Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 23 Willy minta ma'af


__ADS_3

"Ngapain kamu di sini?" ujarku sinis menatap mas Willy yang terlihat menunduk di kursi tamu


"Dita,mas minta maaf" ucapnya mendekat dan memegang tanganku.


segera ku tepis tangan itu seolah aku gak mau di sentuh olehnya.


" masa minta maaf , maaf yang sebesar besarnya atas ucapan mama" ucapnya lagi


"Hah,mama yang salah kamu yang minta maaf?" ujarku sedikit keras


"Dita,bukan seperti itu,mama juga tidak salah,mama kan hanya bilang kenyataan nya," ucap mas Willy ternyata membenarkan ucapan mamanya.


"Jadi kamu setuju sama yang mama ucapkan?" tanya ku


mas Willy mengangguk "gila,ini bennar gila" gumamku dalam hati.


"di mata hati kamu mas,jika itu di posisi kamu,aku pergi keluar dan pacaran di sana gimana perasaan kamu" ucapku mulai berteriak di depan mas Willy.


"Aku kan sudah pernah merasakannya,saat melihat Foto kamu di hotel dengan pria itu" ujarnya tak ada rasa percaya sedikitpun sama aku


"ooh,jadi kamu mau balas dendam sama aku mas,,aku sudah bilang sama kamu berjuta juta kali,kalau aku tidak tahu apa apa tentang semua itu,aku di jebak mas" teriakku lagu


"Tapi mana buktinya " ucap mas Willy


ternyata dia masih menyimpan kebencian padaku sejak kejadian itu,tapi aku berani bersumpah aku tidak melakukan apapun dan aku tidak tahu saat itu aku di mana.


"Jadi kamu masih gak percaya sama aku mas? " tanyaku lagi


mas Willy hanya diam " mending kita pulang ya" ucapnya


"Gak,aku gak mau kalau kamu gak bisa merubah sikap mu ke aku" ucapnya


"Dita, please ini demi anak kita Mia!" ucapnya


"Mas jangan bawa bawa Mia,dia gak ada sangkut pautnya dengan semua ini" ucap ku


"sudahlah Dit,ayok pulang yuk, " ajaknya lagi


"Aku juga kaya gitu hanya untuk hiburan saja"

__ADS_1


"Lagian kamu gak kaya dulu,sekarang beda sama sekali beda" ucapnya


Degh!!!


"Jadi ini alasan kamu kenapa kamu cari wanita di luaran sana hingga wanita itu hamil? hah?" ucapku dengan penuh penekanan


"Appa? jangan ngacok kamu Dita,meskipun mas sering keluar cari hiburan bukan berarti mas sampai kaya gitu,jaga ucapan kamu" ucapnya memarahi ku


"Jangan so suci kamu,aku dengar sendiri suara manja dia bilang dia hamil anak kamu" ucapku lagi


"Alasan kamu, , , ! ucap mas Willy


"Kamu yang alasan, kamu berlindung di ketiak mama karena mama sangat setuju kan apa yang kamu lakukan di belakang ku?"


"Dita, dia itu wanita yang melahirkan mas,orang yang harus kamu hormati juga,"


"Apa pantas seorang ibu membiarkan cucunya kelaparan tidak punya susu? " ucapku akhirnya


"Gak mungkin Dita, mama gak kaya gitu ,kamu aja yang gak mau bicara sama mama kalau kamu butuh sesuatu" ucapnya mengelak


"Apa mas percaya jika aku bilang selama menikah mama tidak pernah memberiku uang sepeser pun?" ucapku lagi


"Dita,jangan cari cari alasan,aku percaya sama mama,dan mama selalu bilang ke aku kalau dia tetap kasi kamu jatah sesuai yang aku suruh" ucap mas Willy lagi


mas Wily menarik tanganku " Dita kita belum selesai bicara" ucapnya


"Mau bicara apa lagi mas,semua sudah jelas,mas tidak pernah percaya sama skali sama aku,bahkan mas tidak pernah mau mencaritahu apakah istrimu benar atau dusta?" ucapku sambil menepis tangannya


