Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 16 meminta maaf


__ADS_3

Pagi hari yang biasanya ku sambut dengan senyuman merekah di bibirku kini sudah beberapa hari aku tak mendapatkan kenyamanan itu,pagi ini juga Adita,istriku itu sepertinya masih marah dan tak memasak sarapan lagi,aku ingin marah tapi nyatanya aku juga salah,tapi mengingat bahwa kata mama,Adita itu anak nya masih Labil jadi aku sedikit merasa gagal bisa mendidik dia dan mengajarkan dia,


Tapi siapa sangka hari ini aku terlalu emosi sama dia,sampai aku mengeluarkan kata yang seharusnya tidak aku ucapkan,tapi apalah dayaku yang juga manusia biasa yang memiliki rasa capek dengan semua yang telah terjadi dalam hidupku,bolehkah aku marah saat ini,saat hariku mengurus orang sakit,malamku tidak bisa tidur nyenyak karena harus ikut bergadang,dan pagiku kacau karena tidak ada sarapan di meja makan?


"Aaarkh siaaal" pekik ku saat ini,aku mengusap wajah ku kasar lalu pergi meninggalkan istriku yang sudah ku bentak pagi ini .


Aku memilih untuk sarapan di kantor .


"Apa aku sudah keterlaluan sama dia? dia lagi hamil" gumamku sambil memainkan polpen di meja kerjaku


"Aarkh , , sepertinya Adita sangat marah,pulang aku harus meminta maaf " ucapku kembali dengan segera menyelesaikan pekerjaan ku ,agar aku cepat bisa sampai rumah untuk bertemu Adita dan meminta maaf.


Saat sampai di rumah, terdengar suara mama yang saat ini terdengar sangat murka,


"Assalamualaikum,mah kapan pulang" ucapku menghampiri mama dan mencium tangannya.


"Willy,? apa ini kenapa semuanya berantakan seperti ini? ucap mama


"istri kamu juga mana?" tanya mama lagi saat aku belum sempat menjawab ucapan mama.


"Apa Adita gak di rumah? dia kemana? kenapa gak bilang? " gumamku dalam hati.


masih dengan Omelan mama yang aku tak tahu harus jawab apa.


"Willy lihat kan anak manja itu semakin hari semakin ngelunjak di sini,kamu kualat Willy sama mama" ucap mama lagi


"Ma ,mungkin Dita capek " ucapku mencoba membela istriku


"Kamu jangan bela dia Willy, kamu sudah buktikan kan apa yang mama tidak sukai dari dia,dia gadis manja yang bisanya cuma nyusahin" ucap mama lagi.


Aku sangat bingung jika keadaan sudah seperti ini,aku ingin kenyamanan di rumah ini bukan keributan setiap hari .


hingga terdengar suara salam dari luar


"Assalamualaikum " Adita akhirnya pulang,aku menoleh dan menjawab salam nya.


" Dita,kamu dari mana?" ucapku menyapa nya


"Aku dari luar mas " ucapnya dengan nada sangat rendah


"kamu lagi hamil ,ngapain keluyuran" ucap mama menyahuti


"Dita cuma cari angin segar saja" ucapnya langsung meninggalkan kami.


aku sangat serba salah saat ini,satu sisi Adita istriku dan satu sisi mama orang yang sangat aku sayangi,dia cinta pertama ku.

__ADS_1


"Ma,willy ke kamar dulu" ucapku berlalu menyusul Adita


cklek


aku membuka pintu dan melihat punggung Adita yang sedikit bergetar,aku tahu dia pasti menangis..


",Dit, ?" panggilku


dia menegakkan punggungnya " Hm, , ". hanya itu jawaban darinya.


Aku mendekati nya dan menyentuh punggungnya " Dita,kamu nangis?" ucapku


"Dia tidak menoleh,dia hanya menatap lurus kedepan,ada rasa takut dalam diriku saat ini,entah mengapa aku tak tahu aku sedikit khawatir akan Adita saat ini.


"Apa ada yang perlu kamu jelaskan mas?" ucapan Adita sangat membuatku gusar,


"Aaarh, ,kenapa perasaan ku tidak enak saat adita bertanya seperti ini" gumamku dalam hati


"Apa ada yang membuat hatimu janggal?" tanyaku akhirnya.


