
PoV author
pagi menjelang, Didin dan Diwa datang ke rumah Adita untuk berpamitan dan meminta restu pada bik Marni agar perjalanan mereka lancar.
"bik doakan kami ya , , " ucap Didin mencium tangan bik Marni begitupun dengan Diwa ,dia mengikuti Didin mencium tangan bik Marni.
"kalian hati hati ya,kabar kan pada kami apapun itu " ucap bik Marni
setalah berpamitan Didin dan Diwa berangkat dengan pakaian khusus mereka.
Adita tak kuasa menahan tangisnya mengingat yoga yang entah di mana dia dan bagaimana kabarnya ,dia merenung di teras depan tatapannya entah kemana hanya dia yang tahu.
Tik
Tik
air mata Adita mengalir lagi, dia selalu menetes air mata ketika mengingat yoga dan mengingat kenangan kenangan manis mereka yang baru beberapa hari terjalin.
"Yo, , ,kamu apa kabar ?"
"Yo , , kamu sudah makan ?"
"Yo , , kamu di mana?"
"yogaaaaaa , , , aku kangeeen "
Adita menangis dalam diam , selang beberapa saat bik marni datang bersama Mia.
"mama , , maeeem. . " ucap Mia dengan bahasanya.
Adita masih belum sadar Ada mia di dekatnya.
"mama , ,mama ,,"
"nak, , Mia dari tadi manggil loh, ," ujar bik Marni menyapa Adita.
Adita tersentak,dia menghapus air matanya dan tersenyum pada Mia dan bik Marni.
"eeh , , anak mama mau makan ya " ucap Adita sambil mengajak Mia bercanda.
"maeem mama , , papapa , , , mamama "
"nak,gak baik kamu terus terusan seperti ini,kasihan Mia dan juga kamu ,nanti kamu sakit loh kalau terus mikirin yoga kaya gini " ujar bik Marni sambil melepas Mia di pangkuan Adita.
"maafin Dita buk, Dita masih gak bisa hiks , , ,hiks, , ,susah buk , , ,Adita juga gak mau seperti ini ,tapi Adita gak bisa , , huuuu, , , Dita harus apa ?" tangis Adita kembali pecah ,bik Marni memeluk Adita dari samping dan mereka saling menguatkan.
__ADS_1
tanpa di sadari Adita lagi,Ronald melihat kesedihan Adita dari balik pagar rumah itu.
"kok aku jadi ikut sedih ?" gumam Ronald menghapus air matanya,dia datang ke rumah Adita karena memiliki tujuan.
" permisi " ucap ronald akhirnya memberanikan diri untuk menunjukkan dirinya di saat seperti itu.
Adita dan bik Marni menoleh, " bang ronald " panggil Adita.
dia menghapus air matanya dan mempersilahkan Ronald buat masuk,bik Marni menatap lekat wajah Ronald,dan tersenyum setelah itu.
" bu, ,kenalin ini Ronald,dia yang menyelamatkan mia dan membawanya ke kantor polisi" ucap Adita memperkenalkan Ronald kepada mertuanya
"bang Ronald ,ini ibu saya ,ibu Marni neneknya Mia " ucap Adita ke Ronald.
setalah saling mengenal,Adita mengajak Ronald untuk masuk ke ruang tamu dan bik marni menanyakan perihal apa yang membawa Ronald datang ke rumahnya.
"maaf sebelumnya,mbak dita sempat memberikan saya kartu nama nya , dan bilang kalau saya perlu apa apa saya bisa menghubungi nya " ucap Ronald.
"iya betul, dan sekarang apa yang kamu inginkan bang? insyaallah kalau aku mampu akan aku bantu dan berikan " ujar Adita
" saya tidak minta apapun mbak,saya cuma mau jika mbak dita punya lowongan pekerjaan buat saya ,saya ingin bekerja dengan mbak dita " ujar nya memberitahu alasannya datang ke rumah Adita.
Ronald sebenarnya sudah bosan hidup di jalanan sejak lama,dia ingin mencari pekerjaan yang layak agar dirinya bisa hidup dan membiayai hidupnya tanpa harus mencopet dan menjadi preman di pasar.
"kamu butuh pekerjaan?" tanya Adita
"apa kamu bisa menyetir? " tanya bik Marni
"bisa buk,bisa , , " jawab Ronald dengan cepat.
