Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 46 Rahasia Mama.


__ADS_3

PoV Willy


Pagi ini aku memutuskan untuk kembali kerumah,tapi yang ku dapatkan rumah sepi,


"Dita? "


ku panggil namanya namun tak da sahutan


"Bik Marni" panggilku lagi


bik Marni pun sama tak dirumah


akhirnya aku memutuskan untuk menelpon Adita,beberapa saat dia mengangkat.


aku langsung marah marah dan merasa kesal,tapi aku tidak sepenuhnya menyalahkan Adita,tadi malam dia juga memberitahuku bahwa Mia sakit,tapi aku tidak percaya ,tapi aku harus berusaha agar aku tidak bersalah dalam hal ini ,aku langsung menelpon mama memberi tahu Mia di bawa kerumah sakit.


aku menjemput mama terlebih dahulu,dan kami langsung menuju rumah sakit,tapi terlebih dahulu kami membujuk Sisil agar mau di tinggal,entah mengapa beberapa hari ini dia selalu ingin di temani,apa karena kehamilan nya ?


entahlah.


40 menit kami telah sampai di pekarangan rumah sakit,aku berjalan beriringan dengan mama,


"Will, kamu duluan saja,mama mau kasi tahu papa dulu " ucap mama,akupun memutuskan menuju ruang rawat Mia langsung,


bugh


Saat di perjalanan aku bertabrakan dengan seorang laki laki yang usianya sama sepeti Adita,dia terlihat gagah dengan setelan baju santai juga celana jeans-nya,serta jaket kulit membalut tubuhnya,sekejap aku lirik tangan kirinya terdapat jam branded ternama,


"Sorry bro" ucapnya


"iya gak apa apa, saya juga minta maaf" ucap ku,dan aku langsung bergegas ke ruang rawat Mia.


saat sampai di sana aku kembali berdebat sama Dita dengan keadaan Mia,tak habis fikir aku dengannya ,kenapa dia seceroboh itu sampai memakan seafood sampai sampai Mia alergi, Aku di sini menyalahkan dia atas apa yang menimpa Mia,karena Mia dia Yang asuh,harusnya dia lebih memperhatikan apa yang boleh dan tidak boleh untuk Mia.


hingga saat mama masuk ,mama juga langsung menghujani Adita dengan kemarahan yang tak kalah denganku


Adita hanya diam,mungkin dia tahu jika semua ini memang salahnya .


"kenapa diam hah? benar kata mama kamu masih terlalu manja dan tidak pantas merawat Mia" ucapku


"Mas ,ini bukan salahku,aku mana tahu Mia alergi seafood, kalaupun aku tahu aku tidak akan memakan seafood itu" jelasnya namun aku masih tak terima.


Terlebih saat melihat keadaan Mia,tubuhnya di penuhi bintik bintik merah namun kayanya sudah agak mendingan,di beberapa bagian sudah terlihat agar samar,


Cklek


mata kami mengarah ke suara pintu di buka,ku lihat bik Marni berjalan masuk dengan menenteng beberapa kantong plastik


"Eeh nyonya besar,tuan, baru datang ya, , ? maaf bibik tadi keluar beli cemilan " ujar bik Marni


Kami hanya diam dan kembali menatap sinis Adita yang masih terdiam.

__ADS_1


"Dita,, mas kecewa sama kamu" ucapku


"mama juga kecewa sama kamu" ucap mama


"Willy lebih baik kamu cari baby sitter buat asuh mia," ucap mama


"Gak ma,aku gak mau, , aku masih mampu merawat Mia" jelasnya


"Tapi kamu tidak becus Dita!" ucapnya


"Kata siapa, Adita setiap malam selalu bergadang menemani Mia,bahkan dia yang selalu mengingat kan agar aku tak lupa untuk membersihkan kambali tempat tidur dan juga memeriksa diapers nya" jelas bik Marni terlihat menahan emosi.


"Oh jadi panggilan kamu sekarang beda dengan nyonya kamu." tanya Willy


"Ee, , __"


"Aku yang minta,karena bik Marni sudah ku Anggap sebagai bibikku" ucap Adita


"Pantas saja kamu seperti ini,pasti karena terlalu dekat dan bergaul sama pembantu," jelas mama


PoV Adita


Perdebatan kami terhenti saat Mia terbangun dan menangis,mama tak mengizinkan aku untuk mengambil Mia,dia mengambil alih itu dan mencoba menenangkan Mia,memberi Mia susu tapi Mia tak mau,


"Duh,Willy anak kamu ngerepotin banget nih ambil,kalau gini mama mana sanggup asuhnya" gerutu mama belum apa apa sudah menyerah


aku membiarkan mama dan mas Willy mengambil Mia,aku hanya sebagian penonton saja,aku memilih untuk duduk manis di sofa sambil menikmati cemilan yang di beli oleh bill Marni tadi,sambil menatap bik Marni dan tatapanku kembali terarah ke mama dan mas Willy,


"kalian fikir mengurus bayi itu mudah apa? coba saja kalau bisa membuat Mia diam,kalian hebat" gumamku dalam hati


lama di mas Willy Mia masih menangis,akhirnya aku bangkit dan mengambil alih Mia.


