
POV Adita
Hari itu aku bertekad pulang dan mulai memaafkan suamiku.aku yakin dia sudah sadar .
"Ya sudah aku kembali" ucapku.
akupun membereskan pakaian ku dan kembali ke rumah mas Willy.
"Sayang,kamu gak usah khawatir,aku akan kasi kamu langsung tanpa perantara mama jatah bulanan mu ya" ucapnya
"Iya mas,makasi ya" ucapku
"sama sama, ya sudah kamu tidurkan Mia ,dan kita makan sama sama ya sayang" ucapnya
akupun mengangguk setelah itu aku membersihkan tubuhku dan mulai turun ke ruang makan.
"Mas, mama kemana?" tanyaku
"Mama dua hari gak pulang,gak tahu dia di mana" ucap mas willy.
"Lho kamu gak telpon mama dan papa?" tanyaku
"papa masih di rumah aki,dan mama kemarin bilang di ruang eyang juga,tapi aku telepon bik suri katanya mama gak da di rumah eyang, , aku jadi bingung " ucap mas Willy.
"Ya sudah nanti aku coba telpon mama ya," ucapku
"iya sayang,kamu jangan kemanna mana ,di rumah aja ya" ucap mas willy
akupun mengiyakan nya dan setelah itu mas Willy memberikan ku kartu kredit sebagai pegangan ku.
"Ini kartu ,kamu bebas belanja apa saja yang kamu mau,ini uang kamu ,setiap bulan mas akan kirim Buatmu dan buat Mia ya" ucap ya
akupun mengambil kartu itu,dan memang ini yang aku inginkan sejak dulu " iya mas,makasi ya kamu mau memahami aku" ucap nya
tin
tin
"Sebentar,mas bukain ya" ucapnya
__ADS_1
"iya mas" ucapku
tak lama mas Willy kembali dan menyuruhku keluar,saat di luar aku terkejut melihat sebuah mobil mewah terparkir di carport ,
"sayang,kamu suka?" tanya mas Willy
"Apa mas?" tanyaku masih bingung
"Ini buat kamu" ucapnya memberikan ku kunci mobil mewah di depan mataku ini
Aku tak kuasa menahan air mataku ,
"Mas ini buatku? makasi mas " ucapku langsung memeluk mas Willy,
mas Willy membalas pelukanku dan mencium keningku,
"Maafin mas ya,selama ini mas memandang sebelah mata dan tak adil padamu,dan mulai sekarang ini mobil buat mu dan juga atas nama kamu,sekarang kamu tanda tangan sebagai pemilik sah mobil ini" ucapnya
aku pun terharu dan langsung menandatangani surat tanda pembelian itu,dan setelah itu petugas dealer itu pergi
"Kamu senang?" tanya mas willy.
baru kali ini aku merasakan sangat bahagia,di berikan hadiah ,meskipun telat aku tak apa,yang penting mas Willy sudah sadar akan. tanggungjawab nya padaku dan Mia.
Beberapa bulan kemudian,hidup ku sangat bahagia,tidak ad masalah apapun yang terjadi dalam hidupku,mama juga jarang pulang lebih tinggal sama papa di rumah aki,aku merasa hidup yang sangat sempurna,memiliki anak yang lucu dan suami yang selalu perhatian,dan sayang sama aku dan Mia,aku juga sudah membawa ayah naik haji,itu adalah cita cita terbesarku.
Aku juga sekarang jarang keluar rumah,karena aku sibuk bekerja, pekerjaan yang ku pilih memang pekerjaan yang menguras pikiran,bahkan jika lagi suntuk dan di ganggu Mia dengan rengekannya aku tak bisa lanjut mengerjakan pekerjaan ku,seperti malam malam sebelumnya,sembari menunggu suamiku pulang,aku kerap berselancar di laptop ku dengan menulis sebuah karangan berupa tulisan,dengan halusinasi yang akut aku bisa membawa orang yang membaca tulisanku ikut terhanyut seakan masuk ke dalam cerita itu,Yach aku seorang penulis novel online,aku menulis novel secara online di salah satu situs aplikasi yang bernama "NOVELTOON" .
