Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 78 Penyesalan Willy


__ADS_3

Aku menutup pintu kamar,ku sandarkan tubuhku di balik pintu,entah kenapa jantungku berdetak kencang saat bersama yoga,dan merasa nyaman saat di dekatnya.


"Huh,. ,tahan Dit, ,kamu jangan mudah jatuh cinta,ingat sakit hatimu dulu ditaaaa"


Aku harus berpikir bagaimana cara agar bisa mengontrol perasaan ini.


tok


tok


tok


"mbak dita?? " ku dengar suara yoga dari luar


"iya ada apa Yo"


"bikin konten yok ...! "


" Pulang aja sana, " usir ku


"beneran gak mau mbak ?"


"Gak mau "


"padahal aku mau kasi tau sesuatu sama mbak, berita baik loh"


"berita baik? berita apaan ya? aah mungkin alasan si yoga aja biar aku mau keluar " tebakku dalam hati


" Miii, ," teriaknya semakin kencang


cklek


Ting


"aww"


"gue bukan mami loe yogaaaaa" Adita menyentil kening yoga dengan telunjuk nya membuat yoga meringis kecil.


" Aku ,kamu mbak , , jangan loe gue lagi, , aku gak suka "


"suka suka gue"


"Mbaaak..! "


"iya iya, , , ,berita apaan?" tanya ku penasaran


"penasaran juga " ucap yoga


"nah kan bener kata ku,ini cuma alasan agar aku mau keluar " gumamku dalam hati,


"huh, , dasar bocil " kesal ku membalik tubuh namun di hentikan oleh ucapan yoga.


"Surprise.....!! " aku terheran,tidak ada angin tidak ada hujan yoga memberi surprise.


"dalam rangka apa Yo,aku ga ulang tahun,Mia juga gak ulang tahun" ucapku pada yoga saat dirinya hendak memberikan sebuah kotak berwarna merah.

__ADS_1


"buka dulu makanya " ucapnya


ku ambil segera kotak itu Dan ku buka ,


"Aaah, , ini beneran Yo" ucapku kaget sambil menutup bibirku dengan tangan kiri,sedang tangan kanan masih gemetar membaca isi dari kotak itu.


"gimana? masih gak mau bikin konten ?" tanya yoga


"Kamu serius, , aaaaaaa aku senang bangetttt " teriak ku langsung memeluk yoga .


***


POV author


Alangkah senangnya hati Adita saat membuka kotak berwarna merah pemberian yoga,di mana kotak itu adalah surat kontrak kerja untuk merilis novel karya Adita untuk di terbitkan dan juga di jadikan film. dan hari itu juga Adita langsung menandatangani surat kontrak itu,dan mulai besok mereka akan di sibukkan dengan banyak kesibukan.


"Alhamdulillah ya Allah, terimakasih " ucap Adita


semua orang di rumah ikut senang dengan kabar baik yang mereka dapatkan.


jika Adita dan keluarganya lagi bahagia,lain halnya dengan Willy, Saat ini Sisil sudah bisa pulang ke rumahnya ,namun hal mengejutkan kembali terjadi pada mereka.


"Apa apaan ini?" tanya Willy saat sudah sampai di depan rumah dia melihat beberapa orang bodyguard Datang untuk menyita rumah beserta isinya .


"Apa yang kalian lakukan dengan rumah saya " tanya Sisil panik


"maaf pak,ini surat penyitaan nya " ucap salah satu dari mereka memberikan surat penyitaan rumah beserta isinya


"Gak,ini gak mungkin , aaaaarkkk" teriak sisil histeris,ia tidak terima jika rumah mereka juga ikut disita,tapi apa boleh buat mereka harus meninggalkan rumah itu dengan segera.


Tiba tiba dia teringat dengan rumah yang di tempati nya dengan Adita.


dia bergegas ke sana ,tapi saat di depan pintu gerbang dia hanya diam menatap sayu rumah besar itu .


"Ada apa? " tanya Sisil


Willy tidak menjawab,tiba tiba matanya meneteskan air mata,bayangan Adita yang begitu menderita di rumah ini terngiang bagai kaset rusak di kepalanya,dia terus mengingat bagaimana Adita di rumah ini menderita olehnya dan juga oleh ibunya .


