Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 20 Di culik


__ADS_3

Hatiku yang saat ini sakit kembali tersayat melihat video yang di kirim Mei setelah aku suruh mencari mas Willy di rumah sakit tempat Ajeng di rawat.


"benar dugaan ku,mas Willy tega membohongi ku seperti ini" gumamku


Tik


setitik air mataku kembali mengalir ," bodoh kamu Dita,jangan menangis hanya karena ini,kamu harus berfikir lebih dewasa " ucapku pada diri sendiri .


Saat seperti ini , seseorang menghubungi ku


"Hallo Rama?"


"loe lagi apa?"


"Tidak ada,hanya mau istirahat saja"


"besok ada acara?"


"tidak ada, kenapa?"


"gue butuh teman buat cerita," buatnya


"Gue rasa gue juga butuh sesuatu buat bikin mood gue baik " ucapku dalam hati


"Baiklah ,kirim lokasi loe besok" ucapku


"Gue jemput aja di gang depan" ucapku.


"Oke" aku mengiyakan,tok juga kalau aku naik di sana para tetangga mengira aku pesan taksi online.


malam ini aku sedikit terhibur dengan adanya Rama,dia begitu ada saat aku butuh seperti saat ini,dia selalu datang tepat waktu.


"kok bisa kebetulan gini" gumamku sedikit tersenyum.


aku merebahkan tubuhku di ranjang dan mulai memejamkan mataku.


**


keesokan harinya aku bangun terlambat,aku tak mendapati mas Willy di kamar ,aku segera turun dan juga tak mendapati mas Willy di meja makan.


hanya terlihat mama Yang sudah selesai sarapan ,aku berjalan mendekati mama.


"Ma, mas Willy udah berangkat?" tanya ku


mama melirikku ,bukanya menjawab malah dia kembali bertanya. " kamu gak tahu gak Willy semalam pulang jam berapa? " tanya mama


"Gak ma,aku gak tahu mas Willy pulang jam berapa!" ucapku


"Ya jelas kamu gak tahu dan gak ketemu juga,orang Willy gak pulang semalam." ucapnya


Deg


pagi ini aku kembali senam jantung dengan kata kata mama,sungguh mama tidak memikirkan perasaan aku yang sedang hamil cucunya.


aku bergegas ke kamar dan mengambil ponselku,


"Mas ini jadwal aku cek up ke dokter,mas bisa temani ?" isi pesan ku melalui WhatsApp.


cukup lama akhirnya mas Willy membalas ku" lain kali mas temani ya,mas hari ini ada rapat penting" balasnya.


aku tak menjawab,aku segera menghubungi Dr.nur,dokter kandunganku.


"Hallo dokter,bisa kita undur buat besok,suami saya tidak bisa menemani,? atau bisa saya datang sendiri?" tanyaku


"Bisa banget,tidak apa apa tidak di temani yang penting harus cek up rutin ya" jawab dokter manis itu


"Baiklah dokter, siang ini saya kesan" ucapku


kemudian mematikan ponsel,


Ting


ponselku kembali berbunyi

__ADS_1


"Dita,gue tunggu di tempat ini nanti siang ya" ucap Rama


"Eeh,gue gak bisa nanti siang,gue harus cek up dulu ke dokter" ucapku


"Ya sudah setelah loe cek up loe langsung ke lokasi,gue tunggu" ucapnya


"Baiklah," jawabku


siang harinya seperti rencana,aku ke dokter dengan taksi online,di tengah jalan mobil taksi itu mendadak mogok


"Aduh kenapa pak.?" tanyaku


"Sepertinya Mogok neng,sebentar saya periksa" ucap ya turun dari mobil dan mulai memeriksa kondisinya mobilnya


"Aduh, maaf neng,mobilnya mogok" ucapnya


"Yach gimana dong,,mana saya udah janjian sama dokter pak,harus cepat sampai" ucapku


"mohon maaf neng,saya bantu cari taksi aja Gimana?" ucapnya


memikirkan jalan ini sedikit sepi,aku mengiyakan supir taksi itu untuk membantu ku mencari taksi,secara aku lagi hamil juga gak mungkin panas panasan gini mencari taksi.


setalah sekian menit menunggu,aku melihat supir taksi itu tak kunjung mendapatkan taksi,aku memutuskan keluar dari mobil.


"Pak belum dapat ya?" tanyaku


"Belum neng,neng di dalam saja kasihan neng lagi hamil" ucapnya


"Baiklah " jawabku memutar tubuhku


tin


tin


suara klakson mobil terdengar dari arah belakang,aku menoleh


"Dita" ucap Rama keluar dari mobil dan menghampiri ku.


