil senang saat istirahat melayani pelanggan.


"iya sayang, ,tapi rasanya aku ingin mencari pegawai untuk bantu bantu kita , ,dua orang aja cowok satu dan cewek satu,kasihan kali capek Tiap hari nunggu kasir " ucap Willy mengelus kepala Sisil yang tengah duduk di kursi depannya.


"aku masih sanggup kok , " jawab Sisil


"tidak, ,kamu tetap harus istirahat dan kontrol kesehatan kamu tiap bulannya ya , insyaallah uang kita cukup buat biaya pengobatan kamu,kamu doakan mas ya semoga secepatnya bisa menemukan pegawai yang pas dan amanah" ucap Willy lagi .


"aamiin , , " jawab Sisil mengaminkan.


tak lama di sela perbincangan mereka terdengar suara orang ribut ribut di luar .


"hei pergi sana,dasar gembel , , sana jauh jauh " teriak seseorang yang hendak masuk ke dalam toko grosir milik Willy dan Sisil.


",ada apa itu mas " ucap Sisil merasa terganggu dengan keributan..


Willy menoleh " sebentar ya , ,mas liat dulu " ucap Willy mendekat dan bertanya ada apa.


"permisi, , ada apa ini ?" tanya Willy


"ini mas Willy,gembel di sini merusak pemandangan saja " kesal wanita itu.


Willy menoleh dan memperhatikan wanita itu,namun wanita itu buru buru pergi sebelum Willy melihat wajahnya .


"loh kenapa pergi ?" tanya Willy.


"padahal saya mau kasi makanan " sambungnya lagi.


"sudah lah mas Willy,orang seperti itu jangan terlalu di kasihani,nanti ketagihan " jelas orang itu.


Willy hanya tersenyum menanggapi orang itu dah masuk ke dalam mempersilahkan mereka.


"ada apa mas? aku lihat tadi ada ibu ibu ya...dia kenapa? orang gila?" tanya Sisil.


"enggak tau juga...mas gak sempat melihat orang itu malah pergi" ucap Willy


"ooh baiklah,oh ya apa kita jadi mau ke rumah papa ?" tanya Sisil membuat Willy terdiam


"nanti kita pikirkan ya ," balas Willy ragu.


malam hari saat mereka menutup toko tak sangka Willy kembali melihat ibu ibu yang siang tadi berada di depan tokonya,Willy memperlambat jalannya.


"ada apa mas " ucap Sisil .


"itu ibu ibu yang tadi siang di depan ruko sayang,sekarang masih di sini,kasihan sekali ,apa kamu masih ada makanan di rumah? " tanya Willy


"oh ya sebentar yaaa" ucap Sisil langsung naik ke atas untuk mengambil makanan dan juga minuman untuk ibu itu.


sementara itu willy mendekat ke arah ibu itu,semakin dekat Willy semakin memperhatikan nya dan merasa tidak asing dengan wanita itu.

__ADS_1


"buk, , ,ibu ngapain di sini, , mari ke ruko saya,saya dan istri saya, , , , " ucap Willy terhenti saat wanita itu menoleh dan.


DEGH


betapa terkejutnya Willy saat melihat wanita gila nan lusuh itu adalah Mak lampir-ibu kandung Willy - yang di penjara hampir 2 tahun lamanya .


"mama, , ," panggil Willy terkejut.


"haha, , siapa kamu, , jangan mendekat , atau aku bunuh kamu " teriak lampir.


"ma, , ,ini Willy ma , , anak mama ,ya Allah maa kenapa jadi kaya gini " teriak willy.


"mama Maya , , " ucap Sisil saat sudah sampai di depan wanita itu.


"mas ini mama bukan? " tanya Sisil


"iya sayang ,dia mama tapi mas gak tahu kenapa mama jadi seperti ini,seharusnya kan mama masih di penjara " jelas Willy.


"lihat mas ,itu di bajunya ada tulisan rumah sakit jiwa,coba kamu perhatikan" ucap Sisil.


sementara meraka bicara Lampir masih memciba melawan dengan melayangkan kayu ke depan Willy dan Sisil.


Willy segera mencari nama rumah sakiit jiwa itu dan mencari nomer rumah sakit jiwa kemudian menelpon pihak rumah sakit jiwa.


tak lama meraka datang dan membawa Lampir ke dalam mobil khusus .


