
PoV Adita.
Yoga terkejut mendengar penuturan ku tentang fans fans nya,aku berjalan dari arah kamar mandi mendekati mereka
"kaya artis aja kamu Yo punya pen," ujar bik Marni
"Fans bik,bukan pen," jelas ku
Yoga masih terdiam,dia menatap lekat wajahku seolah menghitung inci demi inci bagian wajah ku,tatapannya membuatku salah tingkah,aku akhirnya menunduk dan duduk di samping bik Marni
"kamu bingung ya dari mana aku tahu?' tanya ku
yoga seperti anak kecil yang meminta permen sama emaknya,dia mengangguk .
"Mei!" jawabku singkat
"dia salah satu orang yang mengidolakan kamu lho,sayang aja kemarin dia gak ngenalin kamu," jelasku lagi
"Bagitu ya embak" ucapnya singkat
Aku menetap nya lesu," kenapa kamu?" tanyaku
"tidak apa apa Mbk,butuh cairan khusus buat nambah ion ku yang tadi keluar karena lari lari"
"Alah sok Lu,bilang aja loe haus lagi"
"nih,gue kasi " ucapku
ia mengambil dan langsung meneguknya kembali tanpa sisi,aku hanya menggeleng kepala melihat cara minumnya yang kaya orang menemukan air di Padang pasir.
"Oh ya,kapan pulang mbak" tanyanya
"ini lagi beres beres ,kenapa?"
"Aku bantuin ya,suami mbak gak marah kan?"
Aku tertegun mendengar kata suami,aku tersenyum kecil sambil melanjutkan membereskan apa yang akan kami bawa pulang.
Ku lirik ponselku,tak ada jawaban, beberapa jam yang lalu aku sempat memberi tahu Willy jika kami pulang sore ini,tapi mungkin dia gak ingat atau emang gak mau untuk mengantar kami pulang.
"Gak di bales lagi?" tanya bik Marni yang seolah tahu apa yang membuatku manyun
aku mengangguk dan menatap yoga sebentar lalu melanjutkan untuk beres beres.
yoga hanya terdiam,ia tak berani bersuara mungkin karena ia tak mau menyinggungku.
"Ya sudah boleh,kamu boleh bantu," ucapku akhirnya
Yoga dengan senang hati membantu kami mengurus semuanya,saat aku kembali dari ruang administrasi untuk membayar semua tagihan rumah sakit,aku kembali,ruangan sudah rapi dan mereka ternyata sudah mau keluar kamar .
"Sudah beres rupanya,maaf ya tadi agak lama jadi gak bisa bantu kalian" ucapku menatap Mia yang terlihat nyaman dalam gendongan yoga.
"ga apa apa Dit,ini juga tadi di bantu si yoyo,mknya cepat beres" ucap bik Marni.
"makasi ya Yo,ya sudah Mia sama aku aja ya,kamu bantu bawakan barang barang itu ke mobil " ucapku mengambil Mia dan langsung berjalan keluar.
saat di parkiran.
"Yoga mana bik,kok gak kelihatan? jangan jangan dia bawa kabur barang barang aku bik? " ucapku panik
__ADS_1
",Gak mungkin lah,lagian kan yang dia bawa bukan barang berharga Dit,kamu ini ada ada saja." jelas bik Marni
"Iya kan siapa tahu," ucapku acuh
Tak lama dia datang dengan tergesa gesa ,dia sedikit berlari tak berani menatap kesana kemari,aku tahu pasti tadi dia habis di kejar kejar emak emak rempong yang ada di dalam rumah sakit itu.
"Huh, , huh, , huh. ,,akhirnya?" ucapnya lega
"di kejar lagi?"
dia mengangguk,aku tersenyum
Setelah memasukkan tas ke dalam bagasi mobil aku dan bik Marni pamit pada yoga.
"Yo,makasi ya udah bantu kami selama di sini?" ucapku
"gak udah di pikirkan mbak,"
"Pangil Dita aja,status aja yang tua ,usia masih muda Yoo, , "
"hehe, ,iya mi"
aku melotot " Ta-mi, , iya Tami" ucapnya
aku akhirnya pulang bersama bik Marni,yoga tadi sempat ingin ikut tapi aku larang,gak baik seorang istri membawa teman lelakinya kerumah sedangkan suaminya tidak di rumah juga.