"Lho Rama? ngapain loe di sini?" ucap ku


"loe ngapain di sini?" tanya Rama lagi


"Nih,taksi gue mogok,mana udah janjian sama dokter pula,maklum dokter kandungan gue orangnya agak sibuk,jadi perlu atur waktu buat ketemu sama dia" ujarku.


" ya sudah gue anterin aja!" ajak Rama


"Eeh gak perlu ram,gak usah gue naik taksi aja" ucapku


Sebenernya aku sedikit tidak enak kalau di jemput rama


"mana coba taksinya? gak ada kan?" ucap Rama celingukan


"bentar lagi pasti ada kok" ujarku merasa gak enak dengan Rama


"Katanya sudah janjian sama dokternya,kalau telat bisa bisa gak ketemu nanti" ujar Rama


ucapan Rama ada benarnya juga,lagian aku setelah dari sana emang mau ketemu sama dia,jadi aku ikut dengan Rama.


"Baiklah,tapi gak ngerepotin kan?" tanyaku


"Apaan sih,kaya sama siapa aj? " ucapnya


"Ya sudah ayok" ucapnya lagi.


Ia memang perhatian sama aku,dia membukakan pintu dan aku masuk,dan rama mulai menyalakan mesin dan mengantarku ke rumah sakit.


"terimakasih atas waktunya dokter" ucap ku setelah selesai di periksa.


"Sama sama,yang penting tetap jaga kesehatan ya,biar nanti pas HPL tenaganya kuat" ujar dokter nur.


"iya dokter, sekali lagi terimakasih" ucapku kemudian keluar dari ruangan itu dan langsung menuju parkiran


Aku kira Rama meninggalkan ku,nyatanya dia menungguku dengan sabar di parkiran, melihat ku keluar dia langsung menghampiri dan membukakan pintu ,setelah itu dia kembali masuk ke mobil dan langsung melajukan mobilnya ke tempat yang Rama tuju.

__ADS_1


Rama mengajakku makan di sebuah caffe , tempatnya sedikit private,karena tiap tempat ada batas dan penghalang nya.


"kenapa di sini?" tanyaku


"Tidak apa ,hanya butuh tempat yang lumayan nyaman buat cerita" ucapnya


"Baiklah " jawabku


Rama mengajakku duduk di pojokan,


"Aku ke toilet dulu ya" ucapku


Karena sejak tadi aku menahan untuk pipis,sejak hamil aku pipis sangat sering di bandingkan sebelum hamil,kata dokter itu wajar wajar saja,untuk itu aku tidak mengkhawatirkan itu.


Tak lama dari toilet,aku keluar dan


"emmmmpphh, , , " aku terkejut mendapati beberapa orang berjalan ke arahku dan langsung membekap mulut ku dengan tissu, hingga sedikit demi sedikit pandangan ku mulai gelap dan aku tak ingat apa apa.


**


POV Willy.


tut


tut


"Adita kenapa sih! kenapa gak angkat" gumam ku mencoba menghubungi Adita tapi tak kunjung di angkat


entah mengapa tadi setelah aku bicara dengannya memberitahu jika aku tidak bisa mengantarkan dirinya ke dokter,aku jadi kepikiran dengannya,terlebih saat aku pulang semalam dia sudah tidur dan saat aku bangun aku tak berniat membangunkan nya dan langsung sarapan.


"istri kamu mana?" tanya mama


"masih tidur ma,kasihan mungkin dia capek,oh ya Willy langsung berangkat ya,kasi tahu Adita nanti kalau sudah bangun kalau aku sudah berangkat ma" ucapku sama mama kemudian pamit langsung ke kantor.


"kenapa aku gak hubungi dokter nur aja? " gumamku


tut


tut


"Nomer yang anda tuju tidak dapat di hubungi,cobalah beberapa saat lagi"


bukannya Dr.nur yang menjawab malah suara operator yang menyahuti,


"Apa aku hubungi mama?"


aku langsung memencet tombol hijau pada kontak mama


"Hallo" jawab mama


"Adita ada di rumah ma?" tanyaku


"Kan dia mau ke dokter ,dan belum kembali, kenapa?"


"Gak apa apa,ya sudah ma Willy lanjut kerja" ucapku mematikan ponsel.


"Kalau gini aku jadi kepikiran sendiri " ucapku


aku menghubungi sekretaris ku.


"Jam berapa aku meeting?" tanyaku


"3 jam lagi dari sekarang pak" jawabnya


"Berarti aku ada waktu buat menengok Adita" gumamku langsung bangkit dari kursiku,tapi


PRAAANG...!!!!


next


ketemu di bab selanjutnya


happy reading

__ADS_1


jangan bosan.


__ADS_2