Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
Episode 101 ayah meninggal


__ADS_3

PoV author


"Dokter Bagaimana keadaan ayah saya dok ? " Tanya Adita.


Dokter menatap satu persatu dari mereka dan menghembuskan nafas beratnya.


"Mohon maaf,kami sudah melakukan yang terbaik ,tapi kami tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien" ucap dokter dengan sangat hati hati


Jdeeeer


bagai petir menyambar,tubuh Adita merosot seraya menangis tersedu," Ayaaaaaaah " teriak Adita sambil menggeleng.


"innalilahiwainnailaihiroji'un, , " ucap yoga dan bik Marni bersamaan.


Yoga membantu Adita untuk berdiri,Adita langsung berlari ke dalam untuk melihat jasad sang ayah yang baru saja di tutup kain putih .


"Ayaaaaah, , jangan tinggalin Adita sendiri yah, , Adita fak sanggup ayaaaah, , ,huuuu, , ,uuu "


"Adita gak bisa hidup tanpa ayaaaaah , , " sedunya


"Ayaaaaah bangun yah, , banguuuuuuun , , " Adita terisak sambil menggoyang goyangkan tubuh ayahnya yang sudah mulai kaku.


"Nak,sudah nak, iklhaskan ayah mu,dia sudah tenang di alam sana " bik marni mendekati Adita dan berusaha membuatnya tegar.


"Ayah kamu pasti tidak mau kamu kaya gini nak,sudah ya ..." ucapnya lagi sambil mengelus lembut lengan Adita.


"Enggak bik,ayah bohong bik , , ayah bohong, ,ayah lagi tidur bik, , dia baik baik saja "


"Nak sudah nak sudah, , , " bik Marni memeluk Adita yang masih saja menangis.


" bibik bilang tadi pagi ayah kerumah pak RT kan ,itu artinya ayah masih sehat bik,Dita yakin ayah masih hidup bik huuuu, , ,uuuuu , , ayaaaaaaaahhhh" Adita masih saja belum terima akan kepergian sayang ayah.


"Sayang bibik tau,kamu pasti sedih, bibik ,yoga dan yang lain juga sedih,tapi coba kamu pikirkan ayahmu,apa dia akan Pergi dengan tenang kalau anak yang paling di cintanya belum mengikhlaskan dirinya? "


"Miy,sudah ya kamu ikhlaskan kepergian ayah,dengan begitu ayah bisa pergi dengan tenang ke syurga " Ucap yoga juga mendekati Adita dan memeluknya.


"Ayaah Yo , , , ayaaaaahh " tangis Adita di pelukan yoga.


Kini giliran bik Marni yang menangis tersedu" hiks , , hiks , ," bik marni menangis sambil mendekati jasad ayah Adita


"maafin bibik nak,bibik tidak bisa jaga ayahmu ,jika bibik datang lebih awal pasti ayahmu bisa di selamatkan, maafkan bibik , , hiks , , hik, , hik, , ," bik Marni merasa bersalah,dia merasa dirinya yang menyebabkan kematian ayah Adita .


"Buk jangan bicara seperti itu" tegur yoga


"enggak bik, , bibik gak salah, , justru Adita bersyukur ada bibik yang langsung membawa ayah kerumah sakit"


Tak lama didin datang " innalilahiwainnailaihiroji'un" ucapnya..


Yoga menoleh " Din, ,urus semua kepulangan jenazah ayah,dan minta yang lain buat menyiapkan segala keperluan untuk pemakaman ayah " ucap yoga


Didin langsung undur diri," baik Yo " ucapnya kemudian pergi.


"Terimakasih Yo " ucap Adita


"sama sama ,kamu yang sabar ya,aku dah ibu tidak akan meninggalkan kamu " ucap yoga membuat Adita terharu.


**


" ayaaaah, , Dita gak nyangka ayah akan secepat ini ninggalin Dita , , hiks , , hiks , ," tangis Adita di atas pusara sang ayah.

__ADS_1


"Dita masih butuh ayah di sini, Dita belum jadi Anak yang baik buat ayah , ,"


Adita masih betah di pusara ayahnya,dia terus saja menangis dan merasa belum bisa membahagiakan sang ayah,belum bisa memberikan tiket HJ. buat sang ayah.


"Yah, , apa ayah tahu,Adita baru saja mendaftar nama ayah buat berangkat haji tahun ini , , hik, , ,hik , , "


"maafin Dita yah,, huuuu, , ,huuu " Adita kembali terisak mengingat dirinya yang baru saja mendaftarkan ayah ya untuk pergi menunaikan ibadah haji ke tanah suci.


Sudah hampir satu jam Adita masih terisak di pusara ayahnya,yoga Didin dan bik Marni masih setia menunggunya.


"mama , , mama". tiba tiba Mia memanggil mama.


