
PoV Adita.
"Kita mau kemana sih?" tanya ku sama Sandy
kini aku bersamanya di jalan yang aku rasa menuju rumah yang sempat aku selidiki.
"loe diam saja,gue rasa ini yang loe butuhkan saat ini" ucapnya
"Tapi San, Mia sama__"
"Jangan di pikirin ,gue sudah suruh orang orang bokap gue untuk menjaga mereka.
Aku akhirnya diam dan mengikuti arahan sandy,sekian menit telah kami lewati hanya dengan berdiam diri sampai akhirnya mobil Sandy berhenti dan masih di sebuah rumah tepat di depan rumah yang kata pak satpam tempo hari adalah rumah mas Willy dan istrinya.
"Turun " ucap nya
aku menurut dan turun " Sandy ini rumah siapa?" tanyaku
"Yok masuk " ajaknya
Dengan langkah berat aku masuk ke rumah itu,Sandy mengajakku masuk ke ruang atas,,ke sebuah ruangan yang aku rasa itu adalah kamarnya
"Loe gak lagi bohongin gue kan san? " tanyaku
"Loe pikir gue suka sama emak emak!"
"dasar bocil,meskipun emak emak juga gue masih 20 tahun Sandy"
"iya kakakku sayang,mending sekarang kita masuk,ayok" ajaknya ,namun aku berhenti tepat di depan pintu ruangan itu,aku masih ragu
"gak usah banyak drama tuan putri," dia menarik tanganku
ternyata di ruangan itu bukan kamar,melainkan sebuah ruangan kosong yang berdinding kaca,terlihat dari luar seperi tembok polos berwarna abu,tapi dari dalam tenyata tembok itu sebuah kaca Yang sangat besar,dengan jelas kita bisa melihat apa yang ada di depannya,termasuk rumah mas Willy,
Aku menatap takjub dengan ruangan sekarang yang aku tempati ini,
"Ngapain loe bawa gue kesini?" ucapku
"Pake nanya lagi,loe gak lihat noh di depan Lo"
"Rumah kan" ucapku
"dasar begok," dia mendekat dan memegang kepalaku dengan kedua tangannya dari belakang sembari mengarahkan kepalaku agar menatap ke bawah
"noh lihat ke bawah,? bukankah ini yang loe cari?" ucap sandy
Degh
mataku terpaku menatap wanita yang selama ini berkata tingg di rumah eyang,ternyata ada di depan mataku,?
__ADS_1
"Mama?" gumamku pelan
Saat mama melirik ke arahku,aku berlari untuk bersembunyi di balik tubuh Sandy.
"low semakin tua semakin begok ya" ucapnya
"Diem loe ,noh mama hadap sini" bisik ku
Sandy menghela nafas berat,dia menarik tanganku tanpa merubah posisinya,
"eeeeh mau apa loe" ucapku saat dia melempar ku kedepan hingga di pinggir kaca itu.
"Menikah bisa bikin orang cerdas jadi bodoh ya ternyata,gue gak mau nikah kayaknya"
"kak Dita,ini kaca kalau dari luar sepeti tembok,dari dalam saja terlihat jelas apa yang di luar,jadi kenapa mesti takut ketahuan?" ucapnya berdiri di samping ku sambil mengarah ke objek penelitian kami
Mama terlihat sedang menelpon ,tapi aku tak tahu dia menelpon siapa,tapi dari raut wajahnya dia sangat tegang,
"Kenapa mama bisa di sana? apa mama juga membohongi ku?" tanyaku
masih dalam bayangan mama,tatapanku kembali tepaku sama seorang wanita yang dulunya sempat tinggal bersama ku,suster Susan.
"Suster Susan" gumamku menutup mata
"Nah,jantungan kan loe" ejek sandy masih berdiri dengan bersedekap dada.
Mama terlihat tidak suka dengan kedatangan Susan,terbukti saat Susan baru masuk mama malah menghalangi dan sekarang malah saling lempar ucapan,sayang aku tidak dengar apa yang mereka bicarakan.
kami masih mengamati dengan teliti,Tak lama sebuah mobil mewah berhenti dan masuk ke dalam rumah itu.
