Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 130 persiapan pernikahan


__ADS_3

PoV author


Adita kini telah berada di kamar milik mama Selly,dia datang menemui mama Selly dengan membawa kotak yang sempat di bawa kabur oleh buk Salma itu.


mama Selly sudah bisa bergerak meski masih kaku,namun dia sudah bisa berjalan pelan pelan,


"mah, ,jangan banyak gerak dulu,mending mama duduk bersandar di sini " ucap Adita kembali menuntun mama Selly untuk duduk di kasur nya.


"terimakasih nak, ," balas mama Selly


kesehatan nya semakin cepat pulih karena kebahagiaan yang di dapatkan,meski tubunya masih kurus namun sudah tak seperti saat pertama kali di bawa oleh Didin ke ruang perawatan TBW.


"ini Dita bawa kotak yang selama ini di bawa kabur oleh bu Salma " ucap Adita sambil mengangkat kotak itu lalu di letakkan di samping mama Selly.


Adita pun memberikan cincin yang sudah di satukan itu pada mamanya dan sekali tekan


klik


kotak itu terbuka ,mama Selly membukanya dan seketika dia menangis melihat isi dari kotak itu.


Adita kebingungan ,kenapa mamanya menangis saat melihat isi dari kotak itu


"mah kenapa mama menangis?" tanya Dita


"hik, , hik, , " mama Selly menghapus air matanya.


"mungkin jika dia si sini,pasti kalian akan tumbuh bersama " ucap mama Selly.


"maksud mama apa?" tanya Adita,mungkin ini yang di tunggu olehnya penjelasan tentang kepemilikan benda di dalam kotak itu.


"semua isi dari kotak ini akan mama berikan pada kalian berdua " jelasnya dengan air mata yang masih mengucur di pipinya.


"aku punya saudara ma? " tanya Adita


" anak yang malang, dia bukan sekedar saudara kamu,tapi dia saudara kembar kamu,dia kakakmu "


degh


benar yang di katakan revin dan juga yoga,Adita masih memiliki saudara kembar.


"dimana dia ma?" tanya Adita


"Hiks , ,hik, , ,seseorang menculik kakakmu saat masih di dalam inkubator," jelasnya lagi.

__ADS_1


"mama teledor,mama tidak bisa menjaganya dengan baik, mama kehilangan diaaaaa .. huuuuu" tangis mama selly semakin menjadi,dia menyalahkan dirinya sendiri atas kehilangan anaknya.


Adita memeluknya ." mah , ,Dita yakin,jika kakak masih hidup ,pasti kita akan bertemu dengan nya lagi " ucapan Adita.


"sama seperti kita,bagaimana pun orang memisahkan kita,jika Allah sudah berkehendak maka semuanya akan menjadi tidak ada yang tidak mungkin" ucap nya.


" almarhum ibu kamu sudah mendidik kamu dengan baik nak,mama bangga padamu " ucap mama Selly.


tak lama pak darma datang menghampiri mereka.


"apa semua yang aku minta sudah kamu persiapkan mas" ucap mama Selly.


"sudah sayang,semua nya akan siap besok " balas darma


dia mendekat dan duduk di samping kasur Selly,dengan Adita masuk berdiri sambil memeluk mamanya.


" aku masih mencari keberadaan nya sayang,sementara ini aditalah yang akan menjadi ahli warisnya " ucap pak darma


Adita terkejut mendengar itu,dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan begitu banyak harta atas nama dia sendiri.


"ma ,,pa , ,apa tidak sebaiknya kita menunggu dulu,siapa tahu kita menemukan keberadaan Kakak" usul Adita.


"tidak sayang,semua ini harus segera di selesaikan,papa dan mama takut jika Salma datang lagi untuk merebut smuanya dari mama kamu " ucap pak darma


"pa untuk perusahaan,lebih baik jangan di rubah,mungkin dengan nama itu perusahaan yang selama ini papa kelola tetap mendapat kejayaan sampai sekarang,itu artinya nama papa membawa keberuntungan,bukan begitu maa" tanya Adita pada mamanya sambil mengedipkan matanya.


