Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 64 Surat gugatan


__ADS_3

PoV author


Diam diam Sisil memberitahu Mak lampir jika dia tidak bisa membujuk Willy untuk menceraikan Adita ,dia mengancam tidak akan memberi mak lampir uang lagi,


"jika mama tidak berhasil membuat Willy pisah dengan istri nya itu,akan aku pastikan semua kejahatan mama akan aku laporkan ke polisi,dan mama tidak akan pernah dapat uang dariku lagi". Ancamnya lalu di kirimnya.


mama terkejut melihat isi pesan Sisil,dari mana dia tahu rahasia yang selama ini di tutup tutupinya?


"Sial,dari mana dia tahu ?" gumam Mak lampir


Tak lama Sisil kembali mengirim sebuah foto Mak lampir di sebuah restoran,dia lagi berbincang bersama seorang laki-laki yang di kenal sebagai Daddy Bee.


Daddy Bee adalah seorang bandar di sebuah kompleks khusus pijit refleksi.


Siapa sangka di luar pijit refleksi tapi di bagian dalamnya merupakan tempat pria hidung belang juga pria kesepian melampiaskan hasrat dengan membayar wanita sewaan di tempat itu.


"Bagaimana mam,masih tidak mau membujuk Willy?" tanya Sisil lagi dalam pesannya.


Mak lampir geram,ia tak tahu harus apa,dia gugup juga kesal ,kenapa bisa ada Foto itu di ponsel Sisil.


sejenak ia berfikir sementara Willy masih diam menundukkan wajah yang di tutupi kedua tangannya.


pandangan Mak lampir tertuju pada botol plastik di samping pot bunga,Mak lampir berjalan dan mengambil botol tersebut.


"Kalau kamu tidak mau menuruti keinginan mama,lebih baik mama mati Willy" teriak mama sambil mengangkat botol plastik itu


Willy menengadah langsung terkejut,Willy berlari ke arah mama yang mulai ingin meneguk isi botol itu.


"Ma jangan nekat ma," teriak Willy


"ceraikan istri kamu atau mama mati" ancamnya


" Ma jangan gini ma,jangan buat Willy tersudut "


Mak lampir tidak mau mendengarkan Willy,dia langsung meneguk air itu,


Glek


glek


Willy merampas dan langsung membuang botol plastik yang di pegang mak lampir


Mata Mak lampir melotot,bibirnya berbusa


"Mama, , " teriaknya


"kallau mama mati,kamu seorang pembunuh Willy" ucap Sisil sambil membantu Mak lampir untuk di bawa kerumah sakit.


Di perjalanan Willy terlihat frustasi,dia tidak bisa menahan tangisnya,sambil menatap kebelakang di mana Sisil bersama mak lampir berada.


"Ma ,jangan tinggalin Willy ma"


"Kamu sih ,gak nurut kan gini jadinya"


"Diam Sisil,jangan bicarakan itu dulu" bentak Willy


"Tapi itu semua yang membuat mama nekat Willy " teriak Sisil tak kalah membentak.


"Baiklah,jika mama selamat,aku berjanji akan menceraikan Adita" janji Willy membuat Sisil tersenyum penuh kemenangan


sementara Mak lampir sedikit membuka matanya dan membalas senyuman Sisil.


"Yes,, rencanaku berhasil," gumam Mak lampir dalam hati.

__ADS_1


tinggal bagaimana membuat pihak Rumah sakit agar mau bekerjasama dengan mereka,tapi bukan Sisil namanya jika semua tidak bisa teratasi,dokter yang di ruangan UGD itupun telah standby di tempat,mereka adalah suruhan Sisil.


( jangan tanya bagaimana caranya mereka masuk ke rumah sakit,sedangkan ruangan UGD adalah ruangan yang terbilang ramai,di lewati para suster juga dokter tetap di sana, jawabannya karena ini semua hanyalah novel 😀😀😀)


Di UGD semua sudah di atur oleh orang kepercayaan pak jaya,Willy menunggu bersama Sisil dengan cemas,sedangkan di dalam Mak lampir mulai membuang dan memuntahkan isi mulutnya yang tadi di kumurkan nya sampai membuat busa.


minuman itu adalah cairan sinar matahari ( terjamah kan ke dalam bahasa Inggris ya) yang di taruh ART di dekat pos bunga samping dapur.


Dokter keluar dan menyatakan bahwa keadaan Mak lampir bisa di selamatkan.


"Keluarga Mak lampir!”


"Saya dok, saya anaknya "


"Alhamdulillah, beruntung anda membawa pasien dengan cepat ke rumah sakit, Mak lampir sudah baikan,cairan yang sempat di minum sudah netralkan dalam tubuhnya" jelas dokter itu.