"mas , terimakasih ya,ini adalah pasien kamu sebulan yang lalu ,dan kabur seminggu yang lalu" ucap petugas itu.


Willy hanya mengendus pelan melihat mobil rumah sakit jiwa yang semakin menjauh dari pandangannya.


"mas,kenapa mama jadi seperti itu?" tanya Sisil


"entahlah Sil ,mas juga tidak tahu " balas Willy


***


Di rumah Adita kegaduhan terjadi saat teriakan Adita menggelegar di seluruh ruangan rumah itu.


"aaaaaarrk, , ,sakiiiit , , , sakit , , ,skiiitt" teriak yoga merasa kesakitan saat Adita menjambak rambutnya.


"huuuuu, , , uuuuuu , , aduuuuuh, " Adita merasakan kontraksi.


"naaaald, , cepaaaat " teriak yoga


"aduuh sayang ,hati hati ,ayo cepat " bik Marni pun panik ,dia membereskan pakaian Adita yang akan di bawa ke rumah sakit.


yoga kesulitan membawa Adita Karena di Jambak keras olehnya.


"yooo, , sakit banget yooo " ringis Adita


"sayang sabar ya, , " ucap yoga masih berusaha membawa Adita.

__ADS_1


ronald sangat kasihan melihat yoga di Jambak dan kesusahan membawa Adita,dia berinisiatif untuk membantu.


"apa aku boleh bantu?" tanya Ronald dahulu


"ayolah,kenapa gak dari tadi sih " kesal yoga


Ronald tanpa ragu membopong tubuh adita dan Adita secara reflex melepas jambakannya.


"loh, , kok " kaget yoga dan bik Marni ,bukannya marah namun mereka tersenyum.


"ayolah cepat,jangan banyak mikir " teriak Ronald saat hendak mengemudi.


yoga dan bik Marni pun langsung masuk dan segera membawa Adita kerumah sakit.


"yooo , , sakit yooo, , ,aduuuuuh , , huuuuu." ringis Adita kesakitan lagi


"sabar sayang, sebentar lagi ya ,, ,kamu sabar " ucap Willy


"sayang kamu sabar ya,,tarik nafasss buaaaang " ucap bik Marni mencoba menenangkan Adita


Adita dengan patuh menuruti bik Marni,dia mengambil nafas lalu membuangnya .


tak lama mereka telah sampai di rumah sakit ,yoga segera mengangkat tubuh Adita dan menggendongnya sambil berteriak.


"Dokter, , , susterr, , ,istri saya mau melahirkan cepaaaat " teriak yoga.


sementara Didin baru saja sampai ,dia langsung menyalakan camera untuk mengabadikan momen berharga mereka berdua itu,meski telat beberapa saat Namun dia Sudah memiliki banyak potongan potongan video Adita sebelum hamil,hamil bulan pertama smalai ke sembilan.


yoga dan yang lain masih setia menunggu ,tak lama dokter datang dan meminta yoga untuk masuk menemani Adita,yoga pun masuk dengan perasaan cemas juga khawatir.


"bismillah" ucap yoga masuk ke dalam


di dalam perasaannya hancur melihat banyak alat alat medis di sekitar Adita,gunting,pisau,selang infus dah masih banyak lagi.


"dokter,kalian mau apa dengan gunting itu?apa kalian mau menyakiti istri saya" teriak yoga tiba tiba


suster juga dokter sedikit tertawa " kenapa tertawa,apa itu lucu?" teriak yoga lagi membuat mereka seketika diam .


grep.


Adita kesal dan langsung menjambak rambut yoga lagi " aduuuh,,,sayang sakit , , " ringis yoga


"kamu bisa diam tidak, , aku lagi kesakitan yogaaaa


...aaaaaarrrkkk.... huuuuuu " kesal Adita sambil mengatur nafasnya.


"baiklah kita mulai ya , , siap siap, , , dalam hitungan ke tiga ibu harus mendorong kuat kuat ...Oke" aba aba dari dokter Adita mengangguk paham


"satuuu, , , duaaa , , tigaaa "


"eeeuuuuhhhhhhhj"

__ADS_1


__ADS_2