"hehee, , Adita benar mas,lagian orang sudah kenal perusahaan dengan nama itu,kenapa mesti di ganti? kamu juga kan selama ini yang menjaga dan membesarkan perusahaan itu dengan baik,tidak ada salahnya jika perusahaan itu tetap seperti sekarang sampai selamanya " jelas mama selly.


pak darma pun menerima keputusan itu dan keesokan harinya Adita telah resmi menandatangani surat surat penting itu yang atas nama dia.


seminggu kemudian,Susana rumah sederhana itu begitu ramai oleh orang berlalu lalang untuk menyiapkan sebuah acara pernikahan.


yah esok hari adalah hari pernikahan Adita dan juga yoga,akad nikah mereka selenggarakan sederhana di rumah almarhum ayah dan ibunya adita, dan resepsi pernikahan akan di gelar di sebuah gedung mewah milik TBW.


semua keluarga berkumpul di rumah sederhana itu,mereka juga ikut mempersiapkan acara .


"bik sini,jangan kerja terus " panggil Adita pada bik Marni.


"iya Marni,sini kamu duduk sama kita,harusnya kamu duduk santai di sini,bukan malah kerja " ucap Selly


"aku sudah terbiasa bekerja seperti ini Selly,jadi kaki dan tanganku tidak bisa diam, ingin bekerja terus " jawab bik Marni


"mulai hari ini kamu harus terbiasa untuk tidak bekerja,anak anak kamu mampu loh membayar puluhan maid buat mengambil alih pekerjaan kamu " balas Selly lagi.

__ADS_1


di sela sela candaan mereka yoga datang menghampiri bersama Didin


"wah lagi pada ngomongin apa sih? " sahut yoga


" lagi ngomongin aku yang ganteng ini yaaa?" sahut Didin langsung duduk menyomot makanan di Maja


"iih siapa elo, , GeeR amat loh " sahut Adita ikut menimpali


"Mbak jangan gitulah sama aku,lupa ya kan aku yang paling berjasa sama kalian berdua,bukannya kasi hadiah malah tidak mengakui ku ..huuu..uuuuu" candaan Didin membuat semua mereka tertawa.


"hei cunguk,,gak kebalik, sini mana hadiah pernikahan gue " timpal yoga


"ya elah bro, gajian dari elu kan bulan depan,ya sudah nunggu bulan depan aja gue kasi hadiahnya " jawab yoga


"lah sialan loe,,"


"sudah kalian ini ribut terus, , sini yoga kamu duduk dan makan dulu " ucap bik Marni menarik tangan yoga dan Adita masih setia duduk di samping mama Selly sambil melirik ponselnya.


terlihat Adita tersenyum sendiri,entah apa yang dia lihat di ponsel itu,Didin melirik ke arah Adita dan dia menyenggol tubuh yoga.


sssttt


sttt


"apaan sih " ucap yoga


Didin mengkode dengan wajahnya yang melirik ke arah Adita,yoga mengikuti arah tatapan Didin


"calon bini loe dari tadi senyum senyum sendiri liat hapenya..,loe gak curiga " bisik Didin


"maksud loe apa sih" balas yoga dengan berbisik.


"secara kan sekarang dia tajir tuh,siapa tahu dia lagi nyari yang lebih kaya dari loe "


"jangan ngaco Lo,gak mungkin lah Adita kaya gitu "


"ya kan cuma pendapat gue aja yooo, , semoga aja enggak ya,dan gua yakin juga sih kalau dia gak bakal macam macam "


"udah ah Loe terlalu mikir kemana mana ," yoga tidak mau meladeni ucapan tidak penting Didin.


namun detik berikutnya,Adita tanpa pamit masih setia menatap ponselnya masuk ke dalam kamarnya dan duduk di balkon .


tak lama yoga pun mengikuti nya dan mendapati Adita sedang duduk membelakangi yoga,dia tidak sadar akan kejadian yoga,dan juga masuk ke dalam tanpa bersuara..

__ADS_1


__ADS_2