Duh,ingat suami aku jadi ingat sama mas Willy,kenapa dia gak menjemput ku dan Mia,? apa sesibuk itu dia ? sampai aku dan Mia di telantar kan begitu saja?.
saat di rumah
drrt
ddrrt
aku yang lagi membereskan pakaian Mia yang tadi di bawa dari rumah sakit sekilas menatap benda pipih itu,
"Mas Willy bik"
"Angkat aja,kali aja penting " ucap nya
aku mendesah dan mengangkat nya
"Hallo mas "
"mas di rumah sakit ini ,tapi kata suster kamu sudah pulang"
"iya mas aku sudah di rumah.aku kira kamu gak mau nganterin aku pulang,makanya aku langsung balik sendiri"
"Mas --mas minta maaf ya,,mas gak bisa anterin kamu pulang,"
"Ya sudah gak apa apa,"
"ya sudah mas pulang ya,tunggu mas di sana"
"Iya mas"
meski Hati perih namun tetap aku tegar dan berusaha tenang,sebelum mendapatkan apa yang aku inginkan aku akan pura pura baik di depannya,sampai terbukti dia selingkuh atau tidak,meski hati ini sudah sangat yakin dari cara nya ,kallau dia memang selingkuh,tapi aku gak boleh menuduh nya tanpa bukti.
malam hari,aku masih menunggu mas Willy pulang,namun sampai jam 10 malam dia belum juga pulang
__ADS_1
"Huh,di modusin lagi" gumamku mulai tidur di samping tempat tidur Mia, semenjak Mia sakit aku memindahkan Mia agar tidur bersama ku,
saat aku mencoba memejamkan mata,baru saja mata ini tidur ayam ayam, terdengar suara bantingan pintu dengan keras,Mia terkejut bahkan sampai menangis sejadi jadinya
"MAS, , KAMU APA APAAN SIH?" teriakku melihat mas Willy berdiri tegak di pintu kamar kami yang di buka dengan cara paksa.
Howeeek
howeeek
howeeek
aku segera menggendong Mia,dan menenangkannya ,bik Marni terlihat berlari ke arah kami.
mas Willy mendekat..
Plak
plak
"Dasar wanita Tak tahu di untung" tuduhnya degan lantang
Aku merasa kebas di pipiku,panas akibat tangannya menjalar keseluruhan organ tubuh ku, bergetar dan buliran bening membasahi pipi.
bik Marni yang tadi mendekat langsung membawa mia keluar,ia tak mau ikut campur urusan kami dan juga tak mau jika Mia mendengar kami bertengkar,meski masih bayi namun itu tidak baik untuk pertumbuhan Mia.
"Apa maksud kamu mas,pulang pulang nampar aku?" tanyaku dengan suara lantang
"Apa ini hah?" tanyanya memperlihatkan ku Poto di ponselnya
degh
dari Mana mas Willy mendapatkan foto foto itu,di sana terlihat jelas fotoku bersama yoga pada pertemuan pertama kami di mall.meski wajah yoga tak terlihat tapi sangat jelas di sana ada aku dan juga Mei.
"Ini yang kamu kerjakan di saat aku lagi di luar ,hah?" teriak mas Willy
Aku menggeleng " Mas itu bukan seperti yang kamu kira!" Aku mencoba membela diri.
"Terus apa?"
Apa yang seharusnya belum saatnya aku buka akhirnya terbuka juga " Dia salah satu dari beberapa fans aku mas,dia readers novel online aku, makanya dia nyamperin pas melihat kami di sana"
"Pinter skali kamu cari alasan,"
plak
plak
"Aaarkh" tangisku kembali pecah saat kedua pipiku kembali memanas akibat terdamparnya tangan mas Willy.
"kamu fikir aku percaya hah,setelah apa yang telah aku lihat ini." ucap ya semakin menggeram sembari memperlihatkan aku apa yang membuatnya sangat marah.
Degh
"Astagfirullah, , apa lagi ini" gumamku meneteskan air mata kembali.
Next
apakah Adita sudah muak dengan semua yang di lakukan Willy?
__ADS_1
apa yang akan di lakukan Adita setelah ini.?
yuks baca di bab selanjutnya.