Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 30 Sisil,istri mas Willy.?


__ADS_3

PoV adita


"Ma-af nyonya, saya hanya mengganti popok Mia ," ucapnya dengan nada gematar.


"Jangan bohong kamu,kenapa kamu membiarkan Mia menangis,?" tanya ku dengan suara meninggi


"Tadi saya kebelet buk ,sakit perut " jelasnya


Entah mengapa emosi ku tidak bisa di kendalikan,aku marah pada mas willy tapi aku melampiaskan Kemarahan ku pada suster Susan.


"maaf" ucapku langsung mengambil Mia dan menggendong nya setelah itu Mia tertidur dan aku mengembalikan nya pada suster untuk di bawa ke Kamar .


"Suster,saya minta maaf ya, saya banyak pikiran makanya marah marah terus " ucapku merasa bersalah


"tidak apa nyonya,saya paham" ucapnya.


"Aku lun langsung tersenyum dan langsung kembali ke kamar".


keesokan harinya,aku mendapati mas willy marah marah pada Susan


"Kamu bisa kerja gak sih,ngurus anak aja gak becus" bentak mas Willy padA Susan


Susan terlihat menunduk dan menangis dengan kedua tangan saling bertautan di depannya.


"MA-AF pak" ujarnya


"Saya gak mau tahu,dan saya gak mau ada sedikit kesalahan,Karena anak saya segalanya bagi saya" ucap mas Willy lagi


Aku menghampiri" Mas , ada apa? " tanyaku


"Ini sayang,masa ia dia hampir menyuapi anak kita sambal !" ucap mas Willy membuatku seketika terkejut dan langsung menghampiri Mia yang masih duduk di sofa Khususnya ketika lagi makan.


"Yang benar kamu,astaga anakku, gimana nasibnya jika makan sambal terasi itu" ucapku khawatir sama anakku dan langsung menggendong nya.


",ma-af nyonya saya gak sengaja,tadi saya sedikit melamun ,ibu di kampung sakit" jelasnya


namun mas Willy langsung menyergah ucapnya.


"saya tidak perduli,yang saya inginkan semua di sini harus profesional dalam bekerja di bidangnya" Tegasnya.


"Hari ini kamu saya pecat" banyak mas willy.


"Mas!" panggilku saat suamiku langsung ke kamar


"Tuan maaf,jangan pecat say," tangis Susan berusaha agar tak di pecat.


"Terlambat,sekarang juga kamu angkat kaki dari sini,dan pergi jauh dari rumah dan juga keluargaku," bentaknya lagi.


"mas, apa gak sebaiknya di bicarakan ,,kasihan dia " ujarku.


"Disiplin dan usaha sangat berdampingan,untuk itu kamu jangan khawatir ini semua keinginan mas Dita." jelas mas Willy.

__ADS_1


Aku meninggalkan mas Willy yang terlihat menghempaskan kasar tubuhnya pada kursi meja makan,sedangkan Mia di gendong oleh bik Marni, Suster Susan pun pergi ke kamarnya dan mengemasi barangnya.


setelah kepergian suster Susan,aku kembali menghampiri mas Willy, " Mas kesalahan apa yang di lakukan Susan sampai kamu pecat dia?" tanyaku.


"Dita mas gak mau berdebat masalah apapun saat ini, mas berangkat kerja, assalamualaikum " ucapnya bangkit dari kursi


"Waalaikumsalam " balasku menjawab salamnya


Aku menatap punggung mas Willy yang hilang di balik pintu itu,dan aku berjalan kembali ke arah bik Marni yang menggendong Mia sambil menyuapinya.


"Lho kok maem sambil gendong sayang?" ucapku menghampiri


"iya nyonya,Mia susah kalau di suruh makan sambil duduk" ucap bik Marni .


"Bik,setalah ini aku ingin bicara" ucapku di balas anggukan bik Marni.


untung saja ada bik Marni di rumah yang membantuku untuk mengurus Mia,jika tidak aku bisa kewalahan mengasuh sendiri Mia yang lagi aktif aktif nya itu .


tok


tok


tok


"masuk"


bik Marni masuk ke kamarku setelah menidurkan Mia di kamar Mia.


"Ada apa nyonya?" tanya bik Marni mendekatiku,segera ia mengambil pakaian yang berceceran di kasur dan membenarkan posisi spray selagi mengajakku bicara .


"Bik,apa sebenarnya kesalahan Susan sampai di pecat sama mas Willy?" tanyaku pada bik Marni


bik Marni terlihat meletakkan pakaian yang sempat di lipatnya tadi ke sampingnya.


