Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 15 Willy


__ADS_3

entah mengapa ucapan mas Willy kali ini benar benar keterlaluan,dia menganggap aku apa saat ini?


dia menganggap aku pembantu? dia tidak menganggap ku istrinya?


"aaarkh, , percuma kalau kaya gini" ucap mas willy langsung pergi tanpa sarapan di rumah.


siang hari aku dan Mei janji ketemu di caffe biasa kami sering nongkrong.


"Dit," panggilnya


aku melangkah ke arahnya ,dan langkah ku terhenti ketika melihat orang yang berjalan juga ke arahnya,dialah Arkan ,sahabat dari suamiku.


Mei menyadari tatapan ku,dia mengangguk seolah dia menginginkan Arkan juga tahu semuanya.


"gue udah cerita sama Arkan " ucap Mei


Arkan mengangguk " iya Dit,gue udah tahun semua nya" ucap Arkan.


aku duduk dan menghembuskan nafas beratku.


"Maaf" lirih Arkan


"kenapa loe minta maaf" ucapku


"karena gue yang kenalin loe dulu ke Willy" ucapnya merasa bersalah


"sudahlah loe gak usah fikirin,gue juga gak tahu kalau akan begini jadinya" ucap ku.


"mungkin cobaan calon anak kalian" ucapnya


"aku harap juga gitu," ucapku


"loe mau gue bantu apa?" tanya Arkan


"Gue mau cari tahu siapa Ajeng dan apa hubungannya sama Ajeng" ucapku


"oke gue bantu" ucap Arkan


"Thanks ya,gue gak tahu harus berterima kasih ke kalian kaya apa"


"Sudah lah Dit,kita kan teman," ucap Arkan di angguki Mei.


tak lama kami memesan makanan ,sembari makan seseorang datang menghampiri kami


"Hei, Dit , , ketemu di sini lagi " sapanya.


aku menoleh " Rama,ngapain loe di sini" ucapku


"loe lupa ini caffe tempat kita sering nongkrong " ucap Rama


"Oh sorry,gue lupa" ucapku

__ADS_1


"segitunya loe sama gue" ucapnya


Arkan dan Mei hanya memandang ku dengan penuh tanda tanya.


"eh kenalin,ini mei dan Arkan sahabat gue" ucapku memperkenalkan mereka


"Gue Rama,teman sekolah Dita, sekaligus mantan di tinggal nikah" ucap Rama


"Rama, , " ucapku melotot ke arahnya


"haha,sorry,gue gak maksud" ucapnya


"ya sudah kalian lanjut makan gue mau balik " ucapnya lagi


"oke,"


"benar?" tanya Mei


"Apanya?" ucapku sengaja


"Dit,jangan perpanjang obrolan " ucapnya


"ii-ya , ,gue juga gak tahu kalau dia serius ke gue,kan loe tahu sendiri gue kaya gimana kalau pacaran," ucapku dan kamu melanjutkan makan kami,sampai sore hari aku baru pulang.


***


"Willy lihat kan anak manja itu semakin hari semakin ngelunjak di sini,kamu kualat Willy sama mama" terdengar suara mama yang lagi marah dengan mas Willy


"Ma ,mungkin Dita capek " ucap masa Willy mencoba membelaku


"Kamu jangan bela dia Willy, kamu sudah buktikan kan apa yang mama tidak sukai dari dia,dia gadis manja yang bisanya cuma nyusahin" ucap mama lagi.


Aku berusaha menahan air mata saat ini,yang perlu aku lakukan hanyalah melewati anak dan ibu itu sekarang.


"Assalamualaikum " ucapku mengucap salam


mas Willy menoleh dan mama membuang muka kesal melihat kedatangan ku " waalaikumsalam" jawab mas Willy


Aku berjalan melewati mereka tapi mas Willy menghentikan langkah ku " Dita,kamu dari mana?" ucapnya


"Aku dari luar mas " ucapku dengan nada serendah mungkin


"kamu lagi hamil ,ngapain keluyuran" ucap mama .


"Dita cuma cari angin segar saja" ucapku kemudian berlalu meninggalkan mereka


Di dalam kamar,aku sudah tidak tahan ,air mataku lolos begitu saja," hiks , , ,hiks, , bunda, ,ayah , , ini sakit banget Bun, , sakiiit banget" gumamku dalam hati


"Dita gak kuat kalau kaya gini" ucap ku lagi.