Adita menoleh,dia sampai melupakan Mia dengan kesedihannya.


"Mia, , ,kamu manggil mama?" ucap Adita berdiri dan ke arah Mia yang di gendong yoga


"papa , , papa" ucap Mia lagi sambil memainkan wajah tegas yoga


"eeeh Mia udah bisa bicara yaaa" ucap yoga .


"Tuh liat,sampai Mia aja bosen nunggu kamu di sini " ucap yoga berusaha menghibur Adita


"maafin mama sayang " ucap Mia mengecup Mia,dan memandang ke arah pusara sang ayah di bawahnya.


"kita pulang yuk " ajak yoga.


Adita menghapus air matanya dan mengangguk " sini Mia sama mama ya" ucap Adita ingin mengambil alih Mia dari gendongan yoga,namun Mia menolak.


"loh Mia ngambek? gak mau sama mama " ucap Adita cemberut,Mia tidak mendengar Adita,dia hanya fokus memainkan wajah milik yoga.


"itu artinya Mia cuma mau sama papanya " ucap yoga


"iish, ,paan sih kamu Yo , " ucap Adita dan mereka pun akhirnya pulang.


**


"Bik,apa yang terjadi sebenernya sama ayah waktu itu" tanya Adita.


bik Marni melepas gelas yang hendak di bereskan,dan duduk kembali di dekat Adita dan yang lain.


"Kemarin , , " ucap bik Marni mengingat kejadian setelah kepergian Adita .


Flashback on


Setelah kepergian Adita, bik marni ke kamar Mia ,mengawasi Mia bermain dengan suster barunya ,sedangkan dia membereskan sekitar ruangan itu .


tiba tiba terdengar suara benda jatuh dari arah kamar ayah


Praaang..


"Astaghfirullah, , ada apa itu ?" tanya bik marni


"suaranya dari kamar kakek Mia bik " ucap baby sitter itu ..


bik Marni langsung berlari ke arah kamar ayah Adita,


"Astaghfirullah, , Bapaaak " teriak bik Marni langsung berlari ke arah ayah Adita yang sudah tidak


"tolong , , tolong , , , " teriaknya lagi dan suster datang sambil menggendong Mia,

__ADS_1


"panggil siapapun cepat sus"


"iya bik iya " jawab suster itu segera berlari dan memanggil tetangga.


Tak lama para tetangga datang membantu bik Marni membawa ayah Adita ke rumah sakit.


Di perjalanan bik Marni mencoba menghubungi Adita.


"hallo bik " ucap Adita di seberang sana.


"Nak ,ayak kamu pingsan nak ,ini bibik lagi di perjalanan kerumah sakit " ucap bik Marni dengan nada gemetar.


"apa, ,ayah pingsan,baik bik Adita segera kesana " ucap Adita langsung mematikan ponselnya dan segera kerumah sakit .


setelah sampai di rumah sakit,bik Marni yang masih ketakutan menangis di ruang tunggu,tak lama ponselnya berdering.


"hallo ibu,ibu di mana ?" tanya yoga


"ibu di rumah sakit nak, ,ibu takut , , " jawab bik marni dengan nada khawatir


"Mia mana buk?" tanya nya lagi


"Mia ini titipkan ke susternya," jawab nya lagi


"baiklah ibu tenang ,dan yoga akan segera kesana " ucap yoga.


Tak lama setelah yoga menelpon Adita datang dengan berlari.


"Bik , , " panggilnya


"nak , , " ucap bik Marni langsung memeluk Adita.


"Apa yang terjadi sama ayah ?" tanya Adita


"bibik gak tau nak,tiba tiba bibik menemukan ayah kamu pingsan di kamar ,dan ibu langsung membawanya ke rumah sakit " ucap bik Marni khawatir


"Ya Allah, ada apa dengan ayah " ucap Adita dengan sangat khawatir terjadi sesuatu dengan ayahnya.


Tak lama dokter datang


"bagaiman keadaan ayah saya dokter?" tanya Adita .


" ayah kamu mengalami serangan jantung " jelas dokter


"apa? serangan jantung? tapi ayah saya tidak punya riwayat itu dokter " ucap Adita


"serangan jantung bisa di sebabkan banyak faktor,salah satunya stres berat,kurangnya aktivitas, kolesterol tinggi dan masih banyak lagi" jelas dokter .


"namun keadaan bapak anda sekarang belum stabil,kita perlu melihat perkembangan tiga atau empat jam sekali"


"saya permisi " ucap dokter itu kemudian pergi.


"ya Allah ayah, , " tangis Adita


"bik , ,ayah akan baik baik saja kan?"


"kita berdoa aja ya nak ?" ucap bik Marni menenangkan,


dan setelah masuk melihat keadaan ayahnya,Adita pamit keluar untuk membelikan ayahnya buah.

__ADS_1


flashback off.


***


__ADS_2