"Dita ,bicara apa kamu?" ucap ya lagi


"mending kamu pulang mas, , aku mau kita cerai" ucapku menantang


"Jaga bicara kamu Dita,jangan kamu main main dengan kata cerai" ucapnya


"Aku serius mas,aku sudah capek di giniin sama kamu,aku juga sudah apek tidak mendapat kepercayaan sama kamu" ucapku


"Gak,aku gak mau cerai,tapi jika kamu ngotot mau cerai serahkan Mia sama aku," ucapnya


"Heh,jangan pernh sok baik sama Mia,kamu urus saja mama dan juga wanita jalangmu" ucapku

__ADS_1


"Dita, ,aaaark" ucapnya hampir menampar ku ,tapi ia urungkan mungkin karena ini bukan rumahnya jadi dua mengurungkan niatnya untuk menamparku


"kenapa mas,mau tampar,silahkan tampar ,aku bersedia sekali menerima tamparanmu LAGI ..!!! Ucapku sengaja menekan kata lagi agar dia ingat bahwa beberapa kali dia menamparku bahkan sempat mendorongku sampai membentur tembok saat usia kandungan ku sudah besar kala itu,untung saja anakku baik baik saja sampai lahir dengan selamat.


"Lho kok tegang gini,? kalian ada masalah!" tanya ayah yang baru kembali dari warung


"Eeh, , ayah , , maaf yah kami tidak ada masalah,tadi Adita tidak mau pulang tapi aku paksa" ucapnya


Ayah hanya tersenyum" kalau ada masalah bicarakan baik baik ,ingat anak!" ucap ayah dan langsung pergi ke kamarnya


setelah ayah pergi dan merasa ayah tidak akan mendengar percakapan aku dan mas Willy,aku kembali menyuruh mas Willy pulang.


"mending kamu pulang,sebelum aku mengusir mu secara paksa" ucapku


mas Willy terlihat diam sejenak dan langsung keluar dari rumah,setelah kepergian Willy aku langsung ke kamar dan tidur di samping Mia dan langsung menumpahkan segala kekesalan ku.


tak terasa aku menangis sangat lama,hingga tertidur dan kini aku terbangun ,jam sudah pukul 03.00 pagi, perut ku rasanya keroncong,aku segera bangkit dan melihat Mia tertidur pulas,aku segera ke dapur mengambil makanan dan ku bawa ke kamar,agar kalau Mia bangun aku bisa langsung menghampiri nya,terlebih di sini tidak ada pembantu,jadi semua serba lakukan sendiri.Aku malah lebih senang jika aku tinggal di sini sama ayah,aku bisa melakukan apapun tanpa harus wanti wanti akan di marahi mama.


selesai makan aku langsung beranjak melihat Mia,dia tertidur pulas dan entah kenapa air mataku lolos begitu saja menatap wajah mungil yang polos itu tertidur lelap sangat nyaman dan terlihat damai,


"Apa mama bisa buat kamu hidup berkecukupan jika tanpa papa?" gumamku dalam hati masih menatap sendu wajah tenang itu.


"Huh,dita ngomong apa sih kamu,Willy itu sudah keterlaluan sama kamu,masih saja kamu harapkan dia" gumamku dalam hati menyalahkan diriku yang terlalu cinta sama mas Willy.


selang beberapa saat Mia merengek dan ternyata dia pup,,aku tersenyum sambil mengajaknya berbicara agar dirinya tahu jika dia tidak sendiri.


setelah mengganti popok aku kembali menidurkan Mia dan akupun juga tertidur pulas sampai pagi,


"Dita ,bangun" suara Mei terdengar memekik di telingaku


aku membuka mata dengan setengah sadar melihta Mei duduk di samping ku sambil menggendong Mia yang ternyata sudah bangun.


"Eeh Mei,loe kok gak bangunin gue, Mia nangis ya,aduh maafin mama sayang,mama pules banget ya tidurnya" ucapku pada Mei dan langsung mengajak mia bicara


"Sudah gak apa apa,sana mandi dan kota sarapan bareng ya,aku sudah bawa makanan di luar" ucap Mei


"Dari mana loe tahu gue di sini?" ucapku


" Nanti gue ceritain" ucapnya

__ADS_1


aku pun langsung melangkah ke kamar mandi.


next


__ADS_2