Aku yang sejak dulu ingin jadi penulis akhirnya mulai iseng untuk ikut ikutan buat bikin novel,awalnya memang sulit mendapatkan viewers tapi aku tak patah semangat,aku terus berhalusinasi hingga saat ini novel novel karanganku berhasil di kontrak bahkan bisa mendapatkan rupiah dari banyaknya viewers yang membacanya,lumayan buatku sembari menunggu suami pulang kerja yang selalu pulang malam aku menjadikan noveltoon jadi sahabatku,yang menemani aku saat aku sendiri.
Suamiku beberapa bulan memang jarang pulang pagi,dia bisa pulang jam 12 malam bahkan menginap di tempat kerjanya,aku memaklumi dan aku percaya dia.
"hoaaaammm akhirnya selesai juga bab ini" ucapku senang melihat beberapa bab novel ku yang aku selesaikan dan segerai di review oleh pihak noveltoon.
aku berjalan mendekati kamar tidur Mia,Mia terlihat sangat nyenyak,lalu aku ke kamar mandi untuk bersih bersih,kemudian aku masuk ke kamar tidur dan langsung membaringkan tubuhku, saat ini aku melihat jam menunjukkan jam 10 malam,Pasti suamiku itu akan pulang larut lagi,untuk itu aku tak perlu menunggunya dan langsung memejamkan mataku.
keesokan harinya.
siang ini aku ingin berbelanja bulanan,aku juga ingin berbelanja pakaian Mia yang terlihat sudah ngepas di tubuhnya,Mia anaknya aktif dan masa pertumbuhannya juga cepat,jadi wajar saja usia 9 bulanya dia sangat gembul bahkan siapapun yang bertemu dengannya akan merasa gemas dengan pipinya,jadi saat aku bawa Mia keluar Mia kerap di hampiri ibu ibu yang niatan cuma izin buat cubit pelan pipi Mia yang menurut mereka sangat menggemaskan,aku awalnya risih tapi lama kelamaan aku menganggap itu sebagai anugrah,karena sejak kecil anakku di sukai banyak orang.
__ADS_1
saat aku berjalan dengan di temani suster yang menjaga Mia,tak sengaja seseorang menyenggolku .
BUGH
"Aaaww" ringisnya
"aduh maaf mbak maaf, , " ucapku meminta maaf,bukan aku yang salah tapi ini di tempat keramaian jadi aku memilih mengalah saja.lagian juga dia tahu dia yang salah harusnya dia paham tak akan marah balik.
"Aduh mbak,gimana sih jalanya yang benar dong,kan sampai jatuh tas saya," ucapnya
aku segera membantu nya,dan mengambil tasnya.
Degh
entah mengapa perasaan ku begitu tak karuan,aku melihat di pergelangan tangannya ada sebuah gelang berlian yang sangat mirip denganku,apakah itu KW atau memang sama?
tapi mas Willy bilang kalau itu hanya dua di dunia ini,apakah aku memiliki satu dan dia kebetulan juga punya yang satunya?
entahlah aku tak tahu,tapii yang membuat aku semakin memiliki perasaan yang tak tentu saja melihat tas nya,
Tas branded yang di gunakan juga sama dengan tas ku,hanya beda warna,aku punya yang merah sedangkan dia punya yang ungu.
"kenapa bisa sama ya,gelang sama tasnya," gumamku
"Mbak kenapa liat liat?" aneh " ucapnya masih memperbaiki pakaiannya yang terlihat berantakan saat terjatuh tadi.
"Ma-af mbak, , saya gak maksud" ucapku masih fokus Ama tas dan cincinya..
"Kenapa liat tas sama gelang saya,ini pemberian suami saya,katanya ini hanya dua di negara ini! jadi wajar saja banyak yang tak berkedip saat melihatnya" celetuknya
Degh
hatiku semakin bergemuruh tak karuan ,aku segera menyelesaikan shopping dan langsung pulang ke rumah untuk melihat benar apa tidak apa yang aku fikirkan tadi.
**
Next
ketemu di bab selanjutnya
__ADS_1