
"Cukup Dita, , cukup! " teriak mas Willy saat sudah menggunakan celananya.
aku menangis sesegukan,baru merasakan rasanya kasih sayang kembali,kini kasih sayang itu langsung pergi.
"JANGAN MENGELAK LAGI MASS!!" teriakku
"DITA ,, jadi ini yang selama ini membuat kamu dingin sama mas? mas tahu kamu marah saat melihat mas dengan buk fero di caffe tadi,tapi tidak harus menuduh mas selingkuh juga kali Dit,!
mas Willy menghela nafas panjang " Aku banting tulang siang malam untuk siapa kalau bukan untuk kamu dan Mia"
"Aku bahkan tidak pernah kurang memberimu jatah setiap bulan,bahkan semakin bertambah uang yang aku kasi ke kamu,apa itu belum cukup hah?"
"Aku memberi mu kebebasan untuk mengatur keuangan dan membeli apa yang kamu mau,itu semua hasil jerih payahku yang pergi pagi pulang pagi" bentaknya lagi
Aku hanya terdiam tak bersuara.
"Nangis lagi,nangis lagi, hanya itu yang kamu bisa ,mas capek Dit di curigai gini sama kamu,"
aku berani menatapnya " mas aku____"
"aku tidak mau dengar apa apa lagi dari kamu,aku minta kamu pikirkan baik baik dan kamu renungan ucapan mas" ucapnya langsung keluar
namun sebelum mas Willy bilang di balik pintu dia berkata
"Malam ini mas tidak akan pulang,kamu renungkan dulu kesalahan yang kamu perbuat,mas akan tidur di hotel" ucapnya tanpa menunggu jawabanku dia langsung melenggang keluar
"Maas aku kangen kamu,aku rindu sentuhan mu,belaian mu,rindu aroma tubuhmu, , apa aku salah merindukan suamiku saat ini" lirihku sendiri mendengar semua perkataan yang sangat menyakitkan bagiku.
Jika mas Willy jujur mungkin aku tidak akan merasakan apa yang sekarang aku rasakan,
Egois memang,aku sangat egois ,rancana awal yang tadinya ingin menyelidiki langsung ,setelah menemukan bukti baru aku akan pertanyakan langsung sama mas Willy,nyatanya apa yang aku kumpulkan belum cukup bukti hingga kata kata tuduhan itu aku lontarkan begitu saja,terlebih saat aku mulai merasakan tubuh ku di sengat aliran b1r4h1 yang mas Willy bangunkan ,seketika mas Willy hentikan tanpa menuntaskannya.
PoV willy
Setelah puas marah dengan Adita,aku bergegas kaluar dari rumahku sambil mengenakan kemejaku di jalan hendak menuju mobil.
di mobil
"Aaarkh, , kenapa jadi gini sih, kenapa juga Adita bisa curiga sama aku " kesalku dalam hati
Ada rasa bersalah yang timbul dari dalam hati,membentak dan berkata keras pada istriku yang sangat aku cintai,Tapi aku tak punya pilihan lain,itu satu satunya cara agar aku bisa keluar dari rumah itu dan langsung pulang kerumah.
Selang beberapa menit aku telah sampai di rumah,aku langsung berlari dan menuju tempat keributan berasal.
"SISIL ,CUKUP, , apa apan kamu hah?" teriakku melihat amukan dari sisil pada Susan.
Ku lihat pembantu dan juga pak satpam tak berani mendekat .
__ADS_1
"Kak tolong Susan " teriak Susan
Saat ini keadaan dia sudah berdarah darah,entah apa yang membuat Sisil melakukan hal kejam pada susah yang notabene nya adalah adik sepupunya.
"Sisil, STOP!!" teriakku
Sisil akhirnya menghentikan keberingasan nya ,
"ngapain kamu pulang?" tanyanya sinis
melihat Susan terbebas dari cengkraman Sisil, aku langsung menyuruh pak satpam untuk membawa Susan kerumah sakit terdekat.
"Pak tolong bawa Susan untuk mengobati lukanya" ucapku
pak satpam dan pembantuku pun langsung membantu susan berdiri dan membawanya keluar.
Kini tinggal aku dan juga Sisil di kamar,tangan Sisil masih memegang Ginting yang tadi di gunakan untuk melukai Susun
"Sayang " ucapku mendekat.
"Diam kamu" teriaknya
akupun tak berani mendekatinya,aku tahu dia nekat dan malah aku yang celaka.