"Alhamdulillah, terimakasih dokter,boleh saya lihat mama saya"


"Silahkan "


Willy langsung mendorong pintu ruang UGD itu,dia langsung memeluk Mak lampir dan menangis sesegukan.


"maa, , maafin Willy ma..maaf " tangisnya


Willy memang begitu sayang sama sang mama,apapun yang mama nya inginkan ia usahakan untuk wujudkan, namun semenjak menikah dengan Adita,Mak lampir memang tidak setuju di karenakan Adita masih kecil,dia baru lulus SMA ,namun dengan persetujuan sang papa,Willy melamar Adita dan Mak lampir mengalah.


"Willy" lirih Mak lampir lemas


"ini bukan salah kamu nak,maafkan mama " ucapnya


"Gak ma, , ini salah Willy,Willy yang tidak pernah mendengar kata mama,maafkan Willy ma" tangis Willy


Sisil hanya diam ,dia begitu takjub dengan akting sang mertua yang begitu meyakinkan.


"Semoga saja Willy mau menceraikan wanita itu" gumamnya lagi.


"Ma, ,Willy akan turuti keinginan mama,Willy akan menceraikan adita ma,tapi mama janji harus sembuh dan gak usah aneh aneh lagi" ucap Willy


Tak bisa di bayangkan betapa senangnya hati Mak lampir dan juga Sisil saat ini,mereka menang.


"yes,,!!" sorak bahagia dari mereka dalam hati.


****


2 hari kemudian


tok


tok


tok


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Cari siapa ya mas" ucap bik Marni membukakan pintu buat seorang laki laki berseragam.


"ini ada surat buk,buat ibu Adita" ujarnya


"Buat Adita, terimakasih mas" jawab bik Marni mengambil surat itu.


"Ada apa bik?" tanya ayah

__ADS_1


"Surat buat Dita pak"


"surat apa bik" sahut Adita yang lagi menggendong Mia


"Gak tahu ,bibik mana berani buka"


"sini biar Dita Buka" ucapnya


dan bik Marni mengambil Mia dari gendongan Adita,Adita mengambil surat itu dan langsung membuka nya.


degh


Perasaan sedih juga senang menjadi satu,dia tak tahu apa yang dia rasakan saat ini,namun air mata menjawab semuanya.


tik


setetes air mata membuat kedua orang tua di depannya itu sama sama saling pandang.adita menutup bibirnya dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya masih bergetar membaca surat itu


"surat apa dit?" tanya ayah


Bik Marni mengambil surat yang di baca Adita,


"Surat gugatan dari mas Willy yah" ucap Adita


"Jadi Willy menceraikan kamu?"


"kenapa kamu menangis? bukanya ini yang kamu inginkan?"


"Apa dita sanggup yah,besarkan Mia sendiri tanpa suami" lirihnya seraya menyeka air matanya.


"Ayah yakin kamu pasti bisa,kamu kuat,kamu mandiri" ucap ayah menyemangati.


hhuuhh


Adita menghela nafas berat,


"Baiklah yah,Adita siap"


****


Di kantor


suasana lagi gempar,akibat kedatangan orang baru atas usulan pak jaya,pemilik perusahaan.


seorang wanita cantik dengan pakaian setelan kerja berwarna peach,di padukan dengan Jaz juga sepatu kets yang senada,tak lupa di tangan kirinya sebuah tas branded berukuran kecil,cocok untuk tubuhnya yang tidak terlalu besar.


Dia berjalan dengan santai memasuki ruangannya,mata sinis ,mata keranjang,mata genit tak luput dari perhatian nya saat menapaki ubin yang putih tulang tersebut.


tak lama dia berhenti di sebuah ruangan yang memang untuknya.


"Huh, akhirnya bisa duduk manis juga" ucapnya senang sambil meregangkan otot ototnya. jika ada yang melihat gayanya saat ini tidak ada yang menyangka dia adalah wanita yang tadi berjalan dengan anggun,Karena saat ini dia tak ubah gadis tomboi dengan duduk sembarangan.


siapakah dia?


jawabannya di bab selanjutnya.


next.


Marhaban ya Ramadhan


Alhamdulillah,telah masuk bulan yang penuh berkah, dalam kesempatan ini author ingin menyampaikan minal Aidin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin,semoga di awal bulan ini Allah membukakan pintu Rizki nya yang berkah dan bermanfaat bagi kita dan juga bagi sesama.


aamiin aamiin ya robbal Al-Amin.

__ADS_1


__ADS_2