"kalau begitu kamu jadi supirnya menantu saya aja " usul bik Marni
"buk, , ," Adita hendak menolak dia memang tidak suka di ratukan,dia lebih suka mandiri seperti sebelumnya.
bik Marni memegang tangan Adita dan mengusapnya pelan sambil mengangguk " sudah lah ,kamu memang perlu seorang supir ,agar kamu tidak repot cari supir kemana mana " ucap bik Marni
"mbak Dita gak bisa nyetir? " Tanya Ronald penasaran.
" bisa, tapi gak suka nyetir ,dan kamu jangan panggil mbak ya panggil aja Dita ,kayaknya kita seumuran " ucap Adita
"kamu mau gak jadi supirnya Dita ?" tanya bik Marni memastikan .
" mau buk,tapi apa tidak masalah sama penampilan aku kaya gini?" tanya Ronald sambil melihat pakaiannya
" tidak apa apa sih kalau menurut ibu " ujar bik Marni
__ADS_1
"apa ibu tidak takut?" tanya Ronald.
"takut kenapa? penampilan kamu atau takut Kamu mau macam macam di sini?" tanya bik Marni begitu paham kemana arah pembicaraan Ronald.
Ronald terdiam sambil menunduk, bik Marni tersenyum begitupun Adita.
" ada pun yang bilang kamu menyeramkan ,ibu sudah lebih bertemu yang lebih menyeranmkan dari pada kamu nak " ucap bik Marni berlalu dengan senyumannya.
Ronald tidak mengerti dengan apa yang di katakan bik Marni,bik Marni berlalu begitu saja meninggalkan ronald dsn adita .
"kamu bisa bekerja mulai kapan bang?" tanya Adita
"aku kapan aja bisa mbak, , ,eeh , , Dit , , hari ini juga bisa " ujarnya sambil mengatupkan kedua tangannya di tengah tengah kedua lututnya.
"baiklah,hari ini aku tidak ingin kemana mana ,jadi kamu bebas ya mau kemana aja ,nanti aku hubungi kamu jika aku butuh supir " sambung Adita .
" izinkan saya bekerja mulai hari ini aja Dit, , saya bisa bersihin taman atau kolam " lanjut Ronald ,dia merasa dia harus bekerja.
" kamu gak usah formal gitu bang,biasa aja , oh ya kamu sudah punya istri? " tanya Adita memastikan.
Ronald segera meggeleng " kalau begitu baiklah,silahkan kerjakan apa yang ingin kamu kerjakan,anggap ini sebagai rumah mu sendiri ya " ucap Adita mulai bangkit dan meninggalkan Ronald sendiri.
" mirip,,,apa cuma kebetulan?" gumam bik Marni menatap Ronald dari samping.
Adita setiap harinya hanya merenung sendiri,untuk itu dia mengisi kesedihan nya dengan bermain bersama Mia dan hanya mialah penyemangat dan juga obat yang ampuh bagi Adita agar tetap bertahan.
esok harinya.
"buk, , Dita titip Mia ya,Dita pamit!" ujar Adita yang baru keluar dari kamarnya.
bik Marni terlihat senang melihat Adita yang kini sudah kembali ceria dan juga sudah mau masuk bekerja.
"Alhamdulillah, , ,kamu mau kerja nak?" sahut bik Marni
" iya buk,gak enak di kantor ,kita mau adakan promosi film di berbagai kota,kayaknya aku sering bolak balik luar kota deh nanti " ucap Adita merasa gak enak meninggalkan Mia dan juga bik Marni apalagi dalam kondisi yang seperti ini,dia takut apa kata orang nanti,tapi pekerjaan nya tidak kalah penting apalagi Adita telah terikat kontrak dengan management nya,untuk itu dia harus bekerja dan tetap profesional.
"tidak apa nak, lakukanlah pekerjaan mu,jangan mikirin yang lain ya ,," ucap bik Marni memberi semangat pada Adita.
di begitu percaya dengan Adita,karena dia sudah tahu luar dalamnya sikap Adita sejak menikah dengan Willy.
" Bu, , apa tidak masalah? " tanya Adita
"itu pekerjaan yang harus ku kerjakan nak," balas Bik nanti
"terrimakasihhh bu, ,sudah mengerti Dita " balas Adita memeluk bik Marni dengan sayang ,dia begitu bersyukur memiliki mertua yang sangat pengertian dan juga perhatian ,tidak membedakan anak dan menantu, dan yang pastinya tempat adita mengeluarkan keluh kesahnya ,karena bik Marni sudah Adita anggap ibu sendiri sebelum menjadi menantunya.
__ADS_1
****