Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 33 Sudah jatuh ketimpa tangga


__ADS_3

PoV willy


Wajahku terasa panas,saat telapak tangan mama mendarat langsung di pipiku tanpa ku tahu apa yang salah padaku.


"Maksud mama apa?"


"Buk fero kenapa ada di sini" tanyaku lagi sambil memegang pipiku yang terasa kebas.


ternyata di dalam rumah bukan hanya buk fero melainkan big bos alias papa nya Fero.


"pak ferrel " panggilku


dia mengisyaratkan ku untuk duduk.


"Ada apa ma,pak?" tanyaku menatap orang tuaku dan juga bos ku.


" saya sangat kecewa atas apa yang kamu lakukan Willy" tegasnya


"Apa? maksudnya apa? saya tidak paham" ucapku yang memang sama skali tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


tiba tiba buk fero menangis tersedu,tak berbani menatapku,dia hanya menunduk memegang wajahnya.


"Darren" panggil pak farrel


Darren segera mendekat dan memberikan sebuah amplop coklat ,segera ku buka dan


Deg


terkejut sudah jelas ku rasakan saat melihat apa yang ada di dalam foto itu,


"Apa yang kamu lakukan sama anak saya tidak bisa di tolelir " jelasnya


"Pak,tapi saya merasa tidak pernah melakukan ini semua" ucapku mencoba membela diriku


"Darren," panggil pak farrel lagi


"Benar pak Willy,semalam anda mabuk berat,dan buk fero membantu anda tapii anda malah memperkosa nya" jelas Darren


"huu, , , daddyyyyyy" tangis Fero pecah saat Daren menjelaskan semuanya


"Gak, gak mungkin" ucapku menggeleng


Plak


lagi lagi tamparan keras ku dapatkan dari mama


"Dasar brengsek kamu,tidak mau mengaku?" marahnya


"Maa, , aku,__" belum selesai aku bicara pak farrel langsung memotong ucapanku


"Pak Willy,kami dari keluarga terhormat dan terpandang,kami tidak ingin ada isu jelek di luaran sana yang akan menjatuhkan martabat keluarga kami" jelasnya


"Saya kasih kamu kesempatan,menikah dengan Fero atau kamu saya pecat dah tidak akan kasi kamu pesangon " ancamnya

__ADS_1


"Pak tapi___"


"bukti sudah jelas,jadi silahkan pilih,mau tatap bekerja atau kamu akan saya jebloskan ke penjara" ancamnya lagi


"Oooh tidak, , Willy, kamu tidak boleh di penjara nak,mama tidak mau" Tangi mama pecah


"Ma tapi aku tidak merasa melakukan itu" lirihku pada mama saat mama memelukku.


"Saya hanya ingin menjaga,jika suatu saat Fero hamil,saya tidak mau menanggung Malu dengan adanya hamil di luar nikah" jelasnya kembali.


"bagaimana saya bisa menikah saya sudah punya anak dan istri" jelasku


"Saya sama skali tidak perduli,jika kamu berjanji akan mendahulukan anak saya,apapun akan saya kasi ke kamu" ucapnya


tiba tiba mama menarikku sedikit menjauh.


"Willy,ini kesempatan kamu nak,kita akan kaya kalau kamu menikah dengan anak bos kamu" girang mama di sela tangisnya.


"Ma gak mungkin Willy nikah, sedangkan Willy punya istri dan anak" jelasku


"Mama tidak mau tahu,kamu harus menikah dengannya atau kamu tidak usah panggil mama lagi,anggap mama sudah mati" ancam mama


"Khemm" suara itu membuyarkan ku dan mama


segera ku mendekat


"pak,skali lagi saya tekankan,saya memang mabuk malam itu,tapi saya merasa tidak pernah melakukan nya dengan anak bapak! " jelasku kembali.


"di foto sudah jelas kamu yang memperkosa anak saya,saya sudah kasi kamu keringanan agar kamu tidak masuk penjara,kamu akan hidup mewah dan akan tetap memberikan anak dan isteri kamu nafkah" jelasnya


"merugikan perusahaan?" gumamku


"Kamu tidak ingat,hari ini dengan kamu terlambat client penting perusahaan tidak mau lagi bekerja sama dengan perusahaan Kita,untuk itu saya mengalami kerugian yang sangat besar agar client itu mau bekerja sama lagi dengan kiita" jelasnya lagi


"Omaigat, , bagini amat nasipku,bagai buah simalakama "gumamku dalam hati.