"Ma,mas bukan gitu cara menenangkan bayi, sini biar Mia saama aku " ucapku mengambil Alih


terlihat mas Willy terpaksa memberikan Mia padaku,belum lima detik Mia dalam pangkuan ku dia langsung terdiam,aku menimang Mia sebentar dan langsung duduk di pinggiran ranjang lalu membuka pabrik susu alamiku,kemudian Mia langsung menyesap nya dengan lahap.


Ku tatap mas Willy dan mama yang terlihat diam merasa gagal mengasuh Mia." mama sama mas Willy makan saja dulu,di sana ada cemilan dan jiga beberapa minuman ,bik Marni yang membeli tadi " ucapku mengarah kan mata ke meja ujung sana.


Mama dan mas Willy ternyata penurut,mereka langsung menuju sofa,tak lama ponsel mas Willy berdering,ku lihat dia saling lirik dengan mama.


"Kenapa mereka berdua?" gumamku menatap selidik ke arah mereka


"Bantar ya ma" ucap mas Willy lebih minta izin ke mama ketimbang ke aku.


"ternyata kamu masih sama mas kaya dulu,mama dan mama ,selalu mama" kesalku dalam hati


setelah ku kembali menunduk Mia,mama pun mendapatkan telepon entah dari siapa.


"Ma,Willy pamit ada pekerjaan"


"Dit, mas pamit ya..jaga baik baik Mia,kalau ada apa apa kamu hubungi mas saja" ucapnya

__ADS_1


aku mengangguk dan mas Willy pergi,belum hilang tubuh mas Willy dari pintu mama mengangkat ponselnya.


dia sedikit menjauh" iya ada apa sih kamu telepon pagi pagi gini" ucap mama ku dengar samar ,karena dia mengangkat telepon dari balik pintu tapi pintu tak di tutup rapat.


entah apa yang bicarakan mama sama orang yang di telepon,mama hanya mengatakan " baik saya kesana sekarang".


detik kemudian mama pamit . "Dita mama pulang dulu ya,papa telpon mama suruh pulang dulu,kayaknya papa gak jadi ke sini" ucapnya


"Oh ..iya ma" balasku


setelah mereka semua pergi,kini tinggal aku dan bik Marni di ruang rawat Mia,


tak lama aku mendengar suara Yang sangat aku kenali,langkahku yang ingin mandi ke kamar mandi pun aku hentikan .


"Assalamualaikum " ucapnya


"Waalaikumsalam " jawab kami berdua


Deegh


"Papa" gumamku saling tatap dengan baik Marni


Aku tahu bik Marni dan aku memikirkan hal yang sama.


"Lho, , papa bukanya tadi mama bilang papa gak jadi kesini,malah sirih mama pulang?" tanyaku


"kapan papa bicara seperti itu? malahan papa tadi mendapat telepon mia sakit dan papa langsung kemari" ucapnya langsung menuju ranjang Mia


Papa seperti tidak kaget dengan apa yang aku katakan tentang mama,ini semakin membuatku penasaran apa yang sebenernya terjadi.


"Cucu opa sakit apa Dit? tanya papa


"Mia alergi pa,alergi seafood" ucapku menunduk merrasa bersalah.


"Kamu gak perlu merasa bersalah gitu,Dit. itu bukan salah kamu,kan kamu tidak tahu anak kami ini sensitif kulitnya dengan seafood" jelas papa


aku mengangkat wajahku dan langsung berterima kasih,karena papa tidak menyalahkan aku seperti yang mas Willy dan mama lakukan.


"Kami gak perlu berterima kasih ,mama dan Willy saja yang berlebihan,dia kira kamu Tuhan apa yang bisa melihat tanpa memeriksa terlebih dahulu apa yang boleh dan tidak boleh di makan!" ucap papa lagi menenagkan aku.


aku kembali teringat sesuatu.


"Oh ya pa, kenap mesti mama menelpon papa,kan mama sama papa tinggal bareng,kenapa juga mas Willy tadi tidak ajak papa sekalian.?" tanyaku


Papa terdiam.


***


next


ada apa kah di Bali semua ini?

__ADS_1


yuk ketemu di bab selanjutnya.


__ADS_2