POV Willy

__ADS_1


Mendengar kabar jika Dita hamil membuat hidupku semakin bermakna,kerja keras ku tak sia sia dan aku juga akan bekerja lebih ekstra buat amak dan istriku nantinya,tapi entah mengapa mama masih saja tidak menyukai Adita,dan selalu menyuruhku untuk menemui Ajeng,Hingga suatu hari mama menyuruhku untuk menemani Ajeng yang lagi sakit di rumah sakit,dan aku menemuinya,tak di sangka di sana orang tua Ajeng juga ada dan mereka mengira aku kekasih Ajeng ,untuk itu mereka meminta tolong padaku untuk tetap datang kerumah sakit untuk menggantikan mereka menemani Ajeng,karena mereka ada urusan penting ke luar kota,aku tidak berniat untuk menghindari Adita,saat aku ingin menjelaskan tentang status ku ,saat itu panggilan telepon darurat di terima oleh papa ajeng yang mengharuskan dirinya untuk segera pergi,dan aku tidak sempat menjelaskan pada mereka.


"Jeng,kenapa kamu gak kasi tahu orang tua kamu kalau aku sudah menikah" ucapku


" entahlah,aku terlalu mengharapkan kamu mas" ucap Ajeng


"Ajeng,kita gak mungkin bisa bersama" ucapku


"Aku akan berusaha membuatku suka sama aku mas" ucapnya memalingkan wajahnya.


tak lama mama menelpon dan menyuruhku untuk menemani Ajeng,mama sempat mengancam akan pergi dari rumah kalau aku tidak menurutinya dan mama paling tahu kelemahan aku,aku paling gak bisa kalau mama marah dan mama sakit,aku takut penyakit jantung mama kumat,mau tak mau aku menemani Ajeng sampai malam.


saat Ajeng tidur barulah aku bisa pulang,dan saat di rumah aku mendengar mama marah sama Adita ,bahkan mama memberitahu Adita kalau aku tidak akan pulang,jelas aku marah tapi aku tak tahu harus berbuat apa,jika aku kasar sama mama aku takut penyakit mama akan kumat lagi ,akhirnya aku mengalah,dan masuk ke kamar.


entah dari mana Adita tahu aku jalan sama Ajeng,mau menjelaskan tapi aku takut Adita akan benci sama mama,jika Adita akan marah biar dia marah ke aku saja,jangan ke mama,aku masih berusaha mendamaikan mama agar menyukai Adita dan aku gak mau jika Adita marah sama mama ,mama akan semakin benci sama Adita .


Hingga Ajeng mengirim pesan ke aku dengan panggilan sayang " huh,Ajeng bisa tidak kamu jangan panggil aku sayang" ucapku


"terserah aku dong mau panggil apa" balasnya


"huh,susah banget sih di bilangin " ucapku sendiri sambil mengusap kasar wajahku.


hingga tengah malam,suara ponselku berdering,aku melihat nya ,Ajeng kembali menghubungi ku malam malam,aku menoleh dan melihat Adita tidur dengan membelakangi ku


"Ada apa?" balasku akhirnya


"Aku gak bisa tidur,temani aku " balas Ajeng


"Aku butuh istirahat Ajeng,aku juga mereka besok" ucapku


"Tapi aku butuh kamu sekarang " ucapnya lagi melalui pesan WA.


tak lama dia menelpon karena aku gak menjawab,aku kembali menoleh ke Adita dia terlihat sangat lelap,akhirnya aku mengangkat panggilan video nya ,aku berjalan ke arah balkon dan mengangkat panggilannya


"Ada apa?" ucap ku


"aku pengen temani sampai aku tidur ya, ,aku takut " ucap Ajeng


aku kasihan dengan dia mengiba "Ajeng aku sudah menikah,kamu kalau gini nanti Adita akan salah faham" ucapku


"please ," ucapnya tak memperdulikan ucapanku


"Baiklah,aku temani " ucapku


hingga Ajeng terlelap aku mematikan ponselku " huh, mama mama,apa sih yang buat mama suka banget sama dia sampai kaya gini,bikin aku sudah" ucapku kembali tak habis fikir sama mama.


setelah mematikan ponsel,aku kembali merebahkan tubuhku di ranjang kami,dan sejak saat itu aku sulit tidur,hingga subuh tiba aku langsung bangun dan membersihkan diri tanpa membangunkan Adita yang terlihat sangat lelap.


next


Happy reading.

__ADS_1


__ADS_2