
PoV author
Brak..
Sebuah dokumen mendarat dengan kasar di wajah Bu Salma yang masih di kurung di ruang bawah tanah villa Kamboja.
"Cepat tanda tangan" ucap pak darma dengan memberikan sebuah bolpoin padanya .
Bu Salma menatap sangar meski keadaan nya saat ini sudah acak acakan namun dia tetap angkuh seperti biasanya.
"Cuih, , aku tidak akan pernah Sudi membubuhkan tanda tangan ku di sana " jawab Bu Salma dengan lantang.
"Brengsek, " geram pak darma
PLAKK
bukan tamparan dari pak darma,melainkan dari buk Selly ,dia berjongkok menstarakan tinggnya dengan buk Salma yang mengganti posisinya di ruangan itu.
" Aku hanya ingin mengambil apa yang seharusnya milikku Salma,dan sebelum aku berbuat lebih dari pada ini silahkan kamu CEPAT TANDA TANGAN SURAT CERAI INI " tekan buk Selly pada setiap kata katanya.
"Hahaha, , ,kamu sudah bisa melawan rupanya Selly,kamu lupa apa yang pernah aku katakan hah? Kamu tidak akan pernah mampu membunuh ataupun menyingkirkan ku bukan? Aku rasa kamu pasti ingat betul apa yang aku maksud " seringai buk Salma tak kalah menakutkan.
Buk Selly kembali teringat dengan perkataan buk Salma beberapa tahun lalu yang mengatakan bahwa dia tahu di mana anak laki laki buk Selly berada.
"Apa maksud mu?" Tanya pak darma yang belum tahu apa maksud dari buk salma.
Buk Selly menatap buk Salma dengan tatapan yang tidak bisa di artikan,dia mendekat dan mencengkram wajah buk salma dengan keras.
"Aku tidak akan termakan kembali ucapan mu yang tidak pernah bisa di percaya salma ,apapun yang kamu katakan aku tidak akan pernah percaya lagi " lontarnya kemudian melepas kasar wajah salma.
"Ayo mas kita pergi " ucap buk Selly.
Mereka keluar tanpa mendapatkan tanda tangan dari buk Salma,namun mereka tidak akan pernah menyerah untuk mencari kembali keberadaan kakak dari Adita yang telah hilang sejak lahir.
Di samping itu kini terlihat seseorang tengah menggendong seorang anak kecil yang sudah bisa di pastikan dialah Mia,laki laki itu tengah membeli sebuah mainan agar Mia tidak menangis dan juga membeli kan nya susu.
"Nah ,sekarang kita duduk di sini ya,sambil menunggu orang tua kamu " ucap laki laki itu .
Semua mata tertuju padanya,bagaimana tidak? Tubuh laki laki itu dan juga penampilan nya tak kalah dari seorang preman jalanan ,namun prilakunya begitu manis pada anak kecil yang lagi bersamanya,dia menatap ke arah jalanan sambil menggigit bibir sebatang korek api sambil menunggu seseorang.
"Hei Ronald ,loe culik anak orang ? " Tuduh temannya yang baru saja datang,sebut saja Juki dan Noval.
__ADS_1
Ronald membuang batang korek api itu lalu menjawab tuduhan temannya .
"loe pikir gue Setega itu apa culik anak orang cuma buat makan doang? " Sergah Ronald yang tak terima di tuduh menculik anak orang.
"Lah terus dapat nie anak dari mana land,,?" Tanya Novak menimpali.
"Tuh gue nemu di taman sana " jawab Ronald sambil menunjuk ke arah taman dengan wajahnya.
"Gila, ,apa gak di cari nih anak? Dan juga anak ini demen demen aja sama loe,padahal ya muka loe aja udah serem banget kaya gini " celetuk juki melihat Ronald tidak ada pantas pantasnya bersama anak kecil.
Ting..
Punggung tangan Ronald berhasil mendarat di kepala juki.
"Banyak bacot loe ya,,mending loe bantu gue gimana cara gue agar Ni anak ketemu sama emak bapaknya " ucap Ronald .
"Ya elah, gue pikir loe mau ngasi makan makanya loe telpon kita suruh datang ke sini,taunya mau nyari orang tua nih bocah" Noval terdengar kecewa.
"Loe gak mau bantu gue jadinya? " Tanya Ronald memastikan.
"Bukan gitu bro,gue cuma , , " .
