Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
bab 162 adita kritis ,Terbukti Adita dan Ronald saudara kembar


__ADS_3

PoV author


Oooweeek


Ooweeek


Oowekk


Suara bayi menangis berbarengan dengan air mata yoga menetas ke pelipis Adita, dia tidak sanggup melihat Dita kesakitan seperti tadi,rasa sakit akibat cakaran dan juga jambakan Adita terasa hilang saat melihat betapa menyakitkan nya proses persalinan secara normal.


"Waah anaknya laki laki,selamat ya...ganteng dan sehat " ucap dokter memberikan bayi itu pada suster.


Setalah anak mereka lahir ,suster menaruh bayi Mungil itu ke atas dadanya Adita, selanjutnya dokter mengambil harum jahit untuk menjahit luka sobekan yang tadi di sobek sedikit .


"Eeeh itu mau di apakan lagi? Belum puaskah kalian menyakiti istriku " teriak yoga lagi sambil menunjuk jarum itu dengan ngeri.


"Dokter,suruh dia keluar saja kalau dia cerewet seperti ini " sahut Adita yang kini sudah mulai tenang.


"Baiklah baik, silahkan lanjutkan " ucap yoga masih setia memeluk Adita dari atas kepala Adita yang terbaring di kasur pasien.


Dokter yang tadinya hendak mengusir yoga karena merasa terganggu jadi kembali Diam dan melanjutkan untuk menjahit luka Adita .meski Adita diam namun yoga tahu dia lagi menahan kesakitan yang luar biasa terbukti saat dokter mulai menjahit kening Adita mengerut,bibir bawahnya di gigit bahkan matanya di pejamkan.


"Ya Allah sesakit inikah " gumam yoga dalam hati merasa bersalah .


"Sayang sabar ya, , " ucap yoga Adita hanya mengangguk pelan.


Setelah selesai barulah bayi itu kembali di ambil dan di bungkus dengan beberapa kain oleh suster ,di bersihkan lalu di berikan pada yoga untuk di azankan.


Setelah di azan kan dokter keluar dan memberitahu semua yang sudah menunggu dengan cemas si luar .


"Selamat ya,cucu ibu dan bapak lahir Dangan selamat tanpa kurang satu apapun, berjenis kelamin laki laki " jelas dokter itu


"Masyaallah terimakasih ya Allah " ucap bik Marni bersyukur.


"Syukurlah" ucap pak darma dan Selly juga yang lainnya.


Namun belum jauh dokter itu melangkah suara teriakan yoga dan Suter mengagetkannya.


"Dokter, , ,kondisi pasien melemah " teriak suster dan tak lama yoga di giring keluar dengan tangisannya.


Dokter pun kembali dan memeriksa ulang kondisi Adita yang entah kenapa Tiba tiba menurun dan pendarahan.


"Yoga apa yang terjadi?" Tanya darma

__ADS_1


Mereka semua terkejut saat mengetahui kondisi Adita kembali melemah,begitupun dengan ronald,entah mengapa sejak Adita masuk ke ruang bersalin seolah olah separuh jiwanya sakit ,dia tidak bisa berbuat apa apa karena ikut merasa kesakitan bahkan kondisi tubuhnya sangat sehat ,dan sajak itu juga Didin memperhatikan Ronald di Samping dirinya juga mengkhawatirkan kondisi Adita.


Tak lama stelah dokter masuk ,dia keluar lagi " kita membutuhkan darah ,apa ada di sini keluarga pasien? Karena saat ini golongan darah B kosong " jelas dokter


Yoga kembali mengusap kasar wajahnya ,mengingat betapa menyakitkan kondisi Adita yang tiba tiba melemah pingsan dan darah mengalir dari ************ nya membuat yoga cukup frustasi,dan sekarang di tambah lagi dengan transfusi darah yang sudah jelas darahnya berbeda dengan istrinya.


",Ambil darah saya Suster " ucap pak darma menyodorkan dirinya,begitupun dengan Selly.


Tak lama dokter keluar dan darah darma tidak cocok dengan adita,dan Selly cocok namun kondisi Selly masih belum memungkinkan untuk mendonorkan darahnya .


"Maaf apa ada yang lain?" Tanya dokter


Didin mendekat " apa saudara kembar sudah jelas sama darahnya dokter ?" Tanya Didin


"Bisa jadi,dan besar kemungkinan " jelas dokter.