"Bibik merasa kesalahan itu tidak sepatutnya di pecat, Susan hanya tidak bisa membuat Mia tenang saat sarapan" ucap bik Marni menatapku


tak ku lihat ada kebohongan dari dalam dirinya,beda saat aku berbicara dengan mas Willy,sorot matanya membuatku merasa dia tidak pernah berkata jujur.


"ini ada yang aneh," ucapnya menatap bik marni.


"Bibik gak berani bicara apa apa,takut fitnah" ucap bik Marni


aku menghela nafas berat mengingat berbagai kejanggalan saat ini,namun yang lebih penting,aku harus menyelidiki mas Willy dan juga wanita itu ke alamat rumah yang di kirim oleh Mei,sahabatku.


"Bik,bisa gak hari ini aku titip Mia,aku harus menyelidiki sesuatu?" ucapku.


"Iya nyonya bisa,lagipula Nina anak bibik mau berkunjung ke sini,boleh.?" tanya bik Marni


"Boleh atuh bik,ya sudah ya aku pergi dulu" ucapku.


**

__ADS_1


Setelah selesai bersiap,aku bergegas keluar sendiri tanpa supir,menjalankan mesi mobil ke alamat yang Mei kirim sejam yang lalu,


aku sebenarnya masih kepikiran kenapa mas Willy tiba tiba memecat Susan dengan alasan yang sangat tak masuk akal,namun yang paling penting aku harus tahu terlebih dahulu siapa wanita itu dan apa hubungannya dengan mas willy.


45 menit berkendara,aku telah sampai di sebuah kompleks perumahan yang cukup mewah,sama seperti perumahan yang aku miliki, terletak di pusat kota.


Aku meneliti setiap rumah dengan nomerya,hingga saat ini aku menemukan nomer rumah yang Mey kirim.


entah mengapa degup jantung ku seolah berlomba untuk beradu suara,melihat gerbang hitam yang membuatku membayangkan kedekatan mas Willy dengan wanita itu menambah sakit hatiku saat ini.


saat sedang mengawasi sekitar aku di kagetkan dengan pak satpam yang sedang berjaga di kompleks itu


"Eeh mbak,ngapain liat liat?" ucapnya mengagetkan ku dengan mengetuk kaca dengan tongkat satpamnya.


"astaghfirullah pak,ngagetin saja aja" tegurku.


"lagian mbak nya ngapain ngawasin rumah pak Willy " ucapnya.


Degh


"Rumah pak Willy!" ucapku mengulang


"iya mbak, itu rumah pak Willy,pengusaha sukses " ujarnya


Aku berusaha tidak menangis di depan pak satpam, berusaha tegar aku bertanya kembali.


"ooh, , oh ya kalau boleh tahu mas, , eeh pak Willy tinggal sama siapa?" tanya ku


"ooh,pak Willy sudah 2 bulan ini tinggal sama istrinya dan orang tuanya" jelas pak satpam


Degh


jantung ku seakan berhenti berdetak selama beberapa detik,kaget pasti,sedih iya,benci sudah jelas,aku sampai mematung di tempat seolah pingsan tapi masih sadar.


"Mbak,,,,mbak"panggil pak satpam yang mungkin sudah beberapa kali memanggilku namun aku tak mendengar nya.


"eeh iya pak,maaf" ucapku terbata masih menahan tangis.


"Mbak mau kemana,ada keperluan apa?" tanya nya


"Saya tadinya hanya berkeliling saja pak,siapa tahu ada unit rumah yang kosong bisa di jual ataupun di kontrakkan, " ucapku berbohong.


"Ooh pantas anda melirik rumah pak Willy,rumah itu memang selalu tertutup ,soalnya yang di dalam sana hanya ibu ibu dan satu pembantu,bahkan tadi saya lihat ada seorang pegawai baru ,dan mungkin mereka lagi beres beres,untuk pak Willy dan buk Sisil jarang di rumah,Karena mereka berdua bekerja di Perusahaan yang sama" ujarnya lagi.


"Apa, jadi selama ini mas Willy membohongi ku,dia sering pulang larut pasti lagi bersama Sisil ,wanita yang di sebut pak satpam itu sebagai istrinya,siapa wanita yang di maksud pak satpam yang tinggal bersama mereka? " tanyaku dalam hati.


next


maafkan author jarang up,hari hari ada kerjaan yang buat author tidak bisa up,


di usahakan akan tetap up ya kedepannya.

__ADS_1


terimakasih.


__ADS_2