"Jika kamu jujur,maka bisa saja aku memaafkanmu" ucapnya lagi


"Sial,aku harus apa? aku terlalu munafik tidak bisa menerima kemarahan istriku saat ini" ucapku lagi meringis dalam hati.


ku lihat punggungnya semakin bergetar dengan seiring dia menunduk dan langsung terduduk lemas sambil meraung


"Hiks , , hiks,, apa salahku sama kamu mas?" ucap Adita lagu membuatku bingung harus jawab apa


"Dita mas minta maaf,mas salah,maafin mas ya" ucapku langsung menghampirinya dan langsung memeluknya,


mungkin saat ini dia butuh aku,dan aku yakin dia tahu semua apa yang sudah aku sembunyikan.


Tapi entah mengapa sejak Adita hamil,mata ini selama sangat menginginkan wanita lain yang lebih menarik untuk di tatap setiap harinya,hingga jika aku tidak menemui Ajeng,aku pasti ke suatu tempat biar aku bisa melirik wanita yang jauh lebih menarik dari istriku itu,entah aku tak paham dengan apa yang aku alami saat ini..


"ffuuh , ,mungkin aku sudah terpengaruh sama ucapan mama" gumamku pelan


Aku menemani Adita sampai dia merasa tenang,tak terasa nafasnya yang tadi terengah engah saat ini mulai teratur,dan tenyata saat aku melihat lagi,Adita tertidur dalam pelukanku.


"Sayang,maafin mas ya,mungkin kamu capek dengan semua ini,mas akan berusaha membuang rasa itu "


cup


aku mengecup singkat keningnya dan aku segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya,


aku berjalan ke kamar mandi dan membereskan tubuhku dari lengketnya keringat ku sejak pagi tadi,

__ADS_1


Saat di bawah


"Willy,mama mau bicara" ucap mama


aku berjalan ke arahnya" mah bisa gak sehari saja tidak membahas Ajeng,kasihan Istri ku ma,dia lagi hamil" ucap ku


"Willy,mama cuma mau kamu temani dia saja ,sampai orang tuanya pulang" ucap mama


"Willy,orang tua dia sudah menyelamatkan mama sayang,mama mohon, hanya itu yang mama bisa bantu buat dia" ucap mama lagi


"Huh,aku harus apa lagi ma? Willy capek" ucapku mengusap kasar wajahku.


"Kamu temani dia di rumah sakit sekarang juga,mama tidak mau tahu" ucap mama


"Kenapa harus Willy?"


"Karena hanya kamu anak mama yang bisa membantu mama membalas Budi mereka,jika bukan karena mereka mama kamu Ino mungkin sudah jadi mayat di sana" ucapnya lagi membuatku sangat bingung


"lagi pula pasti istri manja kamu itu sudah tidur bukan?" ucap mama lagi


"dia punya nama ma,menantu mama namanya Adita" ucap ku mengingatkan mama


kenapa mama susah sekali luluh dengan Adita,aku sudah sangat bingung harus apa lagi sama mama.


"Apapun namanya mama tidak perduli,yang penting kamu berangkat sekarang " ucap mama lagi


"Baiklah aku pergi menemuinya" ucapku lagi


lagi lagi aku kalah dengan mama,aku tidak tahu harus apa saat ini,baru saja aku meminta maaf pada Adita,tapi sekarang malah aku buat dia kecewa lagi dengan caraku ini,


"Hufh, , Adita maafin mas ya" gumamku melanjutkan langkahku ke kamar lagi.


**


"fffhhh, , jahat kamu mas?" desahku mendengar semua perkataan mas Willy dengan mama


"Baru saja kamu meminta maaf padaku sekarang kamu ingkar lagi dengan alasan harus menurut sama mama"


Tadi aku memang sempat tidur,tapi saat mas Willy mendaratkan kecupan di keningku aku jadi terganggu dan aku terbangun, di saat yang tepat aku keluar kamar mengikuti mas Willy,dan apa yang aku dapatkan? aku mendapatkan ucapan yang sangat menyakiti hatiku lagi.


next


bertemu di bab selanjutnya ya...!!!


jangan bosan.

__ADS_1


__ADS_2