"Dita, ,mas kangen, , maafin Maas ya, ,miaa papa kangen nak " lirihnya dalam hati


Ia teringat dengan anaknya Mia," bagaimana keadaan mu sekarang sayang?" tanyanya dalam hati


"maafin papa nak, papa salah,papa berdosa sama kalian ,maafkan papa,," Willy menangis tak tertahan


"Ada apa Will?" tanya Sisil


Ia mengusap air matanya dan berkata


"kita cari kontrakan"


"loh kenapa? ini kan rumah kamu, aku gak mau tinggal di kontrakan" keukeh Sisil


"Rumah ini tidak pantas untukku,,rumah ini bukan lagi milikku " ucap willy masih tak bergeming,detik kemudian


" ayo " ajaknya sambil menarik tangan Sisil.

__ADS_1


"apa maksudmu?" tanya Sisil sambil menepis tangan Willy


"YAAA , ini bukan rumahku lagi,sejak aku mentalak Adita demi kamu,rumah ini sudah tidak pantas untukku, aku tidak pantas berada di rumah yang seharusnya menjadi rumah istri dan anak aku " teriak Willy yang merasa sangat menyesal telah menyakiti hati mantan istri dan anaknya.


Demi ego sang mama, kebahagiaan willy dan juga hidupnya jadi berantakan,ia tak mampu melawan karena terlalu cinta sama mamanya,Mak lampir.


kini Willy merasa tidak pantas berada di rumah itu,karena sesungguhnya rumah itu akan Willy berikan pada anaknya,Mia. sebagai bentuk rasa bersalah nya atas kekecewaan Dan kesengsaraan yang dia ciptakan di rumah itu.


"Kita bisa pindah kerumah papa kamu" usul Sisil


" Aku sudah tidak pantas berada di dekat mereka ,aku malu sil, ,kamu Paham gak sih , ,kalau kamu tidak mau ikut aku mencari kontrakan,silahkan kamu pergi dan cari tempat tinggal sendiri" kesabaran Willy sudah habis kali ini .


" aaawww .." Sisil memegang kepalanya,ia merasakan sakit yang luar biasa hingga ia jatuh pinggan


"Sil , ,Sisil , , bangun "


Pelan pelan Sisil mulai membuka mata,samar samar dia melihat cahaya yang sedikit redup .


"iish , ,aku di mana?" tanya Sisil


"kamu di kontrakan kita " ucap Willy


"apa, , aaaawww " kepala sisil benar benar sakit


"makanya diam,jangan banyak bicara,sudah untung kita bisa sewa tempat ini " ucap Willy


Sisil menatap sekeliling,ruangan kecil dengan penerangan yang redup juga sedikit kotor membuatnya jijik


"tempat apaan ini Wil ?"


"besok aku bersihkan agar terlihat Nayaman " ucap Willy yang tidak mau berdebat.


"kamu istirahat saja dulu ,aku ke dalam " ucap Willy masuk ke dalam kamar.


Willy masuk ke dalam kamar, membersihkan dan juga merapikan pakaian,tak sengaja dia melihat sebuah amplop yang di berikan dokter sebelum mereka pulang dari rumah sakit.


Amplop tersebut adalah riwayat penyakit yang di derita Sisil,bahwa Sisil mengidap penyakit kangker serviks.


Willy kembali teringat dengan perkataan dokter yang mengatakan jika salah satu penyebab bayinya harus di gugurkan adalah kangkernya,namun Willy tidak memberitahu Sisil karena Takut Sisil akan down dan kondisinya semakin memburuk,terlebih dia lagi mengalami masa sulit dalam hidup,Dady angkatnya di penjara dan meninggal banyak hutang termasuk rumah dan segala sesuatu milik mereka,juga dengan kenyataan bahwa anaknya tidak bisa di selamatkan membuat willly berfikir,mungkin kah ini balasan atas apa yang dia lakukan pada mantan istri dan anaknya,willy pun tidak tega meninggalkan Sisil dalam kondisi seperti ini,karena saat ini hanya dialah yang Sisil punya.


" Ya Allah maafkan kami" lirihnya menyesali perbuatannya .


bersambung..


bagaimana Willy menjalani hidup dalam penyesalan?


yuk simak kisahnya di episode selanjutnya.


jangan lupa like jika suka,komen jika ada yang perlu di komentar dan kasi saran juga masukan di kolom komentar ya, author Pasti baca dan coba perbaiki apa yang menurut kalian perlu di perbaiki.


author akan pikirkan saran kalian


Miss u all


oh ya jangan lupa kasi bintang dan juga Vote ya,dan satu lagi jangan lupa share..

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2