"Alaaaah , , loe paling mau imbalan kan, nih gue kasi tahu ya,coba loe bayangin adek loe ilang atau keponakan loe ilang gam tahu kemana? Gimana perasaan Loe ? " Tanya Ronald pada mereka.
"Nah itu dia maksud gue loe khawatir kan,begitu juga emak bapak nie bocah,pasti mereka khawatir dengan anaknya " jelas Ronald lagi sambil mengangkat kembali tubuh Mia dan membawanya berkeliling.
Lama menunggu di taman tak kunjung datang yang mencari Mia ,akhirnya Ronald berencana membawa Mia ke kantor polisi.
"Kasihan sekali anak ini,masa iya tidak ada satu orang pun keluarganya yang mencarinya " gumam Ronald sambil menggendong Mia yang kini sudah terlelap.
Ronal tak sengaja menatap seorang wanita yang duduk di pinggir jalan tanpa alas duduk,dia duduk di aspal sambil menangis,Ronald berniat menghampiri wanita itu tapi sayang tiba tiba segerombolan remaja datang entah dari mana lewat di depan Ronald sampai membuat pandangannya terhalang oleh banyaknya remaja itu,saat para remaja itu telah menjauh Ronald tak lagi mendapati wanita itu di sana.
"Kemana dia? Apa dia ibunya anak ini? " Gumam Ronald mengingat betapa frustasi nya wanita itu saat duduk di pinggiran trotoar jalan.
"Ya sudah lah,aku bawa aja dia ke kantor polisi " Ronald akhirnya memutuskan membawa Mia di kantor polisi.
Setalah sampai di sana ,ternyata sudah ada yang melaporkan anak hilang dan menurut keterangan polisi bahwa ciri ciri anak itu mirip dengan anak yang di bawa oleh Ronald.
Melihat penampilan Ronald,pak polisi itu terlihat sedikit ragu dengan nya.
"Kamu menemukan anak ini di mana?" Tanya polisi itu mengintrogasi Ronald.
__ADS_1
"Di pinggir taman pak,lagi merangkak " ucap Ronald.
Polisi itu terdiam, dan hendak menanyakan sebuah pertanyaan lagi, tapi seseorang telah dulu datang ke sana dengan tangisan.
"Mia , , huuuu, , , ,anakku Mia , , , " tangis Adita sambil berlari dan mengambil Mia dari tangan polisi itu.
"Ini mas yang mengantar anak kecil itu kemari " ucap polisi itu pada Didin yang datang dengan Mia ,juga diwa.
Diwa menatap sekilas postur tubuh Ronald juga tangan Ronald yang terdapat beberapa tato yang sama persis yang di lihat merek di CCTV itu.
"Dialah orangnya !" Ucap Diwa pada Didin
Didin menatap Ronald dan ronald tersenyum membalas tatapan Didin.
"Terimakasih , , kamu sudah membawa keponakan saya ke kantor polisi" ucap didin berterima kasih.
"Sama sama ,kalua begitu saya permisi dulu " ucap Ronald berpamitan.
" Tunggu , , , " Ronald terhenti saat Adita memanggilnya.
Adita tertegun saat menatap pria bertato di depannya itu ,begitu juga dengan Ronald,dia tertegun melihat Adita ,dari sorot matanya dia seperti melihat bayangan dirinya di dalam bola mata Adita.
"Iya mbak " ucap Ronald.
Adita tersadar dan dia mendekat lalu mengulurkan tangannya untuk berjabatan.
"Terrimakasihhh telah menemukan anak saya " ucap Adita
"Sama sama mbak !" Balas Ronald sopan
"Saya permisi" ucap Ronald kembali
"Eeh tunggu , , ,ini kartu nama saya kalau kamu butuh apa apa kamu tinggal hubungi saya ,jangan sungkan, , , " ucap Adita terhenti saat hendak memanggil namanya namun belum siapa nama laki laki itu
"Ronald, panggil saja Ronald " ucap Ronald yang seakan mengerti apa yang Adita ingin sampaikan.
"Aah ya ,Ronald, kamu jangan sungkan jika butuh apa apa " ucap Adita
Ronal dengan sopan mengambil kartu nama itu dan berlalu dari kantor polisi.
"Kayaknya aku pernah liat dia,tapi di mana ya ??" Gumam Adita merasa pernah melihat dan mengenal Ronald.
__ADS_1
**