Degh
jdeeer
jantungku berpacu cepat bahkan darahku seketika memanas melihat pemandangan yang sangat luar biasa bagiku,suamiku Willy keluar dengan setelan Jass kerja ya,tak lama seorang wanita cantik dan seksi juga membuka pintu samping suamiku,lalu mendekat dan menggandeng suamimu yang kini mengarah ke dua wanita yang tadi smpat saling lempar ucapan itu.
"Minum dulu agar ada tenaga nanti" ucap Sandy memberikan sebotol minuman,aku mengambilnya dan meneguknya sekali teguk langsung ludes,bahkan botol itu ku remas sampai tak berbentuk.
"Tahan emosi,dan pikirkan. apa yang akan Lo lakukan,gue berdiri di belakang Lo" ucapnya masih menatap lurus kedepan ikut menikmati serial drama perselingkuhan ini.
"Gue mau nyamperin mereka semua" ucapku seakan saat ini bagaikan meriam yang siap di ledakkan.
Aku tidak menunggu persetujuan Sandy,aku langsung turun dan menuju rumah itu,namun saat aku hendak sampai,sandy malah membungkam mulutku dengan tangannya dan ia menarikku sedikit menjauh.
aku meronta ,aku marah,kenapa dia tidak membiarkan aku langsung melabrak mereka,kenapa dia malah menahan aku,? bukankah tadi dia sudah bilang akan membantuku?
"ssst, ,jangan gegabah,diem dulu?" ucap sandy
aku menggeleng " kalau loe emosi gue gak akan bantu loe lagi" ucapnya mengancam
__ADS_1
Tapi,mengingat hari ini dengan bantuan dia aku tahu semua ini, akhirnya aku mengalah dan mengangguk.
Sandy melepaskan ku," diem dulu,kita dengar apa yang Meraka katakan"
samar samar kami mendengar
"Cepat kak" teriak Susan
"Gak ,aku sudah gak mau kasi kamu lagi,kemarin sudah aku kasi,"
"gak cukup"
"eeh cewek ganjen,loe gak ada kapok kapoknya ya minta uang sama mantu gue"
Jdeeer
Bagai di sambar petir aku mendengar mama mengatakan menantu.
"saya tidak perduli ya,yang penting jika Kak Sisil dan kak Willy tidak memberiku uang lagi,aku Pastikan akan membocorkan rahasia pernikahan kalian sama mbak Dita" teriak Susan
Duaaar
lebih dari kata sakit,mendengar Susan langsung mengatakan pernikahan kalian,membuat tubuhku bergetar seolah tak bisa menumpu tubuh lagi,aku menyusut dan menangis dengan menahan isakan,Sandy membantuku berdiri dan berbisik.
"Stop tangisan ini,ini saatnya kakak tunjukan diri bahwa kak Dita bukan orang yang bodoh untuk di bohongi lagi" jelasnya
Aku merasa ucapan sandy ada benarnya,dengan memperlihatkan aku menangis itu artinya aku lemah di depan mereka,segera ku seka air mataku agar bisa menghadapi mereka semua.
segara ku kumpulkan keberanian ku saat ini,demi Mia dan juga masa depan ku yang harus aku rangkak dari awal lagi
ku hela nafas dan berjalan ke arah gerbang besar mereka,masih ku dengar suara sahut sahutan mereka yang masih belum selesai.
"hei Susan ,jangan pernah sekali kali kamu ancam saya,atau saya laporkan kamu ke pihak berwajib."
"saya tidak takut,saya juga akan laporkan kalian atas penganiaya yang di lakukan oleh kakak saya yang tercintah ini kepada saya,dan saya punya bukti yang cukup untuk menjerat kalian ke penjara" teriak Susan tak halah mengancam
"dan saya pastikan mbak Dita akan tahu semuanya" ucapnya lagi
jdeeer
"Sayangnya saya sudah tahu semuanya!" teriakku dengan menendang keras gerbang rumah sisil .
mereka semua menoleh ke arahku dengan tegang,terlebih mas Willy
"Dita" gumamnya
next
ketemu di bab selanjutnya.
__ADS_1