
PoV author.
sore hari, seseorang pria berpakaian rapi sedang berdiri di sebuah taman dekat rumah Mbah Darmi,sambil memandang ke arah matahari yang sebentar lagi akan tenggelam.
siluet dari nya terlihat jelas bentuk hidung mancung dan juga bibir tipisnya yang tersenyum ke arah seorang wanita yang sejak tadi di tunggunya,dia berjalan dengan tersenyum ke arah pria itu ,hingga dia berhenti sampai jarak mereka sekitar 5 meter.
"sudah lama menunggu?" tanya nya
pria itu tersenyum,dia menggeleng seraya mengangkat telapak tangannya agar di sambut oleh wanitanya yang sebentar lagi akan menjadi miliknya.
"sebulan pun aku rela nunggu kamu di sini,asal kamu datang dah bilang I Love u yogaaaaaa " jawabnya sambil menirukan gaya bicara Adita.
"haish,baru aja mau romantis sudah garing lagi, , gak seru ah, , " kesal Adita sambil mendekat.
Baru saja dia merasa menjadi seorang putri di lamar pangeran, ucapan garing yoga mengacaukan segalanya,tapi siapa sangka yoga Berubah 180° saat ini,dia mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya dan berkata .
"mbak Adita, , izinkan aku yang tak punya apa apa ini meminta sebuah permintaan,,izinkan tubuh ini menjadi tameng mu saat kau dalam bahaya,izinkan raga ini menjaga ragamu,izinkan tangan ini menggenggam tanganmu saat kau rapuh,izinkan jiwa ini untuk bersanding dengan jiwamu sampai ke jannah-Nya,dan izinkan aku menjadi imam dalam sholatmu, pemimpin bagi keluargamu dan juga petunjuk dalam gelapmu,ayah dari anak anakmu dan juga izinkan aku menjadi suamimu, Maukah kau menikah denganku " ucap yoga panjang lebar merangkai kata,sampai Adita tak mampu berkata apa apa ,dia meneteskan air matanya merasa terharu,dia tak menyangka lamaran sesungguhnya ada di taman kecil yang sangat di jaga kebersihan itu oleh Mbah Darmi .
Yoga berkata seperti itu sambil berlutut dan mengangkat tangannya agar Adita menerima cincin yang di keluarkan olehnya tersebut.
__ADS_1
Adita tersenyum sambil meneteskan air matanya , dia mengangguk dan menerima cincin lamaran yoga.yoga pun bangkit dan memanjangkan cincin itu di tangan Adita.
begitupun Adita,dia memasangkan yoga sebuah cincin yang di tangannya,
"cincin ini punya almarhumah ibu ,katanya aku jangan sampai menghilangkan nya,tapi aku mau kamu memakai cincin ini agar selalu ingat sama ayah dan juga ibu" ucap Adita.
Yoga pun mengangguk,tapi dia ingat dengan syarat hal " apa ini pernah di pakai Willy sebelum nya?" tanya yoga
Adita menggeleng," tidak,aku hanya memberikan ini padamu yo" balas adita
yoga lega mendengar itu,dia merasa dia paling bahagia di dunia ini.
di tempat lain, Seseorang tengah kesal melihat Adita dan juga yoga bersama.
"dasar wanita sialan " geramnya.
dia berjalan sambil menghentakkan kakinya ,niat hati ingin menjenguk yoga di lokasi shooting,tapi yang dia dapatkan adalah pemandangan yoga dan Adita sedang berpelukan di sebuah taman kecil.
"lakukan sekarang ,"perintahnya .
__ADS_1
di lokasi shooting adita telah selesai melakukan bagiannya,kini hanya yoga saja yang memiliki beberapa adegan untuk di ambil.
" kalau mau pulang dulu,kamu di antar Didin ya!" ucap yoga
"tidak usah Yo,aku pulang naik taksi aja,lagian aku mau mampir ke toko kue sebentar " ucap Adita
"baiklah kalau begitu kamu hati hati ya " ucap yoga.
Dia menelpon taksi untuk Adita,dan sampai taksi datang barulah yoga kembali ke lokasi shooting.
Di perjalanan tiba tiba supir taksi itu terkejut saat sebuah mobil box dari belakang menyalip nya dengan sengaja menggesek mobil mereka.
"astaghfirullah" kaget supir taksi itu.
mobil taksi yang di kendarai Adita pun menjadi oleng,namun bisa dia kendalikan sampai mobil itu hanya bergeser ke tepian jalan.pak supir langsung mengerem mendadak.
ckiiitttt
dugh
__ADS_1
"aaaarrghh"