"Saudara kembar" gumam darma dan Selly


Begitupun dengan yoga,dia baru mengingat bahwa ada Ronald di sana.


"Ronald,ayo cepat masuk, selamatkan Adita " ucap Didin membuat Ronald mendongak dan terheran


"Apa ? Aku? " Tanya Ronald kebingungan.


Yoga pun langsung berjalan cepat dan menarik Ronald " aku mohon selamatkan istriku,hanya kamu yang bisa menyelamatkannya " ucap yoga memohon.


Ronald dengan wajah bingungnya pun ikut berjalan dan masuk ke ruangan untuk mendonorkan darahnya untuk Adita .


Dokter pun langsung mengambil selang dan mulai transfusi darah,Ronald berbaring menghadap Adita yang terpejam dengan lelap di samping ranjangnya.


"Kenapa aku ikut sakit melihat kamu menderita Adita?" Tanya yoga dalam hati sambil memperhatikan wajah Adita .


Ucapan Didin kembali berputar di otak nya .


"Apa maksudnya, , saudara kembar?" Gumam nya lagi .


Sementara itu di luar,darma dan Selly masih menunggu harap cemas dengan kondisi Adita bahkan menunggu penjelasan Didin yang mengatakan Ronald adalah saudara kembar dari Adita.


"Ya Allah selamatkan anak hamba..." Gumam bik Marni yang sejak tadi hanya bisa menangis di kursi.


Darma mulai mendekat dan menanyakan hal itu pada yoga.


"Yoga,apa maksud kamu bilang kalau Ronald saudara kembar dari Adita? " Tanya darma

__ADS_1


Pertanyaan itu membuat mereka semua menoleh ke arah yoga dan juga Didin.


Yoga pun paham dengan keadaannya,dia menyuruh Didin untuk memberikan bukti kuat dan juga bukti nyata kalau mereka adalah saudara kembar.


"Ini Yo " ucap Didin setalah kembali dari mobil mengambil bukti itu.


Yoga mengambilnya dan langsung menyerahkan nya pada darma.


Darma pun membukanya dan dengan tangan gemetar dia membacanya .


"Apa ini? Jadi benar Ronald Adalah anak kami yang hilang ?" Tanya darma dengan tangan gemetar.


Yoga mengangguk .


Melihat itu Selly merampas nya dan membacanya " astaga, Ronald adalah anakku " ucapnya menetaskan air matanya dan juga menutup bibirnya dengan tangan kanannya.


"Anakku, , , dia anakku , , huuuu, , dia anak kita maaaaass. Huuuuu" tangis selly memeluk darma.


Bik Marni yang penasaran pun mengambil berkas itu dan membacanya" sudah ku duga " gumam bik Marni.


"Iya buk, , aku juga sejak lama menduganya,namun aku perlu bukti yang kuat agar bisa mengungkap kannya dan baru kemarin bukti itu kami dapatkan " jelas yoga .


Mereka sangat terharu bisa menemukan anak mereka yang hilang puluhan tahun yang lalu .


Tak lama Ronald pun keluar dengan tangan yang masih di perban di bagian lengannya.


"Ronald ,, anakku , , " tangis Selly memeluk nya


Ronald hanya diam tanpa membalas,dia masih bingung dengan semua ini


"Ronald, , kamu sangat hebat nak, , kamu hebat , , papa bangga sama kamu " ucap darma memeluk Ronald dengan tangisnya mengalir di wajahnya yang sudah tidak kencang lagi .


"Ada apa ini? Apa yang sebenernya terjadi? Kenapa kalian semua aneh ?" Tanya Ronald.


Setelah kondisi Adita membaik Ronald akhirnya keluar dan mendapati dirinya di peluk oleh Selly dan juga darma membuat dirinya semakin bingung,namun entah mengapa pelukan itu terasa sangat hangat di rasakan olehnya.


"Ronald, , anakku , , maafkan papa nak ,papa tidak bisa menemukan kamu saat kamu Gilang puluhan tahun yang lalu,maafkan papa nah maaf " ucap darma lagi


" Anak? " Ronald sangat kebingungan bahkan dia tidak tahu apa yang harus di lakukannya.


" Ini nald ,kamu baca " ucap Didin memberikan bukti itu.


Setalah itu Ronald membukanya dan sangat terkejut membacanya .

__ADS_1


"Apa?"


__ADS_2