"Puas kamu hah,membuat aku seperti ini?" teriaknya namun bukan dengan emosi,melainkan dengan tangisan
kulihat gunting yang dia pegang sedikit melonggar,segera ku tepis tangannya dan langsung memeluknya, seketika gunting itu terlempar jauh dari tempat kami berdiri.
"Sudah jangan nangis" ucapku mengelus pelan punggung ya.
"Jahat kamu Willy" ucapnya
" Kapan kamu akan mencintai aku hah?"
Aku terkejut mendengar ucapannya,namun aku berusaha menjadi pendengar yang baik saat ini,aku hanya bisa mendengar keluh kesahnya.
"Sejak menikah kamu tidak pernah menyentuhku sama skali Willy,setiap malam kamu pulang kerumah istri pertama kamu,dan kamu selalu melakukannya dengan nya kan?"
"Tidak denganku,bahkan untuk tidur memelukku pun kamu enggan" tangisnya Makin pecah
"Apa Susan yang mengatakan itu padamu ? " tanyaku pelan
Dia mengangguk "Sial, , awal kami susan ,jadi selama ini kamu menguping " geramku
"Apa yang dia katakan lagi?" tanyaku
"Dia bilang kamus sangat romantis dan sangat perhatian,itu yang membuatku semakin kesal" ucapnya lagi
__ADS_1
"apa Susan meminta uang lagi,? tapi kamu tidak kasi?" tanyaku menebak kenapa Susan bisa datang kerumah ini malam malam.
Dia mengangguk " dan kamu percaya apa yang dia katakan sama kamu? jangan pernah percaya dengan ucapan dia,bisa jadi dia cuma mau buat kamu marah karena kamu tidak memberikan apa yang dia inginkan dari kamu" jelasku berusaha agar sisil sedikit lega.
Dsn benar saja,dia mengangkat wajahnya dan menatap ku
"Jadi apa yang di katakan Susan tidak sepenuhnya benar? "
aku mengangguk dan dia langsung memelukku " maafkan aku sayang, maafkan aku,aku saking emosinya dengan ucapan Susan sampai mau membunuhnya" ucapnya ..
"Bisa jadi dia yang sudah memberitahu Adita tentang hubungan ku dengan Sisil ," gumamku merasa jika benar Susan lah yang mengadu pada Adita sampai Adita bisa menuduhku sepeti itu.
"ia sudah gak apa apa,lupakan saja ya,intinya kamu sekarang kan tahu yang sebenarnya dan kamu jangan banyak pikiran,ingat anak di dalam perut kamu , nanti dia jug bringas jaya tadi lagi melihat mamanya begitu kejam,apa gak takut kelak dia akan sekejam kamu?' ucapku mencubit pelan hidung mancungnya.
"Mau kemana?" tanya Sisil saat aku hendak keluar kamar setelah beberapa saat menemaninya menenangkan pikirannya.
"Aku mau menyusul Susan ,aku ingin kasi dia peringatan"
jelasku
Sisil mengangguk, aku segera melangkah ke rumah sakit yang tadi sempat di kasi tahu oleh pak satpam kami.
Di ruang rawat,tampak Susan sangat pucat dan di tangannya tertancap jarum infus yang bisa membantu untuk nya bertenaga,karena akibat serangan Sisil tadi dia sangat lemah dan harus di rawat inap.
" Kak Willy"
Aku tah menyahuti dan semakin mendekati nya ,dia tersenyum manis,namun bagiku itu adalah senyuman yang paling memuakkan yang pernah aku lihat.
"Apa Kamu yang memberitahu Adita hubungan ku dengan Sisil.?"
bukanya menyapa aku malah memberikan pertanyaan,"Tidak kak,aku tidak pernah bilang apapun pada siapapun" terangnya
"Jangan bohong kamu,"
"Ku gak bohong ,lagian kenapa juga aku harus bohong dan memberitahu mbak Dita,toh aku gak akan dapat duit kan" "dasar mata Duitan " geramku.
"Kalai sampai kamu ketahuan bohong,tamat sudah riwayat mu di sini,,tangan ini bukan cuma akan melukai wajahmu seperti ini,melainkan bisa mengeluarkan nyawa DETIK ITU JUGA" tunjukku pada nya dengan mengepakkan tanganku
"Camkan itu,jangan pernah macam macam dengan ku" ucapku lagi langsung melenggang keluar kamar.
"Tunggu pembalasan ku " gumam Susan
hai hai, , assalamualaikum...mohon maaf buat para readers ku yang ter-elop.
kamarin tidak bisa up,karena kesibukan yang sangat mendesak.
insyaallah akan up tiap harinya ya..
__ADS_1
selamat membaca
ketemu lagi di bab selanjutnya.