"Willy,cepat putuskan ,sebelum saya laporkan kamu" gertaknya


"Baikllah,tapi saya ingin tidak ada yang tahu pernikahan ini dan tidak menyebar luaskan hubungan ini,saya harus menjaga hati anak dan istri saya" jelasku


"Baiklah,segera urus pernikahan kalian,besok pagi semua harus siap ".


keesokan harinya


"Saya terima nikah dan kawinnya SISILIA FERONIKA bin kamandala dengan maskawin seperangkat alat shalat dan yang 5 milyar di antar Tunai!"


"Bagaimana para saksi "


"Saah"


"Saah"


Alhamdulillahirobbil alamin

__ADS_1


setelah selesai acara yang sederhana di hadiri oleh keluarga terdekatku,aku kembali ke rumah,bukan rumah istrimu Adita


melainkan rumah baru yang di berikan oleh bos ku yang kini menjadi ayah mertuaku,sebagai hadiah pernikahan kami,mama pun ikut bersamaku,dia teramat senang bisa hidup mewah seperti ini.


"ini baru rumah" ucap mama girang


"Maa" tegur ku


aku dan fero sejak kemarin tidak pernah Saling bicara satu sama lain


"Buk,saya ingin bicara" ucapku ,dia mengekor dan duduk di samping tempat duduk ku.


"Apa yang sebenarnya terjadi malam itu?" tanyaku langsung tanpa aba aba


"Kamu sudah lihat kan?" ucapnya


"kamu sangat buas semalam sayang" tiba tiba nada bicaranya berbeda dari yang tadi


"Maksud kamu?" tanyaku


"Sudahlah Willy, sekarang kamu sudah sah jadi suamiku,dan kau tidak lupa bukan,apa yang sudah aku kasi ke kamu?" tanya nya


"Anggap saja itu bayaran buat mu," jelasnya


"Lagian aku gak mau jika aku hamil anak aku tidak punya ayah" jelasnya


"emangnya kamu hamil.?" tanyaku


"eeh , ,enggak, ,maksud aku jika aku hamil" ucapku


"siapa tahu kan aku hamil akibat perbuatan kamu semalam.? dan di keluarga ku tidak pernah ada isu miring sedikitpun,jadi apa salahnya aku sedia payung sebelum hujan,meski aku tidak mencintaimu " jelasnya langsung meninggalkanku


Aku masih termenung berusaha mengingat kejadian itu,tiba tiba aku teringat dengan istri dan anakku.


saat aku tiba ada perasaan bersalah padanya juga anakku,rasanya aku tak sanggup jika harus memberitahu semuanya,ini salahku ,ini karena perbuatan ku yang sangat teledor.


"kartu itu!" gumamku mengambil kartu black card yang ku simpan di dompetku.


aku mengambilnya dan menimbang " Apakah semua ini sudah terencana? tidak mungkin buk fero sengaja memberiku kartu ini sedangkan aku hanya menemaninya untuk ke acara pesta,aku yakin ini semua pasti jebakan,tapi aku gak punya bukti" gumam ku dalam hati .


lama aku berfikir membuat ku sedikit merasa sakit di kepala ku,Adita dengan telaten memberiku makan dan minum obat,saat malam aku selalu pulang malam bahkan sering aku pulang jam 12 malam karena harus bertengkar dulu dengan Fero yang sekarang aku panggil Sisil.


nama Fero hanya nama formalnya sedangkan nama yang biasa di gunakan untuk sehari hari adalah Sisil.


Adita tidak pernah mengeluh dengan aku pulang kapan,dia mengira aku terlalu sibuk dan uang yang aku kasi memang sepadan dengan pekerjaan ku yang selalu lembur tiap malamnya.


"Sayang,mulai hari ini jika aku pulang larut kamu jangan tunggu aku makan malam ya,mungkin mulai malam ini aku akan selalu sibuk bahkan bisa tidak pulang karena pekerjaan kantor,kamu jangan khawatir aku bekerja keras untuk kamu dan anak kita"


"Iya mas,aku percaya"


huh itu salah satu yang membuatku sangat merasa bersalah padanya dan anakku,tapi apalah daya aku sudah terjebak dalam pernikahan ini dan harus menyembunyikan nya dari Adita,aku gak mau dia menangis dan meninggalku,karena aku sangat mencintainya.


next

__ADS_1


ketemu di part selanjutnya.


__ADS_2